Kenali Apa Itu Content Pillar dan Fungsinya Bagi Performa Website

Kenali Apa Itu Content Pillar dan Fungsinya Bagi Performa Website

Pengguna mesin pencari lebih menyukai artikel yang memberikan informasi lengkap dan sesuai search intentmereka. Content pillar adalah strategi SEO yang dapat diterapkan dalam menulis artikel untuk dinikmati pembaca. Kehadiran content pillar ini tentu membawa banyak manfaat bagi performa website dan pembaca artikel SEO Anda. 

Mari kenali lebih jauh tentang content pillar, termasuk manfaat dan cara menyusunnya dalam artikel ini.

Apa Itu Content Pillar?

Kata pilar (pillar)dapat diartikan sebagai fondasi atau dasar. Dari pengertian ini, kita dapat mengartikan content pillar adalah fondasi suatu konten atau artikel yang berisi jawaban rinci dari pertanyaan yang dicari oleh pengunjung website

Informasi dalam artikel dapat dibagi ke dalam konten pilar yang terdiri dari berbagai macam format, mulai dari informasi dasar, paragraf edukatif, tips, dan paragraf promosi yang berisi call-to-action (CTA). Konten yang dibuat menggunakan konten pilar memiliki nilai lebih bagi audiens sekaligus berpeluang meningkatkan ranking website di Search Engine Result Page (SERP).

Konten pilar tetap harus dibuat menggunakan long-tail keyword atau frasa sesuai search intent. Artinya, Anda harus membuat konten pilar yang mampu memenuhi harapan pengguna saat melakukan pencarian di mesin pencarian. Konten pilar dapat dibuat untuk berbagai jenis konten dalam website, terutama artikel SEO, halaman produk, bahkan landing page.

Ada tiga fungsi penting konten pilar yang wajib Anda pahami, yaitu:

  • Membangun kepercayaan pengunjung dengan menyediakan konten yang lengkap dan bermanfaat.
  • Memberikan pengaruh (impact) yang besar kepada pengunjung melalui konten website.
  • Menyajikan jawaban sesuai search intent pengunjung secara akurat dan terperinci.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Dengan Konten? Mari Mengenalnya

4 Manfaat Content Pillar

Pembuatan konten pilar tentu memberikan banyak manfaat bagi website Anda. Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh pemilik website, tetapi pengunjung website pula. Lihat penjelasannya di bawah ini.

1. Traffic Website dan Ranking SERP Meningkat

Pengguna mesin pencari cenderung memilih website yang menyajikan konten pilar. Dalam artikel SEO, fitur konten pilar ini dapat diibaratkan sebagai daftar isi yang terletak di bagian atas sehingga memudahkan navigasi konten. Traffic websitepun meningkat dan hal ini bisa meningkatkan ranking website di SERP.

Baca Juga: Apa Itu Artikel SEO dan Bagaimana Cara Membuatnya untuk Meningkatkan Traffic Website?

2. Bounce Rate Berkurang

Website mana pun pasti ingin menghindari bounce rateyang tinggi. Pasalnya, bounce rate menandakan jumlah orang yang langsung keluar dari halaman website padahal baru sebentar mengunjunginya. Adanya konten pilar membuat pengunjung betah mengunjungi website Anda, bahkan tertarik untuk membaca konten lainnya.

3. Website Anda Menjadi Referensi

Konten pilar dibangun berdasarkan search intent yang mampu menjawab pertanyaan pengunjung. Website Anda akan menjadi referensi bagi pengunjung website karena berisi jawaban yang memuaskan dan sesuai search intent mereka.

4. Menjadi Media Pemasaran Gratis

Pengunjung yang puas pasti akan membagikan konten Anda kepada orang lain. Manfaat ini bisa menjadi saluran pemasaran gratis untuk mempromosikan website Anda.

Baca Juga: Dominasi SERP Dalam Menggunakan Topik Dibandingkan Keyword

Jenis-Jenis Content Pillar

Terdapat beberapa jenis konten pilar yang perlu Anda ketahui untuk memenuhi kebutuhan target perusahaan dan bisnis Anda. Setiap konten pilar memiliki fungsi dan manfaatnya yang berbeda-beda. Berikut beberapa jenis atau contoh dari konten pilar itu sendiri yang membantu memahami isi konten Anda:

1. Functional Content

Content pillar pertama adalah Functional Content. Content pillar ini memiliki tujuan sebagai sebuah media relevan untuk memberikan informasi terkait bisnis, produk dan layanan yang tersedia. Konten ini juga bisa digunakan untuk memberikan informasi terkait jasa yang kita berikan. Konten ini mencakup promosi atau artikel produk yang mencirikan unique selling point

Keunggulan produk, cara menggunakan produk hingga testimoni dari konsumen yang telah mencoba produk juga menjadi ciri khasnya. Agar dapat mempertahankan pelanggan lama serta menarik perhatian pelanggan baru, maka erusahaan atau startup yang memiliki produk spesial sering membuat konten seperti ini.

2. Educative Content

Jenis content pillar yang kedua adalah Educative Content, sesuai namanya konten ini bertujuan untuk memberikan edukasi secara mudah dimengerti. Contohnya memberikan edukasi dan informasi yang disampaikan langsung oleh ahlinya terkait sebuah produk . Konten ini biasanya berisi sebuah infografis atau artikel yang relevan dengan tema yang mudah dipahami pasar.

3. Creative Content

Jenis selanjutnya adalah Creative Content yang diproduksi untuk memicu imajinasi pemirsa dan mengajak mereka untuk mempelajari lebih lanjut tentang produk yang diiklankan. Selain itu, tulisan ini berusaha untuk memotivasi pembaca. Bahasa yang digunakan dalam materi ini seringkali informal, ringan, dan tidak kaku sehingga menimbulkan kesan berbicara langsung kepada pendengar.

4. Agile Content

Agile Content adalah jenis konten piler terakhir. Konten ini harus terhubung dan terkait dengan tantangan saat ini. Tak hanya keresahan yang kini mengemuka, ada juga tema-tema yang menjadi viral dan membahas hari-hari penting, seperti hari besar nasional atau keagamaan.

Misalnya isu atau berita hangat masa kini, isu nasional, Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Natal, dan Hari Kemerdekaan Indonesia. Tujuan membuat konten yang berkualitas adalah agar dapat membuat konten menjadi pilar seutuhnya. SPeningkatkan traffic dan konversi pelanggan akan terjadi karena adanya konten tersebut. Selain itu juga bisa meningkatkan engagement.

Pengaruh Content Pillar bagi Performa Website

Sekilas dijelaskan bahwa konten pilar bermanfaat dalam meningkatkan performa website. Bagaimana penjelasannya?

1. Merapikan Struktur Website

Konten pilar memang membuat tampilan konten menjadi rapi dan terarah, tetapi memberikan manfaat pula dalam penerapan SEO off-page. Struktur website juga ikut rapi sehingga lebih mudah diindeks oleh Google. Google akan mengenali topik yang akan dibawakan, kemudian menempatkan website Anda sesuai keyword yang dicari oleh pengguna.

Baca Juga: Mengetahui Struktur Website yang Baik

2. Meningkatkan Ranking Website

Pengguna lebih mengutamakan konten yang menyajikan informasi bernilai tinggi saat browsing di mesin pencarian. Konten tersebut biasanya memiliki keyword yang bervolume tinggi. Kesempatan website Anda masuk ke keyword bervolume tinggi makin bertambah berkat adanya konten pilar karena berisi konten yang dibutuhkan oleh pengguna.

Jasa SEO banner

3. Meningkatkan Kualitas Website

Konten pilar pun dapat meningkatkan kualitas website Anda sehingga memiliki unsur expertise, authority, and trust (EAT). Kelengkapan dan keakuratan informasi dalam konten tentu meningkatkan kepercayaan pengunjung website. Kualitas konten yang komprehensif ini menjadi pertimbangan bagi mesin pencari dalam melakukan ranking website di SERP.

Baca Juga: 10 Taktik Memboosting Ranking Website Anda di Google

3 Cara Membuat Content Pillar dengan Mudah

Penjelasan di atas dapat menjelaskan bahwa konten pilar merupakan unsur penting dalam meningkatkan performa website. Anda pun pasti ingin menerapkan strategi ini demi mendulang lebih banyak pengunjung website bisnis. Cobalah menerapkan langkah-langkah ini untuk membuat content pillar di website Anda.

1. Tentukan Topik dan Keyword Artikel

Mulailah dari menentukan topik utama serta subtopik yang ingin diangkat dalam website. Topik tersebut harus memuaskan search intent pengguna sekaligus meningkatkan peluang ranking website. Setelahnya, barulah Anda bisa menentukan keyword yang sesuai topiknya. 

Perhatikan juga faktor seperti volume pencarian, tingkat kompetisi, relevansi topik dengan audiens dan produk yang ditawarkan, dan potensi konten tersebut tetap evergreen dalam langkah ini.

Baca Juga: 8 Tools Riset Keyword Terbaik untuk Mengembangkan Website Anda

2. Audit Konten yang Telah Ada

Langkah ini harus dilakukan apabila Anda telah mengunggah banyak konten dalam website. Anda dapat memodifikasi, mengoptimasi, atau membuat ulang konten yang sudah ada dengan topik dan keyword yang sudah dibuat. Audit juga berguna supaya tidak ada content cannibal karena ada konten dengan topik atau keyword yang sama.

3. Mulai Membuat Content Pillar

Setelah memastikan bahwa tidak ada artikel yang sama, barulah Anda bisa membuat konten pilar untuk artikel baru. Pembuatan content pillar dapat dimulai dari memetakan struktur konten yang terdiri dari heading 2 (H2), heading 3 (H3), dan seterusnya. 

Lalu, buatlah beberapa pertanyaan terkait topik dan keyword untuk dimasukkan ke dalam H2. Anda dapat menyusun struktur content pillar menggunakan tools SEO, tepatnya fitur ‘Topic Research’.

Kesimpulannya, content pillar adalah strategi yang paling tepat untuk meningkatkan traffic website Anda. Pembuatan content pillar akan lebih efektif apabila Anda menggunakan beberapa tools SEO yang berguna untuk melakukan audit konten sekaligus mencari topik dan cocok untuk website.
Bagaimana jika saya masih kesulitan dalam membuat content pillar? Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan jasa SEO dari ToffeeDev untuk mengatasi kesulitan ini. Langsung konsultasikan mengenai website Anda dan kami akan membuat content pillar yang sesuai untuk target audiens website. Hubungi kami segera dan tingkatkan ranking website Anda dengan content pillar terbaik dari ToffeeDev.

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top