6 Langkah Cara Membuat Website di WordPress untuk Pemula

cara membuat website di wordpress

Cara membuat website melalui WordPress sebenarnya cukup mudah. Hanya melalui beberapa langkah yang simpel, Anda sudah bisa membuat website untuk berbagai macam kebutuhan dengan WordPress. Bahkan, Anda sudah bisa membuat website yang bagus dengan WordPress walaupun tidak memiliki keterampilan coding.

Pada artikel ini, ToffeeDev akan membantu Anda memahami cara membuat website di WordPress dengan mudah dan cepat. Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

6 Langkah Mudah Membuat Website di WordPress

langkah membuat website wordpress

Sebagai seorang yang awam, Anda pasti merasa bahwa membuat website merupakan hal yang sangat sulit. Berkat kemajuan teknologi, sekarang website sudah dapat dibuat dengan lebih mudah, apalagi dengan adanya platform seperti WordPress.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk membuat website di WordPress.

1. Tentukan Jenis Website

Langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam membuat sebuah website adalah menentukan jenis website itu terlebih dahulu, baik itu untuk pribadi maupun bisnis. Berkat perkembangan teknologi, sekarang sudah ada banyak sekali orang yang memanfaatkan website untuk berbagai kebutuhan.

Bagi seseorang yang sedang mencari pekerjaan, sekarang website sudah mulai banyak digunakan sebagai tempat mereka mengunggah portofolio dan riwayat pekerjaan mereka. Dari segi bisnis, sudah ada banyak sekali perusahaan yang memiliki website resmi yang berisi profil perusahaan, produk yang disediakan, kontak, dan masih banyak lagi. Bahkan, sekarang sudah ada banyak orang yang berjualan melalui website, alias membuka toko online.

2. Memilih Web Hosting

Web hosting adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk menyimpan semua data yang ada di website agar dapat diakses secara online. Pada dasarnya, semua hal yang dilakukan pada website tersebut akan tersimpan di dalam web hosting ini. Maka dari itu, Anda perlu memiliki web hosting jika ingin website Anda berjalan dengan lancar.

Ada berbagai jenis layanan web hosting yang dapat Anda pilih. Setiap jenis layanan web hosting tentu memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, pastikan Anda sudah mempelajari apa saja kebutuhan Anda sebelum memilih layanan web hosting yang akan digunakan.

3. Membuat Nama Domain

Nama domain adalah nama yang digunakan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti website maupun email. Pastikan untuk membuat nama domain yang merepresentasikan Anda. Sebagai contoh, ketika seseorang ingin mengunjungi website ToffeeDev, orang tersebut hanya perlu mengetikkan “www.toffeedev.com” pada kolom pencarian browsernya.

4. Instal WordPress

Banyak layanan web hosting yang sudah menyediakan layanan instalasi WordPress secara otomatis jika Anda memilih layanan mereka. Namun jika Anda ingin menginstal WordPress sendiri, berikut ini adalah panduan pemasangan WordPress yang dapat Anda ikuti.

  • Unduh, dan unzip berkas WordPress yang sudah diunduh.
  • Buat database untuk WordPress dan pengguna MySQL yang dapat mengakses dan memodifikasi WordPress tersebut di server website Anda.
  • Unggah berkas WordPress ke lokasi yang diinginkan di server website Anda:
    • Jika Anda ingin mengintegrasikan WordPress ke root domain Anda (http://namadomain.com/), pindahkan atau unggah semua konten direktori WordPress yang belum di-zip (tidak termasuk direktori WordPress itu sendiri) ke direktori root server website Anda.
    • Jika Anda ingin menginstal WordPress di subdirektori di website Anda seperti blog (http://namadomain.com/blog/), buat direktori blog di server Anda dan unggah konten berkas WordPress yang tidak di-zip ke direktori melalui FTP.
    • Catatan: Jika klien FTP Anda memiliki opsi untuk mengonversi nama berkas menjadi huruf kecil, pastikan itu dinonaktifkan.
  • Jalankan skrip instalasi WordPress dengan mengakses URL tempat Anda mengunggah berkas di browser.
    • Jika Anda menginstal WordPress di direktori root, Anda harus mengunjungi: http://namadomain.com/
    • Jika Anda menginstal WordPress di subdirektori blog, misalnya, Anda harus mengunjungi: http://namadomain.com/blog/

Demikian adalah langkah-langkah instalasi WordPress secara manual yang dapat Anda ikuti. Jika memang layanan web hosting yang Anda pilih sudah menyediakan layanan pemasangan WordPress secara otomatis, sebaiknya gunakan saja layanan tersebut.

Jasa SEO

5. Modifikasi WordPress

WordPress yang sudah terpasang biasanya akan memiliki versi default. Artinya, Anda harus memodifikasi WordPress tersebut agar dapat sesuai dengan website yang Anda inginkan. Anda dapat melakukan berbagai macam modifikasi melalui dasbor WordPress.

Untuk masuk ke dalam dasbor WordPress, Anda harus login terlebih dahulu. Setelah login, Anda akan langsung bisa menemukan dasbor WordPress. Di sana, Anda akan menemukan berbagai opsi untuk memodifikasinya, seperti mengganti tema, membuat halaman baru, menerbitkan konten, dan masih banyak lagi.

6. Menginstal Plugin

Plugin adalah sebuah program tambahan yang dirancang untuk menjalankan berbagai fungsi khusus pada website Anda. Agar website Anda dapat berjalan dengan optimal, Anda harus melakukan pemasangan berbagai plugin yang dapat membantu kinerja website Anda. Di dalam WordPress, ada banyak sekali plugin yang tersedia dengan berbagai fungsi khususnya.

Berikut ini adalah beberapa plugin yang wajib dimiliki oleh setiap website:

  • Google XML Sitemaps: plugin ini berguna untuk membuat sebuah “peta” dari website Anda. Nantinya, mesin pencari seperti Google akan lebih mudah untuk menjelajahi dan meraih halaman-halaman yang ada di website Anda.
  • Yoast SEO: plugin ini akan membantu website Anda memaksimalkan SEO (Search Engine Optimization) yang dilakukan.

Selain kedua plugin di atas, masih ada banyak sekali plugin yang dapat Anda gunakan. Sesuaikan saja dengan kebutuhan dari website Anda.

Mengapa WordPress Sering Digunakan untuk Membuat Website?

mengapa wordpress sering digunakan

WordPress adalah aplikasi open-source yang biasa digunakan oleh orang-orang sebagai sebuah blog karena kemudahan penggunaannya. WordPress sendiri dibangun dengan database MySQL dan bahasa pemrograman PHP. Selain sebagai blog, WordPress juga mulai sering digunakan sebagai sistem manajemen konten karena kemudahan modifikasinya.

Berkat kemudahan penggunaan dan modifikasinya, WordPress merupakan platform yang paling populer digunakan untuk membuat website. Walaupun mudah, tetapi banyak juga pengembang web dan profesional lainnya yang tetap menggunakan platform yang satu ini karena berbagai penambahan fungsi yang bisa dilakukan.

WordPress.com vs. WordPress.org: Pilih yang Mana?

WordPress.com dan WordPress.org sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang begitu besar. Pada WordPress.com, Anda sudah disediakan layanan web hosting dari WordPress, hanya saja nama domain dari website Anda akan menjadi “www.namadomain.wordpress.com” dan Anda tidak bisa menghilangkan “wordpress” yang ada di dalamnya.

Di sisi lain, WordPress.org tidak menyediakan layanan web hosting gratis, Anda harus mencari layanan web hosting sendiri. Walaupun begitu, tidak akan ada kata “wordpress” di dalam nama domain dari website Anda. Jadi, Anda bisa langsung memiliki alamat domain “www.namadomain.com” sesuai dengan pilihan Anda.

Demikian cara membuat website di WordPress yang dapat ToffeeDev sampaikan. Jika Anda ingin membuat website tetapi masih bingung bagaimana cara memulainya, ToffeeDev menyediakan jasa Custom Web Development yang dapat Anda gunakan. Jika tertarik, Anda dapat menghubungi kami di sini.

Share this on :

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat