Viral Marketing: Pengertian, Kelebihan, Contoh, dan Caranya

Strategi viral marketing adalah strategi yang sebenarnya sudah dijalankan sejak lama. Apalagi ketika perkembangan teknologi sudah berkembang sangat pesat, khususnya dalam kehadiran media sosial. 

Tidak dapat dimungkiri bahwa media sosial menjadi medium perantara utama yang mampu memviralkan suatu konten dengan sangat cepat. Bahkan dalam hitungan menit saja, suatu konten dapat diketahui oleh banyak orang di berbagai penjuru dunia. 

Media sosial yang tersedia pada saat ini sangat banyak. Dimulai dari Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, hingga LinkedIn. Masing-masing media sosial memiliki kelebihan berbeda-beda. Namun semuanya mampu menjadi medium untuk memviralkan konten. Tinggal bagaimana Anda memanfaatkannya. 

Viral marketing sendiri sebenarnya sudah tidak asing lagi untuk dilakukan. Ketika pengguna media sosial semakin banyak, mereka berlomba-lomba untuk mencapai titik viral. Dari sana, muncul beragam praktik untuk membuat konten yang viral dan diketahui oleh banyak orang.

Keuntungan dari pembuatan konten viral pun bermacam-macam. Dari meningkatkan sales hingga brand awareness. Bahkan saat ini semakin banyak yang percaya bahwa viral marketing jauh lebih efektif untuk mensukseskan promosi jika dibandingkan dengan strategi lainnya.  

Untuk mengenal viral marketing lebih dalam, ToffeeDev telah menyiapkan beragam informasi selengkapnya. Dimulai dari pengertian, kelebihan, contoh, dan cara memaksimalkan viral marketing. Seperti apa bentuk strategi ini dalam bisnis? Tanpa perlu berlama-lama lagi, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Strategi Viral Marketing

Dari segi namanya saja, Anda sudah dapat membayangkan apa itu viral marketing. Secara garis besar, pengertian viral marketing adalah strategi promosi untuk membuat iklan yang menjadi viral. 

Viral merupakan kata yang pada sebuah penyakit yang sifatnya mudah menyebar. Contohnya kondisi pandemi seperti sekarang ini, maka bisa digunakan istilah viral. Namun ketika makin banyak yang menggunakan kata viral, akhirnya ada perubahan arti.

Saat ini kata viral lebih menjelaskan suatu informasi atau fenomena yang menyebar luas dengan sangat cepat. Tentunya medium yang digunakan adalah dunia maya karena memang mampu menyebarkan informasi dengan jauh lebih cepat. 

Beberapa bentuk informasi viral, seperti video tutorial memasak, iklan yang unik dan lucu, serta hal-hal lainnya yang dianggap tidak biasa. Informasi viral tidak hanya berfokus pada hal-hal positif saja, tetapi juga negatif. Itulah mengapa diperlukan sistem penerimaan informasi yang lebih baik agar informasi viral negatif tidak mengganggu diri sendiri.

Baca Juga: Strategi Digital Marketing yang Akan Membawa Bisnis Anda Menuju Kesuksesan

Viral marketing selalu mengandalkan audiens sebagai promotornya. Jadi tidak ada pihak yang secara langsung mengarahkan audiens untuk menyebarkan informasi tersebut di media sosial. Secara sukarela, mereka yang menyebarkannya ke orang lain sehingga semakin banyak yang mengetahuinya.

Sebenarnya strategi ini dapat dikaitkan dengan istilah Word of Mouth atau dari mulut ke mulut. Penggunaan viral marketing juga tidak hanya berlaku untuk bisnis yang sudah besar saja. Bagi bisnis kecil yang baru merintis pun dapat memanfaatkan strategi ini. Keberhasilan viral marketing tergantung dari apakah konten Anda dapat menarik perhatian atau tidak.

Penyebaran informasi viral memang lebih sering di media sosial. Namun masih banyak medium lainnya yang dapat dimanfaatkan, seperti majalah, iklan televisi, billboard, dan medium offline lainnya. Dari medium tersebut, informasi viral biasanya langsung disebarkan di media sosial. Akhirnya, semakin banyak yang mengetahuinya.

Jasa SEO

Kelebihan Viral Marketing

Ada banyak kelebihan dari viral marketing yang bisa didapatkan ketika Anda memanfaatkannya. Beberapa kelebihan itu adalah:

1. Meningkatkan brand awareness

Seperti yang sudah dituliskan di atas, kelebihan viral marketing yang pertama adalah meningkatkan brand awareness. Bisnis Anda semakin banyak dikenal dengan konten yang viral. Popularitasnya semakin tinggi jika pesan yang disampaikan bermanfaat dan bersifat solutif.

2. Mengganti biaya iklan

Semua bisnis berlomba-lomba untuk memproduksi iklan terbaik. Bahkan mereka rela mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan iklan yang memang layak dan mampu memberikan dampak besar.

Ketika iklan tersebut viral dan sukses, maka keuntungannya dapat berlipat-lipat hingga mampu mengganti biaya iklan yang telah dikeluarkan. Bahkan jika bisa menjangkau audien di luar target bisnis, itu adalah pertanda yang sangat bagus.

3. Dapat diliput media

Ya, semakin banyak media yang hadir di sini, maka semakin besar peluang untuk diliput media. Jadi Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membuat press release, memasang iklan di media, dan praktik lainnya. Ketika iklan yang dibuat  viral, maka media yang secara sukarela meliput iklan Anda. 

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Digital Marketing

Contoh Viral Marketing

Anda sudah mengetahui apa saja kelebihan dari viral marketing. Anda bisa mendapatkan coverage media yang lebih mudah dan cepat hingga meningkatkan brand awareness secara maksimal.

Selain itu, ada beberapa contoh viral marketing yang telah sukses dilakukan. Salah satunya adalah billboard Go-Jek pada tahun 2017. Di dalam billboard itu berisi tulisan panjang tiga paragraf dengan ukuran tulisan yang cukup kecil untuk dibaca dengan cepat secara keseluruhan.

Desain billboard tersebut sangat simpel. Hanya ada background putih dan tulisan dengan font seperti yang dapat Anda temukan di berbagai dokumen kantor. Namun Go-Jek melakukan cara ini untuk menarik perhatian banyak orang.

Apalagi Go-Jek juga memasang billboard ini di kawasan yang tepat, yaitu Kuningan. Daerah yang rawan macet itu pasti membuat pengendara lebih sering menghabiskan waktu menunggu kemacetan berjalan. Dengan begitu, pengendara yang sedang bermacet-macetan dapat membaca tulisan dalam billboard itu hingga selesai.

Selain Go-Jek, ada iklan Indoeskrim yang viral pada tahun 2017. Iklan ini fokus pada cerita di masa kolosal khas sinetron dalam salah satu stasiun TV Indonesia. Dengan pakaian yang unik dan penggunaan animasi yang terkesan tidak layak tapi malah menjadi berbekas di ingatan masyarakat, akhirnya iklan ini pun viral. Bahkan ada beberapa produk lain yang mencoba mengikuti bentuk iklan seperti ini.

Dari beberapa contoh viral marketing yang telah terbukti, bisa dilihat bahwa tetap ada effort dan kreativitas tinggi untuk membuatnya. Namun jangan sampai Anda berpikir bagaimana cara iklan ini menjadi viral, melainkan bagaimana caranya iklan ini berbeda dan out of the box. Berangkat dari pemikiran itu, maka Anda sudah semakin dekat untuk membuat iklan viral.

Cara Memaksimalkan Viral Marketing

Untuk mendapatkan iklan dan promosi yang viral, ada beberapa cara untuk memaksimalkannya. Cara-cara di bawah ini bisa digunakan untuk segala jenis bisnis, industri, dan besar-kecilnya perusahaan tersebut. 

1. Tentukan target audiens

Cara pertama untuk memaksimalkan viral marketing adalah menentukan target audiens. Setiap bisnis pasti memiliki target audiens masing-masing. Termasuk dari produk-produk yang ditawarkan. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui iklan atau promosi ini mau ditargetkan ke siapa.

Jangan sampai produk yang ditawarkan malah tidak sesuai dengan target audiens yang ingin dicapai. Keinginan Anda untuk mendapatkan viral malah gagal.

Baca Juga: 12 Cara Menentukan Target Pasar yang Tepat Sasaran

2. Cek media sosial paling tepat

Banyak sekali media sosial yang tersedia pada saat ini. Anda sebaiknya melihat bagaimana performa promosi bisnis di masing-masing media sosial tersebut. Gunakan saja tools social media analytics yang sudah banyak tersedia saat ini.

Dari hasil analisisnya, Anda bisa melihat konten yang dibuat lebih cocok masuk ke audiens di media sosial yang mana. Media sosial mana yang mampu menghadirkan audien lebih banyak. Amati insight dari setiap konten atau promosi yang telah dilakukan sebelumnya. 

Beberapa tools social media analytics yang dapat digunakan, seperti Sprout Social, Brandwatch, Hootsuite, dan TapInfluence.

3. Buat iklan/promosi dengan kesan emosional dan berkualitas

Membuat iklan atau promosi yang viral harus memasukkan kesan emosional dan berkualitas. Sesuai hasil penelitian, emosi menjadi penggerak utama seseorang mengambil keputusan. Keputusannya pun bermacam-macam. Dari langsung mengklik, membagikan ke orang, memberikan komentar, atau membeli produk yang diiklankan.

Viral marketing adalah salah satu teknik pemasaran yang memanfatkan emosi. Ada beberapa jenis emosi yang dapat ditekankan untuk membuat konten viral, yaitu gembira, sedih, takut, dan marah. Masing-masing memiliki kekuatan masing-masing untuk menggerakkan hati audiens.

  • Emosi gembira membuat orang suka dengan iklan tersebut hingga mau membagikannya ke orang lain.
  • Emosi sedih membuat orang merasa kasihan hingga mau do it something sesuai tujuan iklan tersebut.
  • Emosi takut membuat orang sedikit terintimidasi hingga mempercayai dan meyakini apa isi iklan tersebut.
  • Emosi marah membuat orang mau melakukan hal baik yang tidak seperti gambaran iklan tersebut.

Anda perlu memasukkan salah satu emosi tersebut di dalam iklan agar lebih mudah viral sesuai keinginan awal. Jika tidak ada salah satu dari emosi di atas, maka kesempatan untuk menjadi viral sangatlah sulit, namun bukan berarti menutup kemungkinan.

4. Buat strategi Trend Jacking

Apa yang dimaksud dengan Trend Jacking? Trend Jacking atau pembajakan tren adalah strategi marketing memanfaatkan isu atau sesuatu yang sedang naik daun sebagai bahan promosi. 

Pembuatan konten dengan strategi ini sudah pasti beragam. Misalnya sedang ada tren lagu anak-anak yang bahkan diketahui oleh orang dewasa juga. Anda bisa membuat jingle iklan dengan konsep seperti lagu-lagu anak itu agar lebih mudah diingat dan dihafal audiens. 

Iklan bernuansa parodi dari peristiwa nyata juga termasuk di dalam Trend Jacking. Jadi Anda juga tidak ada salahnya untuk mencoba cara ini. Anda hanya perlu membuat versi iklan yang lebih menarik dan bagus sambil memanfaatkan popularitas isu tersebut di masyarakat. 

5. Manfaatkan influencer

Cara terakhir dalam yang terbukti efektif memviralkan konten Anda adalah memanfaatkan orang-orang yang berpengaruh di media sosial tersebut. Bisa disebut juga sebagai influencer.

Ketika iklan Anda ingin dinaikkan di media sosial, jangan lupa untuk menggunakan jasa influencer. Mereka bisa membuat postingan atau konten dengan caption tertentu lalu membuat audiens yang telah follow mereka melihat iklan tersebut. 

Akhirnya apa yang terjadi? Iklan atau promosi Anda semakin banyak dilihat. Jika memang cocok, maka iklan tersebut bisa viral dan meningkatkan brand awareness serta sales bisnis. Menarik, bukan?

Baca Juga: Pahami Apa Itu Customer Acquisition Cost

Jadi itulah penjelasan tentang apa itu viral marketing yang dapat Anda coba untuk menutup biaya iklan, meningkatkan brand awareness dan sales, serta lebih mudah untuk diliput media tanpa harus bersusah-susah payah menjangkau mereka. Kredibilitas bisnis Anda pun juga akan upgrade juga.

Semoga informasi yang ToffeeDev diberikan dapat bermanfaat untuk Anda. Kami memberikan dukungan untuk seluruh bisnis dengan strategi digital marketing yang mampu meningkatkan traffic dan leads Anda. Kunjungi ToffeeDev sekarang juga!

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post

WhatsApp chat