Tren Desain Website Kekinian
5 Tren Desain Website Kekinian yang Bisa Anda Gunakan
Maret 24, 2020
Adobe Premiere Pro CC, Aplikasi Editing Foto Untuk Anda
Maret 26, 2020
Show all

Pahami Kode Error pada Website, Agar Anda Tidak Bingung

Kode Error pada Website

Kode Error pada Website

Pernahkah Anda menemukan suatu error pada website? 404? 400? 301? Kode – kode ini memiliki arti tersendiri yang harus Anda pahami untuk bisa menemukan jawabannya. Selain untuk menemukan jawaban, kode – kode ini juga akan menyampaikan pesan penting mengenai keadaan website tersebut. 

Setiap kode error pada website akan memiliki format berupa 3 angka yang akan menunjukkan error apa yang terjadi. Beberapa contohnya adalah:

  • Kode status 1xx : sifatnya sebagai hanya sebagai informasi.
  • Kode Status 2xx : Status proses positif, artinya request berhasil diterima, di mengerti dan bisa diproses oleh web server.
  • Kode Status 3xx : Redirection, artinya website client harus melakukan proses lain, dalam hal ini mengakses informasi sesuai redirection yang diberikan untuk mengakses informasi yang diinginkan secara lengkap.
  • Kode Status 4xx : Status Client Error, artinya web server akan mendeteksi bahwa request dari web client tidak memenuhi format yang standar, sehingga tidak dapat dikenali dan diproses secara lebih lanjut.
  • Kode Status 5xx : Status server error, artinya web server telah gagal memenuhi request dari web client karena adanya sesuatu hal yang menghalangi.

Selanjutnya, kita akan membahas mengenai 7 kode – kode error pada website yang sering dijumpai.

Kode Error Pada Website yang Sering Dijumpai

 

  • 400 – Bad Request

 

Kode error 400 (Error Bad Request) akan sering Anda temukan ketika kita salah mengetikkan sebuah alamat situs. Hal pertama yang harus Anda coba lakukan adalah memeriksa kembali pada address bar browser Anda untuk mengecek apakah alamat situs yang ditulis sudah benar atau tidak. Atau ada kemungkinan bahwa server situs sedang mengalami gangguan, sehingga tidak dapat mengenali permintaan Anda.

 

  • 401- Authorization Required

 

Kode ini berarti bahwa Anda tidak memiliki hak untuk mengakses untuk membuka folder atau membuka website tersebut karena terproteksi oleh password.

 

  • 403 – Forbidden

 

Kode ini akan muncul ketika pemilik website tidak mengijinkan pengunjung untuk browsing folder file direktori pada website tersebut atau hal lainnya dapat disebabkan karena permintaan client tidak mendapat izin untuk melihat website tersebut (hosting yang jatuh tempo atau adanya pemblokiran dari provider hosting). Anda dapat mengatur 403 untuk alasan keamanan website untuk menjaga folder/file direktori dari serangan hacker.

 

  • 404 – Not Found

 

Ada beberapa hal yang menyebabkan kode error pada website ini terjadi, yaitu :

  • Data di database sebelumnya sudah ada, namun sudah dihapus atau dihilangkan dari database server.
  • Terjadi gangguan akses internet atau down.
  • Akses Internet tetap gagal, maka kemungkinan besar halaman tersebut sudah tidak lagi beredar/broken link.
  • Adanya kesalahan penulisan alamat URL.

 

  • 500 – Internal Server Error 

 

Kode error ini merupakan kesalahan pada konfigurasi di akun hosting/ Script CMS yang digunakan. Anda akan bisa mengecek file .htaccess pada akun hosting Anda dan memastikan bahwa setiap barisnya tertulis dengan benar dan sesuai dengan standar kodenya.

 

  • 502 – Bad Gateway

 

Pesan error akan muncul karena ketidakmampuan dari server untuk menangani request dan 502 Bad Gateway, dan juga dapat terjadi apabila ada kesalahan pengaturan di file konfigurasi .htaccess yang disediakan oleh web server Apache

 

  • 504 – Gateway Time-Out

 

Status kode HTTP ini memiliki arti bahwa satu server tidak menerima respon yang tepat waktu dari server lainnya. Hal ini berarti bahwa server lain sedang down atau tidak berfungsi sama sekali.

Apakah Anda sudah memahami kode – kode error pada website? Apabila Anda memiliki pertanyaan atau pendapat yang berbeda silahkan bagikan pada kolom komentar, dan jangan lupa untuk share artikel ini.

Timotius
Timotius
Hello, I'm Timo. Working in the media industry since 2014, I want to absorb more experience in this industry and provide the best for my profession as a Content Writer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *