Remarketing vs Retargeting, Lebih Baik Fokus ke Mana?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Pernah mendengar tentang remarketing vs retargeting? Keduanya merupakan strategi marketing, khususnya dalam ranah digital. Mengingat dunia pemasaran digital yang begitu dinamis, merancang strategi yang fleksibel dan adaptif pun sudah menjadi suatu keharusan. Lalu, apa hubungannya dengan remarketing vs retargeting? Mana yang harus Anda pilih sebagai strategi digital marketing untuk bisnis Anda? Simak penjelasannya berikut.

Mengenal remarketing

Sebelum membahas tentang remarketing vs retargeting, sebaiknya Anda mengenal lebih dulu tentang strategi remarketing itu sendiri. Remarketing adalah istilah untuk menyebut strategi yang fokus pada e-mail pelanggan. Jika Anda pernah mendapatkan notifikasi e-mail dari e-commerce berisi informasi transaksi yang belum selesai, itulah contoh sederhana dari remarketing.

Baca juga: Membangun Brand Dengan Remarketing

Strategi satu ini disebut dengan remarketing karena berfokus pada pelanggan atau konsumen yang sudah ada. Remarketing sering dianggap sebagai strategi untuk mengembalikan minat pelanggan. Selain itu, strategi ini juga menjadi semacam “dorongan” agar pembeli melakukan transaksi.

Mengenal retargeting

Selain remarketing, ada juga retargeting. Berbeda dari remarketing yang fokus pada e-mail kepada pelanggan, retargeting justru memanfaatkan data cookies pada website bisnis Anda.

Bagaimana cara kerja retargeting? Saat calon konsumen mengunjungi website Anda, data mereka akan tersimpan dalam cookies. Data cookies ini kemudian dapat diolah untuk pemasangan iklan. Anda bisa memasang iklan produk yang sempat dilihat oleh calon konsumen. Jadi, setelah mereka meninggalkan website Anda, iklan tersebut akan muncul di website lain yang mereka buka.

Anda tentu pernah melihat iklan produk incaran saat sedang browsing, bukan? Kemungkinan besar sebelumnya Anda sedang mencari produk tersebut di sebuah website atau e-commerce.

Baca juga: Retargeting Ads? Jangan Lupa Terapkan SEO untuk Traffic

Remarketing vs retargeting

Jadi, apa perbedaan remarketing vs retargeting sebagai strategi digital marketing? Seperti yang sudah dibahas, remarketing lebih berfokus pada e-mail pelanggan, sedangkan retargeting fokus pada pemasangan iklan.

Remarketing mengumpulkan data pelanggan yang ada pada website dan kemudian mengirimkannya kepada pelanggan melalui e-mail. Sedangkan retargeting mengumpulkan data melalui cookies dan kemudian digunakan untuk memasang iklan di berbagai platform seperti media sosial atau website berita.

Jika remarketing cenderung fokus pada konsumen yang sudah ada, maka retargeting bisa membuka prospek untuk calon konsumen baru. Sebab, bisa saja iklan tersebut dilihat oleh mereka yang belum pernah mendengar tentang produk Anda.

Mana yang sebaiknya dipilih?

Lalu, dari remarketing vs retargeting, strategi digital marketing mana yang sebaiknya dipilih? Anda bisa memperhatikan dinamika pelanggan. Jika Anda sudah memiliki banyak pelanggan namun banyak di antara mereka belum melakukan transaksi, remarketing adalah pilihan yang tepat.

Sebaliknya, jika produk Anda belum terlalu dikenal dan jumlah pelanggan pun masih sedikit, Anda bisa mencoba strategi retargeting. Strategi ini akan membantu calon konsumen untuk mengenal produk yang Anda tawarkan. 

Di samping itu, Anda juga bisa menggabungkan keduanya. Sebab, remarketing dan retargeting pun sebenarnya bisa berjalan beriringan. Namun, sebelumnya perhitungkan biaya pengeluaran masing-masing strategi. Jika memang Anda memiliki budget lebih, tidak ada salahnya untuk menerapkan keduanya sekaligus.

Dari pembahasan mengenai remarketing vs retargeting di atas, bisa diketahui bahwa keduanya merupakan strategi digital marketing untuk “mengembalikan” konsumen sekaligus mendatangkan konsumen baru.Masih bingung mana strategi digital marketing yang paling tepat untuk bisnis Anda? Toffeedev sebagai digital marketing agency tepercaya di Indonesia siap membantu Anda menemukan jawabannya. Dengan layanan seperti website design, graphic design, hingga digital marketing, Toffeedev adalah partner Anda dalam merintis bisnis online. Mulai langkah digital Anda bersama Toffeedev!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post