Pahami Perbedaan Hosting dan Domain sebelum Membuat Website

Banyak sekali istilah dan insight yang harus dipahami dalam pembuatan website, termasuk perbedaan hosting dan domain. Meski merupakan hal yang penting dalam suatu website, domain dan hosting adalah dua hal yang terpisah. Dari fungsinya saja, kita bisa melihat perbedaan yang besar antara keduanya.

Membuat situs, terutama untuk bisnis memang sedikit rumit dan melibatkan beberapa istilah yang tidak familiar di telinga. Pasalnya, website terdiri dari beberapa komponen yang tidak terpisahkan satu sama lainnya. Apabila ada bagian yang hilang atau dilupakan, website tidak akan beroperasi dengan maksimal dan sering mengalami error atau glitch.

Setiap orang memiliki kepentingan yang berbeda dalam membuat website, tapi mereka memiliki harapan yang sama. Mereka berharap bahwa situsnya bisa dikenal oleh banyak orang dan mendapatkan pengunjung baru. Pemilik bisnis biasanya, mereka membuat website sebagai bentuk brand awareness dan menjalankan salah satu strategi digital marketing, yaitu Search Engine Optimization (SEO) atau Search Engine Marketing (SEM).

Apapun alasannya, pembuatan website harus memperhatikan beberapa komponennya. Pembuat website juga tidak boleh salah kaprah mengenai perbedaan hosting dan domain, karena akan berdampak pada identitas situs yang dibuat. Artikel dari Toffeedev ini akan membahas secara lengkap mengenai kedua komponen utama dalam pembuatan website ini, termasuk perbedaannya.

Perbedaan Hosting dan Domain yang Harus Diketahui 

Meskipun keduanya bekerja secara bersamaan dan tidak terpisahkan satu sama lain, sejatinya domain dan hosting adalah dua hal yang berbeda. Sebelum mengetahui perbedaannya, pahami dulu pengertian hosting dan domain karena keduanya penting dalam membuat website.

1. Domain

Domain adalah nama atau alamat dari website yang dibuat, sehingga orang bisa mengunjungi website kita. Domain ini menjadi identitas utama bagi situs agar mudah dikenali oleh orang lain. Karena itu, penting membuat domain yang identik dan sesuai dengan bisnis kita sehingga orang lain tidak perlu repot menghafalnya.

Misalnya, situs Toffeedev ini memiliki domain, yaitu toffeedev.com. Itu adalah alamat situs yang berguna sebagai identitas di dunia maya. Hanya mengetik domain ini di address bar pada browser, orang bisa mudah mengingat dan mengunjungi situs.

Perlu diketahui, domain ini memiliki banyak ekstensi, tidak hanya .com, tergantung layanan yang digunakan. Ada juga domain yang berakhiran .net, .org, .sch, .gov, dan lain-lain yang bisa ditemukan di internet. Biasanya domain ini didapatkan dengan cara disewa, mulai dari harga puluhan ribu hingga ratusan ribu Rupiah selama satu tahun.

Domain ini didapatkan sesuai dengan hukum alam yang berlaku, yaitu siapa cepat dia dapat, sehingga tidak ada website yang memiliki domain yang sama. Pastinya membingungkan bukan, apabila ada domain yang mirip tapi pemiliknya berbeda? Biasanya, pemilik website lain bisa mendapatkan domain yang sama karena masa berlakunya di situs lamanya sudah habis, sehingga bisa disewa.

Karena sifatnya yang sewaan ini, pemilik situs harus mengetahui dengan pasti masa berlaku domain tersebut. Bisa-bisa, domain atau alamat website yang sudah identik dengan bisnis atau organisasinya ‘direbut’ oleh orang lain, sehingga terpaksa harus memulai lagi dari 0.

Domain ini bisa juga berupa alamat IP (IP address) yang terdiri dari kombinasi angka dipisahkan oleh titik, misalnya: 66.249.66.1. Sebenarnya, IP address ini lebih berguna untuk komputer, karena internet merupakan jaringan yang luas dan majemuk sehingga membutuhkan kombinasi angka yang spesifik.

Masalahnya, manusia tidak mungkin mengingat semua angka tersebut. Karena itu, diciptakanlah domain name yang bisa mempermudah pengguna untuk menghafal dan mengakses alamat situsnya. Mereka tidak perlu menghafal serangkaian angka tersebut dan biarkan komputer yang bekerja dengan alamat IP.

Jasa SEO

2. Hosting

Apabila domain adalah alamat bagi website, hosting adalah rumahnya. Di sinilah tempat penyimpanan data yang dimiliki oleh website yang kita buat, termasuk kontennya. Website yang tidak punya hosting pastinya tidak bisa diakses dengan koneksi internet dan hanya bisa dilihat di satu komputer saja.

Singkatnya, web hosting ini merupakan layanan yang memungkinkan kita menampilkan website beserta kontennya, seperti foto, tema, atau CMS secara online. Seluruh data dalam website disimpan dalam server yang digunakan. Jadi, hosting dan server ini berkaitan erat.

Saat kita menggunakan layanan ini, hosting bertanggung jawab untuk memastikan server yang digunakan dalam website kita benar-benar bekerja. Selain itu, hosting juga bekerja sebagai alat keamanan data kita sehingga tidak hilang ataupun diserang oleh virus malware.

Tipe-Tipe Hosting yang Tersedia

Tipe-tipe hosting ini berbeda sesuai dengan layanan yang diberikannya, terdiri atas 4 jenis, yaitu: 

1. Shared hosting

Jenis yang paling populer digunakan adalah shared hosting, di mana satu penyedia layanan hosting menampung banyak website dengan server yang sama. Harganya yang terjangkau ini membuat shared hosting banyak dipilih, lantaran sifatnya splitted cost jadi dibayarkan secara bersamaan.

Baca Juga: Apa itu DNS dan Cara Kerjanya

2. Cloud hosting

Cloud hosting juga menjadi pilihan hosting yang unggul. Cloud hosting bisa menjamin situs kita tetap berjalan dengan lancar meskipun server yang digunakan sedang penuh oleh traffic dari website lain. Karena semakin populer digunakan, beberapa perusahaan juga memilih jenis hosting yang lain dan bersifat lebih pribadi.

3. VPS hosting

VPS (Virtual Private Server) hosting adalah layanan hosting yang terdiri dari pengguna website dengan server yang sama, hanya saja dipisahkan oleh suatu partisi dengan sumber daya yang tersedia. Layanan ini umum digunakan oleh pemilik website yang sudah berpengalaman dengan skill yang tidak diragukan lagi. Pengoperasian VPS juga lebih rumit, karena itu tidak semua orang bisa menggunakannya.

4. Dedicated hosting

Sedangkan dedicated hosting adalah jenis hosting yang khusus disediakan untuk satu website tanpa harus berbagi dengan pemilik website lainnya. Biasanya, dedicated hosting ini lebih dimiliki oleh bisnis yang namanya sudah membumi, serta memiliki tim ahlinya sendiri saat dibutuhkan, sehingga bersifat VIP.

Baca Juga: Hosting Adalah Rumah Untuk Website Anda

Sama dengan domain, hosting pun sifatnya berupa sewaan secara bulanan atau tahunan dengan harga yang bervariasi. Jenisnya juga beragam, tapi pemilik website umumnya menggunakan Shared Hosting. Perusahaan layanan hosting menyediakan paket hosting berdasarkan indikator Disk Space, Monthly Bandwidth, dan lain-lain.

Website yang berhasil dan mampu menarik perhatian penggunanya tentu tidak lepas dari kualitas hosting yang dipilih. Tidak ada salahnya bagi pemilik situs untuk berinvestasi pada layanan hosting yang terbaik demi mendapatkan hasil yang memuaskan.

Dari penjelasan di atas, kita bisa mengetahui perbedaan hosting dan domain dalam website. Kesimpulannya, kita bisa mengibaratkan hosting sebagai rumah bagi website untuk menyimpan data-data yang ada di dalamnya, seperti CMS, konten, foto, artikel dan sejenisnya. Berkat adanya hosting yang terkoneksi dengan internet, orang bisa menikmati konten yang ada dalam situs kita.

Sedangkan domain merupakan alamat bagi suatu website yang menjadi identitasnya. Domain name ini sangat berguna bagi pengunjung website, sehingga mereka tidak perlu repot-repot menghafal alamat IP untuk mengunjungi situs yang diinginkan.

Hubungan antara Domain dan Hosting dalam suatu Website

Pertanyaannya, manakah yang paling penting dalam membuat website, domain atau hosting? Keduanya sama-sama penting, bahkan berkaitan erat satu sama lain. Bila salah satu dari komponen tersebut terlewat, website tidak akan bisa dibuat, bahkan tidak muncul di internet saat dicari.

Ibaratnya kita mengunjungi sebuah rumah, pasti membutuhkan alamatnya, begitu pula cara kerja hosting. Ketika pengunjung website mengetikkan domain kita di browser, nama domain itu diubah menjadi alamat IP oleh penyedia layanan hosting untuk website kita. Kemudian, mereka akan menampilkan website yang dituju di halaman komputer pengguna. 

Tanpa adanya domain, orang tidak bisa menemukan sebuah website. Sedangkan ketidakhadiran hosting membuat website tidak bisa dibangun, karena tidak ada ‘tempat’ untuk menyimpan semua data yang hendak ditampilkan.

Saat mulai membuat website, kita bisa memilih atau membuat dulu nama domain situs kita dan mendaftarkannya di perusahaan domain. Ada juga pengusaha yang menyewakan nama domain yang sudah ada dan diperkirakan banyak peminatnya dengan harga yang tinggi. Resikonya, alamat domain belum tentu sama dengan identitas atau branding yang ingin kita usung.

Berikutnya, barulah kita membeli layanan hosting di perusahaan penyedianya. Setelah mendapatkan hosting yang sesuai, hubungkan dengan nama domain yang sudah dibuat. Dari langkah ini, kita bisa memasang software website, tools, plugins, dan yang terakhir adalah menambahkan kontennya.

Ada juga perusahaan yang menawarkan jasa domain dan hosting secara bersamaan, sehingga kita tidak perlu repot saat menyesuaikan nama domain dengan hosting yang kita gunakan. Layanan ini sudah tersedia banyak di internet, dan kita bisa mencarinya sendiri dengan menggunakan keyword ‘hosting’ di search engine yang kita gunakan.

Baca Juga: Mengenal Apa itu CDN, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Buat Website Impian Anda bersama Toffeedev

Mudah sekali bukan mengetahui perbedaan hosting dan domain saat membuat website. Setelah mengetahuinya, Anda tidak perlu lagi keliru saat mengatur nama domain beserta hosting yang digunakan saat membuat website.

Toffeedev juga bisa menjadi partner dalam membuat website yang diinginkan untuk bisnis Anda. Tim website development kami berpengalaman dalam memilih nama domain dan hosting yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Jasa pembuatan website kami sudah dipercaya oleh banyak perusahaan yang bergerak di berbagai macam sektor ekonomi di Indonesia.

Selain membuat website, kami juga menyediakan jasa SEO sehingga website yang dibuat mampu mencapai halaman pertama mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing dan sejenisnya. Tentunya merupakan peluang yang bagus, mengingat hampir semua bisnis sudah bertransformasi ke arah digital marketing sejak pandemi Covid-19 melanda. 

Sebagai digital marketing agency di Jakarta, kami bisa menjadi partner untuk merevolusi bisnis Anda ke arah digital sehingga bisa mengejar perkembangan zaman yang semakin maju. Hubungi tim kami segera untuk melakukan kerjasama dengan Toffeedev.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat