Tips Membuat CV Yang Baik dan Benar

Welcome back to Toffee #SharingMonday! Kali ini bersama saya Nurul, selaku General Affair dari ToffeeDev. Setiap Senin seperti biasa, kami akan share insight seputar website, design, dan juga digital marketing.

Dan hari ini saya akan membagikan tips sederhana seputar pembuatan CV yang mungkin terkadang diabaikan oleh para pelamar. Kira-kira, ada tips apa aja, sih? Yuk, kita simak!

  1. Buatlah CV kamu sebersih dan sesimpel mungkin. Keep it clean and simple. Gunakan warna yang netral, warna pastel. Jangan terlalu lebay dan jangan juga terlalu colorful. Karena, biasanya tim HRD itu akan terganggu oleh warna-warna yang terlalu colorful. Jadi, usahakan gunakan warna yang netral ataupun berwarna pastel. Dan juga, jangan terlalu banyak menggunakan ornamen yang tidak penting. Misalnya, seperti balon-balon, kembang api, ataupun ornamen lainnya yang tidak diperlukan dalam sebuah CV. Keep it clean, ingat!

  2. Hapus atau hilangkan beberapa data yang tidak penting. Contohnya adalah yang sering saya lihat ketika saya melihat sebuah CV yaitu alamat lengkap. Tidak perlu kamu cantumkan alamat kamu selengkap mungkin seperti mencantumkan nomor rumah atau mencantumkan RT dan RW-nya, itu tidak perlu. Cukup tulis nama daerahnya saja misal, “Kebon Jeruk, Jakarta Barat”. Sesimpel itu aja. Gausah sampai kamu tuliskan alamat selengkap-lengkapnya seperti kamu membeli sebuah paket. Dan juga hindari mengirimkan foto KTP di awal pengiriman CV. Takutnya ada perusahaan-perusahaan bodong yang menyalahgunakan foto KTP kamu. Jadi, usahakan jangan memberikan foto KTP pada saat kamu mengirimkan CV di awal kamu meng-apply sebuah pekerjaan.

  3. Dari pada kamu memasukkan hal-hal atau seperti yang tadi saya sebutkan seperti alamat lengkap atau KTP, lebih baik kamu menuliskan training atau workshop atau booth camp apa saja sih yang pernah kamu ikuti. Misalnya, kamu apply sebagai Digital Marketer di ToffeeDev. Maka, masukkan seminar atau workshop seputar Digital Marketing pada CV kamu sehingga itu menjadi nilai plus yang dilihat oleh tim HRD ketika melihat CV kamu.

  4. Usahakan buat CV kamu hanya dalam satu lembar saja. Jadi, jangan sampai berlembar lembar. Jika kamu memiliki portfolio, usahakan tuliskan link pada CV atau pada body email.

  5. Jangan pernah lupakan untuk menulis body email dan juga subject email. Ini terkadang yang sering dianggap biasa saja atau mungkin sering terabaikan. Jadi, jangan lupakan body email walaupun kamu sudah melampirkan CV, melampirkan persyaratan yang diperlukan, tapi jangan sampai lupakan untuk menuliskan body email agar tim HRD tahu kamu ini siapa, background kamu apa, dan ingin melamar sebagai apa pada perusahaan tersebut.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post

WhatsApp chat