4 Tips Menulis Email Persuasif

Halo! Balik lagi ke Toffee #SharingMonday. Setiap Senin kita akan membahas seputar insight mengenai website dan digital marketing. Kali ini, gue punya topik yang menarik banget mengenai email. Yuk, ikutin gue. Halo semuanya, balik lagi bersama gue George Peter dan kali ini, gue akan membahas mengenai gimana cara membuat email persuasif sehingga kita bisa membangun engagement lebih dengan penerima email kita dan juga mendapatkan informasi yang dibalas sesuai dengan ekspektasi kita.

Jadi, di dunia profesional ini, kita diharuskan untuk bisa menulis email, baik itu untuk reporting, follow up, maupun juga prospecting. Tapi terkadang, kita gak bisa mendapatkan balasan-balasan email yang kita harapkan. Tapi pernah gak sih terbenak di pikiran kita, apakah email yang kita tulis ini sudah sesuai dengan tujuan kita? Kalau iya berarti topik ini sangat pas banget buat Anda. Di sini gue akan memberitahu gimana caranya bisa membuat email persuasif. Ada 4 poin yang simple banget, tapi sering terlewatkan. Apa saja sih 4 poin tersebut?

Apakah Email Anda Sudah Jelas?

Yang pertama, apakah email Anda sudah jelas? atau crystal clear? Sebelum menulis email, tetapkan tujuan Anda secara jelas sehingga penerima email dapat membalas sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Perlu diingat, untuk bisa memiliki satu tujuan khusus per satu email. Jadi misalkan Anda ingin prospecting, buatlah tujuan prospecting Anda dalam email Anda dan kurangi hal-hal yang tidak diperlukan sehingga penerima dapat menerima pesan Anda dengan baik.

Mengapa Penerima Harus Peduli pada Email?

Yang kedua, mengapa penerima email Anda harus peduli dengan email Anda? Nah, ini juga penting banget, karena terkadang, email yang masuk ke inbox kita itu cuma lewat saja. Sehingga pembaca juga terkadang skip atau melewati email kita. Sebagian besar email tidak menjelaskan maksud dan tujuannya secara baik sehingga ini yang menyebabkan email kita menjadi skip. Apa untungnya email bagi penerima? Apakah informasi ini bisa menjelaskan apa yang kita butuhkan? Tugas kita adalah membuat sebuah email itu menjadi 1 fokus dan menjadi concern yang sama sehingga pembalas dapat membalas email kita dengan maksud dan tujuan yang sama pula.

Apa yang Menghentikan Pembaca Untuk Membalas Email?

Dan yang ketiga, pertanyaan selanjutnya adalah apakah yang menghentikan pembaca untuk membalas email Anda? Mungkin saja penerima merasa tidak perlu membalas email Anda atau mungkin dia merasa tidak perlu membalas email Anda dan merasa nervous atau dan lain sebagainya. Tugas kita adalah ciptakan sebuah urgensi sehingga pembalas mungkin juga menerima pesan dan informasi yang dia butuhkan sehingga dia bisa membalas sesuai dengan urgensi yang kita ciptakan, sehingga engagement pun terjadi.

Mengurangi Informasi yang Berlebihan

Dan yang terakhir adalah perlu mengurangi informasi yang berlebihan. Terkadang email kita dipenuhi dengan pesan basa-basi yang membuat email kita menjadi penuh. Ini juga harus dikurangi. Sehingga pembaca dapat mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan langsung straight forward. Jadi, sebelum mengirim email, edit dulu teks Anda dan pilah mana saja informasi yang benar-benar harus dikirim dan kurangi embel-embel. Mohon diingat, setiap banyaknya kata, itu juga akan mempengaruhi lambatnya pembaca Anda membalas email Anda. Jadi, pilah informasi sebelum Anda mengirim email Anda.

Nah, itu dia 4 simpel tips untuk membuat email yang kamu tulis menjadi lebih persuasif dan powerful sehingga penerima email Anda bisa membalas dengan informasi apa yang Anda butuhkan. Nah, itu aja topik #SharingMonday kita pada hari ini. Jangan lupa klik like dan subscribe, dan comment jika kamu mempunyai ide yang sama atau ide yang lain. Jangan lupa setiap Senin kita juga akan sharing insight-insight mengenai digital marketing dan juga website yang sangat berguna bagi kebutuhan Anda. Gua George Peter, sampai bertemu di sesi selanjutnya.

Share this on :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat