Cara Meningkatkan Conversion Rate
Barisan Cara Meningkatkan Conversion Rate Dengan Efektif
Juni 24, 2020
Cara Buat Situs Web yang Mudah dan Cepat
Inilah Cara Buat Situs Web Secara Mudah
Juni 24, 2020
Show all

Pengertian PBN dan Pro Kontra Dibaliknya

Pengertian PBN dan Pro Kontra

Pengertian PBN dan Pro Kontra

SEO (Search Engine Optimization) adalah strategi dalam digital marketing yang saat ini sedang naik daun. Banyak bisnis yang sadar bahwa mereka bisa mendapatkan manfaat besar dari penerapan strategi SEO. Tidak hanya bisa menaikkan brand awareness saja, SEO juga bisa menaikkan traffic ke dalam website. Hingga nanti akhirnya, penjualan pun juga bisa naik. Namun untuk bisa mendapatkan tujuan akhir itu, perlu beberapa cara untuk dilakukan. Salah satunya adalah dengan menggunakan PBN. Sebenarnya bagaimana pengertian PBN?

Untuk orang awam, PBN adalah akronim dari Private Blog Network. Sesuai namanya, PBN merupakan blog yang memang dibuat untuk kebutuhan tertentu atau private. Jadi, keberadaan PBN memang ada maksud tertentu. Bukan hanya untuk menghadirkan informasi saja. Mengapa bisa begitu?

Keberadaan PBN sebenarnya tidaklah bisa dilacak oleh banyak orang. Namun untuk mesin Google Search Engine, mereka bisa membaca isi dari PBN tersebut. Seperti yang diketahui, SEO adalah strategi yang memang berdekatan dengan sistem Google Search Engine. Maka dari itu, terkadang perlu menggunakan PBN untuk optimasi SEO.

Bagi yang belum tahu, sebenarnya fungsi PBN adalah membangun backlink. Ya, dalam SEO, persoalan backlink ini memang menjadi polemik. Ada yang merasa bahwa harus terus dilakukan optimasi dengan backlink, tapi ada juga yang merasa tidak perlu.

Bentuk dari baclink sendiri adalah menaruh link halaman website Anda di dalam halaman website lainnya. Jadi dengan begitu, Anda bisa mendapatkan traffic dari halaman website lain tersebut. Untuk bisa mendapatkan hasil maksimal, website lain itu sebaiknya memiliki traffic yang lebih besar dari website Anda. Tentu saja secara penjelasan, hal tersebut wajar saja dilakukan. Namun ketika berbicara mengenai SEO, traffic memang sangatlah penting. Maka dari itu, berbagai cara dilakukan agar bisa mendapatkan traffic besar. Salah satunya dengan membuat PBN sendiri.

Pro Kontra PBN

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, PBN memang dinilai penting dan bisa dilakukan untuk mendapatkan backlink lebih mudah. Dengan menggunakan PBN, Anda bisa langsung mengatur backlink tanpa harus meminta bantuan dari pihak lain. Kemudahan yang ditawarkan memang menggiurkan. Namun ada pro kontra PBN yang harus Anda ketahui sebelum memilih untuk menggunakannya.

Pertama, backlink masih berada di ranah abu-abu. Ada yang menilai backlink itu boleh dilakukan dalam optimasi SEO, tapi ada pihak lain yang menilai backlink itu masuk ke dalam kategori Black Hat. Bagi yang belum tahu, Black Hat adalah teknik SEO yang bisa memberikan hasil positif dengan cepat, tapi sebenarnya menyalahi aturan dari Google Search Engine sendiri. Inilah yang akhirnya membuat backlink masih berada di ranah abu-abu.

Kedua, sebenarnya Google sendiri tidak suka keberadaan PBN. Apa alasan Google membenci PBN? Sudah jelas karena PBN memang sengaja dibuat untuk menaruh backlink. Google tidak suka dengan cara yang terhitung mencari jalan pintas dalam SEO. Penilaian Google ini didasari oleh backlink yang memang masih dianggap abu-abu. Google pun bisa memberikan hukuman dengan menurunkan peringkat website Anda secara drastis di Google Search Engine jika ketahui menggunakan bantuan PBN. Bahkan PBN yang sudah dibuat bisa mendapatkan hukuman deindeks.

Baca Juga: Apa itu PBN dan Fakta-Fakta Dibaliknya

Inilah yang akhirnya membuat Anda harus memikirkan ulang penggunaan PBN. Apakah memang sudah sangat butuh atau bisa menggunakan cara lain dalam mendapatkan traffic? Ingat, optimasi SEO itu selalu berkelanjutan . Tidak ada kata berhenti, jadi pastikan pilihan yang Anda ambil bisa tetap bertahan pada masa mendatang. Semoga pengertian PBN di atas bisa membantu Anda dalam menentukan pilihan.

Timotius
Timotius
Hello, I'm Timo. Working in the media industry since 2014, I want to absorb more experience in this industry and provide the best for my profession as a Content Writer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *