Apa Itu Forecasting? Pahami Metode dan Contohnya Bagi Bisnis

apa itu forecasting

Ada banyak keputusan yang harus Anda buat selama menjalankan bisnis. Keputusan tersebut mencakup seluruh aspek bisnis, mulai dari keuangan, produksi produk, hingga pemasaran. Anda harus menggunakan teknik forecasting agar bisa membuat keputusan yang akurat dan berdampak positif terhadap kelangsungan bisnis pada masa depan. Pertanyaannya, sudahkah Anda mengetahui apa itu forecasting serta metodenya?

ToffeeDev akan mengulas lengkap tentang forecasting yang sering digunakan perusahaan besar Indonesia dalam pengambilan keputusan. Simak artikel ini sampai selesai untuk memahami teknik forecasting.

Apa Itu Forecasting?

Forecasting adalah teknik memprediksi nilai masa depan dari satu atau beberapa variabel berdasarkan data historis dan tren yang sudah ada. Teknik yang disebut peramalan ini bertujuan untuk melakukan estimasi secara akurat mengenai perkiraan tren atau rencana masa depan.

Bisnis menggunakan forecasting untuk pengambilan keputusan dan perencanaan untuk masa depan. Forecasting juga membantu dalam mengalokasikan anggaran pengeluaran yang dibutuhkan pada waktu mendatang. Anggaran ini dibuat berdasarkan permintaan terhadap produk barang atau jasa dalam periode tertentu.

Baca Juga: Mengenal SEO Forecasting Tool Sebagai Strategi Optimasi

3 Fungsi Forecasting bagi Bisnis

Forecasting memiliki fungsi yang cukup signifikan dalam bisnis. Anda bisa membuat rencana masa depan, menentukan anggaran, hingga memprediksi keberhasilan bisnis dengan teknik forecasting. Lihat penjelasan mengenai fungsinya berikut ini.

1. Menentukan Rencana Masa Depan

Anda bisa menentukan tujuan jangka pendek serta rencana yang harus dilakukan dengan teknik forecasting. Tujuan dan rencana yang dibuat pun lebih matang karena dibuat berdasarkan data historis dan data aktual pada saat ini. Anda pun bisa mengubah rencana aksi yang akan akan dijalankan setelah mengevaluasi kesalahan sebelumnya.

2. Menetapkan Anggaran

Anggaran tentu harus diperhitungkan secara matang agar bisa memenuhi seluruh kebutuhan bisnis. Forecasting berguna sebagai alat bantu dalam membuat anggaran yang tepat. Anda bisa memperkirakan alokasi keuangan sebaik mungkin untuk produk, layanan, bahkan kegiatan internal bisnis. Anda pun bisa memprediksi pendapatan bisnis yang akan dicapai pada periode berikutnya.

Baca Juga: 8 Tantangan dalam Bisnis dan Strategi Menghadapinya

3. Meningkatkan Keberhasilan Bisnis

Forecasting juga berguna untuk meningkatkan keberhasilan bisnis pada masa depan. Pasalnya, Anda bisa mengetahui peluang keberhasilan bisnis melalui prediksi beberapa metrik yang diperlukan, seperti jumlah bahan baku, alokasi anggaran, dan perkiraan angka penjualan bisnis. Anda pun bisa menempatkan dana pada sasaran yang tepat sehingga mencapai tujuan dan keberhasilan yang diinginkan.

banner

2 Metode Forecasting

Ada berbagai metode dan teknik yang bisa digunakan dalam forecasting. Metode tersebut tentunya bergantung pada sifat data yang dianalisis dan tujuan forecasting. Berikut penjelasan lengkap mengenai dua metode forecasting.

1. Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif biasanya dilakukan dengan time-series dan prediksi kausal.

Metode time-series alias deret waktu merupakan metode berdasarkan data historis dan kesalahan dari suatu variabel. Time-series menggunakan dua metode, yaitu smoothing dan decomposition.

  • Smoothing dilakukan berdasarkan prinsip rata-rata kesalahan masa lalu. Metode ini menambahkan persentase kesalahan prediksi pada periode sebelumnya. Rasio persentasenya merupakan perbandingan antara nilai sebenarnya dan nilai prediksi.
  • Decomposition dilakukan dengan membagi data time-series menjadi sejumlah komponen, yaitu tren, siklus, atau musiman. Komponen tersebut kemudian dikombinasikan untuk membuat keputusan akurat.

Ada pula metode prediksi kausal yang berdasarkan sebab-akibat antara permintaan yang diprediksi dan variabel lain yang dianggap berpengaruh. Contohnya, permintaan produk makanan ringan. Variabel yang memengaruhi permintaan tersebut bisa berupa kondisi demografis, pendapatan masyarakat, budaya masyarakat, dan momen tertentu (seperti hari raya).

2. Metode Kualitatif

Forecasting kualitatif dapat dilakukan melalui survei pasar, meminta pendapat dari eksekutif perusahaan, atau gabungan tenaga penjualan. Risiko forecasting kualitatif adalah hasil yang lebih subjektif karena dipengaruhi oleh latar belakang responden, seperti kondisi emosi, intuisi, atau pendidikan. Berikut penjelasan mengenai contoh metode kualitatif:

  • Survei pasar: Anda meminta pendapat dari target pasar atau konsumen yang potensial. Anda bisa melakukan survei pasar secara langsung atau menggunakan media seperti kuesioner dan telepon.
  • Pendapat dari eksekutif: Anda meminta pendapat dari tim manajemen bisnis, kemudian menggabungkan hasilnya dengan metode statistik.
  • Gabungan tenaga penjualan: Anda dan tim sales bisnis menggabungkan prediksi tren atau pasar di daerah masing-masing.

Baca Juga: Pentingnya Menganalisis Peluang Usaha Agar Bisnis Sukses

Contoh Forecasting dalam Bisnis

Ada banyak contoh penggunaan forecasting dalam bisnis. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut dengan forecasting:

  • Memprediksi tingkat penjualan dalam periode tertentu.
  • Mengukur permintaan pasar terhadap produk barang atau jasa.
  • Menentukan tingkat persediaan produk yang optimal agar tetap memenuhi kebutuhan pasar.
  • Menghitung perkiraan arus kas dan kebutuhan keuangan bisnis dalam jangka waktu tertentu.
  • Memperkirakan ancaman kompetitor atau pendatang baru dalam industri.
  • Mengukur peluang pengembangan produk baru.
  • Mengidentifikasi tren dan pola dalam data pasar untuk mengambil keputusan yang lebih baik.

Pada era digital ini, banyak bisnis yang melakukan forecasting mengenai tren pemasaran. Hasil forecasting menemukan bahwa Digital Marketing telah menjadi tren pemasaran yang efektif dalam meningkatkan penjualan. Tidak heran jika rata-rata perusahaan besar bergerilya dengan membuat iklan di media sosial atau membangun website baru.

Anda pasti ingin tetap kompetitif dengan mengikuti tren pemasaran saat ini. Masalahnya, bagaimana jika bisnis Anda belum memiliki tim yang mumpuni di bidang Digital Marketing? Gunakan saja jasa Digital Marketing dari ToffeeDev seperti SEO dan Google Ads. Tim SEO ToffeeDev akan memastikan bahwa website Anda berada di halaman pertama Google sehingga lebih mudah ditemukan. Tidak hanya itu, kami juga akan memastikan bahwa iklan Anda mendapatkan angka konversi yang tinggi.

Tunggu apa lagi? Hubungi kami segera dan mulailah berkonsultasi mengenai strategi marketing bisnis Anda. Tingkatkan visibilitas bisnis Anda di dunia maya hanya bersama Digital Marketing agency Indonesia terbaik yaitu ToffeeDev.

Semoga artikel mengenai apa itu forecasting ini bermanfaat sebagai panduan Anda dalam menjalankan bisnis.

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top
WhatsApp chat