6 Tips untuk Meningkatkan Peluang SEO Wordpress
6 Tips untuk Meningkatkan Peluang SEO WordPress Anda
Oktober 7, 2019
10 Kebohongan dari Link Building yang Harus Anda Abaikan
Oktober 17, 2019
Show all

Begini Langkah Mudah Menciptakan UX yang Baik

Web designer, UX UI designer planning application for mobile phone.

UX? User experience? Anda pasti merasa asing dengan kalimat tersebut, kecuali anda seorang pengembang website/developer tentu anda tidak begitu asing dengan istilah ini.

Namun apa sebenarnya UX itu? Dan mengapa UX dapat mempengaruhi pengguna dan pelanggan, serta penjualan Anda.

Tenang, dibawah ini kita akan membahas mengenai UX dan apa yang bisa Anda lakukan untuk memanfaatkan UX terhadap bisnis Anda.

Apa itu User Experience, dan Seberapa penting User Experience untuk bisnis Anda?

Ketika seseorang melihat, menggunakan, hingga melakukan sebuah aksi di website atau aplikasi Anda, bisa disebut sebagai user experience.

 Seberapa mudah atau sulit seseorang menggunakan website anda, tergantung dari bagaimana anda mendesain website Anda. Website yang kompleks membutuhkan UX yang baik, dengan begitu maka akan memudahkan para pengguna untuk bernavigasi di website anda.

Website yang gampang tentu akan memudahkan para pengguna untuk berinteraksi dengan website anda, dengan begitu mereka akan merasa senang dan puas. Kepuasan dari pelanggan akan menciptakan rasa loyal yang membuat mereka ingin mengunjungi dan menggunakan kembali website anda.

Namun bagaimana membuat UX yang baik untuk website anda?

 

Untuk menciptakan UX yang baik, anda harus memulai dengan memiliki “Design Flow” yang matang. 

Sebelum memulai proses desain, anda harus memiliki ide yang solid mengenai desain yang akan anda ciptakan. Perhatikan objektif seperti apa yang ingin anda capai.

Setelah itu lakukan riset, secara gampang tentu para pengguna menginginkan sesuatu yang gampang digunakan, namun anda tetap harus tahu mengenai siapa audiens Anda. Apa sajakah yang mereka butuhkan? Dan apa saja Pain Point mereka?

Gunakan tools yang tersedia untuk mendapatkan hasil riset yang baik. Riset kualitatif dilakukan dengan user research untuk mendapatkan insight dan mengetahui Pain Point dengan melakukan interview bersama audiens anda.

Lalu untuk riset kuantitatif Anda bisa melakukan online survey dengan kuesioner. Salah satu platform yang anda bisa gunakan adalah Jakpat, sebuah online survey marketplace yang akan membantu anda untuk menyebarkan survey anda.

Ciptakan konsep untuk desain Anda, berdasarkan ide dan hasil riset. Lalu tes-lah konsep yang sudah anda ciptakan, untuk mendapatkan insight lebih lanjut.

Setelah itu Anda dapat membuat Lo-fi Wireframe untuk memvisualisasi produk akhir Anda dengan gambar dan copywriting, namun masih bernuansa hitam putih.

Lanjutkan dengan melakukan “usability testing” untuk mengetes prototype anda. Anda dapat menggunakan UsabilityHub, sebuah platform untuk  menguji desain anda. Temukan flow dari desain Anda.

Kembangkan wireframe anda lebih lanjut, untuk mendapatkan Hi-fi wireframe.

Masukan UI desain dengan komponen-komponen akhir, ilustrasi, dan interaksi. Lanjutkan fase development.

Gunakan analytics tool untuk mengukur platform anda, seperti page visit, bounce rate, heatmasps, dan lain-lain.

Lanjutkan dengan meng-Iterate Produk Anda

Dengan merilis produk Anda, bukan berarti tugas Anda sudah selesai. Ada lagi yang harus anda lakukan. Proses ini disebut dengan Iterative design process.

Sebenarnya anda bisa melakukan Iterative design pada fase manapun ketika membuat desain anda, namun dengan melakukannya di akhir, Anda dapat mengembangkan produk Anda lebih lanjut.

Dengan berbagai masukan lebih lanjut, anda dapat meningkatkan UX anda.

Tips Untuk UX yang Baik

 

UX yang baik adalah UX yang memahami konsumen dan intuitif. UX yang baik dapat lahir dari riset yang baik.

Bila Anda peduli dengan konsumen anda, tentu mereka akan peduli juga dengan Anda.

Jangan lupakan kecepatan dari platform anda. Dan juga jangan pernah lupakan versi Desktop dan Mobile.

Semakin jaman berkembang, penggunaan mobile juga ikut meningkat, jangan hanya terpaku dengan desain desktop. Perhatikan juga desain untuk platform mobile anda.

Jangan terlalu cinta dengan kreasi anda, bila anda terlalu cinta dengan kreasi anda, maka Anda akan kebal dengan saran dan kritik konstruktif yang akan datang.

Bagaimana dengan penjelasan di atas? Apakah Anda setuju? Atau apakah anda memiliki pendapat yang berbeda? Bagikan komentar anda di bawah.

Dwi Nurul
Dwi Nurul
Content Marketing Strategist di Toffeedev. Sangat antusias untuk bidang marketing, public relations, and digital marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *