Kenali Berbagai Digital Marketing B2B Strategy

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Peralihan tren pemasaran dari traditional marketing ke digital marketing juga berimbas pada jenis bisnis business-to-business (B2B). Pelaku bisnis B2B pun wajib mengetahui hal ini, serta segera merevolusi model marketing mereka ke arah digital. Selain itu, target klien yang sudah berubah ke arah digital juga harus disadari oleh para pelaku bisnis B2B sehingga mereka bisa tetap memasarkan produk atau layanan mereka secara relevan. Pelaku bisnis B2B juga diharuskan mengetahui digital marketing B2B strategy yang tepat untuk bisnis mereka.

Perkembangan teknologi bukanlah hal yang baru lagi di dunia bisnis. Hanya saja, teknologi berkembang lebih pesat akhir-akhir ini. Zaman dulu, mereka mengiklankan bisnis mereka dengan cara yang konvensional, seperti iklan di koran, majalah, televisi, bahkan menggunakan spanduk atau banner. Saat ini, produk bisnis B2B bisa diiklankan di internet dengan berbagai macam strategi. Apalagi pemasaran produk B2B sifatnya lebih rumit daripada memasarkan produk B2C (business-to-consumer).

5 Macam Digital Marketing B2B Strategy

Strategi digital marketing yang tepat pastinya akan membawa hasil penjualan yang maksimal pula. Oleh karena itu, para pelaku bisnis B2B wajib mengetahui strategi digital marketing apa yang harus mereka jalankan agar perusahaan atau bisnis lainnya semakin mengenal produk mereka. Sebelum menjalankan beberapa strategi digital marketing ini, pelaku B2B seharusnya terlebih dulu melakukan riset terhadap target demografis yang hendak mereka sasar, sehingga mereka bisa mengetahui minat dan kebiasaan target mereka.

1. Website yang Menarik dan Informatif

Zaman digital seperti ini, wajib hukumnya setiap bisnis, termasuk B2B, memiliki website. Website menjadi tujuan utama target bisnis Anda ketika mereka ingin melihat sebagus apa produk barang atau jasa yang Anda tawarkan. Website pulalah yang menjadi tempat bertemunya klien Anda dengan produk yang Anda tawarkan pertama kali. Oleh karena itu, pastikan bisnis B2B Anda memiliki website yang informatif dan juga menarik perhatian klien untuk menggunakan produk Anda.

2. Konten yang SEO-friendly

Memiliki website saja tidak cukup, Anda juga harus memperhatikan apakah konten yang Anda miliki bersifat SEO-friendly. Tanpa kehadiran SEO, akan susah bagi bisnis B2B anda untuk mencari pelanggan baru. 

Konten yang SEO-friendly juga lebih mudah dideteksi oleh mesin pencari yang akhirnya bisa membantu menaikkan ranking website Anda. Selain itu, adanya konten di website Anda membuat bisnis Anda lebih mudah dipercaya, sebab bisnis Anda dianggap lebih tahu solusi mengenai problem yang biasa dihadapi oleh klien Anda.

Baca Juga: Berikut Adalah Tipe Konten Yang SEO Friendly

3. Media Sosial

Tak hanya website, calon klien Anda pasti ingin mengetahui tentang produk Anda melalui media sosial. Media sosial, terutama Instagram, semakin trendy akhir-akhir ini. Oleh karena itu, pelaku bisnis B2B juga harus memiliki akun media sosial untuk bisnis mereka. 

Selain itu, media sosial juga bisa membantu mempromosikan konten blog atau website Anda. Anda bisa membuat unggahan tentang tips industri, berita terbaru tentang industri, solusi permasalahan bisnis, update mengenai produk, testimoni klien, dan lain-lain.

Baca Juga: Manfaat Media Sosial Untuk Bisnis Anda

3. Iklan PPC yang Tersegmentasi

Menggunakan iklan pay-per-click (PPC) bisa mempercepat datangnya klien baru yang akan menggunakan produk Anda. Meskipun mengeluarkan biaya yang besar untuk beriklan, Anda bisa mendapatkan klien baru dengan lebih cepat apabila Anda menggunakan strategi beriklan yang profesional dan tepat. 

Tak hanya mempertemukan klien Anda, iklan PPC juga bisa menjadi sarana membangun brand awareness. Tips untuk beriklan PPC adalah, tawarkan solusi dari permasalahan yang mungkin dihadapi klien Anda, jangan menawarkan produk Anda satu per satu. Klien lebih suka iklan PPC yang menjawab kebutuhan mereka.Jasa SEO

4. Konten Iklan Video

Strategi terakhir adalah iklan dalam bentuk video. Faktanya, konten berupa video lebih mudah viral, apalagi video yang isinya powerful. Selain itu, konten video juga lebih mudah dan banyak dibagikan dibanding jenis konten lainnya. Oleh karena itu, iklan video sangatlah cocok untuk memasarkan bisnis B2B. 

Tak hanya produk, Anda juga bisa membagikan cerita mengenai brand Anda dengan video. Buatlah konten video yang menarik dan real, sehingga menginspirasi klien Anda untuk menggunakan jasa Anda.
Itulah beberapa digital marketing B2B strategy yang bisa Anda terapkan untuk bisnis Anda. Gunakan lebih dari satu strategi untuk menjangkau klien baru, sehingga bisnis B2B Anda bisa membawa keuntungan maksimal dalam penjualan. Apabila Anda membutuhkan jasa SEO untuk website Anda, hubungi saja Toffeedev. Kami adalah digital marketing agency yang telah memiliki portofolio website untuk berbagai jenis sektor industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post