Thumbnail Timo
5 Cara Menulis Artikel sesuai Request Client
Februari 1, 2021
Thumbnail Ira
Perbedaan UI dan UX Designer
Februari 15, 2021

Content Marketing Strategy di Search Engine

Thumbnail Ci Nana

Bill Gates, founder dari Microsoft pernah mengatakan satu istilah yang kita pakai sampai sekarang yaitu content is king dan dia bahkan mengatakan istilah itu sebelum Google ditemukan. Dan lucunya sekarang dari Google lahir sampai hari ini kita bisa melihat Google menganut pandangan yang sama bahwa konten itu penting, konten itu berharga karena itu konten harus digarap dengan baik terutama di online, kalau kita lihat dari perspektif nya Google.

Welcome back to Toffee #SharingMonday bersama saya Nana. Di Toffee #SharingMonday kami akan share berbagai insight, berbagai tips tentang digital marketing, website, dan design hanya untuk Anda. Jadi nantikan video kami setiap hari Senin dan hari ini saya akan share tentang content marketing strategy di search engine.

Penerapan Content Marketing

Sebenarnya bisnis itu, banyak bisnis sudah menerapkan content marketing tanpa mereka sadar. Karena seperti namanya, content marketing itu berarti kita fokus untuk membuat quality content. Bentuknya apapun, publikasinya mau di mana pun  tetep namanya content marketing. Yang penting tujuannya sama yaitu meningkatkan trust, meningkatkan engagement, atau membentuk satu persepsi atau satu brand image dari sebuah produk, sebuah jasa, ataupun sebuah bisnis. Dan kalau kita ngomongin di offline bentuknya banyak, formatnya banyak di online pun tipenya banyak. Jadi bisa berupa video, podcast, artikel, ada image juga, infographic, terus ada review writing, dan banyak lagi posting-an di sosial media dan macam-macam jenis nya. Tapi hari ini saya akan lebih mengerucutkan lagi, di mana kita akan membahas tentang strategi content marketing di search engine.

Kalau Anda mungkin bertanya kenapa di tes di search engine, ya? Di search engine kan rasanya cuman link, website, blog, artikel, done. Tapi kalau Anda masih berpikir seperti itu, saya ingin membawa kita flashback sejenak ke tahun 2017, sekitar 3-4 tahun yang lalu berarti, ya. Kalau kita di tahun 2017 kita Googling untuk new iPhone maka kita akan melihat hasil pencarian yang seperti ini. Jadi dari atas ke bawah kalau kita lihat mostly adalah link. Link ke website, link ke landing page, mungkin ada yang iklan ada yang non-iklan dan ini kita kenal dengan nama ‘classic link’ si link biru ini. Dan kalau kita bandingkan ke hari ini, kita research, kita Googling dengan keyword yang sama ‘new iPhone’ ini adalah hasil pencarian yang kita lihat. Hasilnya lebih berwarna ya, lebih bervariasi karena sekarang bukan hanya link, tapi juga ada gambar dan banyak lagi.

Nah, apa yang saya ingin tunjukkan kepada Anda yaitu bahwa Google dari tahun ke tahun, dari waktu ke waktu dia berevolusi. Dia menampilkan hasil pencarian yang berbeda hari ini dibandingkan dengan 3-4 tahun yang lalu. Dan melihat Google berubah, saya ingin Anda sekarang juga melihat kalau Anda ingin menang di Google, Anda bukan hanya fokus ke classic link saja, hanya optimasi link saja, tapi Anda juga harus jeli melihat bahwa ada fitur-fitur lain juga yang Google ternyata Tampilkan di hasil pencariannya. Dan ini berarti adalah kesempatan yang lebih besar untuk bisnis Anda.Dan kalau kita melihat, dari fitur-fitur yang Google munculkan sebenarnya in total ada 18 fitur yang Google bisa munculkan dalam satu hasil pencarian. Itu berarti 18 kali lebih banyak kesempatan dibanding sekitar 3-4 tahun yang lalu. Ini berarti adalah suatu yang bagus untuk Anda.

Tapi mungkin Anda berpikir ‘Wah, ada 18 ya, 18 tipe’. Terus gimana? Apakah saya harus bikin konten, bikin satu aja konten susah, sekarang harus bikin 18 tipe konten, 18 format konten yang berbeda. Wah ini PR banget nih. Mungkin Anda sudah mulai bertanya-tanya. Oke fitur mana yang paling sering muncul, ya? Mungkin itu aja atau saya sebenarnya harus jaga-jaga nih, saya harus bikin untuk semua fitur-fiturnya Google. Kalau Anda sedang berpikir begitu, saya minta Anda untuk stop sejenak.Karena dalam membuat strategi content marketing kita harus…

1. Melakukan Research

Yang pertama kita harus lakukan research.Apa yang harus di-research? Kita harus me-research topiknya apa sih yang mau kita buat kontennya? Keyword-nya apa atau topiknya apa, apa sih yang related ke bisnis Anda. Kalau Anda mulai memikirkan ‘ok saya punya topik ini topik itu’ Anda buat dalam satu list keyword-keyword apa saja yang kira-kira cocok dengan bisnis Anda. Frasa-frasa apa saja yang kira-kira related dengan produk dan jasa Anda. Dan setelah Anda membuat satu list yang panjang itu, sekarang waktunya kita mengelompokkan. Jadi buat kelompok-kelompok atau kategori-kategori dari keyword-keyword itu.

Anda bisa mengkategorikan berdasarkan jenis produk misalnya kalau Anda punya multiple product atau mungkin Anda kelompokkan berdasarkan yang ini, konten yang sifatnya before sales, ini adalah after sales atau after service. Tapi saya juga menyarankan untuk Anda membuat klasifikasi konten berdasarkan intention. Karena mungkin saja ada orang-orang yang mencari konten yang berkaitan dengan bisnis Anda tapi mereka mungkin belum begitu siap membeli, mereka sifatnya masih research, browsing-browsing look around. Mereka hanya ingin menggali general information dari produk jasa Anda. Tapi ada juga orang-orang yang mungkin sudah tertarik, sudah punya interest, interest-nya sudah mulai tumbuh tapi dia mungkin belum sampai ke tahap siap membeli banget tapi udah setengah, nih. Mungkin dia sekarang lagi compare, lagi mencari review-nya oke atau enggak, mungkin dia sedang membandingkan speknya, apakah dia harus beli yang ini atau yang lebih upgrade yang mana yang cocok untuk dia. Jadi konten-konten di sini sifatnya mungkin lebih advance atau mungkin lebih agar lebih sedikit technical.

Nah, setelah Anda lakukan klasifikasi, sudah Anda punya, sekarang Anda sudah punya kategori-kategori keyword, ada beberapa kategori keyword. Selanjutnya, yang kita harus lakukan adalah kita harus seleksi dari masing-masing kategori tersebut, kita harus seleksi, keyword-keyword mana yang mau kita garap terlebih dahulu. Karena seperti yang kita tahu membuat satu konten tidaklah mudah, tidaklah cepat. Kalau Anda harus membuat semuanya, saya yakin wah selesainya mungkin baru, like tahun depan atau mungkin  beberapa tahun lagi kalau list Anda panjang. Jadi Anda harus membuat prioritas, jadi yang kita lakukan sekarang adalah seleksi keyword-keyword mana yang lebih worth it, lebih valuable.

Caranya gimana, tolak ukurnya bagaimana? Yang pertama kita bisa lihat dari seberapa banyak orang mencari keyword tersebut setiap bulannya. Jadi berapa volume pencariannya. Apakah banyak yang cari? Lalu yang kedua, kalau saya mau pasang iklan untuk keyword tersebut, berapa yang harus saya bayar? Jadi Anda lihat seberapa mahal keyword Anda. Lalu cek trend-nya. Kalau tadi Anda melihat search volume pencarian, sekarang Anda harus lihat dari waktu ke waktu sebenarnya volume pencariannya apakah cenderung naik, cenderung turun, atau sama stabil, atau ada bulan-bulan tertentu, ada periode-periode tertentu dimana hasil pencariannya itu, di mana jumlah pencariannya itu naik. Jadi mungkin ada yang peak season dan itu berarti Anda tahu kalau keyword Anda adalah keyword yang musiman, season-an, dan setelah Anda cek trennya, Anda juga harus lihat ke search engine apa yang terjadi di Google pada waktu saya research, saya browsing dengan keyword tersebut. Fitur-fitur apa saja yang muncul. Apakah selain classic link ada fitur-fitur  yang lainnya? Jadi Anda harus research selama beberapa waktu sampai Anda menemukan, oke misalnya ada 5 fitur yang Google munculkan selama saya research. Dan dari 5 itu, cek lagi mana yang tingkat kemunculannya lebih sering. Misalnya 70%, 80%. Nah itu adalah tipe-tipe konten yang nanti akan kita fokuskan karena sebenarnya pada waktu kita melihat hasil pencarian Google hari ini kita menemukan Google itu sebenarnya memberikan kita sedikit hint, sedikit insight bagaimana sih target audiens Anda itu ingin mengonsumsi konten? Apakah mereka banyak melihat teks? Apakah mereka banyak melihat tweet? Apakah mereka banyak melihat story atau berita? Atau mereka sebenarnya melihatnya video? Jadi itu adalah satu hint, apa sih tipe konten yang harus  Anda bikin formatnya, apa?

Setelah Anda research semuanya itu dapat datanya, Anda juga bisa cross check ke competition Anda atau kompetitor Anda. Jadi begitu Anda cek di Google, karena kita sedang ngomongin untuk content marketing strategy di search engine, berarti Anda cek di Google apakah kompetitor anda di sana? Karena dengan ada mungkin 1-2 kompetitor atau misalnya banyak kompetitor itu sebenarnya sedikit banyak, ada sedikit memvalidasi pemikiran Anda. Karena kadang-kadang, sebagai pemilik bisnis, sebagai marketer,  sebagai kita yang punya produk dan jasa, kadang pemikiran kita dan si target audiens itu berbeda. Apa yang target audiens cari dan apa yang kita pikir mereka cari, kadang ga ketemu. Tapi dengan kita melihat, oke ada kompetitor saya di situ berarti ini mau validasi, oke berarti target pasar saya juga ada di situ. Jadi setelah Anda punya semua data-datanya ini, next yang harus Anda lakukan setelah research adalah plan, planning.

2. Membuat Planning

Jadi kita buat satu kalender konten, misalnya selama 12 bulan dan di kalender konten itu Anda bisa masukkan, misalnya ada… oke ini ada event ini, ada season ini, atau tadi kalau keyword Anda adalah keyword yang musiman, Anda bisa… planning dulu berarti beberapa bulan sebelum musim peak season itu muncul untuk keyword Anda, Anda udah bikin kontennya. Anda udah siap kan. Jadi Anda bikin perencanaan dengan lebih tepat dan keyword-keyword yang tadi Anda sudah list, Anda sudah prioritaskan, sekarang Anda masukkan ke kalender konten itu. Jadi sekarang Anda tahu topik apa, konten apa yang harus Anda buat isinya apa, tipe format nya apa, dan sekarang Anda juga tahu kapan Anda harus memproduksi konten-konten tersebut karena Anda sudah punya kalendernya, Anda udah punya timeline kapan Anda harus bekerja. Dan setelah Anda research, Anda plan, yang ketiga adalah implement.

3. Implementasi 

Mari mulai bekerja memproduksi konten. Jadi mulailah produksi konten sesuai dengan kalender Anda, taati kalender Anda itu, dan kalau kita ngomongin tentang content marketing di search engine berarti setiap content yang Anda buat, Anda harus aplikasikan SEO ke dalamnya.

Kenapa? Karena konten yang bagus ditambah optimasi yang bagus hasilnya pasti akan bagus. Dan itu berarti Anda, konten yang Anda buat tidak sia-sia karena target audiens Anda bisa menemukannya, bisa membacanya, dan bisa mengonsumsi. Jadi tadi setelah research, plan, lalu implement dan yang keempat adalah evaluate.

4. Evaluasi

Jadi setelah Anda melakukan semuanya itu, Anda, terus harus tes dan ukur. Anda harus review, harus monitor. Bagaimana hasilnya? Apakah ada yang bisa saya improve? Gimana saya bisa lebih baik lagi? Apakah bahasanya suda oke? Apakah formatnya sudah oke? Dan lain sebagainya. Jadi tadi ada research, plan, implement, dan juga evaluate.

5. Repeat

Nah setelah Anda lakukan semuanya, yang terakhir adalah tentu saja repeat. Repeat the whole process. Dan kalau kita melihat tadi search engine begitu kompleks, tadi saya sering bilang bahwa kita harus melihat ini sebagai opportunity karena memang betul Google sekarang memberikan lebih banyak opportunity, di mana kita bisa membuat konten dan mempublikasikannya di multiple platform. Jadi dengan adanya fitur-fitur yang dimunculkan di Google, ini berarti kita bisa muncul bukan hanya di satu slot di classic link saja, tapi kita juga bisa muncul di bagian gambar, di bagian video, di bagian mungkin peta, dan lain sebagainya. Dan kalau kita jeli melihat kesempatan-kesempatan itu, yang mungkin saja kompetitor Anda miss untuk melihatnya Anda berarti Anda bisa mendominasi hasil pencarian Google untuk keyword yang berkaitan dengan bisnis Anda. Menarik, bukan?

Satu hal yang saya ingin Anda ingat adalah jangan lupakan classic link karena bagaimanapun, classic link juga adalah salah satu fitur dari hasil pencarian Google yang pertama dan terus ada sampai sekarang dan yang kita tahu, dalam beberapa tahun ke depan pun, Google juga sepertinya akan terus menampilkan classic link di samping ada fitur-fitur tambahan lainnya. Jadi optimasi classic link, tapi juga Anda harus jeli melihat ada kesempatan-kesempatan lain di mana konten-konten dengan format lainnya bisa Anda garap.

Saya harap, dengan video ini Anda dan tim bisa melakukan perencanaan untuk strategi content marketing dengan lebih baik dan lebih tepat sasaran. Ini adalah Toffee #SharingMonday pada hari ini! Jangan lupa untuk share dan kalau Anda punya usulan apa yang harus kami bahas di video-video kami berikutnya atau mungkin

Anda punya insight tambahan, Anda punya pertanyaan, Anda punya komentar, jangan lupa untuk drop komentar Anda di bawah ini Ini adalah sharing pada hari ini, sampai jumpa di Toffee #SharingMonday berikutnya!

Nana Damayanti
Nana Damayanti
Saya adalah Founder dari ToffeeDev Saya menyukai design yang bukan hanya bagus di mata tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments