Mengenal Social Media Monitoring yang Penting untuk Bisnis Anda

Social media monitoring seringkali dilupakan oleh pemilik bisnis, terutama yang baru saja merintis usahanya. Mereka berpikir bahwa pengelolaan media sosial terbatas pada proses pembuatan konten saja. Padahal, langkah ini penting juga untuk mengetahui perkembangan promosi bisnis yang telah dilakukan. Pemilik bisnis atau administrator media sosial tidak boleh melewatkan sesi ini, bisa jadi akan berpengaruh pada brand awareness yang telah dibangun.

Brand yang menggunakan media sosial sebagai lahan promosi atau brand awareness kian menjamur saat ini. Apapun media sosial yang digunakan, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, bahkan Tiktok, semua itu sudah menjadi lapak jualan untuk mempromosikan bisnis mereka. Transisi itu bermula sejak pandemi Covid-19 mulai mewabah di Indonesia Maret 2020 kemarin, di mana hampir segala sektor bisnis terpaksa mengalihkan aktivitasnya secara online.

Kreativitas para pemilik bisnis dan admin social media saat mempromosikan bisnis pun beragam, terlihat dari konten yang mereka buat. Mereka mulai sering membuat soft-selling dalam bentuk informasi atau edukasi, kemudian mengarahkannya ke produk yang mereka jual. Tren hard-selling pun seolah-olah ditinggalkan, karena masyarakat juga lebih senang dengan konten yang tidak langsung mengarah ke produk jualan.

Di antara semua manajemen media sosial yang rumit, ada satu proses yang harus diperhatikan, yaitu social media monitoring. Bagi yang sudah familiar dengan pekerjaan di media sosial, pasti sudah hafal dengan istilah ini, bahkan juga mengenal proses berikutnya, yaitu social media listening.

Untuk yang belum mengenalnya, jangan khawatir. Artikel Toffeedev kali ini akan mengulas dengan lengkap mengenai social media marketing, mulai dari pengertian, alasan menggunakannya, serta keuntungan yang bisa didapatkan. Tidak hanya itu, kami juga akan menjelaskan mengenai langkah dan cara kerjanya, serta tools penting yang harus dimiliki dalam proses ini.

Berkenalan dengan Social Media Monitoring

Social media monitoring adalah analisis terhadap beberapa pesan atau unggahan di media sosial mengenai sebuah brand, individu atau produk, bahkan hashtag khusus yang dibuat untuk mempromosikan bisnis kita. Istilahnya, kita memantau (monitor) setiap respon, pesan, komentar, bahkan ulasan dari audiens yang membahas brand atau produk yang kita miliki. 

Meskipun istilahnya berkaitan dengan media sosial, proses monitoring-nya tidak terbatas di platform tersebut. Social media monitoring juga memantau pesan yang berada di forum, blog, situs berita, e-commerce, dan lain-lain, asalkan masih dalam lingkup dunia maya. 

Situs ulasan produk atau layanan juga bisa dipantau, jadi proses monitoring ini bisa digunakan oleh pelaku bisnis offline yang tidak memasarkan usahanya secara digital. Misalnya, rumah makan atau hotel legendaris yang sudah lama berdiri dan tidak memasarkan produknya secara digital, mereka melakukan monitoring pada situs ulasan, situs berita, blog, dan lain-lain.

Pesan atau percakapan yang menyebut brand kita ini bisa dicek dengan mudah, yaitu dengan mention akun media sosial kita. Namun, proses monitoring tidak terbatas di situ, mereka juga mencari beberapa pesan yang menyebutkan merek atau produk tanpa men-tag kita di post mereka. Misalnya saja, artikel di situs berita yang menyebutkan produk yang kita jual, atau review produk yang ada di YouTube, semua itu termasuk dalam social media monitoring.

Proses ini juga bisa mendeteksi komentar atau pesan yang tidak populer sekalipun, sehingga kita bisa mengetahui kebutuhan pelanggan lebih spesifik. Unggahan mengenai brand kita yang bersifat negatif pun bisa dilacak meskipun belum viral, jadi kita bisa menyelesaikan permasalahannya dulu.

Saran dan masukan pelanggan mengenai brand kita juga bisa diindeks dengan social media monitoring, terutama dalam strategi content marketing yang kita lakukan. Dari situ, kita bisa membuat konten yang bisa viral dan bersifat autentik, sesuai dengan brand image yang sedang dibangun.

Dari proses ini, kita bisa mendapatkan hasil kuantitatif atau kualitatif. Hasil yang berupa kuantitatif ini berupa metriks dan analitik, serta hasil kualitatif yang didapatkan bisa menjadi inspirasi baru dalam konten atau strategi yang dijalankan.

Sangat sulit tentunya untuk melacak setiap pesan atau unggahan yang menyebutkan produk kita tanpa adanya mention yang masuk, apalagi jumlahnya mencapai ribuan. Karena itu, kita memerlukan social media monitoring tools dengan fitur yang lengkap, yang akan dibahas nantinya dalam artikel ini.

Proses monitoring ini bisa bersifat aktif maupun pasif. Social media monitoring terjadi secara pasif apabila kita hanya mendengarkan pendapat netizen untuk mencari tahu minat mereka. Bisa juga bersifat aktif, di mana brand atau admin media sosial melakukan riset dan referensi untuk brand, iklan, dan langkah penjualan yang harus dilakukan.

Baca Juga: 3 Social Listening Tools yang Harus Anda Ketahui

Perbedaan Social Media Monitoring dan Social Media Listening

Sekilas, social media monitoring mirip dengan social media listening. Ada juga perbedaan antara kedua metode tersebut, meskipun sama-sama bagus untuk perkembangan brand kita di dunia maya. Monitoring melibatkan aktivitas kita untuk merespon pesan dari audiens tentang brand, sedangkan social media listening berguna untuk mengembangkan strategi dalam bisnis.

Untuk mengetahui perbedaannya secara rinci, mari simak penjelasan berikut

1. Berdasarkan Skalanya

Proses monitoring juga hanya terjadi dalam skala mikro, karena kita berusaha untuk memberikan respon kepada pengguna produk kita lewat pesan yang dikirimkan. Untuk pelaku bisnis offline yang melakukan social media monitoring, mereka bisa menggunakan tools tertentu agar tetap terkoneksi dengan pelanggan setianya.

Sedangkan social media listening memiliki cakupan yang lebih luas. Sebagai pemilik atau admin media sosial, kita juga harus aktif terlibat di percakapan demi mendapatkan data yang dibutuhkan. Data yang dicari ini bisa juga mencakup informasi mengenai kompetitor, sehingga kita bisa mengembangkan bisnis lebih baik dari sebelumnya.

Jasa SEO

2. Berdasarkan Tujuannya

Selain itu, monitoring juga bertujuan untuk membangun hubungan dengan konsumen atau audiens. Dengan monitoring, kita bisa membangun sistem customer care dan melayani kebutuhan mereka. 

Social media monitoring ini juga berguna untuk melakukan social selling, yaitu menemukan pelanggan potensial dan berminat dengan produk kita. Tentu saja, di sini kita harus aktif mencari unggahan atau review yang sesuai dengan produk yang kita pasarkan.

Misalnya, seorang pengajar bahasa Turki yang ingin memasarkan jasanya dengan social selling. Dia harus mencari post di Instagram dengan menggunakan hashtag #LearningTurkish atau #BelajarBahasaTurki. 

Apabila dia menemukan seorang pengguna (tentunya bukan Instagram bisnis) sesuai kriterianya, dia akan mengontak pemilik akun tersebut dan menawarkan jasanya. Dengan demikian, pengajar bahasa Turki itu sedang melakukan social selling.

Social media listening berbeda, tujuannya pun lebih berfokus pada pengembangan bisnis, seperti product improvement, mengubah strategi marketing, dan lain-lain. Intinya, listening ini berguna untuk meningkatkan performa bisnis agar lebih baik di kemudian hari, bahkan mencapai profit yang lebih tinggi.

Baca Juga: Hashtag Marketing, Strategi Bermanfaat Untuk Bisnis Anda

3. Berdasarkan Metode Pendekatannya

Metode yang digunakan antara monitoring dan listening pun berbeda. Dalam monitoring, kita menggunakan pendekatan reaktif, berarti kita akan merespon pesan dari audiens atau pengguna produk kita. Sejatinya, audiens itu lebih senang apabila review atau pesannya direspon, sekecil apapun bisnis yang meresponnya.

Social media listening berbeda karena kita menggunakan pendekatan proaktif, bahkan bisa melihat potensi yang lebih besar dari produk yang kita tawarkan. Potensi tersebut pastinya sangat berguna untuk pengembangan bisnis mereka di kemudian hari. Seperti contoh pengajar bahasa Turki tadi, dia sendiri yang mencari pengguna media sosial yang membutuhkan jasanya. 

Ketika dia menggali unggahan yang lebih banyak, dia bisa melihat bahwa bahasa Turki ini sangat diminati di Indonesia, terutama untuk keperluan beasiswa dan kuliah. Dia pun bisa membuat e-book yang bisa dijual dan pastinya membantu pelajar bahasa Turki tersebut.

Kesimpulannya, social media monitoring dan listening ini berbeda pada tujuan, metode, dan skalanya. Kedua jenis manajemen media sosial tersebut sangat berguna, tapi monitoring haruslah menjadi prioritas utama bagi bisnis yang baru merintis.

Alasan Bisnis Harus Menerapkan Social Media Monitoring

Menerapkan metode social media monitoring berarti meluangkan beberapa waktu hanya untuk memperhatikan pendapat pelanggan mengenai brand kita. Terdengar sepele, tapi sangat berguna untuk kemajuan bisnis kita. Apa saja hal penting yang bisa dilakukan dengan social media monitoring?

1. Menganalisa Brand Mention

Social media monitoring ini bisa membantu kita melihat dan mengumpulkan unggahan yang menyebut brand atau produk kita di media sosial. Mention ini bisa dilakukan secara langsung atau tidak, tergantung platform yang ingin kita fokuskan.

Monitoring brand mention kita secara langsung itu sangatlah mudah, kita cukup melihat notifikasi atau profil dan membaca beberapa unggahan yang men-tag ke media sosial kita. Dari sini, kita bisa membalas dan merespon pesan tersebut.

Sedangkan mention tidak langsung (indirect mention) melibatkan pesan dan komentar yang diunggah secara publik di seluruh penjuru website. Brand disebutkan tanpa tag atau hashtag yang kita buat, hanya berupa teks biasa, bisa juga berupa julukan untuk bisnis kita. Mention ini sebenarnya membantu kita untuk memahami unggahan audiens terhadap bisnis kita.

Kalau kita punya bisnis offline dan alamatnya sudah terdaftar di aplikasi navigasi seperti Google Maps, kita juga bisa melakukan social media monitoring di sana. Biasanya, pelanggan yang rajin akan menulis review tentang bisnis, di situlah kita bisa melakukan respon terhadap ulasan yang masuk sembari mencari tahu apa yang harus dikembangkan.

Baca Juga: Mengenal Trending Topics Tools yang Sangat Berguna

2. Menghemat Waktu saat Mengumpulkan Data

Menganalisa brand mention di seluruh penjuru internet membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Belum lagi kita punya profil di beberapa media sosial, termasuk aplikasi navigasi dan e-commerce. Solusinya, kita memerlukan social media monitoring tools untuk menghemat waktu. Selain itu, prosesnya juga bisa dilakukan secara otomatis.

3. Meningkatkan Strategi Customer Care

Seperti yang disebutkan sebelumnya, social media monitoring sangat berguna sebagai sarana pelayanan pelanggan. Strategi customer care pun bisa dilakukan dengan waktu yang lebih singkat.

Tak hanya itu, social media monitoring ini juga berguna sebagai sarana public relations, sehingga citra brand bisa dibangun di dunia maya. Harus disadari, layanan customer care yang bagus ini bisa meningkatkan loyalitas pelanggan, sehingga mereka akan terus menggunakan produk kita.

Dari sisi customer, mereka juga ingin suara atau pendapat mereka terhadap suatu brand diperhatikan oleh yang bersangkutan, baik itu positif ataupun negatif. Mereka tidak pernah puas, selalu menginginkan hal-hal yang baru atau improvement dari suatu bisnis.

Baca Juga: 5 Strategi Customer Retention Untuk Peningkatan Profit

4. Meningkatkan Strategi Marketing

Insight yang kita dapatkan dari proses monitoring ini sangat berguna dalam mencari calon pelanggan potensial yang lebih banyak. Kita bisa mengamati perilaku serta memahami kebutuhan dan keinginan para pelanggan. Data-data tersebut sangat berguna dalam meningkatkan strategi digital marketing yang dikembangkan, mulai dari pembuatan konten hingga strategi pemasaran.

Keuntungan Social Media Monitoring

Membaca beberapa alasan di atas, sudah jelas bahwa metode ini bisa membawa keuntungan yang lebih banyak bagi bisnis. Tidak ada salahnya menerapkan social media monitoring, karena pemilik bisnis bisa mengetahui persepsi publik terhadap brand-nya. Berikut ini adalah beberapa keuntungannya:

  • Berkomunikasi dengan pelanggan dan memahami perilaku mereka secara real time. Bahkan di luar jam operasional bisnis pun, kita tetap bisa memahami consumer behavior.
  • Memahami bagaimana pikiran masyarakat tentang brand kita. Meskipun belum menjadi pelanggan, kita bisa membaca opini mereka di situs berita atau blog, sehingga kita bisa mengetahui pendapat mereka.
  • Feedback yang positif bisa menjadi testimoni pelanggan sebagai strategi marketing, sedangkan feedback negatif bisa kita simpan sebagai bahan refleksi dan perbaikan untuk bisnis kita ke depannya. Tentunya, jangan lupa respon pula feedback yang negatif tersebut sekaligus janjikan improvement ke depannya.
  • Membangun kredibilitas brand sehingga terlihat bisa dipercaya oleh audiens lainnya. Saat ini, banyak toko online palsu dan merugikan penggemarnya di media sosial, bisa dilihat dari kolom komentar yang ditutup dan tidak melakukan monitoring. Social media monitoring ini bukan pekerjaan yang mudah, tapi bila Anda niat membangun bisnis, lakukan cara ini demi mendapat kepercayaan pelanggan.
  • Mengurangi atau menghapus beberapa channel bisnis, baik media sosial, website atau e-commerce yang sedikit engagement-nya, sehingga tidak ada lagi tenaga dan uang yang keluar sia-sia.
  • Menganalisa performa campaign atau ads di beberapa media sosial yang telah dilakukan. Di iklan media sosial, ada juga kolom komentar yang mirip dengan profil aslinya, di mana calon pelanggan potensial meninggalkan komentarnya. Dari situ, kita bisa evaluasi apakah pesan dalam iklan itu tersampaikan dengan baik atau tidak.
  • Yang tidak kalah penting, social media monitoring bisa menghitung return on investment (ROI) dari beberapa tools premium atau ads yang kita pasang di media sosial.

Banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan dari proses ini, bukan? Karena itu, jangan ragu untuk mengerahkan tim media sosial Anda melakukan social media monitoring demi perkembangan bisnis di masa depannya.

Baca Juga: 6 Cara Meningkatkan Brand Awareness dengan Cepat

Cara Kerja Social Media Monitoring Tools

Meskipun dilakukan secara otomatis oleh tools yang kita gunakan, tidak ada salahnya mengetahui cara kerja metode ini. Social media monitoring tools ini memiliki cara kerja yang mirip dengan mesin pencari atau search engine, seperti Google, Yahoo, Bing, dan sejenisnya. 

Tools yang digunakan untuk proses ini pastinya tidak melanggar General Data Protection Regulation (GDPR) yang berlaku. Karena sifatnya otomatis, tools ini akan bekerja sesuai dengan algoritmanya dan mengindeks brand yang sudah dipasang. Setelah brand tersebut diindeks, barulah dianalisa berdasarkan queries atau entry yang masuk ke seluruh penjuru internet.

Secara garis besar, ada tiga proses yang dilalui oleh social media monitoring tools, yaitu:

1. Set-up atau Persiapan

Ini adalah langkah pertama dalam proses monitoring, yaitu melakukan persiapan pada keyword brand atau produk yang kita miliki. Keyword ini bisa juga berupa nama akun media sosial yang mungkin berbeda dari nama bisnis kita, untuk dilakukan track-nya di seluruh penjuru website.

Baca Juga: Apa itu Cost Per Impression?

2. Collecting atau Pengumpulan

Di sinilah tools mulai bekerja, yaitu mengumpulkan semua entri keyword tersebut ke dalam report dashboard. Dari dashboard tersebut, kita bisa membersihkan, mengelompokkan, menandai bahkan menghapus entri yang sudah dikumpulkan. 

Tools ini juga bisa mengoleksi dan mengirimkan entri atau mentions secara langsung ke inbox kita secara real time, harian, atau mingguan. Cara ini lebih efektif, karena otomatisasi ini bisa menghemat waktu Anda.

3. Analyzing atau Analisa

Analisa data ini bervariasi antara tools yang satu dengan tools yang lainnya, jadi kami akan membahasnya secara rinci di artikel ini. Yang perlu digarisbawahi adalah, ada tools yang menganalisis metrik engagements dan reach, ada pula yang berfokus pada pengaruh dari mentions atau entri tersebut.

Tentu saja, ada proses yang lebih rumit dari sekedar tiga proses di atas yang merupakan basisnya. Yang harus kita lakukan sangatlah sederhana, yaitu menyiapkan keyword berupa brand, produk, atau kombinasi keduanya. Sisanya, tools tersebut akan mengumpulkan data berupa komentar atau mention mengenai keyword tersebut dari seluruh website dan menyediakan metriknya.

Baca Juga: 4 Cara Meningkatkan Brand Awareness Produk Anda

Memulai Social Media Monitoring

Everything started from small steps, begitu pun memulai proses social media monitoring. Meskipun baru memulai, jangan panik saat mengalami kegagalan, karena itu adalah bagian dari proses. Pemilik bisnis dan admin media sosial bisa memulai proses ini dengan langkah berikut:

1. Memilih Platform atau Tools yang Sesuai

Tools yang digunakan memang tidak gratis dan pastinya mengeluarkan biaya yang besar. Karena itu, pertimbangkan setiap tools yang ingin digunakan, apakah biaya yang dikeluarkan sepadan dengan fungsi serta hasil yang disampaikan. Setidaknya, harus ada ROI yang sesuai dengan usaha yang dikeluarkan.

Layanan social media monitoring yang digunakan juga harus memiliki spesialisasi tertentu, sesuai dengan platform bisnis yang kita gunakan. Kabar baiknya, kita bisa menggunakan free trial versi tersebut apabila tersedia, atau bisa request demo sebelum berinvestasi secara penuh dalam tools tersebut. Dengan free trial, kita bisa memahami cara kerjanya terlebih dulu sebelum memutuskan tools yang tepat.

2. Buat Daftar Keyword yang Relevan

Tools ini baru bisa bekerja setelah kita menemukan keyword yang tepat untuk bisnis kita. Karena itu, buatlah beberapa daftar keyword yang berkaitan dengan brand dan produk kita. Bisa saja terjadi typo saat pelanggan mengetik nama brand atau produk dalam unggahan, itu bisa dimasukkan ke dalam daftar keyword.

Kita bisa pula memasukkan keyword yang terkait dengan kompetitor kita, baik itu brand atau produknya. ‘Memata-matai’ kompetitor lewat social media monitoring juga bisa membantu kita mendapatkan informasi mengenai respons mereka terhadap pelanggannya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Research Keyword Yang Efisien

3. Prioritaskan Prosesnya

Proses lebih berguna daripada hasil, itulah ungkapan yang seringkali keluar. Monitoring ini melibatkan beberapa proses yang beragam, jadi kita harus memperhatikannya. Apabila ada feedback atau ulasan yang bersifat negatif, segera selesaikan sebelum menjadi viral, sehingga image brand tetap terjaga.

Apapun unggahan atau komentar yang masuk dalam dashboard media sosial kita, sebagai pemilik bisnis atau admin media sosial hendaknya kita membalas dengan positif. Selain menambah perbaikan terhadap kualitas dan mutu bisnis yang dijalankan, kita juga bisa mendapat lebih banyak prospek, membangun reputasi yang baik, serta membangun hubungan dengan audiens kita.

4. Gunakan Toolsnya secara Maksimal

Jangan sia-siakan tools yang tersedia dalam platform tersebut, gunakan secara maksimal sehingga mendapatkan hasil monitoring yang terbaik. Saat hasilnya tidak memuaskan atau beberapa tools-nya tidak cocok untuk bisnis, ganti saja dengan layanan yang lain atau bahkan pindah ke platform yang lebih sesuai. Tidak usah khawatir, kita pasti ingin melakukan yang terbaik untuk bisnis kita, bukan?

5. Buat Strategi yang Efektif

Dari semua brand mention yang dikumpulkan oleh tools tersebut, carilah cara untuk meresponnya. Gunakan strategi yang efektif dan mampu memberikan kesan yang dalam pada audiens.

Strategi yang efektif ini merupakan kombinasi dari social media marketing, monitoring, dan listening. Semuanya bermula sejak kita membuat konten yang relevan dan engaging dengan audiens kita, baik untuk organik maupun untuk iklan. Ketika mereka mulai memberi reaksi berupa like dan komentar pada konten yang dibuat, mulailah menganalisa semua entri tersebut. 

Apabila menggunakan Facebook, perhatikan juga reaction mereka, apakah ada yang memberikan react love, sedih, tertawa atau marah, karena itu menunjukkan behavior mereka terhadap produk atau brand kita.

Terakhir, kita harus membalas semua feedback tersebut, baik positif maupun negatif. Keaktifan kita bisa membangun kesan yang baik di mata publik dan pastinya mengundang orang banyak agar lebih tertarik lagi dengan produk atau brand kita.

Bukan langkah yang mudah untuk memulai proses monitoring ini, karena ada trial dan error yang dilalui, terutama dalam memilih tools yang sesuai. Namun, kita bisa berhasil dalam stage ini apabila teliti dengan metriks yang diberikan. Keberhasilan social media monitoring ini relatif, tapi bisa dilihat dari banyaknya orang atau audiens baru yang tertarik dengan brand atau produk kita.

Baca Juga: Strategi Promosi Melalui Sosial Media untuk Meningkatkan Penjualan

Social Media Monitoring Tools yang Bisa Digunakan

Sekarang waktunya untuk memilih tools social media monitoring yang sesuai dengan bisnis kita. Ada tujuh tools yang menjadi pilihan dalam proses ini, yaitu:

1. Hootsuite

Rajanya tools media sosial ini juga bisa melakukan monitoring pada seluruh platform sosial. Penggunaannya juga cukup mudah, bahkan Hootsuite bisa melakukan pencarian keyword dengan setting yang telah dikustomisasi. 

Pencarian kustomisasi tersebut bisa menampilkan hasil yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan. Kita bahkan bisa mendapatkan topik yang penting dan relevan, tren, dan profil media sosial sesuai dengan keyword, hashtag, lokasi dan pengguna yang spesifik.

Adapula Hootsuite Insights lebih berguna sebagai social media listening tools, tapi bisa memberikan hasil berupa percakapan atau chat yang dilakukan secara online terkait produk kita secara real-time.

Kita bisa melakukan pencarian terhadap topik dan keyword apapun, kemudian lakukan filter terhadap waktu, demografis, lokasi, sesuai dengan target yang diinginkan. Dengan Hootsuite Insight, kita juga bisa mengetahui pendapat brand advocates atau leaders terhadap bisnis kita, sehingga berguna untuk perkembangannya di masa depan.

2. Talkwalker

Tools ini bisa melakukan monitor pada semua platform media sosial bahkan website, lebih luas daripada Hootsuite yang hanya terspesialisasi di media sosial. Talkwalker menyediakan 50 filter dalam melakukan monitoring terhadap percakapan. 

Informasi yang dihasilkan bersumber dari 150 juta data, termasuk data di blog, forum, video, situs berita, situs ulasan, dan media sosial itu sendiri. Tidak sampai di situ, kita juga bisa menganalisa engagement, jangkauan, komentar dan brand sentiment.

3. Nexalogy

Sama dengan tools sebelumnya, Nexalogy melakukan monitor pada setiap website dan platform media sosial. Keunggulannya terletak pada visualisasi data yang disajikan, mencakup linimasa yang interaktif, geolokasi, dan peta cluster yang menunjukkan topik relevan dengan brand kita.

Nexalogy juga mampu memberikan hasil berupa keyword yang populer dan akun media sosial atau forum yang aktif dalam memberikan komentar mengenai brand kita. Keunggulan ini bisa kita manfaatkan untuk membangun hubungan yang loyal dengan mereka.

4. Mentionlytics

Pemilik bisnis yang mengekspor produk atau brand-nya ke beberapa negara akan diuntungkan dengan tools ini. Ya, Mentionlytics bisa melakukan monitor terhadap brand mention, keyword, serta sentimen dalam beberapa bahasa. Apapun platform yang ingin dimonitor, semua bisa dimonitor dengan tools yang satu ini.

Baca Juga: Strategi Komunikasi Pemasaran terhadap Brand

5. Reputology

Reputology ini berfokus pada situs dan platform ulasan yang ada di internet, seperti Google Maps, Facebook review, dan lain-lain. Tentunya, tools ini sangat berguna untuk pemilik bisnis karena bisa mengetahui ulasan yang buruk dan segera memperbaikinya. 

Tools ini juga bisa melacak komentar atau ulasan di beberapa lokasi cabang bisnis tersebut, serta bisa merespon ulasan pengguna dengan tautan singkat yang tersedia. Pemilik bisnis offline yang tidak melebarkan sayapnya di digital marketing bahkan bisa melakukan social media monitoring berkat Reputology. 

6. Tweepsmap

Sesuai namanya, tools ini khusus memonitor brand mentions yang ada di Twitter. Apabila pemilik bisnis juga ingin melakukan marketing di media sosial berlogo burung biru tersebut, bisa juga menggunakan Tweepsmap sebagai social media analytics mereka. Selain itu, kita juga bisa melihat lokasi mana saja yang membicarakan hashtag atau topik yang berkaitan dengan brand kita.

7. Reddit Keyword Monitor Pro

Meskipun Reddit masih dilarang di Indonesia, tak ada salahnya kita mengetahui sekilas mengenai social media monitoring tools ini. Sesuai namanya, platform ini menganalisis setiap entri atau mention mengenai brand kita pada forum berlogo jingga tersebut.

Faktanya, pengguna aktif Reddit mencapai 430 juta setiap bulannya, jadi pasti ada bahasan tentang produk atau brand dalam percakapan tersebut. Karena itu, Reddit Keyword Monitor Pro akan menganalisis 138.000 komunitas aktif di dalamnya yang relevan dengan bisnis kita.

Banyak sekali social media monitoring tools yang bisa dipilih, tapi ingat, gunakan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan bisnis kita. Bila bisnis kita melibatkan proses ekspor dan impor, tidak ada salahnya menggunakan Mentionlytics. Kalau bisnis kita masih merintis, bisa mulai dengan Hootsuite terlebih dulu untuk mengetahui. Yang penting, buat pertimbangan yang matang dalam memilih tools yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Baca Juga: Mengapa Gaya Menulis Penting Terhadap Konten Marketing dan Media Sosial?

Toffeedev, Partner Digital Marketing untuk Bisnis Anda

Bukan hal yang mudah dalam mengaplikasikan digital marketing, apalagi bila bisnis Anda baru saja melakukan transformasi digital akibat pandemi ini. Karena itu, Toffeedev menyediakan layanan digital marketing spesialis jasa pembuatan website untuk bisnis Anda, baik untuk e-commerce maupun brand awareness

Tidak berhenti dalam membuat website, kami juga menyediakan Jasa SEO sehingga website yang telah dibuat mampu memasuki halaman pertama Google. Menarik bukan, ketika audiens mengetikkan topik terkait bisnis Anda di mesin pencari tersebut, kemudian website yang dibuat langsung muncul di Google? 

Karena itu, jangan lewatkan kesempatan bekerjasama dengan Toffeedev, digital marketing agency di Jakarta yang telah berpartner dengan banyak perusahaan dari berbagai sektor industri yang ada di Indonesia. Hubungi kami segera untuk mulai merevolusi bisnis Anda menjadi semakin modern.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat