Apa itu Call to Action dan Bagaimana Implementasinya?

Apakah Anda pernah mendengar tentang Call to Action? Call to Action adalah salah satu strategi yang sering dilakukan dalam pembuatan konten untuk menarik konsumen lebih banyak. Tapi bagaimana caranya? Sebagai suatu strategi dalam bisnis, Call to Action bukan lagi suatu hal yang asing. Bahkan sudah banyak dilakukan oleh beragam jenis bisnis dan industri. Namun tentu saja penerapan dari Call to Action tidak langsung dapat dimengerti dan diadaptasi ke dalam bisnis. 

Untuk menjalankan Call to Action bukan perkara mudah. Ada berbagai jenis dan cara implementasi secara benar agar mendapatkan hasil maksimal. Mari mengenal tentang Call to Action secara mendalam bersama ToffeeDev melalui informasi di bawah ini.

Apa itu Call to Action (CTA)?

Sebelum membahas tentang cara implementasi Call to Action (CTA), sebaiknya Anda harus mengenal terlebih dulu apa itu CTA. Pada dasarnya, CTA adalah sebuah teks yang bertugas untuk memberikan instruksi kepada pengunjung untuk mengarahkan atau mengajak melakukan sesuatu. Teks ini sendiri dapat dimasukkan di dalam konten artikel, laman website, banner iklan, hingga email. Salah satu contoh CTA yang paling sering digunakan di dalam industri Indonesia sendiri adalah “Klik di sini”. Apakah rangkaian kata itu tidak asing buat Anda?

Ya, salah satu contoh CTA yang memang sering digunakan, bahkan masih relevan hingga sekarang adalah “Klik di sini”. Dengan pesan itu, maka pengunjung bisa merasa diajak untuk mengklik tulisan tersebut. Tentu saja di dalam tulisan “Klik di sini” mengandung link suatu laman website. Dengan begitu, pengunjung dapat langsung menuju ke laman website sesuai keinginan pemilik bisnis. 

 Selain “Klik di sini”, masih ada beberapa contoh CTA yang sering digunakan, seperti:

  • “Baca selengkapnya”
  • “Beli sekarang”
  • “Masukkan ke keranjang”
  • “Load more”
  • “Start now”

Selain beberapa contoh di atas, masih banyak lagi bentuk dari CTA. Mungkin Anda tidak merasa asing dengan beberapa contoh yang telah diberikan. 

Dengan tersedianya CTA di dalam laman website, maka target bisnis untuk mencapai suatu tujuan bisa lebih mudah dicapai. Konversi yang dihasilkan dari CTA pun cukup baik juga. Itulah mengapa strategi bisnis ini terus digunakan. 

Cara Membuat CTA

Dalam membuat CTA yang baik memang perlu praktik secara langsung. Namun sebelum melakukannya, cobalah perkuat pengetahuan Anda tentang CTA melalui informasi cara membuatnya secara mendalam di sini.

1. Buat Kalimat Perintah

Mungkin Anda merasa bingung tentang CTA yang berisi kata perintah. Namun memang pembuatan kalimat perintah untuk CTA termasuk efektif. Dengan cara ini, maka pengunjung bisa langsung mengerti apa yang ingin Anda lakukan. Beberapa contoh kalimat perintah CTA adalah:

  • Kunjungi website kamu sekarang juga!
  • Pesan sekarang dan dapatkan diskon spesial!
  • Temukan cara selengkapnya di sini!

Selain beberapa contoh di atas, masih ada bentuk kalimat perintah untuk CTA yang memberikan dampak besar. Untuk membuat kalimat CTA memang tidak boleh terlalu panjang. Pastinya akan terdengar bertele-tele serta kurang meyakinkan. Bentuk CTA seperti itu bukanlah yang terbaik untuk digunakan. Itulah mengapa Anda harus mencoba membuat kalimat CTA lebih pendek, tapi memiliki punchline yang berdampak besar.

Baca Juga: 5 Tips Menulis CTA Efektif untuk Artikel Anda

2. Tunjukkan Kreativitas

Berbicara mengenai CTA maka tidak akan bisa lepas dari kreativitas diri sendiri. Membuat CTA memang membutuhkan kreativitas karena Anda dituntut membuat kalimat persuasif yang singkat, menarik, namun tetap mampu mendapatkan jumlah klik yang lebih banyak lagi. 

Kreativitas yang dimaksud di sini bukan hanya perihal membuat CTA dengan kalimat pendek saja. Anda sebenarnya bisa menggunakan beberapa kata yang terhitung jarang ditentukan sebagai CTA. 

Contohnya seperti “Klik di sini untuk mendapatkan diskon spesial” yang berkesan membosankan dan biasa saja. Anda dapat mengubahnya menjadi “Dapatkan diskon khusus untuk Anda”. Kalimat yang kedua terkesan lebih personal sehingga membuat pengunjung lebih tertarik untuk mengklik CTA tersebut. Bisa dibilang, CTA sangat berhubungan dengan dunia copywriting agar semakin mendapatkan jumlah klik lebih tinggi.

Baca Juga: 5 Alasan Pentingnya SEO untuk Website Anda

3. Buatlah Penawaran Terbatas

Siapa yang tidak suka dengan promo? Semua orang pasti menyukainya. Bahkan Anda sendiri pun juga suka promo. Dengan memberikan penawaran atau promo terbatas kepada pengunjung website, maka mereka pasti lebih mudah untuk mengklik CTA yang Anda buat. 

Membuat penawaran terbatas sendiri harus dipikirkan secara matang. Jangan sampai penawaran tersebut malah terkesan berbohong. Alih-alih pengunjung website tertarik untuk membeli produk Anda, mereka malah merasa bahwa bisnis tersebut menipu. 

Untuk CTA dengan memasukkan penawaran terbatas terhitung mudah. Salah satu contohnya adalah “Dapatkan diskon untuk 50 orang pertama!” yang terlihat sangat cukup menggoda untuk diklik. Dengan memasukkan beberapa fakta menarik, seperti “50 orang pertama” itu, maka pengunjung website akan merasa tidak mau ketinggalan. Akhirnya mereka mau mengklik link CTA Anda.

Baca Juga: Berbagai Jenis Email Marketing yang Bisa Membantu Bisnis Anda

4. Sebutkan Manfaat

Dalam membuat CTA, Anda juga bisa menyebutkan manfaat yang bisa didapatkan kalau mau mengklik link tersebut. Banyak pengunjung website yang ketika membaca deskripsi suatu konten, maka mereka dapat berpikir, “Apa manfaat produk bisnis ini bagi saya?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka Anda harus menyebutkan manfaat dalam CTA.

Contoh CTA yang memasukkan manfaat dari produk bisnis Anda adalah “Dapatkan konsultasi SEO bisnis sekarang juga!” Dari kalimat itu saja, maka pengunjung bisa mengetahui bahwa mereka bisa mendapatkan konsultasi SEO untuk bisnis dengan mengklik CTA tersebut. Jasa SEO

5. Membuat Pilihan Jawaban

Apa maksud dari membuat pilihan jawaban? Jika Anda menggunakan CTA popup di dalam website, maka jangan lupa untuk memasukkan jawaban pilihan ganda. 

Contoh CTA popup seperti menawarkan ebook mengenai SEO. Untuk mengunduh ebook tersebut, maka pengunjung perlu memasukkan email mereka di kolom yang tersedia. Namun demi menjauhkan rasa terpaksa dari pemikiran pengunjung, maka sediakan dua pilihan jawaban, yaitu “Ya” dan “Tidak”. Dari kedua pilihan tersebut,  maka pengunjung merasa tidak dipaksa untuk mengikuti keinginan Anda. 

Untuk menjadi lebih menarik dan kreatif, Anda dapat mengubah kalimat dalam pilihan jawaban itu. Contohnya, “Ya, saya ingin tahu” dan “Tidak, saya sudah mengerti”. Teks ini jauh lebih menarik dibandingkan hanya “ya” dan “tidak” saja. 

Baca Juga: 7 Alasan Untuk Membangun Brand Identity Dengan SEO

Pilihan Penempatan CTA yang Tepat

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penempatan CTA tentunya harus tepat dan mudah dilihat oleh pengunjung website. Artinya, posisi CTA wajib berada di tempat yang strategis. Ada beberapa pilihan penempatan CTA dalam website yang dapat dipilih oleh Anda. Berikut ulasan selengkapnya.

1. Atas Laman Website

Ketika Anda membuat homepage website, maka kesan pertama bisa langsung didapatkan dari tampilan yang terlihat. Nah, untuk menarik perhatian pengunjung website dengan lebih baik lagi, maka Anda bisa menempatkan CTA di bagian laman atas homepage

Dengan cara ini, maka ketika pengunjung masuk ke dalam website, mereka langsung melihat CTA yang Anda tawarkan. Cobalah membuat CTA tersebut lebih menarik. Tidak hanya dari sisi teks saja, tetap juga desain. Mainkan pilihan warna terbaik agar CTA menjadi jauh lebih menonjol dibandingkan hal-hal yang ada di sekitarnya. Saat CTA diletakkan di laman atas website, maka para pengunjung dapat langsung fokus kepada penawaran di sana, dibandingkan scrolling ke bawah.

2. Bawah Laman Website

Selain menggunakan space yang ada di laman atas website, Anda juga bisa memaksimalkan bagian bawahnya. Untuk penempatan CTA di bagian bawah lebih tergantung dengan isi teks yang ada di atasnya. Konten yang ada atas CTA tersebut haruslah mendukung penawaran yang diberikan sehingga mampu mengundang rasa ingin tahu lebih dalam.

Biasanya, CTA di bagian bawah laman website berisikan subscribe email atau bisa juga penawaran ebook. Dengan berisikan penawaran itu sambil didukung konten di atasnya, maka pengunjung website dapat mempertimbangkan apakah artikel-artikel seperti ini memang layak untuk mereka baca terus menerus atau tidak. Jika memang menarik, maka hanya perlu menunggu waktu saja hingga ada banyak orang menggunakan CTA tersebut.

3. Banner CTA

Memaksimalkan banner untuk CTA juga bisa dilakukan. Bahkan banner CTA ini termasuk yang bertahan lama. Mengapa bertahan lama? Karena mau ke manapun pengunjung masuk ke berbagai laman website, mereka akan melihat CTA tersebut.

Teks dalam CTA tersebut biasanya memang tidak mencolok agar tak mengganggu penglihatan pengunjung selama berselancar di website tersebut. Tapi tetap saja isi banner CTA bisa menawarkan berbagai macam hal. Dari subscribe newsletter, penawaran menarik, hingga ebook. Apapun yang Anda tawarkan, maka bisa saja pengunjung tertarik untuk memanfaatkannya karena terus menerus melihat banner CTA tersebut.

4. CTA di Sidebar

CTA di sidebar terhitung salah satu penempatan yang klasik. Sidebar adalah kolom sisi kiri atau kanan dari suatu laman website. Biasanya, bagian samping ini dapat diisi oleh search bar, link ke media sosial, daftar postingan yang direkomendasikan, dan hal-hal lainnya. Tapi juga bisa digunakan untuk CTA.

Untuk penempatan CTA di sidebar biasanya lebih fokus kepada hal-hal seperti mengunduh ebook atau tutorial yang pastinya dapat mengarahkan pengunjung untuk membeli produk atau jasa bisnis tersebut. Contoh CTA di sidebar seperti “ARE YOU READY?” yang berarti mereka siap mengunduh ebook atau membaca tutorial bermanfaat.

5. CTA Slide Up

Pernah melihat fitur chat di bagian pojok kanan bawah dalam sebuah website? Sebenarnya tidak hanya bisa untuk menjadi ruang untuk meletakkan fitur chat saja di sana, tetapi dapat digunakan sebagai penempatan CTA.

Dengan bentuk banner CTA yang bekerja seperti popup, maka pengunjung bisa melihat penawaran tersebut dengan lebih jelas tanpa harus mengganggu tampilan website. Jangan lupa untuk memasukkan beberapa kata yang mampu menarik keinginan pengunjung untuk melakukan keinginan Anda.

Jadi itulah penjelasan tentang Call to Action yang dapat langsung Anda praktikkan sekarang juga. Selain untuk menarik perhatian pengunjung dalam memahami dan mau mengambil penawaran dari Anda, penggunaan CTA dapat semakin maksimal dengan dukungan SEO (Search Engine Optimization).
Namun apakah Anda mengetahui bagaimana caranya melakukan optimasi website dengan SEO? Sekarang tidak perlu bingung dalam penerapan strategi SEO. ToffeeDev sebagai Digital Marketing Agency memiliki layanan Jasa SEO dengan dukungan tim profesional. Bisnis Anda dapat semakin berkembang dengan optimalisasi website melalui SEO. Hubungi ToffeeDev untuk melakukan konsultasi bisnis bersama tim kami sekarang juga.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat