Cara Membuat Internal Link yang Baik Dalam Konten SEO

Welcome back to Toffee #SharingMonday, kali ini bersama saya Jaka Darmawan. Setiap Senin kami akan share insight seputar digital marketing, design, dan website.

Kali ini saya akan membahas tentang “Tips Membangun Internal Link Dalam Konten SEO”. Internal link adalah sebuah tautan link yang mengarah dari satu halaman ke halaman yang lain dalam website yang sama. Internal link sendiri itu sudah sangat familiar dalam teknik konversi. Jadi, internal link itu juga tuh mempunyai manfaat yaitu pada umunya pertama adalah memudahkan navigasi pengunjung. Kedua, membentuk struktur website. Ketiga, membantu Google untuk crawling dari tiap-tiap page.

Nah, lantas bagaimana cara mengoptimalkan internal link yang baik?

  1. Pertama gunakan anchor text. Anchor text yang baik adalah menggunakan keyword yang kita tuju untuk dioptimasi. Bisa bermacam-macam tuh, jika kita bisa, sedang mengoptimasi product yang berkaitan dengan ‘jual’ misal kita ‘jual kemeja murah’ seperti itu, ketika kita ada membuat konten, nah kita harus menyisipkan keyword keyword itu sebagai anchor text pada artikel yang kita punya,
    seperti itu. Tujuannya agar membantu Google untuk mengidentifikasi page apa yang akan dia crawling, seperti itu.

  2. Yang kedua adalah sisipkan dalam konten internal-internal link ini harus disisipkan di konten secara senatural mungkin. Tujuannya agar pengunjung itu tertarik dan meng-klik product yang akan kita tawarkan dari konten tersebut melalui anchor text atau internal link yang ada di konten tersebut.

  3. Ketiga gunakan internal link yang relevan. Jadi misal kita sedang mengoptimasi sedang mengupload konten tentang tentang pakaian atau kemeja. Nah, internal link yang ada dalam konten tersebut harus yang berkaitan dengan konten yang kita punya. Misal, kita membahas fashion tentang kemeja, dan di internal link-nya harus berkaitan misal tentang flanel, tentang jaket, seperti itu.

  4. Yang keempat adalah pastikan do follow. Saat kita menggunakan, saat kita memakai internal link pada WordPress ataupada  website orang lain tanpa mengubah script apapun pada HTML-nya sudah dipastikan itu yang disebut do follow. Nah, kenapa do follow ini penting? Karena do follow ini mengizinkan Google board untuk meng crawling link yang ada pada page tersebut. Jadi, semacam memberi pintulah untuk si Google board ini masuk kedalam link-link yang ada pada konten kita sendiri.

  5. Yang kelima jangan terlalu banyak internal link. Kenapa? Karena internal link yang banyak akan membuat user experience si pengguna itu di page kita risih atau merasa terlalu banyak link. Dan ini juga akan teridentifikasi sebagai spam. Jadi idealnya sih pakai  dua atau tiga internal link dalam konten yang kita punya.

Cukup dari kelima tips tadi itu. Semoga bisa bermanfaat, ya. Dan jangan lupa untuk share serta juga kalian punya usulan topik, Anda bisa komen di bawah sini. Dan sampai jumpa di Toffee #SharingMonday berikutnya.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post

WhatsApp chat