Banyak pemilik bisnis sudah membuat profil Google Business Profile, tetapi belum memanfaatkan data performanya secara maksimal.
Padahal, data tersebut dapat membantu Anda memahami bagaimana pelanggan menemukan bisnis, tindakan apa yang mereka lakukan, dan strategi apa yang perlu ditingkatkan.
Di sinilah Google My Business Insights memegang peran penting. Fitur ini menampilkan berbagai data yang dapat membantu Anda melihat performa profil bisnis secara lebih jelas.
Saat memahami cara membaca datanya, Anda jadi dimudahkan dalam mengambil keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan kunjungan toko maupun penjualan offline.
Siap belajar? Langsung simak penjelasannya di bawah ini!
Daftar Isi
ToggleData Apa Saja yang Bisa Anda Lihat di Google My Business Insights?
Google My Business Insights menyediakan data yang cukup lengkap untuk membantu Anda memahami perilaku pelanggan.
Setiap data memiliki fungsi berbeda sehingga Anda perlu membacanya satu per satu agar strategi pemasaran yang dijalankan lebih tepat sasaran.
1. Jumlah Penelusuran Profil Bisnis
Data ini menunjukkan seberapa sering profil bisnis Anda muncul di pencarian Google. Angka tersebut membantu Anda mengetahui tingkat visibilitas bisnis di mesin pencari.
Jika jumlah penelusuran menurun, Anda perlu mengevaluasi optimasi profil dan strategi Local SEO yang digunakan.
2. Sumber Penemuan Pelanggan
Google membagi sumber penemuan menjadi direct search, discovery search, dan branded search. Pembagian ini membantu Anda memahami apakah pelanggan mencari nama bisnis secara langsung atau menemukan bisnis melalui kata kunci umum. Dari data ini, Anda dapat menyesuaikan strategi keyword agar jangkauan bisnis semakin luas.
3. Jumlah Tampilan di Google Search dan Google Maps
Google My Business Insights menampilkan jumlah tayangan profil di Google Search dan Google Maps.
Data ini membantu Anda mengetahui platform mana yang lebih banyak mendatangkan perhatian pelanggan. Jika tampilan di Maps lebih tinggi, optimasi lokasi dan ulasan pelanggan perlu lebih diperkuat.
4. Tindakan Pelanggan
Bagian ini menunjukkan tindakan yang dilakukan pelanggan setelah melihat profil bisnis Anda. Google mencatat klik website, panggilan telepon, hingga permintaan rute. Data tersebut membantu Anda memahami jenis interaksi yang paling sering terjadi.
5. Permintaan Rute
Permintaan rute menunjukkan seberapa banyak orang ingin mengunjungi lokasi bisnis Anda. Angka ini sering menjadi indikator kuat untuk bisnis offline seperti restoran, toko, atau klinik. Semakin tinggi permintaan rute, semakin besar peluang kunjungan langsung ke lokasi.
6. Klik ke Website
Data klik website menunjukkan minat pelanggan untuk mencari informasi lebih lanjut. Jika angka klik tinggi tetapi konversi rendah, Anda perlu mengevaluasi landing page atau halaman tujuan.
Keberadaan landing page yang relevan membantu memastikan setiap klik memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan penjualan.
7. Panggilan Telepon
Data panggilan membantu Anda melihat seberapa banyak pelanggan yang ingin terhubung langsung.
Informasi ini juga dapat menunjukkan jam-jam sibuk saat pelanggan paling sering menghubungi bisnis. Dari sana, Anda dapat mengatur jam operasional atau layanan customer service dengan lebih efektif.
8. Performa Foto dan Video
Google juga menampilkan performa foto dan video yang diunggah di profil bisnis. Visual yang menarik biasanya membantu meningkatkan engagement pelanggan. Jika performa visual rendah, Anda dapat memperbarui foto produk, lokasi, atau layanan secara berkala.
Baca Juga: Fitur GBP untuk Bisnis agar Memaksimalkan Potensi OnlineÂ
Bagaimana Cara Melihat dan Membaca Google My Business Insights dengan Benar?
Melihat data tanpa memahami konteksnya hanya membuat angka terlihat membingungkan. Karena itu, Anda perlu membaca data berdasarkan tren, perubahan performa, dan tujuan bisnis yang ingin dicapai.
1. Bandingkan Data Secara Berkala
Jangan hanya melihat data harian lalu mengambil keputusan. Anda perlu membandingkan performa mingguan atau bulanan agar pola perubahan terlihat lebih jelas. Cara ini membantu Anda memahami apakah strategi yang dijalankan memberi hasil positif atau justru menurun.
2. Perhatikan Metrik yang Paling Relevan
Setiap bisnis memiliki fokus yang berbeda. Bisnis offline biasanya lebih fokus pada permintaan rute dan panggilan, sementara bisnis jasa lebih fokus pada klik website. Fokus pada metrik yang relevan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih tepat.
3. Analisis Sumber Traffic
Anda perlu mengetahui apakah pelanggan datang dari Google Search atau Google Maps. Jika traffic lebih besar dari Maps, optimasi lokasi dan review pelanggan perlu diprioritaskan. Jika traffic lebih besar dari Search, optimasi keyword lokal perlu diperkuat.
4. Cocokkan dengan Promosi yang Sedang Berjalan
Lonjakan traffic sering terjadi setelah promosi atau update profil bisnis. Anda dapat mencocokkan perubahan data dengan aktivitas pemasaran yang sedang dilakukan. Cara ini membantu Anda mengetahui strategi mana yang paling efektif.
5. Evaluasi Performa Konten Visual
Foto dan video sering memengaruhi keputusan pelanggan untuk berinteraksi. Jika performa profil stagnan, pembaruan visual dapat membantu meningkatkan engagement. Konten visual yang lebih profesional juga membantu membangun kepercayaan pelanggan.
6. Gunakan Data untuk Optimasi Jam Operasional
Data panggilan dan permintaan rute dapat menunjukkan waktu sibuk pelanggan. Informasi tersebut membantu Anda menentukan jam operasional yang lebih sesuai. Penyesuaian ini membantu bisnis melayani pelanggan di waktu yang tepat.
Baca Juga: Cara Membuat Google Bisnis Profesional dan Tips Optimasinya
Cara Menggunakan Data Insights untuk Meningkatkan Penjualan Offline
Data insights tidak hanya berguna untuk melihat performa, tetapi juga dapat membantu Anda mengambil langkah nyata untuk meningkatkan penjualan. Jika data dibaca dengan tepat, Anda dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki lebih dulu.
1. Optimalkan Profil di Jam Ramai
Data interaksi pelanggan membantu Anda mengetahui jam dengan traffic tertinggi. Anda dapat menjadwalkan update posting atau promo di waktu tersebut. Strategi ini membantu meningkatkan peluang pelanggan datang ke toko.
2. Tingkatkan Review Pelanggan
Review positif membantu profil bisnis tampil lebih meyakinkan. Jika insight menunjukkan banyak tampilan tetapi interaksi rendah, ulasan pelanggan dapat menjadi faktor penentu. Semakin banyak review berkualitas, semakin besar peluang pelanggan memilih bisnis Anda.
3. Perbaiki Foto Produk atau Lokasi
Visual yang kurang menarik sering membuat pelanggan ragu. Anda dapat memperbarui foto agar profil terlihat lebih profesional dan informatif. Perubahan sederhana ini sering membantu meningkatkan klik maupun kunjungan.
4. Gunakan Keyword Lokal yang Lebih Tepat
Jika discovery search rendah, keyword lokal mungkin belum optimal. Anda perlu memasukkan kata kunci relevan di deskripsi dan posting profil bisnis. Langkah ini membantu bisnis lebih mudah ditemukan calon pelanggan sekitar.
5. Hubungkan ke Landing Page yang Tepat
Klik website yang tinggi perlu diarahkan ke halaman yang relevan. Anda dapat menghubungkan profil bisnis ke halaman promo, katalog, atau formulir kontak. Langkah ini membantu mengubah traffic menjadi leads atau penjualan.
6. Audit Performa Profil Secara Berkala
Performa profil bisnis dapat berubah sewaktu-waktu. Audit rutin membantu Anda mengetahui masalah sebelum traffic menurun drastis. Anda dapat menggunakan tools seperti atau untuk evaluasi awal.
Baca Juga: Pentingnya Strategi Local SEO untuk Bisnis Multi Cabang Biar Operasional Makin Efisien
Ingin Profil Bisnis Muncul Lebih Menonjol? Optimalkan Sekarang bersama ToffeeDev!
Memahami Google My Business Insights membantu Anda melihat bagaimana pelanggan menemukan dan berinteraksi dengan bisnis Anda.
Dari data pencarian, klik website, hingga permintaan rute, semuanya dapat menjadi dasar untuk mengambil keputusan pemasaran yang lebih tepat.
Saat data tersebut diolah dengan strategi yang benar, peluang untuk meningkatkan kunjungan toko dan penjualan offline pun semakin besar. Namun, proses optimasi profil bisnis membutuhkan analisis yang konsisten agar hasilnya terus berkembang.
Jika Anda ingin hasil yang lebih maksimal, gunakan ToffeeDev melalui layanan Jasa Local SEO.
Toffeedev juga menyediakan checklist local SEO yang bisa Anda jadikan panduan untuk memastikan bisnis Anda muncul di pencarian lokal bahkan mudah ditemukan pelanggan.
Jika kebingungan, tim ToffeeDev siap membantu meningkatkan visibilitas bisnis Anda di pencarian lokal, memperkuat profil Google Business, dan mendatangkan lebih banyak pelanggan potensial.
Tunggu apa lagi? Hubungi ToffeeDev sekarang juga dan mulai optimalkan bisnis Anda dari pencarian lokal!

