Cara-Cara Melakukan B2B Company Branding

b2b company branding

Pada artikel kali ini, ToffeeDev akan mengajak Anda untuk mengenal B2B company branding yang sangat penting dalam bisnis Anda. Namun sebelumnya, apakah Anda mengetahui arti dari B2B? Apakah Anda mengenal B2C, C2C dan singkatan serupa lainnya? Jika belum, mari kita bahas beberapa singkatan ini sebagai tahapan awal mengenal B2B company branding. Singkatan-singkatan di atas adalah beberapa macam model bisnis online yang saat ini semakin berkembang. 

Mungkin terdengar asing bagi orang awam, akan tetapi jika sudah dijelaskan, Anda pasti menyadari bahwa semuanya itu sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Bisnis secara online atau e-commerce sejatinya sudah ditemukan sejak tahun 1969 oleh dua mahasiswa teknik elektro. Lalu pada tahun-tahun selanjutnya bisnis yang dijalankan dalam dunia daring semakin banyak dan berkembang. 

Seperti kemunculan Amazon, eBay, Google Adwords hingga semua bisnis online yang ada saat ini. Produk yang dijual secara online tentu tidak hanya berupa produk, melainkan juga jasa. Pembeda dari setiap model bisnis yang ada adalah pelaku yang berjualan dan pelaku yang menjadi pembeli. Jika kita urai satu per satu, B2B sendiri merupakan singkatan dari Business to Business, sedangkan B2C adalah Business to Customer. Lalu ada C2C yang merupakan kepanjangan dari Customer to Customer. 

Selain ketiga model bisnis tersebut, ada juga model bisnis C2B, G2B, B2G dan C2G. Namun yang lebih sering terdengar dan digunakan adalah ketiga model bisnis yang pertama kali disebutkan, yakni B2C, B2B dan C2C. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa dalam artikel ini kita tidak akan membahas semua jenis model secara detail. Kita hanya akan berfokus kepada jenis model B2B. ToffeeDev akan mengajak Anda mengenal jenis model B2B, khususnya mengenai company branding dari B2B.

Arti B2B

B2B atau Business to Business merupakan perusahaan bisnis yang menjual produknya ke perusahaan bisnis lainnya. Jadi yang menjual produk barang atau jasa bukan perorangan atau suatu individu melainkan keduanya (baik penjual dan pembeli) merupakan suatu perusahaan. Perbedaan yang paling membedakan B2B dengan jenis model yang lainnya adalah skala penjualan yang jauh lebih besar dari yang lainnya. Perbedaan ini sangat terlihat jika kita bandingkan dengan B2C atau Business to Customer. B2C menandakan bahwa produk yang telah dibuat oleh suatu perusahaan, akan dijual kepada perorangan. Skala penjualannya juga pasti lebih kecil, jika dibandingkan dengan skala penjualan B2B.

Baca Juga: Kenali Berbagai Digital Marketing B2B Strategy

Perbedaan B2B dan B2C

perbedaan dari b2b dan b2c

Agar semakin memudahkan Anda mengerti mengenai B2B, berikut ini perbedaan antara B2B dan B2C dalam beberapa aspek penting dalam suatu bisnis.

1. Harga dan Ukuran

Ukuran penjualan yang dilakukan oleh B2B tentunya lebih besar. Hal ini karena yang menjadi pembelinya bukan perorangan melainkan bisnis atau perusahaan. Suatu perusahaan menjual produk barang dan jasanya kepada perusahaan lain tentu saja karena perusahaan tersebut melihat keuntungan yang besar. Namun selain keuntungan, produk yang dibuat serta target pasar yang ditentukan memang menargetkan perusahaan yang akan membeli produknya dengan skala yang besar. 

Tidak hanya soal keuntungan yang didapatkan perusahaan yang menjual, perusahaan yang membelinya juga pasti akan mendapat keuntungan soal harga dan jumlah produk yang didapatkan. Misalnya jika suatu perusahaan A yang bergerak dibidang otomotif, tentu akan membeli baja dari perusahaan yang menyediakan baja dengan produksi yang besar untuk memenuhi kebutuhannya dalam membuat otomotif. 

Bayangkan jika perusahaan otomotif tersebut mengandalkan produsen jasa perorangan, tentu kuota produksi yang tadinya bisa mencapai 10.000 per bulan, kini hanya akan bisa diproduksi sebanyak 100 buah saja. Jika demikian, bukankah perusahaan otomotif tersebut mengalami kerugian dalam aspek waktu dan sumber daya? Selain itu harga yang dikeluarkan oleh perusahaan otomotif untuk produsen baja perorangan akan jauh lebih mahal dibanding perusahaan yang memiliki tambangnya sendiri untuk memproduksi baja. 

2. Pembuat Keputusan

Jika pembuat keputusan B2C hanya memerlukan satu orang, yakni untuk memutuskan apakah dia akan membeli produk atau tidak. Berbeda halnya dengan B2B yang membutuhkan banyak orang atau pihak sebelum memutuskan akan membeli atau menggunakan jasa dari suatu perusahaan. Dalam perusahaan, meskipun owner atau CEO memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan, namun tetap saja pembelian yang menyangkut divisi marketing misalnya, tidak dapat diputuskan sendiri oleh CEO. 

Terdapat beberapa proses persetujuan dari berbagai pihak seperti divisi marketing, divisi keuangan, dan divisi bersangkutan lainnya. Selain itu untuk suatu pembelian dalam skala yang sangat besar, pasti membutuhkan meeting dan diskusi secara berkala, baik dalam internal perusahaan atau dengan supplier. Diskusi-diskusi ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan tidak terjadi permasalahan pada masa yang akan datang saat persetujuan telah diberikan. 

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tools Social Media Monitoring

3. Waktu

Proses perjalanan penjualan kepada suatu perusahaan dalam B2B jauh lebih lama dan lebih panjang jika dibandingkan dengan B2C. Dua poin sebelumnya telah menjelaskan kepada Anda mengapa proses dari awal hingga akhirnya deal memakan waktu yang sangat lama. Bayangkan jika Anda tinggal mencari barang yang Anda butuhkan di platform online, lalu menentukan bentuk, harga dan spesifikasi yang Anda inginkan dan menekan tombol check out

Pembelian dalam B2B tidak semudah kita membeli barang secara online. Mari coba kembali membayangkan jika Anda adalah CEO suatu perusahaan tas kulit. Sebelum Anda memilih kualitas kulit yang akan digunakan, pasti ada satu divisi yang bertugas mencari jenis kulitnya. Ada juga satu divisi yang mengecek kualitas atau durability dari jenis kulit yang telah dipilih. 

Lalu ada satu divisi yang harus menghitung berapa banyak gulungan kulit yang harus dibeli. Ada lagi satu divisi yang membuat desain untuk jenis kulit yang digunakan. Jika semua aspek mengenai produk sudah selesai, masih ada proses persetujuan dari pemimpin di atas mereka yang memiliki beberapa level persetujuan, hingga akhirnya mencapai divisi keuangan dan Anda sebagai CEO. 

Sungguh memakan proses yang panjang bukan? Belum lagi mencari supplier atau perusahaan yang menyediakan jenis kulit yang perusahaan Anda butuhkan. Jika sudah Anda temukan, belum tentu value dan culture yang perusahaan Anda miliki dengan yang perusahaan kulit miliki sangat berbeda sehingga hal ini sangat menyulitkan proses pembelian Anda. Pada akhirnya Anda diharuskan mencari lagi perusahaan kulit lainnya, hingga semua proses awal berjalan dengan lancar.

Biasanya proses dari awal hingga akhirnya deal, membutuhkan waktu paling tidak berbulan-bulan atau bahkan ada yang menghabiskan waktu beberapa tahun. Hal ini dilakukan karena uang yang dikeluarkan untuk membelinya juga tidak murah. Terlalu banyak yang perlu diinvestasikan oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lainnya. Oleh karena itu tidak mengherankan jika proses yang dibutuhkan memakan waktu yang sangat panjang. 

Jasa SEO

4. Hubungan Engagement yang Terbangun

Engagement yang dilakukan B2B dan B2C juga pasti berbeda. Dalam B2C, seorang pembeli bisa langsung membeli tanpa harus berinteraksi secara langsung dengan penjual. Saat mereka melihat spesifikasi dan keterangan yang telah diberikan di kolom keterangan, mereka bisa langsung menentukan apakah mereka ingin membeli barang tersebut atau tidak. 

Jika mereka tidak suka dengan barang tersebut, mereka bisa langsung mencari lagi yang lain hingga semua spesifikasi dari suatu barang memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Namun lain halnya dengan B2B, suatu perusahaan tidak bisa langsung setuju membeli suatu produk. Penjualan produk ke perusahaan sejatinya harus didiskusikan dengan teliti oleh perwakilan perusahaan yang menjual dan perwakilan perusahaan yang membeli. 

Kedua pihak harus bertemu untuk mendiskusikan banyak hal. Melakukan meeting, mengecek kualitas dilapangan dan melakukan komunikasi lainnya. Komunikasi antara kedua belah pihak harus terus berjalan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika dalam prosesnya saja sudah menemukan kendala yang tidak menemui titik terang, bagaimana mungkin kedua pihak akan berakhir pada persetujuan bersama? 

Perwakilan yang diutus oleh perusahaan yang menjual untuk berdiskusi dengan perwakilan perusahaan yang membeli, sejatinya sangat penting dalam branding. Hal ini karena merekalah yang akan menentukan apakah hubungan bisnis tersebut akan berjalan lancar atau tidak. Jika pada perkenalan pertama, kedua pihak sudah tidak bisa percaya satu dengan yang lain, maka mustahil suatu perjanjian akan dibuat. 

5. Target Audience

Karakteristik dari target audience B2C dan B2B umumnya tidak jauh berbeda. Anda tentu harus mengenali bagaimana pekerjaan mereka, kebiasaan mereka seperti apa, tingkat pendidikan mereka, gender, latar belakang dan mungkin prinsip hidup yang target Anda miliki. 

Karakteristik yang perlu dicari mungkin terlihat tidak berbeda. Namun karakteristik di atas yang perlu Anda cari tahu bukanlah semua staff yang ada di perusahaan target audience Anda, melainkan mereka yang merupakan seorang pengambil keputusan. 

Lebih jauh, Anda harus mengetahui value dan budaya perusahaan juga prinsip-prinsip yang perusahaan pegang. Saat melihat ke dalam value, prinsip dan budaya perusahaan, Anda seharusnya jadi mengetahui bagaimana prioritas yang pemimpin perusahaan miliki. Ketika Anda mengetahui hal ini, maka Anda akan lebih mudah untuk membuat brand B2B Anda satu level dengan ekspektasi yang mereka inginkan. 

Baca Juga: Bagaimana Mengembangkan Bisnis Di Era Digital?

Alasan Mengapa B2B Company Branding Penting

Alasan Mengapa B2B Company Branding Penting

Dalam membangun suatu bisnis, produk dan target audience penting untuk kita siapkan secara matang. Namun aspek lainnya juga sangat penting, seperti strategi pemasaran, bagaimana cara menjaga pelanggan, mencari pasar baru hingga melakukan branding perusahaan Anda. Branding adalah salah satu elemen yang seringkali dipandang sebelah mata hanya karena suatu bisnis sudah menentukan logo dan tone warna yang digunakan. 

Padahal, branding lebih dari logo dan warna yang bisnis Anda gunakan. Jika kita melihat definisinya, branding adalah proses membuat suatu produk atau bisnis menjadi dikenal oleh khalayak umum. Proses untuk membuatnya menjadi dikenal oleh masyarakat dilakukan dengan membuat logo, fitur, benefit, hingga pesan (atau konten) yang menarik. 

Sebenarnya jika dilihat dari definisi yang ada, branding termasuk dalam suatu strategi pemasaran yang memang perlu dilakukan oleh suatu bisnis. Namun selain yang telah disebutkan, sangat penting untuk memiliki citra perusahaan yang baik. Jika citra perusahaan baik, unik dan sangat berbeda dari produk atau bisnis lainnya, maka bisnis Anda pasti akan sangat mudah diingat oleh masyarakat. 

Untuk membuat Anda lebih mengerti mengapa branding sangat penting, coba jawab beberapa pertanyaan berikut ini:

  1. Brand apa yang muncul saat diberikan kata kunci minuman bersoda?
  2. Brand apa yang muncul ketika Anda ingin memakan ayam goreng?
  3. Brand apa yang muncul ketika Anda ingin membeli pasta gigi?
  4. Brand apa yang langsung Anda katakan saat Anda sedang haus?

Jika jawaban Anda adalah CocaCola, Sprite, KFC, McD, Pepsodent, dan Aqua, maka inilah sebenarnya dampak dari adanya branding yang berhasil. Saat diminta untuk menyebutkan beberapa brand dari barang-barang kebutuhan dari makanan hingga peralatan mandi, kita pasti langsung menyebutkan merek yang sudah melekat di dalam kepala kita. 

Baca Juga: Branding VS Marketing: Mana yang Harus Didahulukan?

Biasanya kita bahkan mengganti nama produk dengan nama brand yang ada. Misalnya untuk pasta gigi, kita biasanya lebih sering mengatakan “aduh lupa kalo pepsodent di rumah sudah habis”. Padahal mungkin yang kita maksudkan adalah pasta gigi di rumah kita sudah habis. Nama brand-brand tersebut sudah kita ingat dan sering kita cari karena berbagai alasan. 

Bisa karena memang merek tersebut sudah lama ada, memiliki kemasan yang menarik dan produknya mudah untuk ditemukan di lingkungan rumah kita. Namun tidak hanya itu, brand yang diingat oleh masyarakat terjadi juga karena kepercayaan yang diberikan pasar kepada suatu brand. Jika masyarakat tidak mempercayai produk atau bisnis Anda, tidak mungkin masyarakat mengingat namanya, bukan?

Alasan lainnya mengapa melakukan branding sangat penting adalah, Anda akan lebih mudah mendapatkan pelanggan. Dengan semua kualitas yang telah Anda persiapkan untuk bisnis Anda, branding akan mendorong para pelanggan untuk akhirnya menjatuhkan pilihannya pada produk Anda, karena branding yang Anda lakukan sangat menjanjikan dan menarik. 

Apalagi jika brand Anda cepat dikenal atau bahkan sudah dikenal oleh masyarakat umum. Intinya jika reputasi dari branding Anda baik di mata publik, maka tidak sulit bagi Anda untuk meningkatkan penjualan saat ada produk-produk baru yang diluncurkan. Hal ini tentu tidak hanya berlaku untuk model B2C, tetapi juga berlaku untuk B2B. 

Dengan penjualan B2B yang memiliki skala besar, tentu branding yang menarik, yang menawarkan solusi, yang memiliki integritas serta reputasi yang dapat dipercaya akan lebih sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya. Branding yang dilakukan untuk B2C memiliki beberapa perbedaan dengan branding yang dilakukan untuk B2B. Keduanya memang butuh membangun kepercayaan dari pelanggan. 

Namun B2B yang menjual produk dalam skala dan ukuran yang lebih besar tentu harus memberikan rasa percaya dan keamanan yang jauh lebih tinggi lagi dibandingkan B2C. Kepercayaan yang dibangun tidak bisa hanya dilakukan melalui promosi-promosi semata, tetapi harus memperlihatkan komitmen dan integritas perusahaan yang sangat tinggi. 

Oleh karena itu saat melakukan branding, Anda perlu mendefinisikan terlebih dahulu value perusahaan, visi dan misi bisnis Anda serta arah yang ingin bisnis Anda tuju di hari depan. Dengan mendefinisikan hal-hal dasar seperti ini, maka fondasi bisnis Anda akan menjadi lebih kuat dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang serta dalam keadaan yang sulit. Saat Anda menunjukkan hal ini kepada perusahaan yang Anda targetkan, maka kemungkinan besar mereka akan memutuskan untuk membeli atau menggunakan produk yang Anda tawarkan. 

Baca Juga: 5 Macam Strategi Branding Produk dengan Digital Marketing

Langkah-langkah Membangun Branding B2B 

Langkah-langkah Membangun Branding B2B 

Sekarang, Anda sudah mengetahui pentingnya branding dalam B2B. Kini saatnya Anda mengenali langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk membangun branding bisnis B2B Anda. Membuat suatu brand atau merek yang menarik dan disukai oleh target audience Anda sangat penting. Mempersiapkannya dari awal, dari hal yang paling penting, akan memudahkan Anda untuk menentukan pendekatan dan strategi mana yang akan Anda gunakan nantinya. Langsung saja simak langkah-langkah beserta penjelasannya di bawah ini. 

1. Tentukan Target Audience

Sebagai langkah awal, telusuri semua hal mengenai target audience yang ingin Anda tuju. Misalnya seperti masalah-masalah apa saja yang sedang mereka hadapi. Hal ini berguna untuk mendefinisikan kepada Anda produk seperti apa yang seharusnya Anda miliki dan produk seperti apa yang bisa menjadi jawaban bagi audience Anda. 

Saat Anda mengenal pain points dari audience Anda, maka produk yang Anda buat nantinya akan menjawab kebutuhan audience secara tepat sasaran. Posisikan perusahaan Anda sebagai problem solver yang bertugas untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh audience

Dengan begitu Anda jadi dapat memahami apa yang audience Anda inginkan. Cari dan kumpulkan data sebanyak-banyaknya mengenai audience Anda. Informasi yang Anda kumpulkan nantinya dapat Anda gunakan tidak hanya saat Anda membuat produk dan layanan bagi audience, tetapi juga saat Anda ingin membuat pesan untuk memasarkan produk Anda. 

Anda dapat mengumpulkannya dengan cara-cara berikut ini:

  • Survei pelanggan.
  • Survei yang dilakukan di toko resmi Anda.
  • Interview pelanggan.
  • Percakapan di customer service.
  • Percakapan di antara tim sales.
  • Observasi di lapangan.
  • Data analitik dari program dan software yang digunakan.
  • Data dari insights yang ada di social media yang digunakan. 
  • Dan lain sebagainya.

Anda bisa menggunakan cara-cara di atas serta cara lainnya yang dapat membantu Anda dalam mengumpulkan informasi yang ada. Tujuan dari pengumpulan data yang dilakukan adalah untuk mengerti apa yang ada dalam pikiran dan hati dari target audience Anda. Sebagai tips, Anda dapat menggunakan bahasa yang sesuai dengan bahasa yang mereka gunakan. 

Hal ini dilakukan agar audience merasa bahwa Anda adalah teman yang enak untuk diajak bicara dan sebagai teman yang ingin membantu memberikan solusi atas apa yang sedang mereka hadapi. Jika audience Anda adalah suatu perusahaan, maka bahasa yang perlu Anda gunakan adalah bahasa yang baku, dengan sikap yang sopan dan penuh hormat. Akan tetapi disaat yang sama, Anda tetap menunjukkan keramahan dan inisiatif Anda kepada audience.

Baca Juga: Cara Melakukan Analisis Kompetitor 

2. Tentukan Core Value 

Menentukan nilai-nilai inti dalam perusahaan Anda merupakan hal dasar yang sudah seharusnya Anda lakukan. Nilai inti atau core value yang Anda tentukan adalah gambaran diri perusahaan Anda. Core value yang Anda tentukan juga akan menjadi bahan bakar dan alasan mengapa perusahaan Anda terus berjalan. 

Selain itu core value juga ada untuk menyatukan setiap karyawan dan staff termasuk menyatukan dan menyelaraskannya dengan brand bisnis Anda. Anda bisa mulai menentukan dan mendefinisikan core value perusahaan Anda dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 

  • Apa yang menjadi prioritas Anda?
  • Apa yang Anda pedulikan?
  • Mengapa bisnis ini perlu Anda lakukan?
  • Apa tujuan akhir Anda?
  • Siapa saja yang butuh dilibatkan?
  • Apa saja yang Anda perlukan dalam membangun bisnis?
  • Masalah apa yang perlu dijawab atau diselesaikan?
  • Bagaimana Anda mengukur kesuksesan?
  • Bagaimana suatu masalah diselesaikan?
  • Budaya apa yang ingin Anda miliki di perusahaan?

Cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dengan jujur dan libatkan setiap pemimpin dan pengambil keputusan yang ada di perusahaan Anda untuk ikut berdiskusi. Core value yang Anda telah tentukan, selanjutnya akan menjadi dasar bagi perusahaan untuk menentukan personality dan tonality perusahaan Anda. 

3. Tentukan Brand Personality dan Tonality

Selain menentukan core value dari bisnis, Anda juga harus menentukan kepribadian dan suara seperti apa yang akan Anda gunakan. Kepribadian yang dimaksudkan adalah citra seperti apa yang Anda inginkan untuk diingat oleh audience Anda. Kepribadian ini akan menjadi keunikan tersendiri saat ada seseorang yang menyebutkan tentang brand Anda. 

Lalu adanya suara buka berarti bagaimana suara Anda berbicara, tetapi gaya bahasa dan nada yang Anda gunakan di social media atau dalam konten yang Anda buat. Sebagai tips, Anda dapat menggunakan gaya bahasa dan tone yang sesuai dengan target audience Anda supaya brand Anda terasa lebih dekat dengan audience

Meskipun target audience Anda adalah perusahaan, pada akhirnya Anda tetap akan berinteraksi dan memasarkan produk bisnis perusahaan Anda dengan perwakilan mereka. Misalnya jika bisnis perusahaan Anda adalah perusahaan dengan budaya dan value yang mengedepankan integritas, kejujuran dan kebersamaan. 

Bahasa yang dapat Anda gunakan adalah bahasa yang jujur dan apa adanya, tetapi tetap menunjukkan komitmen Anda dalam melayani pelanggan, maka kemungkinan besar perusahaan-perusahaan yang Anda targetkan akan tertarik menggunakan produk yang Anda tawarkan. Sejatinya value yang perusahaan Anda pegang akan menarik pelanggan yang memiliki value yang sama.

Oleh karena itu pastikan bahwa Anda telah menentukan core value dan budaya serta bahasa seperti apa yang menggambarkan perusahaan Anda. Dengan menentukan dan memenunjukkan citra perusahaan Anda seperti kepribadian dari diri Anda, maka hal itulah yang akan terpancar keluar dan menjadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan Anda. 

Baca Juga: Kenali Apa itu Brand Value dan Manfaatnya Bagi Produk Anda

4. Tentukan Apa yang Akan Anda Tawarkan 

Saat Anda sudah menemukan pain poin dan apa yang paling dibutuhkan oleh audience, maka Anda dapat mulai menentukan produk dan layanan seperti apa yang bisa Anda berikan. Selain itu core value yang telah Anda tetapkan juga akan semakin melengkapi produk dan layanan yang akan Anda tawarkan kepada audience

Selain dua hal tadi, Anda juga harus menentukan posisi dan perbedaan dari produk Anda saat dibandingkan dengan produk sejenis lainnya. Untuk hal ini, Anda harus berani menjadi berbeda. Dalam suatu penelitian, menjadi unik dan berbeda lebih baik daripada mengupgrade produk Anda jadi lebih baik. 

Tentu keduanya sama-sama penting, namun membuat produk Anda menjadi berbeda dari yang lainnya merupakan nilai tambah untuk membuat produk Anda lebih menonjol dari produk sejenis yang lain. Brand positioning dan differentiation bisa Anda lakukan dengan menentukan beberapa poin berikut ini:

Manfaat Produk 

Membuat suatu produk untuk dijual pasti harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh para pelanggannya. Namun apa yang membedakan manfaat produk Anda dengan manfaat produk kompetitor Anda? Hal inilah yang harus Anda jawab dalam membuat produk Anda. 

Meskipun ada manfaat yang sama, Anda harus bisa menambahkan atau memberikan manfaat yang lebih banyak lagi untuk pelanggan Anda. Saat manfaat yang Anda tawarkan lebih banyak dari yang bisa ditawarkan produk yang lain, maka Anda bisa memenangkan hati kebanyakan audience

Kemasan Produk

Saat ini, produk yang dijual di pasaran memang banyak yang serupa. Misalnya sama-sama menjual baju casual untuk kerja dan untuk digunakan sehari-hari. Namun yang membuat keduanya berbeda dan dapat memosisikan produk mereka di pasaran adalah dengan membuat kemasan atau packaging yang cantik dan estetik. 

Bahkan saat ini packaging suatu barang bisa membuat seseorang menjatuhkan pilihan mereka pada barang tersebut, meskipun mereka tidak terlalu membutuhkan barangnya. Ada saat di mana packaging yang menarik dan estetik lebih menarik untuk dibeli dibanding kegunaan atau manfaat yang diberikan oleh suatu produk. 

Namun Anda tidak disarankan untuk hanya mempercantik pengemasan dari produk yang Anda jual. Anda tetap harus memastikan kegunaan dari produk yang Anda tawarkan kepada audience. Jika produk dan pengemasan sama-sama memberikan manfaat dan kegunaan bagi audience, mengapa Anda harus memilih salah satunya?

Baca Juga: 6 Cara Meningkatkan Brand Awareness dengan Cepat

Harga dan kualitas produk 

Memang, produk dengan harga yang terjangkau lebih banyak dicari oleh pasar. Namun bukan berarti harga yang terjangkau membuat Anda menawarkan produk dengan kualitas yang rendah. Buatlah produk Anda dengan harga yang sesuai atau sebanding dengan kualitas yang Anda berikan. 

Jika memang bahan dasar yang digunakan untuk membuat produk tersebut adalah bahan dasar yang premium, maka tentukan harga yang sudah seharusnya untuk dibayarkan oleh target audience Anda. Audience Anda pasti akan mengerti mengapa produk yang Anda tawarkan memiliki harga yang lebih mahal saat kualitas produk dan layanan yang Anda berikan excellent

Akan tetapi jika Anda bisa menggunakan kualitas yang premium dengan harga yang lebih terjangkau dari produk kompetitor, maka lakukanlah. Dalam hal ini, Anda bisa berada selangkah lebih maju dari kompetitor Anda. 

Kategori Produk

Dalam membentuk suatu produk, Anda juga harus memikirkan produk yang Anda jual berada pada kategori seperti apa. Jika Anda mengetahui pada kategori mana produk Anda berada, tentu akan lebih mudah bagi Anda untuk memimpin pada kategori tersebut. Hal ini karena Anda bisa mencari tahu produk-produk seperti apa yang saat ini unggul dalam kategori tersebut. 

Anda jadi bisa meneliti lebih lanjut mengapa produk-produk tersebut menjadi unggulan dalam kategori tersebut. Anda bisa mengambil pelajaran dari strategi yang mereka gunakan dan membuatnya menjadi lebih baik sehingga produk Anda menjadi unggul dari produk-produk unggulan yang lainnya. Temukan kekuatan dan kelemahan dari produk unggulan tersebut. 

Lalu tingkatkan dengan kekuatan dan keunikan yang bisa Anda berikan kepada pelanggan atau audience Anda. Misalnya produk unggulan dalam kategori A adalah mereka yang selalu memiliki diskon atau program loyalty yang sangat menguntungkan bagi pelanggan yang telah menggunakan produk mereka. Selain itu, produk yang mereka tawarkan merupakan produk dengan manfaat yang sangat tepat sasaran bagi permasalahan yang pelanggan hadapi. 

Kekuatan yang mereka tawarkan ini tentu sangat menggiurkan bagi pelanggan yang sedang membutuhkan produk tersebut. Namun kelemahan dari produk tersebut adalah respon yang sangat lambat dari layanan customer service. Dengan mengetahui kekuatan dan kekurangan, tentu Anda jadi bisa membuat kekurangan mereka menjadi keunggulan bagi produk dan brand Anda. 

Baca Juga: Seberapa Penting Sih Social Media Branding?

5. Buat Pesan yang Menarik

Pesan perlu dibuat untuk disampaikan kepada audience atau pelanggan Anda mengenai informasi seputar produk, brand dan juga perusahaan. Pesan yang akan disampaikan berasal dari poin-poin sebelumnya yang telah Anda definisikan dan tentukan terlebih dahulu. Saat Anda sudah mengerti siapa Anda dan alasan mengapa bisnis Anda hadir, maka Anda dapat membuat pesan yang kuat, yang akan meningkatkan engagement dengan audience

Pesan yang akan Anda buat ini akan digunakan saat Anda membuat isi dan desain konten yang nantinya akan dipasang pada media-media pemasaran yang Anda gunakan. Misalnya website, social media, e-mail dan iklan. Pesan yang disampaikan, ada baiknya mengandung beberapa poin berikut:

  • Kebutuhan pelanggan.
  • Manfaat dan keunggulan produk brand Anda.
  • Menunjukkan core value Anda.
  • Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kepribadian dan tone dari brand Anda. 

Untuk membuat pesan-pesan yang menarik, Anda juga dapat menggunakan isu-isu terkini dan yang sedang hangat dibicarakan oleh target audience Anda. Isu yang sedang tren di masyarakat selanjutnya dapat Anda elaborasikan dengan value, keunggulan dan keunikan produk Anda. Namun dalam membuat pesan yang kuat, terdapat tantangan yang harus Anda hadapi. 

Anda harus membuat pesan ini dengan singkat, padat namun tetap eye catching (menarik) dan mencakup seluruh informasi penting yang harus diketahui oleh pelanggan Anda. Tidak hanya pesan singkat yang menarik, ada saatnya di mana Anda harus menggunakan teknik storytelling yang menarik. 

Penggunaan storytelling dalam branding sangat penting karena pesan Anda dapat memberikan konteks terhadap konten dan kalimat pendek (statement) yang telah Anda tampilkan. Storytelling memberikan gambaran penuh mengenai brand dan produk yang Anda jual. Penggunaan storytelling pada dasarnya juga dapat membuat pelanggan Anda dapat melihat diri mereka berada pada cerita yang telah Anda buat. 

Jika pesan storytelling yang Anda buat sampai kepada pelanggan, maka akan tercipta suatu koneksi dan ikatan di antara kedua belah pihak. Apalagi cara kerja otak manusia yang lebih mudah mengingat suatu informasi apabila dikemas dalam bentuk cerita. Dengan begitu pesan yang Anda sampaikan akan tersimpan dalam ingatan dan benak pelanggan Anda. 

6. Buat Desain yang Menarik dan Estetik

Jika pesan yang ingin disampaikan sudah ada, kini saatnya Anda membuat desain yang menarik dan menggambarkan citra dari brand Anda. Saat Anda menggunakan berbagai media dalam strategi pemasaran, Anda juga harus membuat desain yang berbeda-beda sesuai dengan fitur-fitur yang dimiliki oleh tiap media agar penggunaannya lebih maksimal. 

Desain yang dimaksudkan di sini beragam, misalnya seperti desain logo, konten, video, font, dan gambar untuk mendeskripsikan produk dan brand Anda. Desain yang akan digunakan perlu Anda diskusikan dan pikirkan bersama secara matang. Pemikiran dan perhitungan yang matang mengenai desain perlu dilakukan, karena desain tersebut akan Anda gunakan dalam jangka waktu yang panjang. 

Anda memang bisa membuat desain dengan berdasarkan penilaian yang estetik dan bagus. Namun jika Anda hanya mengedepankan kecantikan semata tanpa memikirkan makna dibaliknya, desain yang Anda buat tidak akan menarik para pelanggan. Desain yang Anda buat juga harus digunakan secara terus-menerus agar pelanggan dapat mengingat brand Anda. 

Bayangkan jika Anda mencari suatu barang dan telah menemukannya dari brand mawar, namun namanya telah berganti beberapa bulan kemudian menjadi lily. Pasti Anda akan kebingungan mencari brand tersebut saat Anda membutuhkannya lagi, bukan? Jika sudah begini, brand lily tersebut juga akan kehilangan pelanggan tetapnya, yang akan berdampak pada penurunan tingkat penjualan produk mereka. 

Tentu saja Anda tidak menginginkan kejadian seperti ini terjadi pada bisnis Anda, bukan? Misalnya jika suatu brand makanan dideskripsikan demikian; memiliki warna kuning dan lekukan pada logonya, menurut Anda brand apa yang dimaksudkan? Anda pasti mengetahui brand makanan ini, bukan? Brand makanan ini selalu diingat karena penggunaan setiap desainnya yang sama dan konsisten meskipun sudah belasan bahkan puluhan tahun berdiri. 

Baca Juga: Inilah Cara Membuat Iklan Yang Menarik

7. Gunakan Banyak Channel 

Saat melakukan branding perusahaan Anda, tentunya Anda juga harus menggunakan banyak channel atau media untuk menjangkau banyak pelanggan. Hanya menggunakan satu media saja, berarti Anda hanya dapat menjangkau audience yang menggunakan media itu saja. Menggunakan berbagai media akan meningkatkan brand awareness. Jika kesadaran masyarakat atas brand Anda meningkat, maka penjualan Anda juga akan mengalami peningkatan. 

Lalu setiap media yang Anda gunakan memiliki keunikan dan fiturnya masing-masing yang dapat Anda gunakan secara maksimal sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk bisnis model B2B memang mungkin tidak menyasar individu yang aktif dalam social media seperti Instagram, namun Instagram tetap bisa digunakan dan sejatinya tetap memberikan dampak pada brand Anda. 

Saat ini penggunaan social media tidak dapat dipandang sebelah mata. Penggunaan social media justru menjadi suatu platform yang akan mendatangkan berbagai keuntungan pada bisnis Anda. Anda juga bisa menggunakan layanan iklan yang terdapat di dalam setiap social media yang ada. Meskipun terkesan hanya sebuah aplikasi kecil, namun saat ini penggunaan social media bahkan perlu dioperasikan oleh seseorang yang telah mengerti cara kerja dari social media tersebut. Misalnya seperti seorang Instagram expert

Untuk memaksimalkan pemasaran dan branding bisnis Anda, mempekerjakan seseorang yang ahli dibidangnya menjadi hal lainnya yang perlu Anda perhatikan. Jika Anda belum menyadarinya, maka ini saatnya bagi Anda untuk menggunakan jasa seseorang yang sudah mengetahui cara kerja dari setiap social media yang ingin Anda gunakan.

8. Libatkan Karyawan

Penting untuk melibatkan karyawan Anda dalam melakukan branding. Mengapa? Melibatkan karyawan perusahaan Anda terlebih dahulu dalam mempercayai branding yang dibuat sebelum Anda melakukan pemasaran dan branding ke pelanggan sangat penting. Hal ini karena setiap karyawan yang mempercayai apa yang ingin Anda sampaikan kepada pelanggan akan membuat pesan dan branding tersebut jauh lebih kuat. 

Seperti suatu pernyataan dari salah satu brand yang menyatakan “healthy inside, fresh outside”, pernyataan ini sejalan saat Anda ingin melakukan branding. Branding yang dilakukan perlu terlebih dahulu dilakukan dan dipercayai oleh setiap orang yang ada di dalam perusahaan Anda. Saat setiap orang di dalam perusahaan Anda melakukannya, maka pesan yang Anda sampaikan kepada pelanggan akan jauh lebih terasa. 

Pelanggan akan merasakan bahwa apa yang Anda sampaikan tidak hanya sekadar perkataan untuk menjual produk, tetapi benar-benar nilai yang dimiliki oleh setiap pribadi dalam perusahaan Anda. Hal ini juga akan meningkatkan kredibilitas dari brand dan produk Anda. Pelanggan akan melihat bahwa perusahaan Anda merupakan perusahaan yang profesional karena memiliki integritas yang tinggi dan bisa dipercaya. 

Saat kredibilitas perusahaan makin meningkat, maka Anda tidak perlu khawatir atau pusing lagi dalam mencari pelanggan. Justru pelanggan yang akan mencari perusahaan Anda. Hal ini juga didorong dari testimoni perusahaan-perusahaan yang puas saat mereka berinteraksi secara langsung dengan produk yang Anda tawarkan, baik dalam produk berupa barang atau jasa. 

Baca Juga: Cara Memanfaatkan Media Sosial Untuk Promosi

9. Menambahkan Layanan Bagi Pelanggan

Menjaga pelanggan yang sudah menggunakan produk barang atau jasa yang Anda tawarkan sebenarnya lebih penting daripada mendapatkan pelanggan yang baru. Jika kepuasan dari pelanggan yang telah menggunakan produk kita terus terjaga bahkan di tingkatkan, tentu pelanggan tersebut akan memberikan testimoni dan ulasan positif mengenai produk yang kita jual. 

Jika perusahaan Anda belum memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan yang menggunakan produk Anda, maka inilah saatnya Anda untuk memberikan pelayanan terbaik yang bisa Anda berikan. Pelayanan bisa berupa garansi atau service terhadap produk yang telah dibeli oleh pelanggan. Misalnya Anda menjual tas kulit yang membutuhkan banyak perawatan dan perhatian agar tas tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. 

Bagi pelanggan yang telah membelinya, Anda dapat menyediakan pelayanan service tas gratis selama satu tahun. Mereka dapat membawa tas yang telah dibeli ke gerai terdekat mana pun untuk membuat tas mereka kembali seperti baru. Atau misalnya Anda dapat memberikan poin-poin yang bisa mereka kumpulkan setiap kali mereka melakukan pembelian produk dari brand Anda. 

Anda juga bisa memberikan reward bagi pelanggan yang sudah selama satu tahun atau lebih mengikuti dan menggunakan produk brand Anda. Masih banyak lagi cara lainnya yang bisa Anda gunakan dalam membuat pelanggan Anda menjadi semakin nyaman atau dalam tanda kutip “betah” untuk tinggal pada brand Anda. 

Memberikan layanan yang menguntungkan pelanggan dan tentunya berorientasi pada kebutuhan pelanggan, akan membuat bisnis Anda unggul di depan dari brand-brand lainnya. Apalagi saat ini, service kecil yang Anda lakukan, yang tidak dimiliki oleh kompetitor Anda, akan membuat brand Anda dipilih oleh banyak orang. Sikap “attention to detail” yang Anda tunjukkan sejatinya menjadi suatu daya tarik yang sangat dicari oleh para pelanggan. 

Selain memberikan layanan dalam bentuk tindakan, Anda juga dapat memberikan layanan berupa informasi yang dapat mengedukasi dan memberikan wawasan baru bagi para pelanggan. Anda dapat mencoba untuk menulis blog, artikel dan konten di social media terkait informasi seputar produk yang sekiranya tidak diketahui oleh pelanggan Anda. 

Anda dapat membagikan fakta-fakta menarik yang selama ini tidak pernah dibahas. Dalam konteks produk tas tadi misalnya. Anda dapat memberikan tips atau video cara merawat produk tas yang telah mereka beli. Anda juga bisa membuat podcast yang membahas seputar fashion atau produk tas yang sedang menjadi tren di tahun tersebut. 

Cara yang paling menjanjikan adalah membuat komunitas untuk sama-sama belajar mengenai jenis-jenis tas yang digunakan misalnya. Dalam komunitas tersebut, Anda bisa mengajak mereka untuk berinteraksi dan berpendapat mengenai informasi apapun yang pelanggan Anda ketahui. Jadikan komunitas ini suatu tempat di mana setiap pelanggan merasa diterima dan dihargai. Anda juga bisa membuat event-event terkait seperti saat hari jadi dari perusahaan Anda atau event lainnya. 

Melakukan B2B company branding sangat penting bagi bisnis Anda. Namun sebelum melakukan branding terhadap company atau perusahaan B2B yang Anda miliki, Anda harus mengerti secara keseluruhan dari model bisnis B2B itu sendiri. Dengan penjelasan seputar B2B seperti apa yang membedakannya dari model bisnis yang lain, mengapa melakukan branding itu penting dan bagaimana cara melakukannya, diharapkan Anda dapat mulai mengaplikasikannya pada bisnis Anda sendiri. 

Semoga penjelasan di atas membuka wawasan Anda mengenai detail atau tahapan yang selama ini terlewatkan. Jika semua persiapan di atas telah Anda lakukan, maka Anda dapat mulai menetapkan strategi-strategi dalam branding perusahaan Anda. Sekali lagi, gunakan berbagai channel yang ada seperti social media dan website yang ada. 

Apabila Anda membutuhkan seseorang untuk membantu Anda mengoptimalkan iklan dan mengoptimalkan website yang telah Anda buat, Anda dapat menggunakan jasa dari ToffeeDev. ToffeeDev menyediakan semua jasa yang Anda perlukan baik jasa SEO, Ads hingga jasa pembuatan website. Klik di sini untuk mengetahui semua informasi yang Anda butuhkan mengenai jasa ToffeeDev.

Share this on :

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat