Bagaimana Pengaruh dari Brand Fatigue dalam Penjualan?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Kita semua pasti pernah kesal dengan iklan yang mengganggu ketika sedang melakukan sesuatu. Bahkan saking kesalnya membuat Anda ingin berhenti melakukan kegiatan tersebut. Biasanya hal ini sering terjadi ketika mendengarkan musik, membaca artikel, mengunjungi situs web, melihat-lihat Facebook, atau menonton video di YouTube. Rasa kesal ini atau penolakan terhadap iklan ini bisa disebut sebagai brand fatigue. Berlaku juga untuk email atau pesan penawaran. Kebanyakan orang cenderung kehilangan minat ketika mereka mulai menerima terlalu banyak email tentang penawaran baru, pembelian khusus, dan produk baru dari brand tempat mereka berbelanja. Kita semua pasti akan membeli produk yang kita sukai. Namun, itu tidak berarti bahwa kita akan merasa senang ketika dibombardir oleh email atau pesan tentang penawaran dan hal-hal yang tidak diinginkan. Dari sisi pemilik bisnis, bagaimana pengaruh dari hal ini terhadap penjualan Anda?

Mengenali Brand Fatigue

Kondisi brand fatigue terjadi ketika audiens telah mendengar/melihat begitu banyak dari Anda sehingga mereka benar-benar mengabaikan iklan yang diberikan. Bahkan jika mereka melihat/mendengar iklan tersebut, mereka akan memilih untuk menghindar. Membuat pesan Anda tidak berguna. 

Selain itu, budget untuk kegiatan iklan ini juga menjadi sia-sia. Hal ini juga dapat mengacu pada titik kritis ketika kehadiran dan pesan publik Anda berhenti memiliki efek positif. Ketika visibilitas, frekuensi, dan efek emosional benar-benar bekerja terbalik dan merugikan brand. Anda harus fokus menjalin hubungan pribadi dan berkelanjutan. Namun ketika para konsumen sudah merasakan kelelahan ini, maka proses untuk membangun hubungan bisa menjadi sangat sulit.

Penyebab Brand Fatigue

Ada dua faktor yang bisa menyebabkan mengapa orang-orang bisa merasa bosan dan lelah dengan suatu brand. Faktor tersebut adalah:

  • Eksposur berlebihan
  • Eksposur yang membingungkan

Paparan berulang atau eksposur yang berlebihan pada pesan yang sama atau terlalu mirip mungkin menjadi penyebab paling umum dari kelelahan yang dirasakan pelanggan. Dalam kasus-kasus ekstrem, kelelahan ini dapat berubah menjadi kekesalan dan dari sana akan menjadi kemarahan serta penolakan. 

Pesan yang tidak jelas juga bisa mempengaruhi bagaimana para pelanggan bersikap. Mereka bisa saja merasa “muak” apabila pesan yang diberikan iklan tidak memiliki informasi yang bisa menjadi nilai dan membantu mereka. Mereka akan berpikir lebih baik untuk menghindarinya daripada harus terpapar oleh iklan tersebut.

Semakin para pelanggan memilih untuk tidak menghiraukan usaha Anda dalam menjangkau mereka melalui iklan, maka relevansi dari brand akan terus menurun. Hal ini tentu saja bisa semakin menjauhkan brand sebagai pilihan utama para pelanggan. Menurunkan angka penjualan.

Menghindari Brand Fatigue

Sebagai pihak brand tentu Anda ingin mencari tahu bagaimana caranya untuk bisa menghindari hal yang merugikan ini. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari brand fatigue ini. Cara-cara tersebut adalah sebagai berikut ini.

1. Pesan yang Terfokus

Salah satu alasan utama orang mengabaikan ketika Anda mencoba menjangkau mereka, adalah karena mereka tidak merasa istimewa. Sesuaikan pesan brand yang diberikan oleh brand. Buat seolah-olah Anda berada di ruangan dengan orang lain dan berbicara dengan mereka secara tatap muka. Jadikan hal ini terasa pribadi dan bisa diterima. Jangan hanya mengirimkan konten yang sama ke semua orang.Jasa SEO

2. Tinjau Performa secara Teratur untuk Terus Memperbarui Strategi Anda

Tanda yang menunjukkan bahwa brand fatigue telah terjadi adalah ketika Anda mulai melihat tingkat engagement perlahan-lahan menurun. Salah satu cara terbaik untuk mencegah hal yang satu ini adalah dengan melihat kinerja masa lalu channel pemasaran dan taktik promosi Anda. Mengidentifikasi dimana tingkat engagement untuk kampanye sebelumnya mulai tertinggal. Misalnya, Anda mungkin menemukan bahwa Anda mengirim email terlalu sering, atau tidak cukup banyak. 

Setelah menyelesaikan penilaian ini, tentukan promosi seperti apa yang lebih tepat untuk memenuhi tujuan pemasaran Anda. Evaluasi secara mingguan, bulanan, atau triwulanan. Ini menjadi cara yang pasti untuk mempertahankan jadwal. Serta efektif dan dalam melawan brand fatigue.

Baca Juga: 7 Alasan Untuk Membangun Brand Identity Dengan SEO

3. Manfaatkan Content Marketing

Tidak jauh berbeda dengan poin pertama, konten yang tepat adalah cara terbaik untuk mengatasi rasa kelelahan dari para konsumen. Jika pelanggan Anda berulang kali melihat pesan yang sama dengan cara yang sama, brand Anda akan segera menghilang. Disinilah strategi pemasaran menggunakan konten yang kuat dapat membantu. Dengan membuat dan mendistribusikan konten yang berharga dan relevan, serta menarik untuk audiens Anda, akan dapat memandu mereka sepanjang perjalanan pembelian hingga melakukan konversi.

4. Jangan Menghalangi Konsumen

Jangan sampai kegiatan marketing Anda mengganggu para konsumen. Tidak ada yang suka diganggu ketika melakukan sesuatu. Jika pesan Anda mengganggu audiens, mereka mungkin akan mengabaikan pesan yang coba disampaikan. Jangan biarkan iklan Anda digunakan di situs web spam. Kendalikan bagaimana Anda dilihat oleh audiens.

Baca Juga: Strategi Social Media Marketing 2021 yang Perlu Diketahui

5. Rotasi Media Iklan Agar Bervariasi

Saran ini dapat diterapkan pada strategi periklanan digital apa pun di mana audiens target kemungkinan akan terpapar iklan yang sama berulang kali. Dengan mengikuti rotasi yang sehat, Anda dapat mencapai ROI terbaik. Tidak ketinggalan meningkatkan rasio CTR dan menghindari brand fatigue. Anda juga dapat menguji materi iklan mana yang mendorong keterlibatan paling banyak dan mengoptimalkan kampanye Anda dari sana.

6. Mendesain Ulang Situs Web Anda

Seberapa mudah situs digunakan? Seberapa menarik kontennya? Seberapa cepat halaman muncul? Jika jawabannya adalah “Saya tidak tahu,” atau “tidak terlalu”, mungkin ini saatnya untuk menghidupkan kembali situs web ini. Ingatlah untuk mempertimbangkan pengoptimalan seluler juga. Melalui pengoptimalan yang tepat, maka Anda akan bisa kembali menumbuhkan minat para pelanggan berinteraksi dengan Anda.

Baca Juga: Brand Switching : Pengertian, Faktor dan Cara Mencegahnya

7. Berikan Apa yang Mereka Inginkan

Hal lain yang dicari konsumen dalam sebuah brand adalah kemampuan untuk mendengarkan secara aktif. Jika mereka tahu bahwa brand akan mendengarkan dan memenuhi setiap kebutuhan mereka, kemungkinan besar para konsumen tidak hanya mempercayai brand, tetapi juga ingin terlibat dengannya. Jika mereka ingin dihibur, masukkan beberapa lelucon ke dalam pesan Anda. Jika mereka ingin dididik, sertakan beberapa fakta atau statistik. Beri mereka nilai yang berharga.

Jadi, apa yang bisa kita ambil dari brand fatigue ini? Salah satu yang pasti adalah jangan mengganggu. Jadilah brand yang menarik. Berikan nilai dan manfaat bagi konsumen Anda. Buat segalanya menjadi menarik. Kelelahan yang dirasakan konsumen terhadap merek adalah hal yang nyata. Hal ini juga akan berhubungan dekat dengan budget pemasaran Anda. Sehingga ciptakanlah perencanaan iklan yang bisa membuat pelanggan tertarik, bukannya merasa kelelahan.Rencanakan pemasaran Anda lebih baik. Terutama pemasaran secara digital. Jika Anda masih bingung dan membutuhkan bantuan akan hal ini, kami siap membantu Anda. Konsultasikan sekarang juga bersama Digital Marketing Agency ToffeeDev. Kami siap membantu Anda ke level selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post