InggrisIndonesia

Bagaimana Menarik Prospek dengan Ad Copy? Cek Ide dan Strateginya!

ad copy

Iklan yang banyak mendapat klik belum tentu menghasilkan prospek yang sesuai dengan target bisnis.

Masalahnya bisa muncul ketika ad copy hanya dibuat untuk menarik perhatian tanpa menjelaskan siapa yang dituju, masalah yang diselesaikan, dan tindakan yang diharapkan.

Karena itu, ad copy perlu dirancang sebagai bagian dari strategi iklan agar pesan yang muncul di depan audiens tetap relevan hingga mereka mengambil tindakan.

Poin-Poin Penting Untuk Diingat

  • Ad copy yang efektif tidak berhenti pada perhatian. Pesan perlu menarik audiens yang memang memiliki kebutuhan terhadap produk atau layanan.
  • Klik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kualitas leads, conversion rate, dan biaya mendapatkan konversi perlu dilihat setelah iklan berjalan.
  • Pesan iklan harus selaras dengan landing page. Perbedaan antara janji di iklan dan isi halaman tujuan dapat membuat prospek kehilangan kepercayaan.
  • Setiap tahap funnel membutuhkan pesan yang berbeda. Audiens yang baru mengenal masalah membutuhkan pendekatan berbeda dari calon pelanggan yang sudah siap mengambil keputusan.
  • Pengujian ad copy perlu melihat dampak bisnis. Variasi dengan CTR tinggi belum tentu menjadi pilihan terbaik jika menghasilkan leads yang kurang berkualitas.

Mengapa Ad Copy yang Banyak Klik Belum Tentu Berkualitas?

Ad copy memang berperan dalam menarik perhatian audiens, tetapi jumlah klik belum menggambarkan keseluruhan performa iklan.

Bisnis perlu melihat apakah orang yang mengeklik iklan sesuai dengan target dan melanjutkan perjalanan hingga tindakan yang bernilai.

CTR Tinggi Tidak Selalu Berarti Prospek Berkualitas

Kalimat yang terlalu umum atau terlalu agresif dapat menarik banyak orang yang sebenarnya tidak membutuhkan produk. Akibatnya, traffic bertambah tetapi leads yang masuk belum tentu sesuai dengan kriteria bisnis.

Pesan Iklan Bisa Menarik Audiens yang Salah

Jika ad copy hanya menonjolkan promo tanpa menjelaskan konteks produk, audiens dapat memiliki ekspektasi yang berbeda dari penawaran sebenarnya.

Pesan yang lebih spesifik membantu bisnis mengurangi ketidaksesuaian tersebut sejak tahap iklan.

Iklan dan Landing Page Bisa Memberikan Ekspektasi Berbeda

Prospek mengharapkan pengalaman yang sesuai dengan pesan yang mereka lihat sebelum mengeklik iklan. Ketika ad copy menawarkan sesuatu yang tidak ditemukan di landing page, kemungkinan mereka melanjutkan ke tahap berikutnya dapat menurun.

Baca Juga: Strategi Iklan Produk Berbasis Intent Search: Maksimalkan SEM & Retargeting untuk Konversi Tinggi

Apa yang Harus Ada dalam Ad Copy agar Pesannya Lebih Relevan?

Ad copy perlu menjawab kebutuhan audiens dalam ruang yang terbatas. Fokusnya bukan memasukkan sebanyak mungkin informasi, melainkan memilih pesan yang paling membantu audiens memahami relevansi penawaran.

1. Kenali Masalah yang Sedang Dihadapi Audiens

Mulai dengan masalah yang memang ingin diselesaikan oleh target pelanggan. Semakin dekat pesan dengan situasi nyata audiens, semakin mudah mereka memahami alasan iklan tersebut relevan bagi mereka.

2. Tunjukkan Manfaat yang Berkaitan dengan Masalah

Jangan berhenti pada fitur produk atau layanan. Jelaskan manfaat yang berkaitan langsung dengan kebutuhan audiens sehingga mereka memiliki alasan untuk mempertimbangkan penawaran.

3. Perjelas Nilai yang Membedakan Penawaran

Jika beberapa bisnis menawarkan solusi serupa, ad copy perlu membantu audiens memahami alasan untuk mempertimbangkan bisnis Anda. Nilai pembeda dapat berupa pendekatan, layanan, fitur, pengalaman, atau penawaran yang memang relevan dan dapat dibuktikan.

4. Gunakan CTA yang Sesuai dengan Tujuan

CTA perlu mengarahkan audiens pada tindakan yang masuk akal setelah membaca iklan. Jangan menggunakan ajakan membeli jika audiens masih membutuhkan informasi untuk memahami solusi yang ditawarkan.

Bagaimana Menyesuaikan Ad Copy dengan Tahap Funnel?

Pesan iklan sebaiknya mengikuti tingkat kesiapan audiens. Orang yang baru menyadari masalah membutuhkan informasi berbeda dari calon pelanggan yang sudah membandingkan beberapa pilihan.

1. Awareness

Pada tahap awal, ad copy dapat berfokus pada masalah atau kebutuhan yang sedang dialami audiens. Tujuannya membantu mereka mengenali bahwa bisnis memahami situasi yang sedang mereka hadapi.

2. Consideration

Audiens yang sudah mempertimbangkan solusi membutuhkan alasan yang lebih konkret. Ad copy dapat menonjolkan manfaat, pendekatan, fitur penting, atau value proposition yang membantu mereka mengevaluasi pilihan.

3. Decision

Pada tahap keputusan, pesan perlu memberikan alasan yang cukup untuk mengambil tindakan. Penawaran yang jelas, bukti pendukung, atau CTA yang spesifik dapat membantu mengurangi keraguan sebelum konversi.

Baca Juga: Branded Keywords: Keunikan dan Nilai dalam SEO dan Contohnya

Bagaimana Membuat Ad Copy yang Sekaligus Menyaring Prospek?

Ad copy tidak harus menarik semua orang. Untuk bisnis yang mengejar leads berkualitas, pesan yang lebih spesifik justru dapat membantu mengarahkan iklan kepada audiens yang lebih sesuai.

Sebutkan Target atau Situasi yang Relevan

Gunakan konteks yang menggambarkan siapa yang paling membutuhkan solusi. Pendekatan ini membantu audiens yang sesuai merasa bahwa pesan tersebut memang ditujukan kepada mereka.

Jelaskan Solusi Secara Spesifik

Hindari klaim yang terlalu luas seperti โ€œsolusi terbaik untuk semua kebutuhanโ€. Jelaskan masalah atau kebutuhan yang dapat dibantu agar audiens memiliki ekspektasi yang lebih realistis.

Berikan Informasi yang Membantu Audiens Menilai Penawaran

Informasi seperti jenis layanan, kategori produk, area layanan, atau karakteristik penawaran dapat membantu menyaring orang yang tidak sesuai. Pilih informasi yang benar-benar memengaruhi keputusan audiens.

Hindari Janji yang Tidak Bisa Dibuktikan

Ad copy perlu membangun ekspektasi yang sesuai dengan kemampuan bisnis. Hindari janji mengenai hasil, waktu, atau performa jika bisnis tidak memiliki dasar yang kuat untuk membuktikannya.

Apa Hubungan Ad Copy dengan Landing Page?

Ad copy dan landing page perlu membawa pesan yang konsisten. Iklan menarik perhatian, sedangkan landing page melanjutkan informasi dan mengarahkan pengunjung menuju tindakan yang ditargetkan.

Masalah yang Disebutkan Harus Tetap Relevan

Jika iklan membahas masalah tertentu, landing page sebaiknya melanjutkan pembahasan tersebut. Perubahan konteks yang terlalu jauh dapat membuat pengunjung merasa masuk ke halaman yang tidak sesuai.

Penawaran Harus Konsisten

Informasi mengenai produk, layanan, promo, atau manfaat perlu sesuai antara iklan dan halaman tujuan. Konsistensi membantu mengurangi kebingungan ketika audiens melanjutkan dari iklan ke website.

CTA Perlu Mengarah pada Tujuan yang Sama

Jika tujuan campaign mendapatkan leads, landing page perlu menyediakan jalur yang jelas untuk mengirimkan data atau menghubungi bisnis. Jangan membuat audiens mencari sendiri tindakan berikutnya setelah mereka mengeklik iklan.

Bagaimana Menguji Ad Copy Tanpa Sekadar Mengejar CTR?

Pengujian ad copy sebaiknya membandingkan beberapa pendekatan pesan untuk melihat mana yang memberikan dampak paling relevan terhadap tujuan campaign. CTR tetap berguna untuk memahami respons awal audiens, tetapi evaluasi perlu dilanjutkan hingga metrik yang lebih dekat dengan tujuan bisnis.

Bandingkan Sudut Pesan

Uji beberapa pendekatan seperti pain point, manfaat, value proposition, atau penawaran. Hasilnya dapat menunjukkan pesan mana yang paling sesuai dengan karakter audiens.

Perhatikan Conversion Rate

Jika satu variasi menghasilkan banyak klik tetapi sedikit konversi, sementara variasi lain menghasilkan lebih sedikit klik dengan conversion rate lebih baik, performanya perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Jumlah klik saja tidak cukup untuk menentukan pemenang.

Evaluasi Biaya per Conversion

Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan tindakan yang diinginkan membantu bisnis memahami efisiensi campaign. Ad copy yang menarik tetapi menghasilkan conversion cost tinggi perlu dievaluasi kembali bersama targeting dan funnel.

Periksa Kualitas Leads

Untuk campaign lead generation, lihat apakah leads yang masuk benar-benar sesuai dengan kriteria pelanggan yang dibutuhkan. Data ini membantu menentukan apakah ad copy berhasil menarik prospek yang tepat, bukan sekadar meningkatkan volume leads.

Baca Juga: Cara Optimasi Cost Per Click agar Budget Iklan Lebih Efisien

Kapan Ad Copy Perlu Dikembangkan sebagai Bagian dari Strategi Ads?

Jika bisnis sudah menjalankan campaign tetapi performanya tidak konsisten, leads yang masuk kurang sesuai, atau biaya konversi sulit dikendalikan, evaluasi ad copy sebaiknya dilakukan bersama komponen campaign lainnya.

Pesan iklan perlu dilihat dalam konteks targeting, creative, landing page, tracking, dan tujuan bisnis.

Beberapa kondisi yang menunjukkan kebutuhan tersebut antara lain:

  • Iklan mendapat klik tetapi leads yang masuk kurang relevan.
  • CTR cukup baik tetapi conversion rate masih rendah.
  • Campaign memiliki beberapa audiens dengan kebutuhan berbeda.
  • Bisnis ingin menguji beberapa value proposition secara terstruktur.
  • Pesan iklan belum konsisten dengan landing page.
  • Campaign membutuhkan pemantauan dan optimasi berdasarkan data.

Sudah Punya Ad Copy, tetapi Belum Mendapatkan Hasil yang Sesuai?

Ad copy yang menarik belum tentu cukup jika strategi di balik campaign belum berjalan selaras. Mulai dari targeting, penempatan iklan, landing page, hingga pengukuran konversi perlu dipertimbangkan agar pesan yang dibuat benar-benar mendukung tujuan bisnis.

Jika Anda ingin mengevaluasi strategi tersebut bersama tim yang berpengalaman, ToffeeDev melalui jasa iklan online siap membantu Anda menentukan langkah yang lebih tepat.ย 

Tidak perlu ambil keputusan besar, Anda bisa mulai dengan mengonsultasikan kebutuhan campaign Anda dengan ToffeeDev hari ini!

Share this post :

Scroll to Top