Memahami Konsep Strategi Pemasaran yang Tepat

konsep strategi pemasaran

Demi memperoleh keuntungan, para pelaku bisnis tentu harus memahami dan memikirkan konsep strategi pemasaran. Karena tanpa adanya pemasaran yang maksimal, produk atau jasa tidak akan dikenal dan dibeli orang. 

Sederhananya, strategi pemasaran dapat diartikan sebagai serangkaian upaya yang berhubungan dengan tujuan memasarkan sebuah produk atau jasa. Mulai dari merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, hingga mendistribusikan dan memuaskan kebutuhan pembeli. 

student, woman, startup

Memahami Konsep Strategi Pemasaran Produk dari SWOT

Mengingat perannya yang sangat penting, konsep strategi pemasaran tentu tidak boleh dibuat secara asal. Bahkan, jika memungkinkan, pelaku bisnis harus melakukan analisis SWOT terlebih dulu guna melihat prospek secara keseluruhan. Berikut konsep analisis SWOT yang penting untuk diketahui. 

Baca Juga : Apa itu SWOT? Inilah Kepanjangan SWOT

1. Kekuatan (Strengths)

Dalam hal ini, kekuatan mencakup ketersediaan sumber daya (SDM dan SDA), kemampuan internal, serta faktor situasional yang mampu mendukung perusahaan dalam melayani para konsumen. 

2. Kelemahan (Weaknesses)

Yang termasuk dalam kategori kelemahan, di antaranya adalah keterbatasan internal serta faktor situasional yang bisa menghalangi performa perusahaan. 

Banner - Ads General

3. Peluang (Opportunities)

Beragam faktor eksternal, seperti tren yang cenderung menguntungkan perusahaan untuk memperoleh profit merupakan bagian dari peluang. 

4. Ancaman (Threats)

Ancaman juga berasal dari faktor eksternal yang cenderung tidak menguntungkan dan justru menghadirkan tantangan atau hambatan bagi performa perusahaan. 

Fungsi Strategi Pemasaran

Setelah memahami konsep dan pengertian strategi pemasaran, berikutnya Anda perlu memahami fungsi dari strategi pemasaran. Berikut fungsinya:

1. Pedoman Pemasaran Produk

Strategi pemasaran berfungsi sebagai panduan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dan melibatkan mereka sehingga terjadi konversi, yaitu pembelian produk.

2. Tolak Ukur Keberhasilan

Ketika strategi pemasaran dirumuskan dengan baik, produsen dapat mengukur keberhasilan mereka dengan membandingkan pencapaian mereka dengan tujuan yang ditetapkan dalam strategi pemasaran. Oleh karena itu, perencanaan langkah-langkah spesifik dalam setiap strategi perusahaan sangat penting.

3. Alat Kontrol Pengawasan

Rencana strategis yang disepakati dapat digunakan sebagai alat kontrol untuk menilai apakah tindakan yang diambil oleh perusahaan konsisten dengan strategi pemasaran. Rencana kerja ini dapat digunakan untuk menyesuaikan langkah-langkah yang tidak sesuai dengan tujuan strategi pemasaran.

4. Meningkatkan Motivasi untuk Masa Depan Bisnis

Strategi pemasaran mendorong pebisnis untuk memperkirakan perkembangan bisnis di masa depan, memberikan semangat yang diperlukan untuk mengelolanya.

5. Standar Evaluasi Kinerja Anggota Perusahaan

Dengan adanya standar evaluasi, pengendalian mutu dan kualitas kerja menjadi efektif, dan strategi pemasaran berfungsi sebagai panduan untuk mencapai tujuan bisnis dalam jangka pendek atau jangka panjang.

office, startup, business

Konsep Strategi Pemasaran yang Tepat

Setelah melakukan analisis SWOT, langkah selanjutnya adalah merancang strategi pemasaran yang tepat. Agar pelaksanaannya lebih terarah, berikut konsep strategi pemasaran yang harus dipahami. 

1. Segmentasi Pasar

Sebagai pelaku bisnis, Anda perlu membagi target pasar yang heterogen menjadi beberapa kelompok pembeli dengan karakteristik, kebutuhan, atau perilaku konsumsi yang sama. Selanjutnya, Anda bisa memilih akan fokus pada salah satu segmen atau akan melayani beberapa sekaligus. 

Baca Juga : 5 Jenis Segmentasi Pasar yang Perlu Anda Ketahui

Bagi perusahaan yang sudah cukup besar, barangkali akan memutuskan untuk melayani seluruh segmen pasar dengan menawarkan produk yang sesuai klasifikasi. Sedangkan bagi perusahaan yang baru berdiri, lebih disarankan untuk fokus melayani segmen tunggal terlebih dulu, baru jika telah terbukti berhasil bisa menambah segmen baru. 

Banner - Ebook Ads

2. Positioning Market

Perusahaan juga harus memutuskan posisi seperti apa yang ingin ditempatinya dalam segmen pasar yang telah ditentukan. Anda perlu menentukan atau merancang pola yang spesifik agar bisa menarik perhatian calon konsumen yang sesuai dengan segmen bisnis. Hal ini penting, karena produk yang dianggap sama cenderung tidak terlalu menarik perhatian, sehingga konsumen tidak ada alasan untuk membeli. 

Karenanya, agar posisi produk cukup kuat di pasaran, Anda harus bisa mengembangkan produk secara unik. 

Baca Juga : 7 Strategi Marketing Mix yang Wajib Dipahami

3. Market Entry Strategy

Bagi pelaku bisnis yang ingin memasuki segmen pasar tertentu dan bisa memiliki posisi kuat di sana, ada baiknya jika menerapkan strategi ini. Ada beberapa langkah strategis yang bisa dilakukan, seperti melakukan kerjasama dengan perusahaan sejenis, melakukan internal development, atau membeli perusahaan lain yang bergerak di segmen bisnis tersebut. 

4. Marketing Mix Strategy

Ada banyak variabel yang harus diperhatikan ketika Anda berusaha menerapkan konsep strategi pemasaran ini. Beberapa variabel tersebut di antaranya; produk atau jasa yang ditawarkan, rentang harga, tempat atau lokasi yang strategis, cara promosi yang akan digunakan, target pasar, partisipan, serta proses atau langkah pemasaran. 

5. Timing Strategy

Terakhir, yang juga tak boleh disepelekan adalah timing strategy. Anda perlu menentukan waktu untuk melakukan berbagai proses, mulai dari produksi hingga pendistribusian produk ke pasar. Dengan penerapan timing strategy yang tepat, Anda bisa melakukan berbagai persiapan pemasaran secara efektif dan efisien. 

Contoh Strategi Pemasaran untuk Bisnis

Setelah memahami konsep dan fungsi dari strategi pemasaran, berikut contoh strategi pemasaran untuk bisnis:

1. Memanfaatkan Mesin Pencarian Google

Memanfaatkan mesin pencarian Google merupakan salah satu strategi pemasaran terbaik yang dapat dicoba. Sebagian besar pembeli, sekitar 74%, melakukan pencarian online sebelum membeli produk. Pencarian tersebut mencakup informasi tentang kualitas dan harga produk. Untuk meningkatkan penjualan produk, penting untuk menggunakan SEO (Search Engine Optimization) dan SEM (Search Engine Marketing) agar produk dapat muncul dalam hasil pencarian Google. SEO bertujuan agar situs web muncul di halaman pertama hasil pencarian organik, sementara SEM melibatkan iklan yang ditampilkan di halaman pertama pencarian Google.

2. Membuka Program Afiliasi

Membuka program afiliasi adalah strategi pemasaran lain yang efektif. Dalam program ini, orang-orang diundang untuk menjual produk, dan sebagai imbalannya, mereka menerima komisi dari setiap penjualan yang mereka hasilkan. Program ini dapat meningkatkan promosi produk dan memperluas pasar dengan melibatkan lebih banyak orang. Saat menerapkan program ini, penting untuk mempertimbangkan komisi yang wajar, sesuai dengan jenis produk dan keuntungan yang diperoleh.

3. Menggunakan Platform Media Sosial

Menggunakan media sosial adalah strategi pemasaran yang penting. Platform seperti Facebook, Instagram, dan TikTok dapat digunakan untuk mempromosikan bisnis. Identifikasi target pembeli, buat konten menarik, dan hindari promosi langsung yang terlalu keras. Konten bermanfaat seperti tutorial, tips, dan trik dapat menarik minat calon pembeli. Setelah mendapatkan cukup banyak pengikut, produk dapat diperkenalkan melalui postingan yang relevan.

Banner - Lead Gen Ads

4. Memaksimalkan Konten

Memaksimalkan penggunaan konten adalah strategi pemasaran yang efektif. Meskipun iklan tetap penting, konten seperti video dan artikel seringkali lebih menarik bagi calon pembeli. Membuat konten yang mendidik dan menghibur, sambil menyertakan unsur promosi, dapat memperkuat daya tarik bisnis. Contoh bisnis yang berhasil memanfaatkan konten adalah Hermes, yang menyajikan konten yang unik dan menarik di situs web resminya.

5. Menggunakan Jasa Influencer

Menggandakan kekuatan media sosial, menggunakan jasa influencer adalah strategi pemasaran yang efektif. Influencer, dengan jumlah pengikut yang besar, dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada khalayak luas. Pemilihan influencer harus mempertimbangkan jumlah pengikut dan relevansi konten dengan produk yang dipasarkan. Memilih influencer yang memiliki audiens sesuai dengan target pasar produk dapat meningkatkan keberhasilan kampanye pemasaran.

Nah, itulah beberapa hal penting terkait konsep strategi pemasaran. Jika Anda kesulitan atau bahkan minim kemampuan di bidang marketing, bisa menggunakan jasa digital marketing agency agar lebih optimal. Tentunya, di sini, Anda akan sekaligus dibimbing untuk bisa melakukan beragam teknik pemasaran yang tepat nan efektif. 

Share this post :

Scroll to Top