Apa Itu Crawl Website? Berikut ini Fungsi dan Cara Kerjanya

apa itu crawl

Mungkin sebagian Anda sampai saat ini masih kerap mempertanyakan mengapa sebuah situs bisa muncul di search engine? Hal ini sebenarnya disebabkan oleh crawling. Apa itu crawling? Seperti apa cara kerjanya?

Setiap search engine melakukan crawling website dengan bantuan tools yang disebut dengan web crawler. Jika proses ini berjalan lancar, maka situs milik Anda akan dengan mudah ditemukan oleh mesin pencari. Simak saja artikel kali ini untuk bisa lebih tahu mengenai kegiatan crawling yang terjadi di internet!

Apa Itu Crawl Website?

Crawling merupakan suatu kegiatan mengindeks dan mengunduh data yang ada pada internet. Selanjutnya data tersebut akan disimpan ke dalam database dari mesin pencari. Crawling ini dijalankan oleh suatu program atau sistem yang biasanya disebut web crawler, web spiders, spider bot, atau web bot

Baca Juga: Pengertian Web Crawling dan Penerapannya dalam SEO

3 Fungsi Crawling Website

Seperti yang sudah diketahui bahwa fungsi utama dari crawling website memang untuk mengindeks konten yang ada pada internet. Namun di samping itu, ternyata juga ada beberapa fungsi lain yang tak kalah penting lho. Penasaran? Ini jawabannya!

1. Membandingkan Harga Produk di Internet

Saat Anda mencoba mencari suatu produk di Internet, maka akan muncul berbagai macam pilihan harga yang berbeda-beda di setiap tokonya. Nah, fungsi pertama dari crawling website ialah mampu membantu Anda untuk membandingkan harga produk secara akurat antara toko satu dengan toko lainnya. Tentunya, tanpa harus mengecek secara manual ke tiap-tiap toko online, ya.

2. Data untuk Tools Analis

Tool analisis website seperti Google Search Console dan Google Analytics mengandalkan crawling website untuk mengumpulkan data-datanya dan melakukan indexing. Sehingga data-data yang dihasilkan selalu akurat dan terbaru.

3. Data untuk Statistik

Crawling website juga berfungsi dalam memberikan data-data penting yang bisa digunakan untuk website berita atau website statistik. 

Baca Juga: Apa Itu XML Sitemap? dan Bagaimana Langkah Membuatnya?

Cara Kerja Crawling Website

Bagaimana cara kerja dari crawling website? Berikut ini penjelasan mengenai cara kerjanya yang bisa Anda pelajari!

1. Mengkategorikan URL

Cara kerja crawling website secara umumnya adalah dengan menemukan URL halaman web, lalu meninjau dan mengkategorikannya. Search engine akan melakukan crawling atau mengunjungi situs sambil melewati setiap link yang ada di halaman web. Lalu bot crawler juga akan meng-crawling link yang ia temui di halaman web pertama. Proses ini akan terus berulang setiap kali crawler menemukan link baru.

2. Penentuan Seberapa Penting Halaman Web

Bot crawler dari setiap search engine kemungkinan besar tidak akan melakukan crawling dan mengindex seluruh halaman web yang ada di internet. Robot ini akan akan menentukan prioritas dan menilai seberapa pentingnya setiap halaman web berdasarkan sederet faktor.

Mulai dari berapa banyak halaman lain yang terhubung ke halaman tersebut dengan internal atau external link, tampilan halaman web, jumlah pengunjung web, bahkan brand authority.

3. Mengikuti Keinginan File robots.txt

Cara kerja web crawler selanjutnya adalah melihat dan mengikuti keinginan dari file robots.txt setiap halaman web yang Anda masukkan ke sistem browser. File robots.txt ini seperti catatan yang berisi perintah halaman mana yang harus dilakukan crawling dan indexing.

Lalu saat bot ini berada di halaman web, ia selanjutnya melihat copy dan meta tag hingga menyimpan informasi tersebut untuk kemudian mengindeksnya agar Google bisa memilah-milah berdasarkan algoritma dan keyword konten yang Anda tentukan.

Baca Juga: Mengenal Apa Perbedaan SEO vs SEM

6 Contoh Crawling Website

Berikut adalah beberapa contoh dari crawling website yang telah ToffeeDev coba rangkum untuk Anda. Ketahui yuk ada apa saja!

1. Bingbot dari Bing

Crawling website yang didukung oleh Microsoft ini terbilang paling populer. Bingbot sanggup membantu mesin pencari, Bing, untuk membuat indeks yang paling relevan bagi penggunanya.

2. Slurp Bot dari Yahoo

Selanjutnya, web crawler milik Yahoo satu ini juga berguna untuk mengindeks halaman website agar dapat meningkatkan konten yang dibuat khusus bagi penggunanya.

3. DuckDuckBot dari DuckDuckGO

DuckDuckGo juga merupakan mesin pencari paling populer yang tidak melacak riwayat penggunanya dan mengikuti mereka di situs apapun yang dikunjungi karena menganggap hal tersebut merupakan privasi. Namun, DuckDuck Bot web crawler mampu membantu menemukan hasil yang paling relevan dan terbaik yang akan memenuhi kebutuhan pengguna. 

Baca Juga: Rekomendasi 5 Tools Terbaik untuk Cek Kecepatan Website Anda

4. Baiduspider dari Baidu 

Crawling website ini dilakukan oleh mesin pencarian asal Cina. Baiduspider merayap pada berbagai halaman untuk melakukan indeks konten di mesin pencarian.

5. Yandex Bot dari Yandex 

Yandex Bot merupakan mesin pencarian terbesar asal Rusia. Anda dapat memutus penggunaan dari crawler dari indeks konten websitemu jika tidak memiliki rencana untuk mengembangkan laman tersebut.

6. Exabot dari Exalead

Mesin pencari yang berasal dari Prancis ini, Exalead, menggunakan Exabot untuk pengindeksan konten agar dapat dimasukkan ke dalam mesin pencari.

banner

5 Perbedaan Crawling Website dan Scrapping Website

Selain crawling website, mungkin Anda juga pernah mendengar sekilas dengan istilah scrapping website, bukan? Memang, secara sekilas keduanya hampir terdengar sangat mirip. Meskipun begitu, ternyata terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya, lho.

Berikut adalah perbedaan antara crawling website dan scrapping website yang penting juga untuk Anda ketahui!

1. Pengertian

Perbedaan pertama antara crawling website dan scrapping website tentunya terletak pada pengertian yang dikandung antara keduanya. Crawling merupakan proses menggunakan web robot atau web spider untuk membaca dan menyimpan seluruh konten dalam sebuah website dengan tujuan pengarsipan atau indexing

Sedangkan pengertian yang dimiliki oleh scrapping website ialah sebuah proses mengekstraksi data dari sebuah website atau web page ke format file yang baru.

2. Fokus dan Cakupan

Perbedaan selanjutnya ada pada fokus dan cakupan. Crawling memiliki cakupan yang terbilang besar karena lingkupnya adalah seluruh halaman dan website yang ada di internet. Lain halnya dengan scrapping yang cakupannya lebih kecil karena hanya berfokus untuk mencari kumpulan data spesifik dari sebuah website.

3. Tujuan

Tujuan dari crawling website dan scrapping website pun juga berbeda. Apa perbedaannya? Crawling website bertujuan untuk mencari atau menemukan URL atau link yang ada di internet. Adapun, scrapping website bertujuan dalam menghasilkan data dari target website untuk dianalisis lebih jauh lagi.

Baca Juga: 7 Cara Mendesain Website Bisnis yang Dinamis dan Menarik

4. Pengetahuan Terhadap Website

Crawling tidak perlu tahu sama sekali soal URL atau domain yang akan di-crawling karena tujuannya memang untuk mencari, menemukan, dan mengindeks URL tersebut. Berbeda halnya, scrapping yang mengharuskan Anda untuk setidaknya tahu di domain mana data tersebut akan diambil dari sebuah website.

5. Output

Output yang dihasilkan dari crawling adalah daftar URL yang telah berhasil melalui proses crawling. Sedangkan scrapping website memiliki bentuk output berupa data field seperti nama produk, harga produk, ukuran, dan lain sebagainya tergantung pemakaiannya.

Nah, demikian dari penjelasan seputar crawling yang sangat berguna untuk situs milik Anda. Namun, jika Anda baru ingin membuat website untuk pertama kalinya tetapi masih bingung bagaimana cara memulainya, serahkan saja kepada ToffeeDev yang menyediakan jasa Custom Web Development

Ingin mendapatkan informasi lebih lengkap soal jasa tersebut? Jangan pernah ragu untuk menghubungi kami, ya!

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top