4 Cara Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Traffic Website

Banyak website yang memiliki konten bagus dan bermanfaat namun memiliki traffic website yang kurang baik karena website-nya tidak dapat ditemukan oleh pengguna. Oleh karena itu, jika Anda mengalami hal ini, Anda membutuhkan metode yang tepat untuk dapat meningkatkan traffic website Anda. Dalam artikel ini Anda akan menemukan 4 cara untuk meningkatkan kualitas dan juga kuantitas traffic website yang diambil dari presentasi Jon Earnshaw selaku owner dari Pi Datametrics pada acara Brighton SEO Maret 2021.

Cara Meningkatkan Traffic Website yang Perlu Anda Ketahui

Berikut ini 4 cara meningkatkan traffic website menurut Jon Earnshaw yang perlu Anda ketahui:

1. Jangan Menyia-nyiakan Uang Anda

Banyak di antara pemilik website yang sudah menghabiskan waktu dan sumber daya yang banyak untuk membuat konten namun ternyata, cara ini sering menjadi tidak berarti karena konten-konten yang sudah dibuat tidak dapat ditemukan secara organik. Konten Anda seringkali jatuh di posisi halaman dua atau bahkan tiga pada Google.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal ini. Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan melihat high level view pada kinerja hasil pencarian Anda.Lalu Anda lihat dimanakah letak konten yang Anda miliki. Coba masukkan ke dalam kelompok berdasarkan kategori konten dan juga bisnis yang Anda miliki untuk melihat potensi peluang Anda di Google secara lebih detail.

Setelah itu, Anda bisa menanyakan pertanyaan berikut ini untuk mendapatkan jalan keluar dari permasalahan yang Anda alami, yaitu:

  • Mengapa konten ini tidak menduduki peringkat atas?
  • Apakah konten Anda terkena saringan perubahan Algoritma Google yang baru-baru saja terjadi?
  • Bagaimana dengan pola konten-konten sebelumnya?

Kami melakukan beberapa analisis terhadap konten-konten yang tidak dapat menduduki halaman pertama Google dan ini alasan yang kami temukan dari konten tersebut:

  • 43% di antaranya disebabkan oleh konflik internal sehingga Google menjadi bingung ketika harus menentukan peringkat saat melihat konten serupa.
  • 23% di antaranya disebabkan oleh optimasi yang buruk, termasuk dengan internal link yang ada di dalamnya
  • 10% di antaranya disebabkan oleh sinyal Google EAT yang rendah dan mungkin terdampak akibat Google’s Core Update
  • 20% di antaranya disebabkan oleh konten pendukung yang tidak dimaksudkan untuk ditemukan di Google

Anda perlu melihat konflik internal yang terjadi pada website Anda sehingga dapat diatasi terlebih dahulu agar konten-konten Anda dapat menduduki peringkat yang tinggi di halaman Google.

2. Cari Tahu Apa yang Pengunjung Anda Inginkan

Biasanya, hampir sebagian besar orang melakukan hal ini dalam membuat dan mengoptimalkan konten:

  • Mulai dengan topik atau ide
  • Bangun konten sesuai dengan topik yang ditentukan
  • Optimalkan konten 
  • Terbitkan konten
  • Lihat SERP untuk melihat kinerja yang dihasilkan dari konten tersebut

Tapi, tahukah Anda kalau cara ini ternyata salah? Hal ini sama saja seperti Anda tidak memeriksa dress code ketika akan hadir di sebuah acara.

Hal yang seharusnya Anda lakukan dalam membuat konten adalah memulainya dengan SERP terlebih dahulu karena dengan demikian Anda dapat lebih memahami dengan baik apa yang diinginkan oleh Google dan juga penggunanya.

Anda tidak bisa begitu saja menambahkan konten ke dalam mesin pencari dan berharap dapat menduduki peringkat pertama. SERP dapat membantu Anda untuk melihat peluang apa saja yang dapat Anda ambil. Anda dapat menggunakan beberapa kunci pertanyaan berikut dalam membuat sebuah konten:

  • Apa yang mereka cari?
  • Apa yang biasanya mereka tanyakan? Fitur ‘people also search this’ juga bisa membantu Anda dalam pertanyaan ini
  • Apa yang mereka pikirkan?
  • Apa yang sedang menjadi tren saat ini?

Dengan menanyakan pertanyaan ini, Anda dapat memiliki dasar strategi konten yang bagus.

3. Stop Bertanya Kapan Website Anda Akan Masuk Ke Halaman 1 Google

Membuat konten bukan berarti Anda harus selalu menanyakan apakah konten Anda akan masuk ke dalam halaman pertama Google atau bahkan mesin pencari lainnya. Pertanyaan yang seharusnya Anda tanyakan adalah: berapa banyak pintu yang telah dibuka ke dalam ekosistem Anda di halaman satu tersebut? Ini tentang menargetkan beberapa titik target, bukan hanya tentang classic link saja.

Tanyakan pada diri Anda sendiri apakah Anda telah melakukan banyak hal yang dapat menampilkan konten Anda dalam SERP? Apakah Anda sudah mengoptimalkan gambar Anda juga? Apakah Anda sudah membaca dan mengamati hasil dari ‘people also ask the same question’ untuk dapat memahami para pengguna? Ketika hasil video Anda menjadi lebih populer, apakah Anda memerlukan lebih banyak konten video di kemudian hari? Jika Anda dapat melihat peluang tersebut, Anda dapat menarik pengguna untuk dapat menemukan konten Anda.

4. Jangan Melakukan Optimasi Secara Terpisah

Setelah melihat tiga langkah pertama di atas, Anda bisa melihat banyak peluang yang bisa Anda dapatkan dengan melihat rekam jejak penelusuran Google dan lebih memahami maksud audiens. Tidak hanya itu, Anda jadi lebih memahami pintu mana saja yang dapat Anda manfaatkan untuk meningkatkan konten Anda.

Membuat konten baru untuk menciptakan pintu baru memang cara yang harus dilakukan namun hal ini berpotensi untuk memunculkan konflik internal. Konten tidak dapat berfungsi secara maksimal jika Anda mengoptimalkannya sendiri. Anda harus melakukan optimasi dengan cara kontekstual/

Sebelum Anda memasukkan konten baru ke dalam ekosistem Anda, pikirkan hal berikut ini terlebih dahulu: apakah konten dalam ekosistem Anda ada yang berpotensi, bertentangan, atau bahkan saling melengkapi satu sama lain? Jika Anda mengabaikan pertanyaan tersebut, Anda dapat menyebabkan konflik internal dan keyword cannibalisation.  

Proses optimasi kontekstual dapat Anda lakukan dalam tiga langkah di bawah ini untuk menghindari konflik dan juga memastikan bahwa konten baru yang Anda buat dapat berfungsi secara efektif.

A. Mengidentifikasi potensi konflik

Gunakanlah website operator untuk membantu mengidentifikasi halaman Anda apakah akan ada konflik baru. Anda dapat menggunakan website operator untuk mencari halaman ini. Sebagai contoh:

  • www.domain.com intitle: “bola dunia emas”. Ini akan mengidentifikasi halaman di website Anda dengan keyword target yang ada di headline pada page website Anda. Halaman seperti ini akan berpotensi untuk memunculkan konflik pada konten baru
  • www.domain.com “bola emas” akan mengidentifikasi halaman di mana kata kunci yang Anda targetkan disebutkan dalam konten Anda

B. Tentukan halaman doorway

Halaman doorway adalah halaman yang Anda inginkan untuk terlihat di Google pada target Anda, baik melalui classic link, video, ataupun fitur SERP lainnya. Jika anda menemukan potensi terjadinya konflik dari halaman lain, jangan mengubah judul halaman tanpa mempertimbangkan page authority, visibilitasnya untuk istilah yang lain, dan traffic website Anda saat ini.

C. Menambahkan internal link

Setelah Anda menentukan halaman doorway, langkah terakhir adalah menambahkan link tersebut pada halaman Anda. Link ini berfungsi untuk menambahkan page authority ke dalam halaman baru sehingga dapat menghindari terjadinya potensi konflik internal.

Kesimpulan

Dengan menerapkan empat langkah di atas, Anda diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas website Anda. Hal yang terutama dari keseluruhan cara di atas adalah memahami pola perilaku pengunjung dan calon pengunjung saat menjelajahi mesin pencari. Dengan demikian, Anda menciptakan banyak peluang baru untuk menarik mereka ke dalam website Anda karena apa yang mereka cari dan butuhkan sudah tersedia dalam website tersebut.
Fokuslah terhadap internal konflik yang ada dalam website Anda. Tingkatkan kuantitas dan kualitas baik dari segi konten maupun page experience seiring dengan perubahan yang dilakukan oleh Google sejak Desember 2020 kemarin. Gunakan SERP semaksimal mungkin untuk memahami pola perilaku pengguna website. Apabila Anda membutuhkan jasa untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas website yang Anda miliki, silakan hubungi kami sekarang juga untuk pembuatan janji konsultasi website.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat