Website Untuk Mengembangkan Bisnis – Toffeedev Sharing Monday
Oktober 9, 2018
10 Langkah Tepat Menjadi Seorang SEO Specialist
Oktober 20, 2018
Show all

Berikut Adalah Tipe Konten Yang SEO Friendly, Apakah Web Anda Termasuk?

SEO Friendly adalah mesin pencari memiliki keterbatasan dalam menginterpretasikan sebuah konten. Sebuah halaman website bisa saja terlihat sangat menarik bagi Anda, tapi bagi Google belum tentu.

Dalam bagian ini, kita akan membahas secara spesifik, aspek-aspek teknis dalam membangun sebuah website yang sama ‘bagus’nya menurut Anda dan mesin pencari. Anda dapat membagikan konten bermanfaat ini kepada programmer, IT, serta web designer yang terlibat dalam pembuatan website Anda, agar mereka memiliki pemahaman yang sama.

Berikut adalah tipe-tipe konten yang SEO-friendly

  1. Konten yang dapat diindeks

Yang harus diperhatikan dalam membuat konten adalah formatnya. Format HTML adalah yang paling ‘friendly’ bila dibandingkan konten yang bukan berupa teks seperti flash, java atau, gambar. Cara paling mudah untuk memastikan bahwa tiap kalimat dalam web Anda dapat dilihat oleh pengunjung, adalah dengan menempatkannya dalam bentuk teks HTML .

Tapi jika Anda ingin tetap menampilkan visual yang menawan, Anda masih bisa menggunakan format HTML yang lebih kompleks seperti ini:

  1. Untuk alt-text image, Anda bisa menetapkan extension dalam format .gif, .png, .jpg dalam HTML sehingga mesin pencari bisa tahu kalau konten Anda masuk dalam kategori visual.
  2. Pastikan konten memiliki link dan navigasi yang memudahkan mesin pencari untuk merayapi
  3. Tambahkan teks pada plug-in Java dan Flash
  4. Tambahkan transkrip untuk konten berformat audio dan video jika kata-kata atau frase tersebut memang butuh untuk diindeks oleh mesin pencari.

Melihat apa yang dilihat mesin pencari

Tidak ada salahnya mengecek dua kali untuk memastikan halaman Anda dapat diindeks oleh mesin pencari karena beberapa website seringkali tersandung masalah ini. dengan menggunakan tools seperti Google’s cache, SEO-browser.com atau MozBar, Anda dapat melihat elemen-elemen mana dalam konten Anda, yang bisa dan tidak bisa diindeks oleh mesin pencari. Berikut adalah tampilan Google cache. Anda lihat bedanya?

Dengan menggunakan fitur Google cache, website JugglingPandas.com memiliki tampilan berbeda tanpa visual sehingga akan sulit untuk menentukan relevansinya.

 

Contoh berikutnya juga memperlihatkan tampilan sebuah website dilihat dari Google cache. Kosong.

Kok bisa? Karena website ini secara keseluruhan dibangun menggunakan Flash. Itu artinya, mesin pencari tidak bisa mengindeks teks apapun bahkan tidak ada link yang bisa dicek relevansinya. Tanpa teks HTML, halaman ini akan sulit untuk mencapai halaman pertama di Google.

Jadi, alangkah baiknya jika Anda menggunakan SEO-tools untuk mengecek ulang apakah website yang Anda buat dapat terlihat oleh mesin pencari. Hal ini juga berlaku pada setiap gambar yang Anda pasang.

  1. Struktur Link yang Dapat Dirayapi

Mesin pencari membutuhkan link untuk mencari sebuah konten. Struktur link yang baik memungkinkan mesin pencari untuk merayap dan mencari halaman-halaman lain di dalam sebuah website. Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah struktur navigasi website yang membuat mesin sulit untuk mengidentifikasi sehingga tidak bisa diakses, dan akhirnya, tidak bisa diindeks.

Begini kira-kira ilustrasinya:

Pada gambar di atas, Google sudah sampai ke homepage A dan melihat ada link ke page B dan E, namun tidak punya jalan ke page C dan D, karena tidak ada link kesana. Karena tidak bisa dilewati oleh Google crawler, maka halaman C dan D dianggap tidak ada,

Jadi, seberapa bagus konten atau keyword Anda, dan seberapa efektif marketing Anda, semua itu tidak berfungsi ketika Google tidak menemukan halaman Anda.

 

Berikut adalah beberapa alasan mengapa sebuah halaman tidak bisa dirayapi mesin pencari

  • Ada form yang harus diisi

Bila halaman website Anda memiliki form online yang harus diisi sebelum mengakses halaman berikutnya, maka mesin pencari tidak dapat melihat halaman berikut yang diproteksi oleh password atau survei. Sebaiknya membuat konten yang dapat diakses oleh Google.

  • Memakai JavaScript

Mesin pencari tidak begitu tertarik dengan JavaScript karena format HTML lebih dapat diindeks. Jadi, jika Anda memakai JavaScript, Anda perlu menggantinya dengan link berformat HTML atau menyandingkan HTML bersama JavaScript tersebut.

  • Link yang menuju ke halaman Anda diblok oleh Meta Robot tag atau robots.txt

File Meta Robots tag dan robots.txt memungkinkan pemilik website untuk membatasi halaman mana yang tidak bisa dirayapi. Memang banyak webmaster memakai metode ini agar tidak dapat diakses oleh bot jahat yang bisa mencuri data, namun konsekuensinya, mesin pencari tidak dapat mengindeks halaman tersebut.

  • Frame atau iframes

Secara teknis, link di dalam frame dan iframe bisa dirayapi tapi struktur yang sedikit rumit terkadang menimbulkan masalah dalam pengelompokannya. Jadi, pastikan Anda benar-benar memahami pemakaiannya, atau jika memang tidak mau pusing, lebih baik tidak menggunakannya sekalian.

  • Robot tidak paham form

Di bagian awal artikel ini sudah dibahas mengenai form yang harus diisi dulu untuk bisa lanjut ke halaman berikutnya. Mesin pencari tidak dapat mengindeks konten yang diproteksi oleh form-form ini dan menganggap halaman website tersebut tidak ada.

  • Link dalam format Flash, Java dan plug-in lainnya

Struktur link dalam format yang tersebut di atas akan sulit untuk dideteksi oleh mesin pencari dan dianggap tidak ada

  • Link di halaman dengan ratusan link lainnya

Mesin pencari hanya akan merayapi beberapa link yang ada di halaman sebuah website. Hal ini untuk menghindari spam yang biasanya memiliki ratusan link dalam satu halaman website. Pastikan website Anda tidak memiliki terlalu banyak link (sampai ratusan) di dalam tiap halamannya karena bisa dianggap spam.

  1. Pemakaian Keyword dan Targetnya

Keyword merupakan elemen penting dalam proses mengindeks sebuah halaman website. Bisa dikatakan, keyword merupakan informasi kunci yang dapat menentukan ranking sebuah website di Google.

  • Dominansi Keyword

Penempatan keyword yang relevan dalam sebuah artikel adalah cara kita “berkomunikasi” dengan mesin pencari. Saat kita mengetik sebuah kata, kata itulah yang jadi panduan Google untuk mencari informasi yang cocok dengan apa yang kita inginkan.

Mesin pencari mengukur bagaimana keyword dipakai dalam sebuah website untuk menentukan relevansinya saat orang lain mengetikkan kata tersebut di Google. Untuk memastikan website Anda diindeks oleh Google, masukkan keyword dalam judul, teks dan metadata di website Anda.

  • Penyalahgunaan keyword

Sayangnya, banyak yang menyalahgunakan pemakaian keyword dengan memasukkan keyword dalam jumlah berlebihan untuk memanipulasi mesin pencari. Mereka memasukkan keyword ke dalam teks, URL, meta tags, link hingga ‘over-stuffing’.

Namun bukan mesin namanya kalau tidak pintar. Saat ini, mesin pencari dapat mengidentifikasi keyword yang terlalu banyak dalam sebuah halamandan menentukan apakah hal tersebut ideal atau tidak.

Cara terbaik untuk memakai keyword adalah dengan menggunakannya dalam jumlah ‘normal’ serta relevan dengan konten Anda. Misal, keyword yang Anda gunakan adalah ‘Eiffel Tower’ maka sebaiknya konten Anda berisikan hal-hal seputar Eiffel Tower seperti hotel di Paris, sejarah Eiffel Tower dan sebagainya. Jangan sampai memasukkan keyword ke dalam konten yang berisi tentang hewan peliharaan karena itu tidak ada relevansinya.

  • On-Page Optimization

Optimasi on-page dapat diaplikasikan dengan menggunakan keyword dalam konten Anda.

  • Masukkan keyword ke dalam title tag paling tidak satu kali. Pastikan frase keyword berada di awal kalimat.
  • Masukkan keyword di bagian awal halaman
  • Masukkan variasi keyword di bagian tengah artikel.
  • Masukkan keyword ke dalam alt-attribute sebuah image karena ini akan membantu proses indeks.
  • Masukkan keyword ke dalam URL
  • Masukkan keyword ke dalam meta description tag. Untuk yang satu ini, meta description tag tidak digunakan mesin pencari untuk menentukan ranking website tetapi dapat membantu pengunjung untuk menentukan apakah konten tersebut cocok dengan apa yang dicarinya. Meta description tag muncul di hasil pencarian berupa rangkuman dari sebuah teks sebelum Anda klik. 
  1. Title Tags

Title tags adalah judul yang singkat sebagai deskripsi dari konten di sebuah website. Judul sangatlah penting untuk keperluan SEO dan berikut adalah beberapa teknik untuk mengaplikasikannya.

  • Perhatikan panjangnya

Panjang judul yang baik adalah sekitar 65-75 karakter. Lebih panjang dari itu maka judul akan terpotong. Namun bila Anda menargetkan keyword lebih dari satu, anda bisa memakai judul yang sedikit lebih panjang.

  • Tempatkan keyword di depan

Semakin di depan, semakin bagus untuk penentuan ranking halaman website.

  • Masukkan branding

Anda dapat memasukkan brand ke dalam judul untuk menciptakan brand awarenessterutama di bagian depan sebuah website (homepage misalnya).

  • Pastikan konten dapat dibaca

Title tag harus bisa dibaca karena ini merupakan first impression dari konten website Anda secara keseluruhan. Dengan judul yang menarik, peluang website untuk diklik akan semakin besar. Jadi, perhatikan sisi emosional pembaca selain hal-hal teknis agar konten Anda memberikan pengalaman yang baik untuk mereka

  1. Meta Tags

Awalnya, meta tags hanya digunakan sebagai proxy, sebuah informasi yang menjelaskan konten website. Sebagian contoh meta tags seperti:

  • Meta Robots

The Meta Robots tag dapat digunakan untuk mengontrol aktivitas mesin pencari. Index misalnya, memberitahu mesin pencari bahwa page tersebut harus dirayapi. Sebaliknya, noindex memberitahu mesin pencari untuk meninggalkan konten tersebut.

Begitu juga dengan ‘nofollow’ yang memerintahkan mesin pencari untuk mengabaikan konten yang ia temukan. Contoh: <META NAME=”ROBOTS” CONTENT=”NOINDEX, NOFOLLOW”>

  • Meta description

Meta description berfungsi memberitahukan pada pengunjung tentang isi website tersebut. Memang mesin pencari tidak megindeks meta description namun bagian ini cukup penting dalam dunia marketing karena deskripsi singkat yang menarik bisa menaikkan peluang seseorang untuk mencari tahu lebih lanjut. Sebaiknya panjang meta description hanya sampai 160 karakter karena lebih dari itu deskripsi akan terpotong menjadi titik-titik. Pastikan deskripsi Anda jelas dan menarik karena sangat menentukan traffic pada website Anda.

 

Dwi Nurul
Dwi Nurul
Content Marketing Strategist di Toffeedev. Sangat antusias untuk bidang marketing, public relations, and digital marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *