Google Broad Core Update Algorithma di Mei 2020
Google Broad Core Update Algorithma di Mei 2020
Mei 13, 2020
Perbedaan Soft Selling dan Hard Selling
Perbedaan Soft Selling dan Hard Selling
Mei 13, 2020
Show all

Kenapa Bisnis Harus Beretika dan Bermartabat?

Kenapa Bisnis Harus Beretika

Kenapa Bisnis Harus Beretika

Melihat judul dari artikel ini, pasti Anda sudah memberikan beberapa jawaban di dalam pikiran. Memang untuk menjalankan bisnis dengan baik dan tenang, sebenarnya harus ada nilai-nilai positif di dalamnya. Jangan sampai bisnis yang dijalankan malah menyalahi aturan atau malah merusak pihak lain. Itulah kenapa bisnis harus beretika dan bermartabat.

Setiap jenis bisnis yang ada di dalam industri, sudah sewajibnya memiliki etika dalam perjalanannya. Dengan etika yang ditanamkan dan diterapkan, maka bisnis bisa berjalan dengan lebih tenang tanpa ada masalah berarti yang bisa saja merusak bisnis Anda. Ditambah lagi perusahaan Anda juga akan lebih dikenal sebagai perusahaan yang baik dan memiliki reputasi positif.

Sayangnya di luar sana, banyak orang yang menjalankan perusahaan tanpa memikirkan apa itu etika. Mereka bisa saja merusak perusahaan lain, pihak lain, dan mengganggu kepentingan orang banyak hanya demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Kondisi seperti ini malah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tersebut untuk meraup pendapatan yang memang kalau dibandingkan dengan cara beretika, tidak akan bisa didapatkan.

Bisnis Tanpa Etika

Melanjutkan penjelasan di atas, sebenarnya bisnis itu memang memiliki etika sendiri. Anda harus jujur, bermartabat, menghormati pihak lain, dan juga menjalankannya dengan hati. Tapi ketika ada pihak-pihak yang bisa mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besardari cara berbisnis yang kotor, akhirnya pihak yang lurus ini malah mau mencoba ke arah yang tanpa mengenal apa itu etika.

Mereka percaya bahwa pada akhirnya, berbisnis itu hanya fokus dalam meraih keuntungan, bukan persoalan moral. Untuk moral, itu adalah urusan pihak lain, bukan pihak perusahaan. Ironisnya, orang-orang yang menjalan bisnis tanpa etika ini malah jauh lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Ketika praktik bisnis mereka yang kotor itu diketahui banyak orang, malah itu dianggap biasa saja. “Namanya juga bisnis,” ucap masyarakat luas. Namun di sisi lain, banyak juga masyarakat yang melihat bahwa kalau berbisnis itu tidak ada yang lurus. Pasti ada saja momen-momen di mana harus berbohong, memanipulasi, dan hal-hal negatif  lainnya. Pada akhirnya, mereka malah menganggap bahwa para pebisnis itu adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan kotor dan tanpa etika.

Bisnis Harus Beretika

Memang tidak dapat dipungkiri, banyak pebisnis besar yang memutuskan bermain kotor demi bisa mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Mungkin di dalam pikiran mereka, yang penting adalah untung dan untung. Persoalan merusak pihak lain, itu ada rintangan atau hal yang harus dilakukan demi bisa untung.

Namun di antara para pebisnis kotor itu, tetap saja ada pebisnis yang memiliki prinsip bahwa menjalankan bisnis harus beretika dan bermartabat. Mungkin salah satunya adalah Anda sendiri.

Perlu diingat, bahwa menjalankan bisnis, mau bisnis kecil hingga besar, apa yang Anda lakukan itu akan berdampak kepada orang lain. Daripada melakukan hal-hal yang memberikan dampak negatif, lebih baik fokus untuk memberikan dampak negatif. Persoalan keuntungan itu sudah pasti bisa didapatkan. Tinggal bagaimana Anda bisa mengatur perusahaan agar bisa berjalan dengan etika dan tetap mendapatkan keuntungan materi yang besar juga. Itulah alasan kenapa bisnis harus beretika dan bermartabat.

Baca Juga: Etika Bisnis Online yang Wajib Diketahui

Semoga informasi yang diberikan di artikel ini bisa memberikan manfaat sekaligus wawasan terbaru kepada Anda. Jangan lupa untuk memberikan komentar tentang artikel ini dan share artikel ini di media sosial Anda agar semakin banyak yang tahu informasi ini.

Timotius
Timotius
Hello, I'm Timo. Working in the media industry since 2014, I want to absorb more experience in this industry and provide the best for my profession as a Content Writer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *