302 vs 301
302 vs 301? Redirect Manakah yang Harus Digunakan?
April 3, 2020
Penyebab Link Tidak bisa Dibuka
Link Tidak Bisa Dibuka? Berikut Alasan – Alasannya
April 3, 2020
Show all

Penyebab Konten Duplikat Dalam Website Anda

Penyebab Konten Duplikat

Hindari Konten Duplikat

Jika Anda sudah lama berkecimpung dalam dunia SEO, Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah konten duplikat. Walaupun tidak akan berakhir dengan penalti, namun bila tidak ditangani dengan baik, hal ini bisa berdampak sangat buruk untuk website Anda.

Apa itu Konten Duplikat

Konten duplikat adalah sebuah konten yang muncul di lebih dari satu tempat dalam internet. “Satu tempat” bisa didefinisikan sebagai lokasi dengan alamat website (URL) yang unik, sehingga konten yang muncul di lebih dari satu alamat website dan memiliki isi yang sama,akan disebut sebagai konten duplikat.

Bila terdapat banyak konten yang “terlihat sama” di internet, mesin pencari akan kesulitan dalam menentukan konten mana yang merupakan konten orisinil.

Konten Duplikat Menjadi Krusial

Masalah ini akan menjadi penting bagi beberapa pihak, terutama mesin pencari dan pemilik website

Bagi mesin pencari:

  • Tidak tahu versi mana yang akan dimasukkan/dikecualikan dari index.
  • Tidak tahu apakah akan mengarahkan berbagai link metric (trust, authority, anchor text, link equity, dan lain – lain.) Ke satu halaman, atau memisahkannya ke berbagai versi yang ada.
  • Tidak tahu versi mana yang akan diberi peringkat hasil pencarian.

Bagi pemilik situs :

  • Gagal dalam memberikan pengalaman pencarian terbaik, mesin pencari akan jarang menampilkan berbagai macam versi dari konten yang sama, dan karenanya harus memilih versi mana yang paling mungkin menjadi hasil terbaik. Hal ini dapat melemahkan visibilitas dari konten tersebut..
  • Link equity akan semakin menghilang, karena website lain harus memilih antara konten Anda atau konten duplikat dan mempengaruhi visibilitas pencarian suatu konten.

Penyebab Munculnya Konten Duplikat

Ada beberapa hal yang bisa menciptakan konten buruk ini, seperti:

 

  • Variasi URL

 

Berbagai macam parameter URL, seperti click tracking dan beberapa kode analitik, dapat menyebabkan masalah duplikat konten. Ini bisa menjadi masalah yang disebabkan tidak hanya oleh parameter itu sendiri, tetapi juga urutan parameter itu muncul di URL.

 

  •  HTTP vs. HTTPS atau  WWW vs. non-WWW pages

 

Apabila website Anda memiliki versi yang berbeda, bisa saja konten – konten di dalamnya akan terduplikasi dan menyebabkan terjadinya masalah ini.

Dan masih banyak masalah lainya yang bisa menyebabkan masalah ini, seperti konten yang dikopi atau pun plagiarisme.

Memperbaiki Masalah Ini

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk bisa menyelesaikan masalah ini, beberapa diantaranya adalah:

 

  • Redirect 301

 

Ini bisa jadi salah satu solusi yang bisa Anda manfaatkan, ketika beberapa halaman memiliki potensi untuk mendapatkan peringkat diarahkan ke satu halaman, mereka tidak hanya akan berhenti bersaing satu sama lain; namun juga menciptakan relevansi yang lebih kuat. Ini akan berdampak positif pada kemampuan halaman “utama“ untuk mendapatkan peringkat yang baik.

 

  • Rel=”canonical”

 

Opsi lainnya adalah dengan menyematkan Rel=”canonical”. Ini akan memberitahukan kepada mesin pencari bahwa berbagai metric yang sudah mereka ukur di berbagai konten duplikat akan diberikan ke konten dengan URL yang spesifik dan Anda anggap sebagai konten yang Asli.

 

  • Meta Robots Noindex

 

Satu tag meta yang dapat sangat berguna untuk menangani duplikat konten adalah meta robots yang digunakan dengan nilai “noindex, follow.” dan Biasa disebut Meta Noindex, secara teknis juga dikenal sebagai content = “noindex, follow” tag robot meta ini dapat ditambahkan ke bagian head dari HTML setiap halaman individual yang harus dikeluarkan dari indeks mesin pencari.

Baca Juga: Pentingnya Memahami Konten Duplikat Dalam SEO Anda

Berikut adalah cara menghindari dan menjadi penyebab konten duplikat. Apabila Anda memiliki pertanyaan atau pendapat yang berbeda silahkan bagikan pada kolom komentar, dan jangan lupa untuk share artikel ini.

Timotius
Timotius
Hello, I'm Timo. Working in the media industry since 2014, I want to absorb more experience in this industry and provide the best for my profession as a Content Writer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *