Website Menggunakan Video Atau Tidak?
April 2, 2018
2 Hal Yang Paling Penting Dalam Digital Marketing
April 9, 2018
Show all

A/B Testing pada Landing Page

Selamat datang di Toffeedev Sharing Monday!

Sharing hari ini kita bahas tentang A/B Testing bagi yang belum tahu apa itu A/B Testing?

A/B Testing itu mungkin bahasa Indonesianya kurang lebih mirip dengan tes dan ukur. jadi apa yang kita tes dan ukur? Di dunia digital pada saat anda melakukan campaign, promosi iklan tertentu

A/B Testing ini dilakukan supaya anda bisa tahu hasil mana yang lebih baik. Apakah hasil yang A atau hasil yang B? Dan A/B Testing di dunia digital ini biasa dilakukan pada landing page atau microsite.

Jadi pada saat anda punya iklan tertentu, iklan anda diklik lalu pengunjung masuk ke website.

Nah, disitulah anda melakukan A/B Testing atau tes dan ukur landing page mana yang lebih baik performanya. Kenapa sih kita perlu lakukan A/B Testing? Dan kenapa hal tersebut sangat penting?

Karena memang harus selalu improve result, kita mau dapatkan hasil yang lebih baik.

Gimana caranya kalau kita tidak melakukan tes?

Kadang-kadang anda tidak pernah tahu apa yang audience anda pikirkan? Apa yang mereka suka?

Kadang untuk di industri A, hasil ini, teknik ini berhasil tetapi di industri B belum tentu. Kadang audience tertentu punya behaviour berbeda dan mereka punya preferensi tertentu. Jadi anda tidak pernah tahu sampai anda coba sendiri dan ada satu quote yang menurut saya bagus banget.

Quotenya adalah: “Every website visitor is opportunity”. Jadi setiap pengunjung web, pengunjung yang masuk website anda itu adalah sebuah kesempatan, tinggal anda mau gunakan kesempatan itu dan mengolahnya apa tidak? Sayang banget kalau orang sudah datang ke website lalu mereka tidak convert dengan produk/jasa yang kita tawarkan.

Salah satu contoh A/B Testing yang lumayan terkenal dan lumayan populer di seluruh dunia adalah A/B Testing pada saat campaign Presiden Obama ini adalah political campaign, yang lalu kemudian dijadikan case study para digital marketer. Jadi, Obama mempromosikan dirinya jadi politician di Amerika dengan berbagai campaign. Selain melakukan campaign offline, gala dinner dan berbagai macam road show lainnya. Ternyata ada tim digital marketing yang juga membantu campaign Obama. Team ini pintar sekali, jadi mereka melakukan A/B Testing. Melakukan berbagai studi kasus tes dan ukur di landing page campaign Obama di website, which is waktu itu tujuannya adalah untuk raise money jadi orang mendaftar (Sign Up), mendaftar nama, email mereka lalu mendonasikan secara online.

Jadi mereka raise money secara online dan dengan melakukan A/B Testing ini jadi hanya dari hasil A/B Testing Obama mendapatkan tambahan 2,8 Juta email address. Jadi 2,8 Juta email sign up dan email sign up itu tidak hanya mereka daftarin email, which is mereka daftarin email lalu mereka kirim uang untuk donasi. Donasinya kurang lebih, rata-rata per email address itu sekitar 20 sampai 21 Dollar jadi kalau dihitung-hitung, hanya dari A/B Testing ini Obama mendapatkan tambahan 60 Juta Dollar untuk raise money untuk campaign-nya dia. Jadi, if you are thinking doing same for the bussiness itu akan mendapatkan hasil yang ok juga nah, anda udah tahu ok, A/B Testing is good for my bussiness.

Lalu bagaimana caranya? Apa yang anda lakukan untuk bisa A/B Testing? Jadi A/B Testing ini sebagaimana tadi saya bilang adalah tes dan ukur sebenarnya, gampangnya adalah anda membuat variasi. Jadi anda, untuk pertama kali bisa membuat variasi dari layout landing page anda.

Struktur landing page, anda bisa buat dua macam: Struktur A dan Struktur B

Misalnya, struktur A seperti ini dan struktur B seperti itu lalu anda jalankan campaign anda drive traffic ke kedua landing page tersebut lalu anda liat layout mana yang hasilnya lebih bagus? Atau, jika misalnya campaign anda ok, campaignnya udah mepet nggak ada waktu untuk bikin dua layout landing page anda bisa bisa liat di internet kayak apa sih landing page yang efektif yang OK untuk Campaign Digital.

Jadi, basically kita ambil research dari orang lain yang sudah lakukan tes dan mereka rasa itu efektif kita tinggal pakai struktur landing page yang kurang lebih sama. Lalu, dengan struktur yang sama itu tes yang kedua ini biasanya banyak dilakukan oleh orang-orang itu A/B Testing untuk elemen-elemen di landing page. Kita bisa testing small elements seperti detail-detail warna button, posisi button even jumlah buttonnya atau kata-kata iklannya atau misalnya anda yang satu taruh video satu materi video atau yang satu taruh gambar keluarga yang satu taruh gambar pasangan suami istri saja.

Itu adalah testing yang bisa dilakukan dan yang paling penting pada saat anda melakukan A/B Testing, lakukan satu perubahan dalam satu waktu. Misalnya untuk variasi A dan variasi untuk landing page A dan landing page B misalnya dengan struktur layout yang sama anda misalnya untuk variasi a anda lakukan anda taruh satu button saja tapi untuk variasi b, anda taruh dua button. Nah, perubahan yang seperti itu memang keliatannya kecil tapi yang itu harus kita tes jadi perubahannya yang dilakukan itu saja. Lalu tes dalam waktu tertentu, setelah liat hasilnya misalnya ok, yang dua button lebih lebih ok performancenya lalu anda start test yang lainnya lagi.

Jadi lakukan satu test satu perubahan pada satu waktu tapi lakukan terus menerus jadi setelah anda dapat tadi misalnya ok yang dua button performance better lalu setelah itu, anda buat variasi yang lain lagi, jadi tetap dua button. Tapi misalnya dua button ini yang variasi A warnanya merah yang variasi B warnanya biru atau variasi B warnanya hijau jadi lakukan perubahan itu terus menerus sampai anda dapat the best formula for your landing page.

Jadi A/B Testing itu worth apa nggak sih? Jadi ada beberapa orang yang melakukan testing jadi tadi misalnya button event button yang warna merah ataupun yang warna hijau mana yang lebih ok? Ternyata untuk beberapa campaign button yang warna merah itu hasilnya lebih ok lalu misalnya anda punya produk yang free untuk ditawarkan atau misalnya free trial atau absolutely free. Pastikan anda menggunakan dead magic word “it’s free”. Masukkan itu di kata-kata landing page anda dan itu bisa menaikkan result 20-30%.

So, perubahan kecil itu hasilnya cukup signifikan dan yang ketiga adalah berapa lama kita melakukan A/B Testing sampai kapan? Berapa lama jangka waktunya sebenarnya terserah anda tapi yang paling penting adalah berapa banyak yang anda sampling. Jadi kita bilangnya traffic sampling, menurut saya traffic sampling yang paling ideal adalah list angka 1000. Di angka tersebut anda sudah dapatkan hasil yang valid apakah oke, apakah varian A atau varian B yang lebih ok dan untuk A/B Testing pastikan anda test variannya tidak terlalu banyak. Jadi misalnya tadi anda mau test warna button, jangan buat lima varian misalnya varian A warnanya merah varian B warna hijau varian C kuning varian D ungu pastikan anda hanya buat dua sampai tiga variasi, jadi anda juga nanti tidak terlalu bingung pilih mana yang lebih OK.

Ini yang paling penting untuk anda menentukan mana yang lebih ok, jangan cuma tentukan dari jumlahnya. Jadi jangan cuma lihat, dari varian A saya dapat 300 leads dari varian B saya dapat 500 leads. OK varian B simply better dan cuma itu tapi anda pastikan anda juga test quality daripada leadnya, apakah quality-nya ok? Jadi tidak cuman kuantitas tapi juga kualitas. Dan yang terakhir untuk A/B Testing kita tidak hanya A/B Testing memang banyak dilakukan pada landing page, tapi sebenarnya A/B Testing tidak terbatas untuk landing page. Karena misalnya anda lakukan Facebook Ads karena Facebook Ads sekarang sudah ada Facebook Leads lalu misalnya Google Ads ataupun yang lainnya mulai dari iklannya sendiripun anda bisa lakukan tes dan ukur jadi lakukan A/B Testing pada kata-kata iklan anda, pada kata-kata di button. Jadi misalnya simple ads kalau anda melakukan Facebook Ads apakah buttonnya harus “book now”, “signup now” atau “register now” atau “book today” itupun anda bisa lakukan A/B Testing.

Itu adalah tips untuk A/B Testing dari saya, selamat mencoba! Kalau anda punya insert-insert tambahan anda bisa share dengan lakukan comment di bawah ini atau mungkin anda merasa konten ini ok. Do share to your college to your friends di Facebook anda ataupun di WhatsApp ataupun yang lainnya.

 

Sampai jumpa!

 

Nana Damayanti
Nana Damayanti
Saya adalah Founder dari ToffeeDevSaya menyukai design yang bukan hanya bagus di mata tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *