Kenali Perbedaan Website Statis dan Dinamis Sebelum Memulai Bisnis Online

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Sebelum membuat situs web untuk bisnis, Anda perlu memahami jenis website yang akan digunakan. Berdasarkan teknologi, situs web dapat dikelompokkan menjadi website statis dan web dinamis. Perbedaan website statis dan dinamis dapat diklasifikasikan berdasarkan 8 faktor, seperti database, konten, desain, ukuran, interaksi pengunjung website, interaksi pemilik website, proses pembuatan, dan bahasa pemrograman. Lantas, bagaimana persisnya perbedaan kedua jenis situs web tersebut? Simak ulasannya sebagai berikut.

Perbedaan Website Statis dan Dinamis Berdasarkan 8 Faktor

1. Database yang Digunakan

Perbedaan website statis dan dinamis yang pertama dapat digolongkan berdasarkan pemakaian database. Database menjadi hal yang penting dari sebuah website. Database biasa digunakan sebagai ruang penyimpanan data dalam website tersebut.

Dalam website statis, tidak membutuhkan penyimpanan berbagai macam data. Website statis lebih mengarah kepada proses data yang dibutuhkan oleh website itu sendiri. Sementara, pada website dinamis, justru diperlukan suatu database yang berfungsi untuk menyimpan dan mengolah data tersebut.

2. Konten

Perbedaan web statis dan web dinamis selanjutnya dapat dilihat dari segi konten. Konten berkualitas tinggi berfungsi sebagai isi sekaligus daya tarik bagi para pengguna internet untuk mengunjungi website tersebut.

Pada website statis, konten jarang sekali diperbarui atau diubah. Sebaliknya, website dinamis justru memerlukan pembaruan konten setiap harinya untuk menarik perhatian pengunjung.

Baca Juga: 3 Cara Membuat Website Yang Bagus dan Fungsional

3. Desain

Suatu website harus memiliki desain yang variatif. Desain menjadi salah satu faktor utama untuk menarik perhatian pengunjung. Hal ini juga menjadi faktor pembeda antara web statis dan web dinamis. Pada website statis, desain yang dimiliki cenderung klasik dan sederhana. Sementara itu, web dinamis memiliki desain dengan varian yang beragam serta kekinian. Para pengelola website dinamis dapat menambahkan animasi yang atraktif guna mempercantik tampilan website yang digunakan.

4. Ukuran

Melihat dari ukurannya, web statis memiliki ukuran yang lebih kecil ketimbang website dinamis. Hal ini dikarenakan sistem pemrograman website statis tidak sekompleks website dinamis.

Sedangkan web dinamis memiliki ukuran yang lebih besar. Hal ini disebabkan karena bahasa dan sistem pemrograman yang terjadi dalam website dinamis jauh lebih kompleks ketimbang website statis. Tidak jarang, website dinamis memerlukan waktu yang lebih lama untuk diakses.

5. Interaksi dengan Pengunjung Website

Jika dilihat lebih baik, terdapat perbedaan interaksi antara pengunjung pada website statis dan website dinamis. Halaman web statis hanya dapat diakses dan dinikmati tanpa melakukan perubahan. Wajar jika website statis dikatakan sebagai website yang cenderung kurang interaktif.

Sebaliknya, halaman web dinamis diciptakan untuk melakukan lebih banyak interaksi dengan pengunjung. Interaksi dapat dilakukan dengan log in atau melakukan beberapa perubahan dalam konten yang terdapat di dalam website tersebut.

Baca Juga: Bagaimana Karakteristik Website Yang Ideal?

6. Interaksi dengan Pemilik Website

Perbedaan web statis dan dinamis selanjutnya yakni interaksi dengan pemilik web itu sendiri. Tiap pengelola website pastinya memiliki tujuan tertentu pada saat membuat website. Website statis biasanya dibuat untuk jangka waktu yang cukup lama sehingga para mereka tidak perlu melakukan banyak perubahan berarti terhadap website. Berbeda dengan website dinamis, justru perlu melakukan pembaruan secara rutin. Hal ini disebabkan karena website dinamis memiliki tujuan komersial untuk menarik perhatian pengunjung.

7. Proses Pembuatan

Proses pembuatan website juga menjadi salah satu faktor perbedaan web statis dan dinamis. Pembuatan website statis lebih mudah, sebab, website statis tidak memiliki banyak bahasa pemrograman. Berbeda dengan website dinamis dimana Anda harus mendirikannya dari nol dengan waktu pembuatan yang lebih lama sekitar hampir satu bulan. 

8. Bahasa Pemrograman

Perbedaan website statis dan dinamis yang terakhir dapat dilihat dari bahasa pemrograman. Website statis memiliki bahasa pemrograman yang lebih sederhana, yakni hanya CSS dan HTML. Sedangkan pada website statis,  bahasa pemrograman yang digunakan jauh lebih rumit, yakni PHP, HTML, CSS, Javascript dan juga ASP.
Itulah beberapa perbedaan website statis dan dinamis yang perlu Anda ketahui sebelum membuat suatu website bisnis secara online.

Namun, jika Anda masih merasa bingung untuk memulainya, Anda bisa menggunakan jasa pembuatan website profesional dari ToffeeDev Digital Marketing Agency. Dengan desain website yang profesional, ToffeeDev siap membantu mengembangkan bisnis Anda secara inovatif dan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post