Supplier: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

apa arti supplier

Jika Anda ingin mulai memiliki andil dalam dunia bisnis, selalu banyak opsi yang bisa dipilih. Salah satunya adalah apakah menjadi seorang seller, dropshipper, atau supplier. Istilah-istilah ini juga semakin terkenal semenjak bisnis online semakin berkembang. 

Istilah supplier selalu melekat dengan dunia bisnis. Sebenarnya terlepas dari tipe bisnis offline atau online, setiap bisnis pasti membutuhkan sebuah supplier. Jadi, apa arti supplier sebenarnya? Untuk lebih mengetahui apa arti supplier, bacalah artikel berikut ini!

Apa Arti Supplier?

Supplier sebenarnya adalah perusahaan atau individu yang menyediakan barang atau jasa kepada perusahaan lain atau konsumen. Mereka bertindak sebagai pemasok bahan baku, produk jadi, atau jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan pembeli. 

Dalam suatu proses bisnis, supplier memainkan peran penting dalam memastikan kontinuitas operasional perusahaan pembeli dengan menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Supplier sendiri dapat berasal dari dalam atau luar negeri. 

Beberapa supplier dapat menyediakan barang atau jasa yang unik atau memiliki kualitas yang baik, sehingga perusahaan pembeli dapat memperoleh keuntungan dari kerja sama dengan supplier tersebut. 

Namun demikian, perusahaan pembeli harus mengevaluasi kualitas barang atau jasa yang diterima dari supplier dan melakukan negosiasi harga yang sesuai untuk memastikan bahwa perusahaan pembeli dapat memperoleh keuntungan dari kerja sama dengan supplier.

Baca Juga: Dropshipper: Pengertian dan Cara Kerjanya

3 Fungsi Supplier

Ada beberapa fungsi yang dimiliki oleh bagian supplier. Berikut adalah fungsi-fungsi supplier yang perlu Anda ketahui!

1. Menyediakan Bahan Baku atau Produk

Fungsi pertama supplier adalah menyediakan bahan baku atau produk. Hal ini dikarenakan perusahaan pembeli tidak selalu memiliki kemampuan atau sumber daya untuk memproduksi bahan baku atau produk jadi sendiri.

Beberapa perusahaan hanya fokus pada proses pembuatan atau pemasaran produk akhir, sehingga mereka harus bergantung pada supplier untuk menyediakan bahan baku atau produk jadi yang dibutuhkan.

2. Menjamin Ketersediaan Produk

Sebagai supplier, Anda juga harus menjamin ketersediaan produk. Fungsi ini perlu dilakukan karena perusahaan pembeli harus dapat memenuhi permintaan pasar dan menjaga kontinuitas operasi sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati kedua belah pihak.

3. Mendukung Proses Pengiriman

Perlu Anda ketahui, menjadi seorang supplier berarti juga harus mendukung proses pengiriman produk. Hal ini juga berlaku sama apabila Anda bekerja sama dengan dropshipper

Kerja sama antara dropshipper dan supplier dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan penjualan dan meningkatkan efisiensi dalam proses bisnis. Dalam kerja sama ini, dropshipper akan menjual produk dari supplier ke konsumen, sementara supplier bertanggung jawab untuk menyediakan produk yang dibutuhkan dan mengirimkan produk ke konsumen.

banner

3 Jenis Supplier

Supplier sendiri memiliki beberapa jenis. Namun, jenis-jenis ini dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenis supplier yang perlu Anda ketahui!

1. Supplier Berdasarkan Jenis Produk

Kategori jenis supplier yang pertama adalah berdasarkan jenis produknya, yaitu jenis supplier produk atau jasa. Supplier produk adalah perusahaan atau individu yang menyediakan produk yang dibutuhkan oleh perusahaan lain. Produk yang ditawarkan oleh supplier produk bisa beragam, mulai dari bahan baku hingga produk jadi.

Supplier jasa adalah perusahaan atau individu yang menyediakan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan lain. Jasa yang ditawarkan oleh supplier jasa bisa beragam, mulai dari jasa konsultasi, jasa transportasi, jasa pembersihan, hingga jasa keuangan. Perusahaan-perusahaan yang menyediakan jasa seperti jasa desain grafis, jasa pembuatan website, atau jasa keuangan dapat dianggap sebagai supplier jasa.

2. Supplier Berdasarkan Lokasi

Kategori jenis supplier selanjutnya adalah berdasarkan lokasinya, yaitu supplier lokal dan supplier internasional. Supplier lokal adalah perusahaan atau individu yang berbasis di wilayah yang sama dengan perusahaan yang menggunakan jasanya. Supplier lokal dapat menjadi pilihan yang baik untuk perusahaan yang ingin mendukung industri lokal, meminimalkan biaya transportasi, atau mempercepat proses pengiriman.

Sedangkan supplier internasional adalah perusahaan atau individu yang berbasis di luar wilayah perusahaan yang menggunakan jasanya. Membeli dari supplier internasional dapat memberikan perusahaan akses pada produk atau jasa yang tidak tersedia di dalam negeri, atau menawarkan harga yang lebih kompetitif. 

3. Supplier Berdasarkan Tipe Sumber

Kategori terakhir adalah berdasarkan sumber produknya, yaitu supplier single source dan supplier multiple source. Supplier single source adalah kondisi di mana perusahaan hanya memiliki satu sumber pemasok untuk suatu produk atau jasa. Supplier jenis ini meningkatkan risiko jika pemasok tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan atau terjadi masalah dengan pemasok.

Sedangkan supplier multiple source adalah kondisi di mana perusahaan memiliki lebih dari satu pemasok untuk suatu produk atau jasa. Hal ini dapat mengurangi risiko jika salah satu pemasok tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan karena ada pemasok lain yang dapat digunakan. 

Baca Juga: 10 Cara Mengatur Keuangan Usaha dengan Baik

4 Cara Kerja Supplier

Ada beberapa cara kerja yang harus Anda perhatikan ketika menjadi seorang supplier. Berikut adalah keempat cara kerja yang harus Anda lakukan!

1. Mengerti dan Memenuhi Kebutuhan Pelanggan

Sebagai seorang supplier, Anda harus memahami kebutuhan pelanggan dan berusaha untuk memenuhinya. Beberapa di antaranya adalah dengan menyediakan produk atau jasa yang sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

2. Menyediakan Produk atau Jasa yang Berkualitas

Sebagai seorang supplier, Anda juga harus menjamin kualitas produk atau jasa yang diberikan sesuai dengan standar industri yang berlaku. Hal ini juga akan berdampak pada reputasi bisnis Anda.

3. Mengelola Stok dengan Baik

Supplier harus mengelola stok dengan baik dengan menjaga persediaan produk atau jasa yang cukup. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tanpa menimbulkan kelebihan persediaan.

Baca Juga: 6 Metode Performance Appraisal yang Wajib Diketahui

4. Mengembangkan Relasi Jangka Panjang dengan Pelanggan

Supplier harus berusaha untuk mengembangkan relasi jangka panjang dengan pelanggan. Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga komunikasi yang baik dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara terus menerus.

Untuk mendapatkan supplier yang sesuai, pastikan untuk mengetahui kriteria-kriteria yang dibutuhkan untuk bisnis Anda, salah satunya dengan mengetahui jenis supplier-nya. Untuk mendapatkan supplier jasa dalam bidang pembuatan situs web, Anda bisa menggunakan layanan jasa dari ToffeeDev. Temukan deretan layanan Digital Marketing dari ToffeeDev di sini!

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top