Pahami Dulu Perencanaan Usaha sebelum Menjalankan Bisnis

Presiden Amerika Serikat ke-34, Dwight D. Eisenhower, mengatakan bahwa perencanaan adalah segalanya, termasuk dalam menjalankan bisnis. Membangun bisnis hingga sukses merupakan pekerjaan yang besar, sehingga dibutuhkan perencanaan usaha atau business plan. Bisnis juga merupakan kegiatan yang berisiko tinggi, sehingga dibutuhkan perencanaan yang baik sebelum menjalankannya.

Perencanaan usaha akan membantu kegiatan bisnis yang akan dijalankan sehingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Mulai dari membangun latar belakang bisnis, membangun ekspektasi profit saat bisnis berjalan, hingga menarik investor untuk menempatkan investasinya di usaha kita, semua itu bisa terjadi apabila ada perencanaan usaha.

Banyak sekali yang bisa dilakukan karena ada rencana usaha dalam bisnis. Selain itu, manfaat dan tujuannya sangatlah berguna bagi para pelaku bisnis yang ingin membangun usaha mereka. Tanpa adanya perencanaan, usaha yang akan dijalankan tidak akan mencapai tujuannya. Perencanaan usaha ini harus disimpan pula dalam dokumen atau arsip perusahaan, karena akan diperlukan dalam berbagai urusan.

Jadi, sebelum memulai usaha atau bisnis, lebih baik bangun perencanaan usaha dulu. Keuntungan yang dirasakan dari membangun rencana bisnis tidak hanya untuk masa sekarang, tapi juga untuk masa depan bisnis yang dijalankan. Agar lebih paham, baca artikel mengenai perencanaan usaha ini.

Isi dalam Perencanaan Usaha

Perencanaan usaha (business plan) adalah dokumen tertulis yang membahas secara detail mengenai rencana aksi (action plan) usaha yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan yang telah dicanangkan. Dalam rencana usaha, biasanya tertulis peta jalan atau roadmap suatu bisnis dari berbagai sisi, mulai dari pemasaran (marketing), keuangan (finansial) hingga operasional. Bisa juga dikatakan bahwa perencanaan usaha merupakan pengendalian kegiatan usaha sehari-hari agar bisa mencetak target.

Bukan hanya perusahaan rintisan (startup) yang butuh rencana usaha, perusahaan yang telah lama berdiri pun harus menyimpan rencana yang telah mereka buat. Tanpa adanya rencana usaha, belum tentu perusahaan yang sering didengar namanya bertahan hingga sekarang. Faktanya, rencana usaha bisa membantu mereka menarik perhatian investor agar bisa menanamkan modalnya di bisnis mereka. Tidak hanya itu, rencana usaha pasti sering mereka bawa saat mengajukan pembiayaan dari lembaga pemberi pinjaman, terutama bank.

Baca Juga: Mengenal Business Plan dan Mengapa Perlu Membuatnya

Bila melihat perkembangan zaman, tentunya banyak sekali perubahan yang terjadi, seperti model pemasaran digital yang lebih menguntungkan saat ini. Agar bisnisnya tetap relevan dengan perkembangan zaman, rencana usaha itu tetap diperbarui secara berkala apabila sudah mencapai tujuan atau ingin mengubah strateginya. Ada juga perusahaan yang membuat rencana usaha baru karena hendak mengubah kiblat mereka dalam berbisnis.

Isi dokumen perencanaan usaha di antara perusahaan tidak selalu sama. Tapi, ada beberapa elemen penting dalam membangun perencanaan usaha, seperti

1. Ringkasan Singkat Perusahaan

Ringkasan singkat ini mencakup beberapa informasi fundamental yang membangun sebuah perusahaan. Informasi ini bisa berupa lokasi usaha, jumlah karyawan, nilai-nilai perusahaan, dan lain-lain. Setidaknya, ada empat poin yang harus dimasukkan dalam elemen pertama ini:

  • Visi: merupakan cita-cita perusahaan atau bisnis di masa depan, bisa juga dikatakan sebagai pandangan pelaku usaha terhadap bisnisnya di masa depan. Nantinya, visi tersebut akan dihidupi dan dilakukan oleh perusahaan tersebut dalam menjalankan bisnisnya.
  • Misi: merupakan kegiatan usaha yang dilakukan untuk menjalankan visi yang telah ditetapkan. Itulah mengapa misi selalu dibentuk setelah visi. Misi ini menjadi pembeda bagi suatu usaha dengan usaha lainnya dalam menjalankan kegiatan bisnis sesuai dengan ruang lingkup mereka.
  • Tujuan: berbeda dengan visi, tujuan adalah hasil yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan. Bisa dikatakan, jangka waktu tujuan ini lebih pendek dibandingkan visi perusahaan. Tujuan ini bisa berupa target yang akan dicapai perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
  • Strategi: digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Strategi ini dijalankan dengan sumber daya yang ada di dalam perusahaan, mulai dari produksi hingga sumber daya manusia.

2. Barang atau Jasa yang Diproduksi

Di elemen ini, perusahaan akan menuliskan outline secara rinci mengenai barang atau jasa yang mereka tawarkan. Outline tersebut mencakup harga produk, manfaat untuk konsumen, dan daya tahan produknya. Lebih bagus lagi jika elemen ini dilengkapi pula dengan rincian seperti: proses produksi barang atau cara kerja jasanya, hak paten perusahaan, riset dan pengembangan produk, serta teknologi yang digunakan.

Jasa SEO

3. Analisis Target Pasar

Perusahaan yang sering meraup omzet atau keuntungan besar pastilah telah mengenal target pasarnya. Karena itu, analisis target pasar juga dimasukkan dalam perencanaan usaha. Elemen ini berisi tentang kompetitor bisnis di industri yang sama beserta kekuatan dan kelemahan mereka. Tidak hanya bisnis, analisis target pasar juga membahas tentang permintaan konsumen dari perusahaan, termasuk juga tingkat kemudahan dalam memasarkannya.

4. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran juga merupakan hal yang penting dalam perencanaan usaha, karena bisnis bisa mengetahui bagaimana cara memasarkan produk mereka. Strategi pemasaran juga digunakan untuk menjangkau target konsumen dan audiens dengan rencana iklan atau campaign yang akan dilakukan. Intinya, elemen ini akan membahas tentang jenis pemasaran, media iklan serta strategi yang digunakan dalam menarik perhatian konsumen.

Baca Juga: Memahami Konsep Strategi Pemasaran yang Tepat

5. Perencanaan Keuangan

Keuangan perusahaan juga merupakan hal yang penting dalam perencanaan usaha, terutama jika kita ingin mendapatkan pembiayaan dari lembaga pemberi pinjaman, termasuk investor. Rencana keuangan dan proyeksi masa depannya merupakan elemen yang harus dimasukkan, sehingga rencana usaha bisa menjadi alat pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha yang akan dijalankan.

Untuk elemen ini, masukkan saja semua pembukuan akuntansi, mulai dari laporan keuangan, neraca laba rugi, dan informasi keuangan lainnya. Adapun untuk perusahaan rintisan (startup) mereka bisa memasukkan target dan estimasi keuangan selama setahun ke depan serta daftar investor potensial untuk bisnis mereka.

6. Anggaran atau Budget

Selain rencana keuangan, anggaran atau budget juga diperlukan dalam perencanaan usaha. Bedanya, anggaran atau budget lebih membahas tentang biaya yang dikeluarkan dalam melakukan operasional bisnis, mulai dari penggajian karyawan, pengembangan usaha, produksi, pemasaran, dan lain-lain.

Baca Juga: Belajar SEO Bisa Memperkecil Budget Iklanmu

Tujuan Perencanaan Usaha

Ada pula tujuan yang bisa dicapai dari membuat perencanaan usaha. Tujuan dalam perencanaan ini seringkali menjadi tumpuan atau harapan pengelola usaha dalam menjalankan usaha mereka. Rencana usaha dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, serta menganalisa kesempatan dalam bisnis yang sudah atau akan dijalankan. Rencana usaha juga bisa menilai kelayakan teknis, ekonomi, dan keuangan suatu perusahaan.

Selain itu, perencanaan usaha juga dibuat untuk memperkenalkan usaha atau bisnis ke banyak orang, mulai dari bank, investor, institusi, pemerintah, dan sejenisnya ketika akan melakukan kerjasama atau mencari suntikan dana.

Untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan, dicanangkan juga perencanaan usaha demi mencapai target dalam periode tertentu. Rencana usaha ini baiknya diperbarui secara berkala, sehingga perusahaan bisa fokus dalam arah perkembangan bisnis. Perencanaan ini bisa menjadi panduan pertumbuhan serta perluasan terhadap target pasar baru.

Selain itu, perencanaan usaha juga membantu untuk mencari tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan mereka. Perusahaan bisa menanamkan nilai-nilai perusahaan dalam karyawannya, termasuk memaparkan visi dan misi, sehingga mereka pun turut bergerak untuk memajukannya. Terakhir, rencana usaha juga bisa membantu menciptakan produk dan layanan sesuai dengan tujuan utama perusahaan.

Intinya, perencanaan usaha dibuat dengan tujuan agar perusahaan tetap fokus pada goals yang telah ditetapkan saat perusahaan tersebut didirikan.

Manfaat Perencanaan Usaha

Ada pula berbagai manfaat yang bisa dirasakan dalam membangun perencanaan usaha. Jadi, tidak sia-sia menginvestasikan beberapa waktu terlebih dulu untuk membangun rencana usaha sebelum mendirikan bisnisnya. Apa saja manfaat dari perencanaan usaha tersebut?

1. Menarik Tenaga Kerja Inti

Rencana usaha juga berguna untuk menarik tenaga kerja inti, seperti manajer, pekerja dengan C-level, yang menjadi penggerak perusahaan di masa depan. Tentunya, orang yang layak menjadi manajer atau pernah menduduki C-level perusahaan sudah lama berkecimpung dalam pekerjaannya. Karena itu, mereka harus membuat perencanaan usaha yang kuat agar mereka pun tertarik bekerjasama membangun usaha.

Tidak hanya tenaga kerja inti, staf perusahaan juga akan diuntungkan berkat adanya perencanaan usaha ini. Tidak ada talent yang ingin menyia-nyiakan waktu mereka untuk bekerja di perusahaan yang tidak jelas, jadi perencanaan usaha bisa menjadi cara bagi mereka untuk memahami visi usaha, misi, serta nilai-nilai yang ditanamkan. Perusahaan pun bisa mengetahui tujuan serta apa yang hendak dicari ketika sedang membuka lowongan kerja untuk mencari talent baru.

Baca Juga: 4 Management Tips Untuk Membuat Meeting Lebih Berarti

2. Mendapatkan Dana Investasi

Perencanaan usaha merupakan alat penjualan (sales tool) yang bisa digunakan untuk meyakinkan lembaga pemberi pinjaman dan investor demi mendapatkan dana investasi. Bisnis mana yang tidak membutuhkan dana yang besar agar terus berkembang? Tentunya, perencanaan keuangan tersebut harus harus dilengkapi dengan laporan keuangan yang transparan pula.

Laporan keuangan yang baik bisa menentukan apakah investor mau berinvestasi di bisnis yang dijalankan. Tidak hanya itu, ada juga investor yang menyoroti ide bisnis yang ditawarkan dalam perencanaan usaha, demi melihat prospeknya di masa mendatang. Intinya, perencanaan ini akan mendekatkan pengelola usaha dengan investor sehingga bisa mendapatkan suntikan dana untuk pengembangan usahanya.

Sebagai tambahan, perusahaan yang sudah melantai di pasar modal juga transparan mengenai laporan keuangannya demi menarik investor dari kalangan masyarakat. Jadi, sebelum perusahaan melakukan Initial Public Offering (IPO) di bursa saham, mereka juga memastikan apakah laporan keuangannya sudah hijau agar masyarakat luas mau berinvestasi dalam bisnis mereka.

3. Membuat Keputusan dalam Bisnis

Tidak ada bisnis yang berjalan dengan mulus, pasti ada hambatan atau tantangan yang dihadapi dalam prosesnya. Perencanaan usaha akan membantu mengambil tindakan bisnis demi menyelesaikan permasalahan yang ada dalam perusahaan.

Saat usaha yang dijalankan sedang menemui jalan buntu, pemilik bisnis atau petinggi perusahaan bisa melihat kembali rencana bisnis yang dibuat sejak semula. Dari perencanaan usaha, mereka bisa membuat keputusan, seperti investasi modal, pinjaman, pengelolaan sumber daya, dan lain-lain. Karena itu, rencana harus dibuat dengan jelas dan terarah, sehingga bisa mengidentifikasi prioritas penting dalam bisnis.

Baca Juga: Content Marketing adalah Inti Pemasaran Usaha

4. Membangun Strategi Marketing

Barang atau jasa yang diproduksi tidak bisa sampai apabila tidak ada strategi marketing yang direncanakan sejak awal. Karena itu, perencanaan usaha tak luput dari pembahasan mengenai strategi marketing. Sebelum menjalankan usaha, penting pula untuk mengetahui target pasar dan konsumen serta cara pemasaran produknya. Tidak mungkin strategi ini ditetapkan setelah bisnis ini dibangun, karena inilah yang menjadi fokus perusahaan dalam memasarkan bisnisnya.

5. Menjadi Pilar Perusahaan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, perencanaan usaha merupakan rencana aksi (action plan) bagi sebuah bisnis dalam mencapai tujuannya. Tidak hanya itu, rencana ini juga digunakan sebagai alat pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha sehari-hari, sehingga bisnis tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kalaupun ada metode atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai atau visi yang sudah ditetapkan, dari rencana perusahaan, pelaku usaha bisa mengambil tindakan bisnis untuk mengevaluasinya. Intinya, rencana usaha adalah pilar perusahaan dalam membangun usaha yang dijalankan.

Baca Juga: Etika Bisnis Online yang Wajib Diketahui

Bangun Rencana Pemasaran Anda bersama Toffeedev

Kesimpulannya, sebelum menjalankan usaha tersebut, sebuah perencanaan usaha harus dibangun terlebih dulu sebagai peta jalan perjalanan bisnis Anda. Perencanaan usaha akan membantu mencapai tujuan perusahaan atau bisnis yang telah ditetapkan. Rencana ini juga bisa jadi alat bantu penjualan demi mendapatkan kucuran dana dari investor untuk memajukan perusahaan Anda.

Salah satu elemen penting dalam perencanaan bisnis adalah strategi pemasaran. Seperti yang kita tahu, metode marketing juga mengalami revolusi ke arah digital seiring zaman yang semakin maju. Mau tidak mau, semua perusahaan, baik rintisan ataupun yang sudah lama bergerak maju harus menggunakan digital marketing agar usahanya semakin dikenal oleh khalayak luas.

Mereka pun harus memasukkan strategi marketing ini dalam business plan karena metode ini lebih mendatangkan banyak pengguna. Digital marketing juga membawa manfaat yang lebih besar dari strategi pemasaran lainnya, sebab pemasaran ini tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Masalahnya, mengimplementasikan digital marketing dalam bisnis tidak semudah memasukkan strategi tersebut dalam business plan. Tenaga kerja yang belum memahami digital marketing pun menjadi kendala dalam melakukan revolusi strategi ini. Jangan khawatir, di sinilah Anda bisa memanfaatkan jasa digital marketing dari Toffeedev yang sudah dipercaya oleh banyak klien.

Agar semakin dikenal oleh khalayak luas, gunakan saja Jasa SEO yang bisa membuat bisnis Anda eksis di halaman pertama Google. Search Engine Optimization menjadi salah satu organik dalam menarik traffic yang masuk ke website bisnis perusahaan. Teknik ini bisa menjadi peluang besar untuk meningkatkan angka penjualan bisnis Anda berkat meningkatnya traffic website Anda. Tentunya, dibutuhkan website dengan fitur yang tidak terbatas untuk melakukan strategi SEO ini.

Bila belum memiliki website perusahaan, Toffeedev juga menyediakan jasa pembuatan website yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, bisa untuk brand awareness atau membangun e-commerce yang nyaman dikunjungi. Website juga bisa menjadi sarana untuk memajang informasi dasar mengenai bisnis Anda, seperti visi, misi, dan produk, sehingga banyak konsumen yang bisa percaya dan memilih produk Anda untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Sebagai digital marketing agency di Indonesia, Toffeedev sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan besar di Indonesia yang bergerak di berbagai sektor ekonomi. Kini, giliran Anda untuk bekerja sama dengan Toffeedev demi mengimplementasikan strategi digital marketing yang lebih baik. Hubungi tim kami segera untuk melakukan kerja sama dengan Toffeedev sebagai partner digital marketing perusahaan Anda.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat