Belajar UI UX
Asah Kemampuan Belajar UI UX Dengan Cara Ini
Maret 16, 2020
Apa itu Account Executive
Saatnya Anda Mengetahui Apa Itu Account Executive
Maret 17, 2020
Show all

Sejarah Myspace, Media Sosial yang Berjasa Untuk Musik

Sejarah Myspace

Sejarah Myspace

Masyarakat dunia tidak bisa lepas dari yang namanya media sosial, termasuk untuk Anda. Dalam sejarah media sosial, ada berbagai macam website yang digandrungi. Diawali dari Friendster, Facebook, Twitter, hingga Instagram. Masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda-beda. Bisa dibilang, setiap perpindahan antar media sosial selalu ada transisi yang terjadi. Namun ketika berbicara mengenai media sosial lainnya, sebenarnya ada satu media sosial lain yang sempet booming tapi akhirnya kalah dengan pesaingnya, yaitu Myspace. Mungkin tidak banyak yang tahu apa itu Myspace karena bisa dibilang, Myspace besar di antara masa Friendster dan Facebook bertarung. Ada sejarah Myspace yang sebenarnya patut Anda ketahui.

Sejarah Myspace

Myspace adalah sebuah media sosial yang menawarkan fitur berbeda dan unik dibandingkan media sosial lainnya. Ketika media sosial lain seperti Friendster dan Facebook fokus untuk menonjolkan sosok personal saja, tidak dengan Myspace. Media sosial yang diluncurkan pada tahun 2003 ini ternyata lebih identik untuk digunakan oleh para musisi atau band yang membutuhkan media promosi.

Ya, musisi pada masa itu tidak bisa menggunakan media sosial secara maksimal dalam melakukan promosi. Untungnya ketika Myspace hadir, banyak musisi yang mengoptimalkannya. Tidak hanya band-band yang sudah besar saja yang memanfaatkan Myspace. Banyak musisi dan band yang akhirnya terkenal berkat keberadaan Myspace.

Baca Juga: Mengenal Layanan E-mail MSN Hotmail Bersejarah

Mengapa Myspace bisa menjadi media sosial untuk personal sekaligus untuk promosi musik? Karena ada satu fitur yang sangat bagus untuk praktik tersebut yaitu menaruh media player di bagian atas profil. Dengan hal ini, maka banyak band dan musisi yang merilis lagu-lagu baru mereka di Myspace untuk diketahui oleh khalayak banyak.

Selain itu, banyak orang juga yang menjadikan sebagai media untuk mencari musik-musik baru untuk mereka. Melakukan eksplorasi di Myspace memang cukup menyenangkan pada masanya. Bisa mendengarkan band baru yang ternyata lagunya enak dan bisa membantu mempromosikan band tersebut juga sangat berbeda dibandingkan media sosial lainnya.

Dengan keunggulan semacam ini, Myspace akhirnya mampu menjadi media sosial yang besar dan dikenal lebih banyak orang. Penggunanya terus naik setiap harinya. Namun dalam perjalanan kebesarannya, akhirnya Myspace harus menerima kerasnya persaingan.

Kekalahan Myspace

Sejarah Myspace yang memiliki peran krusial dalam promosi musik akhirnya harus mengakui kekalahan. Ya, ketika Facebook terus mengembangkan fitur-fitur mereka, termasuk memiliki halaman fanpage, akhirnya Myspace mulai ditinggalkan.

Kekalahan Myspace yang paling disorot adalah kurangnya inovasi yang mereka lakukan dibandingkan media sosial yang menjadi lawannya, khususnya Facebook. Facebook yang terus berinovasi mampu secara perlahan-lahan mengubah media sosial mereka menjadi media untuk promosi juga. Ditambah lagi Myspace yang tidak mampu memberikan fitur baru yang menarik. Akhirnya masyarakat lebih memilih untuk sering bermain Facebook daripada Myspace.

Para band dan musisi pun juga memindahkan media promosi di internet ke Facebook. Dengan banyaknya pengguna aktif, maka lebih mudah dalam mempromosikan musik di Facebook. Inilah mengapa Myspace harus mengakui kekalahannya.

Saat ini Myspace tetap berdiri kokoh. Tidak hilang seperti Friendster. Namun dari sisi pengguna aktif, jelas sudah menurun dan tidak lagi menjadi media sosial pilihan utama.

Itulah sejarah Msypace yang harus kalah dimakan zaman. Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa untuk memberikan komentar serta share artikel ini di media sosial Anda agar semakin banyak yang tahu tentang Myspace.

Timotius
Timotius
Hello, I'm Timo. Working in the media industry since 2014, I want to absorb more experience in this industry and provide the best for my profession as a Content Writer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *