Cara Membuat Infografis dengan Data Terpercaya

Menambahkan infografis dapat menjadi cara jitu memviralkan konten Anda. Pasalnya, menyediakan konten dalam bentuk visual jauh lebih mudah meningkatkan brand awareness. Tentu saja karena konten visual lebih menarik bagi para audiens. Alasan lainnya ialah infografis bisa dipakai untuk merangkum semua informasi penting menjadi singkat dan padat dalam satu gambar. 

Bagaimana Cara Membuat Infografis dengan Data yang Valid?

Buat kalian yang masih bingung bagaimana caranya berikut team Toffeedev share terkait cara membuat infografis untuk konten Anda berikut ini.

1. Kumpulkan data dan referensi

Saat membuat infografis, hal pertama yang harus Anda siapkan adalah data. Data ini didapat dari berbagai sumber referensi, misalnya buku, jurnal, maupun data milik perusahaan. Pastikan data yang akan disajikan ini menarik dan sesuai dengan minat target audiens. Sebab, akan percuma saja memiliki data yang bagus serta terpercaya, tapi tidak sesuai dengan minat audiens. Oleh karena itu, lakukan riset sedalam mungkin tentang minat audiens. Cari tahu hal apa yang ingin mereka ketahui dan sajikan data tersebut dalam infografis.

2. Visualisasikan data ke infografis

Setelah mendapatkan data, berikutnya adalah dengan memvisualisasikannya ke dalam bentuk grafis. Anda bisa menggunakan metode ICCORE (Inform, Compare, Change, Organize, Relationship, dan Explore). Inform maksudnya menyampaikan pesan penting dengan data yang lebih to the point. Compare adalah memberikan informasi berbeda atau membandingkan antara satu konteks dengan konteks lain. 

Change adalah konten yang isinya perubahan data, kronologi, cerita pada berbagai produk, industri, atau konsep dari waktu ke waktu. Organize bisa dipakai untuk menunjukkan sebuah informasi secara berurutan seperti pola, ranking, grup, atau siklus. Relationship adalah infografis yang menunjukkan hubungan lebih kompleks pada suatu konteks. Explore adalah gaya visualisasi yang memungkinkan pembaca menjelajahi infografis dan menemukan wawasan lebih mendalam. 

3. Merancang grid layout

Berikutnya adalah merancang grid layout untuk menyeimbangkan tata letak dalam setiap elemen seperti gambar, teks, dan diagram. Karena kebiasaan membaca audiens Indonesia adalah dari kiri ke kanan atau atas ke bawah, maka sesuaikan layout infografis Anda sesuai dengan cara membaca ini. Pastikan layout-nya bisa mengarahkan pandangan pembaca dari elemen ke elemen mengikuti cara baca kiri ke kanan atau atas ke bawah. 

4. Menggunakan template

Membuat desain infografis memang akan memberikan unsur unik dan limited. Namun, jika Anda tidak memiliki seseorang yang khusus membuat infografis ini, maka sebagai alternatif bisa menggunakan template desain yang sudah ada. Gunakan platform online seperti Canva, Visme.co, Venngage, Piktochart, dan lain-lain. Di sana sudah tersedia berbagai template infografis siap edit. Tinggal masukkan data dan ganti warna atau bentuk font-nya. 

Baca Juga : Berikut Ukuran Gambar dan Tips untuk Design Social Media

5. Tambahkan style pada infografis

Bagian paling menarik adalah menambahkan style atau desainnya. Anda dapat memilih jenis font teks yang digunakan dalam infografis, kemudian menambahkan shape untuk menonjolkan header atau daftar setiap elemen. Bisa juga kalau mau menambahkan simbol dan ikon pada setiap poin untuk memperkuat keseluruhan elemen desain. Jangan lupa, berikan negative space pada bagian di sekitar margin supaya tampilan desain tidak terlihat sesak. Terakhir, pilih warna sesuai dengan persona brand. 

Itulah tadi panduan dan cara-cara membuat infografis. Anda dapat memanfaatkannya sebagai cara memperkenalkan bisnis, blog, atau website kepada target audiens. Sebab, dengan infografis, data berupa angka dan tulisan yang tadinya kurang menarik jadi lebih gampang untuk dipahami ketika sudah berada dalam bentuk visual.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat