Mengenal Monday.com
Monday.com: Solusi Dalam Mengatur Workflow Pekerjaan
April 14, 2020
Google Assistant vs Siri
Google Assistant vs Siri: Mana yang Lebih Cocok?
April 14, 2020
Show all

Apa itu Buying Keyword? Bagaimana Cara Memanfaatkannya?

Mengenal Buying Keyword

Mengenal Buying Keyword

Keyword sendiri memiliki berbagai macam bentuk dan tentu saja memiliki fungsi dan maksud yang berbeda. Salah satunya buying keywords. Apa saja yang dituliskan oleh orang – orang akan menunjukan isi dari pikiran mereka saat mengetikan keyword tersebut dan menunjukkan intent mereka.

Contohnya adalah keyword yang ditulis dengan intent untuk mempelajari sesuatu, seperti “cara membuat kue” atau “kenapa air laut asin”.

Ada juga keyword yang digunakan untuk mencari tahu penyebab dan diagnosis dari suatu hal, seperti “kenapa jumlah penonton video youtube saya tidak bertambah” atau “ rasa pusing setelah makan daging”, dan lain – lain.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, jenis keyword lainnya adalah buying keyword yang digunakan dengan intent ketika seseorang ingin melakukan sebuah pembelian, contohnya seperti “harga HP ABC”, “klinik kecantikan jakarta” , dan lain – lan.

Apa itu Buying Keyword

Sebelumnya kita sudah sedikit menyinggung mengenai hal ini diatas, namun untuk lebih jelas lagi, buying keyword adalah keyword yang digunakan oleh seseorang ketika sudah berada di dalam proses pembelian dan sadar akan apa yang dibutuhkan dan diinginkan dan benar – benar ingin mengetahui solusi apa saja yang bisa dilakukan dalam bentuk pembelian atau penggunaan sebuah jasa.

Pentingnya Buying Keyword

Pentingnya hal ini bisa dilihat dari bagaimana hal ini berperan di dalam sebuah proses pembelian, dan bagaimana orang – orang menggunakan mesin pencari dalam memenuhi keinginan mereka.

Proses pembelian suatu barang atau jasa bisa disusun sesimpel mungkin menjadi beberapa tahap, yaitu:

  • Sadar akan sebuah isu/kebutuhan – Di tahap ini Anda menyadari bahwa Anda membutuhkan sesuatu. 
  • Penelitian / Pengumpulan Informasi – Dalam fase ini, Anda akan melakukan riset terkait masalah yang Anda dan kemungkinan solusinya. Anda dapat melakukan penelitian untuk mengetahui lebih lanjut tentang isu yang Anda rasakan. Dan apa yang bisa menyelesaikan isu tersebut.
  • Perbandingan / Penyempitan – Setelah melakukan penelitian secara singkat dan mengetahui solusinya, maka perbandingan langkah selanjutnya. Anda akan membandingkan kualitas, ulasan, fitur, dan tampilan dari berbagai brand. Sehingga Anda bisa memilih mana yang akan Anda gunakan.
  • Pengurangan Risiko / Pembelian – Setelah Anda mengetahui apa yang akan Anda beli, tentu Anda ingin menemukan toko atau vendor yang dapat Anda percayai. Anda juga ingin mencari harga yang bagus dan berbagai hal lainnya yang bisa mempengaruhi keputusan Anda.

Jika kita melihat dari 4 tahapan di atas, buying keyword akan berperan penting pada fase keempat, dimana Anda butuh informasi yang pasti mengenai hal – hal yang bisa mempengaruhi keputusan Anda. Anda juga bisa menggunakan buyer keyword di tahap ketiga.

Menemukan Buying Keyword

Untuk bisa menemukan keyword yang ingin Anda gunakan, ada berbagai macam tools yang tersedia. Namun, Anda juga bisa membuatnya sendiri. Beberapa hal bisa Anda masukan kedalam keyword Anda untuk bisa membuatnya menjadi sebuah keyword yang digunakan untuk pembelian.

Lokasi adalah salah satu yang bisa Anda tambahkan, seperti “tempat potong rambut Jakarta”, atau “Salon kecantikan Tangerang”. Penambahan lokasi akan membantu keyword Anda untuk bisa muncul dalam query yang berhubungan dengan pembelian.

Kata “Harga”, “Murah”, “Promo”, dan “Diskon” juga bisa Anda gunakan. Intinya gunakan kalimat yang kira – kira bisa memperkuat niat pembelian dari seseorang.

Baca Juga: Perbedaan Long Tail vs Short Tail Keywords

Jadi apakah Anda sudah memahami apa itu buying keyword? Apabila Anda memiliki pertanyaan atau pendapat yang berbeda silahkan bagikan pada kolom komentar, dan jangan lupa untuk share artikel ini.

Timotius
Timotius
Hello, I'm Timo. Working in the media industry since 2014, I want to absorb more experience in this industry and provide the best for my profession as a Content Writer.

1 Comment

  1. Yoga berkata:

    Mantap nih artikel, jelas padat bikin cepet paham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *