Biaya Overhead: Pengertian, Jenis, dan Pengaruhnya

Di dalam sistem keuangan perusahaan, pasti ada banyak sekali biaya-biaya yang perlu dimasukkan ke dalam penghitungan tersebut dan biaya overhead adalah salah satunya. Apa itu biaya overhead? Apakah Anda pernah mendengar istilah ini?

Melalui artikel ini, bersama-sama dengan ToffeeDev, Anda akan mempelajari segala informasi seputar biaya overhead mulai dari pengertian, jenis, hingga pengaruhnya apa saja untuk perusahaan. Pastikan Anda menyimak informasi ini, apalagi jika Anda merupakan pelaku bisnis.

Pengertian Biaya Overhead

Untuk dapat memahami biaya overhead, mari kenali definisi dan komponennya terlebih dahulu yang akan dijabarkan sebagai berikut:

Definisi Biaya Overhead

Biaya overhead merupakan biaya-biaya operasional yang tidak dapat langsung dikaitkan dengan produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Biaya ini meliputi pengeluaran yang berkaitan dengan infrastruktur, administrasi, dan penunjang lainnya yang dibutuhkan agar perusahaan dapat beroperasi dengan lancar. Pemahaman yang jelas tentang definisi biaya overhead akan membantu Anda dalam menghitung dan mengelola biaya ini secara efektif.

Baca Juga: Ecosia: Mesin Pencari Ramah Lingkungan untuk Penghijauan

Komponen Biaya Overhead

Biaya overhead terdiri dari beberapa komponen yang berbeda. Berikut adalah komponen-komponen utama biaya overhead yang perlu diperhatikan:

  • Biaya Infrastruktur: Meliputi biaya sewa atau kepemilikan gedung, utilitas (listrik, air, dan gas), perawatan fasilitas, dan peralatan kantor.
  • Biaya Administrasi: Termasuk gaji dan tunjangan karyawan non-produksi, biaya keamanan, asuransi, perangkat lunak, dan kegiatan administrasi umum.
  • Biaya Pemasaran dan Penjualan: Meliputi biaya iklan, promosi, kegiatan pemasaran, dan gaji karyawan penjualan.
  • Biaya Penelitian dan Pengembangan: Termasuk biaya riset, pengembangan produk, pengujian, dan investasi dalam inovasi teknologi.
  • Biaya Umum dan Tetap: Merupakan biaya yang tetap tidak tergantung pada jumlah produksi atau penjualan, seperti biaya keanggotaan, kepatuhan peraturan, dan pajak.

Jenis-jenis Biaya Overhead

Apa saja jenis-jenis biaya overhead? Berikut ini ada 3 jenis biaya overhead yang perlu Anda ketahui, yaitu:

1. Biaya Tetap

Biaya overhead tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap dan tidak berubah tergantung pada volume produksi atau penjualan perusahaan. Contoh biaya overhead tetap adalah biaya sewa gedung, gaji pegawai administrasi, dan biaya asuransi. Meskipun produksi atau penjualan meningkat, biaya tetap tetap konstan.

2. Biaya Variabel

Biaya overhead variabel adalah biaya yang berubah seiring dengan perubahan volume produksi atau penjualan perusahaan. Contohnya adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya utilitas. Semakin banyak produk atau jasa yang dihasilkan atau dijual, semakin tinggi biaya overhead variabel yang dikeluarkan.

3. Biaya Semi-variabel

Biaya overhead semi-variabel adalah kombinasi antara biaya tetap dan biaya variabel. Artinya, biaya ini memiliki komponen tetap dan komponen variabel. Contohnya adalah biaya telepon, biaya transportasi, dan biaya perawatan peralatan. Komponen tetap pada biaya semi-variabel tidak berubah meskipun volume produksi atau penjualan berfluktuasi, sedangkan komponen variabel berubah sesuai dengan fluktuasi tersebut.

Penghitungan dan Pengelolaan Biaya Overhead

Setelah memahami pengertian dan juga jenis-jenisnya, maka hal selanjutnya yang perlu Anda pahami adalah mengenai cara penghitungan dan pengelolaan biaya overhead.

Metode Penghitungan Biaya Overhead

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung biaya overhead, di antaranya:

  • Metode Langsung: Biaya overhead dihitung berdasarkan pengamatan langsung dan pengukuran aktivitas yang terkait dengan biaya overhead tersebut.
  • Metode Standar: Biaya overhead dihitung berdasarkan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan memperhatikan volume produksi atau penjualan yang diharapkan.
  • Metode Aktivitas: Biaya overhead dihitung berdasarkan aktivitas yang terjadi dalam perusahaan, seperti penggunaan mesin, tenaga kerja, atau ruang kerja.

Baca Juga: Apa itu Overtime? Bagaimana Dampaknya di Dunia Kerja?

Pengalokasian Biaya Overhead

Pengalokasian biaya overhead dilakukan untuk menentukan bagaimana biaya overhead akan didistribusikan ke departemen atau produk yang berbeda. Beberapa metode pengalokasian yang umum digunakan meliputi metode alokasi berbasis jam kerja, alokasi berbasis biaya langsung, dan alokasi berbasis aktivitas.

Analisis Biaya Overhead

Analisis biaya overhead penting untuk mengidentifikasi efisiensi dan mencari cara untuk mengurangi biaya yang tidak perlu. Dengan menganalisis komponen biaya overhead, perusahaan dapat mengevaluasi penggunaan sumber daya dan mencari potensi peningkatan efisiensi.

banner

Pengaruh Biaya Overhead terhadap Keuangan Perusahaan

Biaya overhead tentu membawa pengaruh terhadap keuangan perusahaan. Pengaruh ini sangatlah signifikan. Apa saja pengaruhnya?

Pengaruh Biaya Overhead terhadap Laba

Biaya overhead dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap laba perusahaan. Jika biaya overhead tidak dikelola dengan baik, laba perusahaan dapat tergerus. Oleh karena itu, penting untuk memahami pengaruh biaya overhead terhadap laba dan mengelolanya dengan efisien.

Efisiensi dan Pengendalian Biaya Overhead

Pengelolaan biaya overhead yang efisien dan pengendalian yang baik dapat membantu perusahaan mencapai efisiensi operasional dan keuntungan yang lebih besar. Dengan meminimalkan biaya overhead yang tidak perlu dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya, perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan kinerja keuangan secara keseluruhan.

Strategi Pengelolaan Biaya Overhead

Untuk dapat mengelola biaya overhead secara efektif, Anda bisa menggunakan strategi berikut ini:

1. Identifikasi dan Pemantauan Biaya Overhead

Langkah awal dalam pengelolaan biaya overhead adalah mengidentifikasi dan memantau biaya overhead yang ada. Dengan memahami komponen-komponen biaya overhead, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang penghematan dan pengoptimalan.

2. Optimalisasi Proses dan Penggunaan Sumber Daya

Perusahaan harus terus mencari cara untuk mengoptimalkan proses operasional dan penggunaan sumber daya guna mengurangi biaya overhead. Ini dapat dilakukan melalui otomatisasi, perbaikan proses, atau penggunaan teknologi yang lebih efisien.

Baca Juga: Berapa Total Biaya Pembuatan Website?

3. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Pengelolaan biaya overhead tidak berhenti pada tahap awal. Perusahaan perlu terus mengevaluasi dan melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap strategi pengelolaan biaya overhead yang telah diterapkan. Dengan memantau dan meninjau secara rutin, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang perbaikan dan mengatasi masalah yang mungkin timbul.

Selain strategi pengelolaan biaya overhead, dalam menjalankan bisnis, Anda juga perlu menyusun strategi penjualan yang efektif. Salah satu strategi penjualan yang dapat membantu meningkatkan performa bisnis Anda adalah dengan menggunakan strategi Digital Marketing.

Apakah saat ini perusahaan Anda sudah menerapkan strategi Digital Marketing di dalamnya? Jika belum, Anda dapat menggunakan jasa Digital Marketing dari ToffeeDev dan rasakanlah peningkatan penjualan yang signfikan melalui kegiatan pemasaran di dunia digital. Hubungi kami sekarang untuk mulai menggunakan jasa Digital Marketing dari ToffeeDev!

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top