8 Metode Performance Appraisal yang Wajib Diketahui

Metode Performance Appraisal

Performance appraisal bisa menjadi bentuk perhatian perusahaan Anda kepada karyawan. Anda tidak mengabaikan kerja keras mereka dan selalu memberikan evaluasi baik atau buruk secara rutin melalui performance appraisal. Agar berjalan efektif, Anda perlu menerapkan metode performance appraisal yang tepat dalam menilai kinerja karyawan.

Ada berbagai macam metode dalam menilai performa karyawan yang bisa disesuaikan dengan bisnis Anda. Selain mengetahui metode yang tepat, Anda pun harus mengetahui tips meningkatkan kinerja karyawan sebagai langkah lanjut dari pengembangan SDM. Simak artikel ini untuk memahami tentang performance appraisal.

Pengertian Performance Appraisal

Pengertian Performance Appraisal

Performance appraisal adalah evaluasi atau penilaian kinerja karyawan yang dilakukan secara berkala dan sistematis. Di beberapa perusahaan, performance appraisal dikenal pula sebagai performance evaluation, performance review, atau employee appraisal. Kegiatan ini dilakukan oleh tim HRD untuk memahami kemampuan dan karier seorang karyawan selama periode tertentu. 

Hasil dari performance appraisal berguna sebagai indikator untuk memberikan kenaikan gaji, pemberian bonus, atau promosi karyawan. Namun, karyawan bisa pula mendapatkan demosi, punishment, atau bahkan pemutusan hubungan kerja apabila hasil appraisal-nya tidak buruk. Keputusan tersebut bersifat krusial sehingga performance appraisal harus dilakukan dengan benar.

Baca Juga: Mengulas Apa itu Performance Management System

Ada pun aspek yang dinilai dalam performance appraisal yaitu:

  • Kehadiran karyawan dan ketepatan waktu saat absensi atau menghadiri meeting.
  • Kemampuan interpersonal selama bekerja.
  • Prestasi karyawan.
  • Kemampuan komunikasi dan kolaborasi dengan tim.
  • Delegasi dan pembagian tugas kepada tim ataupun lintas departemen.
  • Manajemen waktu selama bekerja.
  • Produktivitas kerja atau jumlah pekerjaan yang bisa diselesaikan sebelum tenggat waktu.
  • Kreativitas dan kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving).

Tidak semua perusahaan menerapkan aspek evaluasi kinerja karyawan tersebut dalam performance appraisal. Ada pula yang memprioritaskan implementasi soft skill atau hard skill yang dimiliki karyawan dalam pekerjaan.

Banner Ads - General 2

Tujuan Performance Appraisal

Menurut Harvard Business Review (HBR), terdapat tiga tujuan utama dari pelaksanaan penilaian kinerja di perusahaan. Berikut tujuannya:

  1. Memberikan umpan balik yang sesuai kepada setiap karyawan mengenai kinerjanya secara individu.
  2. Menjadi pedoman untuk mengadaptasi atau mengubah perilaku guna mencapai pola kerja yang lebih produktif.
  3. Menyediakan informasi bagi para manajer yang mungkin diperlukan dalam penugasan dan penggajian di masa mendatang.

Untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut, diperlukan sistem penilaian kinerja yang baik dan adil.

9 Metode Performance Appraisal

Berbagai Metode Performance Appraisal

Terdapat enam jenis metode performance appraisal yang bisa diterapkan dalam perusahaan Anda. Metode tersebut memiliki cara kerja dan manfaatnya sendiri saat diimplementasikan. Simak penjelasan mengenai metode performance appraisal berikut ini.

1. Traditional Appraisal

Metode tradisional melibatkan kegiatan diskusi antara atasan atau tim HR dan karyawan secara tatap muka untuk membahas performa kerja karyawan pada periode sebelumnya. Hasil penilaiannya dilakukan berdasarkan observasi langsung mengenai kemampuan dan kinerja karyawan sesuai deskripsi pekerjaan yang diberikan. 

2. Self-Appraisal

Pada metode ini, karyawan melakukan proses penilaian kinerja secara mandiri dan mengevaluasi pencapaian dan kegagalan yang telah dibuat. Tujuannya adalah mendorong manajemen diri dan rasa tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaannya. Idealnya, self-appraisal dilakukan bersamaan dengan metode lainnya supaya hasilnya tetap netral.

3. Employee-initiated Review

Employee-initiated review berarti karyawan berinisiatif dan bisa meminta feedback atau penilaian dari atasan mereka. Metode ini memang efektif untuk meningkatkan manajemen diri karyawan, tetapi tidak dapat digunakan sebagai pengganti metode penilaian tradisional yang dilakukan secara rutin dan berkala.

Banner Ads - Ebook 2

4. 360 Degree Feedback

Metode 360 degree feedback menggunakan penilaian dari beberapa pihak yang pernah bekerja sama dengan karyawan, seperti atasan, rekan kerja, supplier, klien atau pelanggan, bahkan karyawan itu sendiri. Karyawan akan mendapatkan feedback mengenai performanya dalam kerja sama dengan rekan kerja. Di sisi lain, perusahaan bisa melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap karyawan tersebut.

5. Assessment Center

Pada metode ini, karyawan akan melewati tes dan mengambil bagian dalam kegiatan assessment,  seperti diskusi informal, problem solving, role playing, atau simulasi. Atasan atau tim HR mampu memprediksi kinerja karyawan pada masa depan melalui metode assessment center. Kekurangannya, metode ini membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga: Employee Engagement: Pengertian, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya

6. Penilaian Psikologis

Metode performance appraisal ini juga bertujuan untuk memprediksi performa karyawan pada masa depan. Penilaian psikologis melibatkan psikolog untuk menilai komponen performa karyawan, yaitu sifat intelektual, kepemimpinan, interpersonal, kognitif, kecerdasan emosional, dan keterampilan lainnya. Prosedur ini dilakukan melalui wawancara mendalam, tes psikologi, dan diskusi bersama psikolog.

7. Metode Insiden Kritis

Metode insiden kritis atau critical incident method adalah cara mengevaluasi kinerja di mana dokumen tertulis yang mencatat tindakan-tindakan karyawan yang sangat baik atau buruk diperlukan. Ketika tindakan tersebut, yang disebut kejadian penting, memiliki dampak signifikan terhadap efektivitas departemen, baik secara positif maupun negatif, manajer mencatatnya. Saat periode penilaian berakhir, manajer menggunakan catatan-catatan tersebut bersama dengan data lainnya untuk menilai kinerja karyawan. Dengan demikian, penilaian cenderung mencakup seluruh periode evaluasi dan tidak hanya terfokus pada periode terakhir saja.

8. Metode Skala Penilaian

Metode skala penilaian adalah cara mengevaluasi kinerja karyawan dengan mempertimbangkan faktor-faktor tertentu yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam pendekatan ini, evaluator mencatat penilaian mereka terhadap kinerja pada suatu skala tertentu. Skala tersebut mencakup beberapa kategori, biasanya dalam rentang angka 5 sampai 7, yang dijelaskan dengan kata sifat seperti sangat baik, memenuhi harapan, atau perlu perbaikan. Meskipun sistem sering memberikan penilaian keseluruhan, metode ini umumnya memungkinkan penggunaan lebih dari satu kriteria kinerja. Misalnya, untuk mendapatkan penilaian sangat baik dalam hal kualitas kerja, seseorang harus secara konsisten melebihi standar kerja yang telah ditetapkan.

9. Behaviorally Anchored Rating Scale (BAR)

Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS) memberikan keuntungan baik secara kualitatif maupun kuantitatif dalam proses penilaian kinerja. BARS membandingkan kinerja karyawan dengan contoh perilaku tertentu yang dinyatakan melalui penilaian numerik.

Setiap tingkat kinerja dalam skala BARS didasarkan pada beberapa pernyataan BARS yang menggambarkan perilaku umum yang secara rutin ditunjukkan oleh seorang karyawan. Pernyataan-pernyataan ini bertindak sebagai pedoman untuk menilai kinerja seseorang berdasarkan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, dan dapat diterapkan pada peran dan tingkat pekerjaannya.

5 Tips Meningkatkan Kinerja Karyawan pasca Performance Appraisal

Tips Meningkatkan Kinerja Karyawan pasca Performance Appraisal

Performance appraisal tidak hanya berhenti di tahap evaluasi saja. Anda pun harus melakukan upaya untuk meningkatkan kinerja karyawan agar lebih baik daripada sebelumnya. Berikut ini tips yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan performa karyawan selama bekerja.

1. Berikan Pelatihan

Hasil performance appraisal yang kurang memuaskan bisa pula disebabkan karena karyawan tidak memiliki skill yang memadai. Solusinya, Anda harus menyediakan pelatihan atau training kepada karyawan untuk meningkatkan kemampuannya. 

Bentuk pelatihannya bisa mengadakan kelas skill bersama instruktur atau mendaftarkan mereka mengikuti kelas online. Sesuaikan pula topik pelatihan dengan kebutuhan atau kemampuan karyawan agar mereka lebih semangat untuk mengikutinya.

2. Tawarkan Jenjang Karier

Jenjang karier dalam perusahaan dapat meningkatkan motivasi karyawan selama bekerja. Karyawan akan lebih bersemangat bekerja demi mengejar jenjang karier atau promosi dalam perusahaan serta kenaikan gaji dan peningkatan insentif lainnya. 

Sebaliknya, karyawan tidak akan semangat apabila perusahaan Anda tidak menyediakan jenjang karier untuk mereka. Mereka merasa tidak ada gunanya meningkatkan kinerja karena posisinya tidak akan meningkat.

Banner Ads - Lead Gen 2

3. Delegasi Tugas sesuai Kemampuan

Pembagian tugas yang efektif juga menjadi langkah efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan. Setiap karyawan hendaknya memiliki porsi kerja yang sesuai kompetensinya supaya mereka lebih maksimal dalam bekerja. Contohnya, karyawan yang bergerak di bidang Digital Marketing dapat diberikan job description yang tidak terlalu berat, contohnya mengelola media sosial perusahaan.

4. Menciptakan Atmosfer Lingkungan Kerja yang Nyaman

Faktor kenyamanan di tempat kerja memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Hal ini dapat dicapai dengan menyediakan fasilitas kerja yang memadai, memperhatikan keamanan serta keselamatan kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung di perusahaan.

5. Menerapkan Sistem Reward dan Punishment

Perusahaan dapat menerapkan sistem reward dan punishment yang adil dan transparan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Karyawan yang berhasil mencapai target atau memberikan kontribusi positif pada perusahaan berhak menerima apresiasi seperti bonus, insentif, kenaikan gaji, promosi, atau pengakuan sebagai karyawan terbaik bulan tersebut.

Sebaliknya, perusahaan juga harus tegas dalam memberikan hukuman kepada karyawan yang tidak memenuhi standar KPI atau menunjukkan kinerja yang buruk secara konsisten. Jenis hukuman dapat bervariasi sesuai dengan kebijakan perusahaan, termasuk pemotongan gaji, penurunan jabatan, atau pemutusan hubungan kerja.

Baca Juga: Mengenal Interpersonal Skill dan Cara Meningkatkannya

Namun, Anda pasti menginginkan hasil lebih maksimal dalam segala bidang, termasuk Digital Marketing. Agar karyawan tidak burnout karena kebanyakan job description, Anda bisa menggunakan jasa Digital Marketing dari ToffeeDev. 

Kami akan membantu menjalankan strategi pemasaran bisnis Anda melalui SEO atau pembuatan website hingga berhasil mencapai halaman pertama Google. Hubungi kami sekarang juga dan maksimalkan strategi pemasaran Anda bersama ToffeeDev.

Semua metode performance appraisal yang telah disebutkan di atas tentu berguna untuk menilai performa karyawan. Pilihlah metode yang paling sesuai agar penilaian performa karyawan perusahaan Anda berjalan lebih efektif.

Share this post :

Capai Target Pasar Bisnis Anda!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!

Scroll to Top