Screaming Frog: Pengertian, Fitur, dan Tutorial

Tutorial Screaming Frog

Menjalankan strategi Search Engine Optimization (SEO) perlu menggunakan berbagai macam tools. Ketika tidak ada bantuan dari tools, maka bisa dibilang terhitung sulit untuk dijalankan. Salah satu kegunaan tools yang tersedia saat ini adalah untuk melakukan crawling website. Fungsi dari crawling website adalah melakukan indexing dari seluruh halaman di dalam website tersebut. Untuk bisa melakukannya, perlu tool yang memiliki mutu terbaik, salah satunya adalah software bernama Screaming Frog.

Sebagai salah satu software untuk melakukan crawling, Screaming Frog cocok untuk digunakan oleh para penggiat SEO atau orang yang ingin mengecek bagaimana kinerja dari setiap halaman di sebuah website. Bagi yang tertarik untuk menggunakan Screaming Frog, di bawah ini ada tutorial yang bisa Anda lakukan sekarang juga.

Apa Itu Screaming Frog?

Screaming frog merupakan sebuah tools yang memiliki fungsi seperti Google Crawler, screaming frog digunakan untuk membantu para praktisi SEO untuk melakukan audit masalah On-Page di situs website. Screaming Frog akan memberikan Anda informasi tentang masalah yang ada dan perlu Anda perbaiki pada website Anda.

Screaming Frog dapat membantu website Anda untuk dapat muncul pada SERP dengan cara mencegah masalah yang ada menghalangi bot search engine untuk melalukan crawling, sehingga dapat menyebabkan konten dalam website Anda tidak dapat terindeks oleh Google.

banner

Fitur-Fitur Screaming Frog

Jika dilihat dari beberapa sumber seperti Growth Rocket, berikut ini adalah beberapa fitur bermanfaat Screaming Frog yang dapat Anda pelajari:

1. Menemukan broken link

Broken link merupakan sebuah link pada website yang tidak bisa diakses dan ditemukan oleh user karena berbagai alasan yang beragam. Anda mungkin familiar dengan kalimat “404 page not found”, Screaming Frog dapat membantu Anda melakukan crawling dengan cepat untuk menemukan broken link tersebut. Anda dapat mengunduh data dari Screaming Frog untuk kemudian Anda perbaiki.

2. Mengaudit link yang di-redirect

Selain membantu Anda untuk menemukan broken link, Screaming Frog juga dapat membantu Anda untuk menemukan redirect link sementara atau permanen. Tools ini juga dapat menemukan apakah tindakan redirection tersebut sukses atau sebaliknya.

3. Menganalisis metadata

Screaming Frog juga dapat memeriksa judul SEO dan meta description dari konten yang Anda buat saat Screaming Frog melakukan crawling. Dari data yang ditampilkan oleh Screaming Frog, Anda dapat melihat informasi lengkap mengenai meta data yang mungkin kurang sesuai untuk muncul di SERP.

4. Menemukan konten yang duplikat

Screaming Frog juga memiliki fitur untuk mengidentifikasi jika sebuah konten memiliki sebuah kesamaan signifikan yang memengaruhi posisi artikel pada SERP. Screaming Frog dapat menemukan konten duplikasi, selain itu Screaming Frog juga dapat menemukan artikel dengan performa yang kurang baik, dengan begitu Anda dapat melakukan kembali optimasi untuk hasil konten yang lebih baik.

Baca Juga: Bagaimana Audit Website Dengan Screaming Frog?

5. Me-review robots dan directives

Dengan menggunakan Screaming Frog, Anda dapat melihat berbagai URL yang telah diblokir oleh robots.txt. Hal ini dapat dilakukan karena Google Search Central mengonfirmasi bahwa file dari robots.txt menginformasikan data tersebut kepada search engine crawler seperti Screaming Frog dan membantunya untuk menentukan URL mana yang dapat diakses, sehingga load time dari website yang Anda miliki dapat dipercepat dan membantu Anda untuk mengetahui mana URL yang dapat memakai perintah no follow atau follow.

6. Membuat XML sitemap

Pada sebuah website, terdapat halaman-halaman penting yang disebut XML Sitemap. Dengan Screaming Frog Anda dapat membuat XML sitemap dan melihat seluruh perubahan terakhirnya, seberapa penting prioritasnya, dan berapa banyak total perubahannya.

7. Menganalisis struktur website

Last but not least, Screaming Frog juga dapat membantu Anda untuk melihat bagaimana situs mengelompokkan konten yang ada di dalamnya. Screaming Frog dapat membantu Anda dalam melakukan evaluasi struktur website dengan menggunakan sistem crawl yang interaktif.

Tutorial Menggunakan Screaming Frog

Berikut ini adalah tutorial singkat untuk menggunakan Screaming Frog yang perlu Anda ketahui:

1. Lakukan Setting Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengatur setting terlebih dahulu. Screaming Frog memiliki standar hardware tersendiri dalam melakukan crawling agar bisa memberikan hasil maksimal, yaitu 1GB RAM untuk 32-bit dan 2GB Ram untuk 64-bit. Namun untuk bisa mendapatkan performa yang baik, sebaiknya gunakan RAM sebesar 8GB. Dengan begitu, Anda tidak perlu merasakan crash saat sedang crawling. Untuk melakukan setting bagian ini, Anda bisa masuk ke bagian Configuration > System > Memory.

Baca Juga: Cara Menggunakan Google Ads Dengan Mudah Dan Tepat

2. Saatnya Melakukan Crawling

Sebelum melakukan crawling, Screaming Frog harus diubah ke Spider mode. Dengan begitu, proses crawling menjadi lebih optimal. Untuk memulai crawling, masukkan URL dari website yang dipilih di dalam boks dengan tulisan Enter URL. Jika sudah, langsung saja klik Start.

Sekarang Anda tinggal menunggu saja dalam beberapa waktu hingga Screaming Frog selesai melakukan crawling. Perlu diingat, untuk persoalan berapa lama waktu crawling yang dibutuhkan, itu semua tergantung dari website-nya sendiri. Ada yang cepat dan ada yang lama. Semakin banyak halaman di dalam website tersebut, maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan oleh Screaming Frog.

Ada beberapa hal yang harus Anda ingat di dalam melakukan crawling dengan software ini. Pertama, proses crawling bisa di-pause dan di-resume sesuai keinginan serta kebutuhan Anda. Jadi ketika waktunya terlalu lama dan butuh dihentikan terlebih dahulu, hal itu bisa dilakukan. Kedua, Anda jangan mematikan komputer/laptop atau menutup Screaming Frog karena itu akan menghilangkan seluruh data yang telah di-crawling. Ketiga, Anda juga bisa menyimpan hasil crawling dan melanjukan proses pada waktu yang lain. Jadi jangan takut jika Anda harus mematikan komputer/laptop yang digunakan karena hasil crawling yang belum selesai bisa disimpan.

Di luar tiga poin tersebut, Screaming Frog memiliki dua versi, satu versi yang gratis dan satu versi yang berbayar. Jika Anda menggunakan yang gratis, Anda hanya bisa melakukan crawling hanya untuk 500 URL saja. Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih banyak, Anda perlu membeli lisensi agar bisa mendapatkan performa paling maksimal dari software  ini.

Bagi yang ingin menggunakan Screaming Frog, Anda bisa mengunduhnya di website ini. Walaupun yang versi gratis hanya bisa melakukan crawling untuk 500 URL saja, tetap saja masih bisa berguna, tergantung seberapa banyak data yang Anda butuhkan pada saat ini. Semoga informasi tentang Screaming Frog ini bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa untuk memberikan komentar dan share artikel ini agar bisa semakin banyak orang yang tahu tentang software ini.

 

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top