Pengguna mobile tidak selalu melihat iklan dalam kondisi yang sama. Ada yang baru mengenal brand, sedang mencari solusi, berada dekat dengan lokasi bisnis, hampir membeli, atau sudah pernah menjadi pelanggan.
Karena itu, contoh iklan mobile marketing sebaiknya tidak hanya dibuat menarik, tetapi juga perlu disesuaikan dengan perilaku dan situasi pengguna.
Pendekatan ini membantu bisnis menyampaikan pesan yang lebih relevan. Iklan tidak terasa sekadar muncul di layar, tetapi hadir pada waktu yang tepat dengan pesan yang sesuai kebutuhan pengguna.
Dalam artikel ini, Anda akan melihat contoh iklan mobile marketing berdasarkan beberapa situasi pengguna, lengkap dengan arah pesan dan contoh copy yang bisa dijadikan referensi.
Daftar Isi
TogglePoin Penting yang Perlu Diingat
- Contoh iklan mobile marketing perlu disesuaikan dengan perilaku pengguna.
- Pengguna baru, calon pelanggan yang sudah tertarik, dan pelanggan lama membutuhkan pesan yang berbeda.
- Situasi seperti lokasi, riwayat interaksi, dan kesiapan membeli dapat menentukan bentuk copy iklan.
- Copy iklan mobile sebaiknya singkat, jelas, dan memiliki CTA yang mudah dipahami.
- Efektivitas iklan perlu diukur berdasarkan tujuan, seperti awareness, lead, penjualan, atau repeat purchase.
Baca Juga: Cara Target Market Luar Negeri Pakai Ads yang Efektif
Mengapa Iklan Mobile Marketing Tidak Cukup Hanya Dibuat Menarik?
Visual yang menarik dapat membuat pengguna berhenti sejenak, tetapi belum tentu membuat mereka melakukan tindakan.ย
Di perangkat mobile, pengguna sering berpindah dari satu konten ke konten lain dengan cepat. Mereka bisa sedang scrolling media sosial, mencari informasi, membuka aplikasi, atau membandingkan beberapa pilihan sebelum membeli.
Karena itu, iklan mobile perlu menjawab situasi pengguna saat itu. Pengguna yang baru mengenal brand tidak selalu siap menerima penawaran langsung. Sebaliknya, pengguna yang sudah meninggalkan keranjang belanja mungkin membutuhkan pengingat yang lebih spesifik untuk menyelesaikan pembelian.
Iklan yang sesuai konteks akan terasa lebih relevan. Pesannya tidak hanya menjual, tetapi membantu pengguna mengambil langkah berikutnya sesuai tingkat kesiapan mereka.
Bagaimana Cara Membaca Perilaku dan Situasi Pengguna Sebelum Membuat Iklan?
Sebelum membuat iklan, bisnis perlu melihat sinyal dari interaksi pengguna. Sinyal ini bisa berupa halaman yang dikunjungi, lokasi pengguna, produk yang dilihat, keranjang yang ditinggalkan, atau riwayat pembelian sebelumnya.
Dari sinyal tersebut, bisnis dapat menentukan apakah pengguna masih perlu dikenalkan pada brand, diyakinkan untuk memilih solusi, diarahkan ke lokasi terdekat, atau diajak membeli kembali.ย
Dengan begitu, pesan iklan tidak dibuat berdasarkan asumsi umum, tetapi berdasarkan kondisi pengguna yang lebih spesifik.
Baca Juga: Geomarketing Bukan Sekadar Menargetkan Lokasi, Ini Cara Kerjanya
Contoh Iklan Mobile Marketing Berdasarkan Situasi Pengguna
Berikut beberapa contoh iklan mobile marketing yang bisa digunakan berdasarkan perilaku dan situasi pengguna.
1. Pengguna Baru Mengenal Brand
Pengguna baru biasanya belum memiliki kepercayaan terhadap brand. Untuk situasi ini, iklan sebaiknya fokus memperkenalkan masalah dan manfaat utama, bukan langsung mendorong pembelian.
Contohnya, brand skincare dapat menampilkan video pendek tentang masalah kulit kusam karena aktivitas harian. Iklan kemudian memperkenalkan produk sebagai solusi perawatan praktis yang mudah digunakan.
Contoh copy:
โKulit terlihat lelah setelah seharian beraktivitas? Kenali perawatan praktis yang membantu wajah tampak lebih segar setiap hari.โ
CTA yang cocok:
โPelajari Selengkapnyaโ atau โKenali Produknyaโ.
2. Pengguna Sedang Mencari Solusi
Pengguna yang sedang mencari solusi biasanya sudah memahami kebutuhannya. Mereka membutuhkan alasan untuk percaya bahwa bisnis Anda adalah pilihan yang tepat.
Contohnya, klinik gigi dapat menampilkan iklan mobile untuk pengguna yang sedang mencari layanan konsultasi. Pesannya dapat menonjolkan kemudahan booking, jadwal fleksibel, dan konsultasi awal melalui WhatsApp.
Contoh copy:
โButuh perawatan gigi tapi bingung mulai dari mana? Konsultasikan keluhan Anda dan booking jadwal dengan mudah lewat WhatsApp.โ
CTA yang cocok:
โKonsultasi Sekarangโ atau โBooking Jadwalโ.
3. Pengguna Berada di Lokasi Tertentu
Lokasi dapat menjadi sinyal yang kuat dalam mobile marketing. Jika pengguna berada dekat dengan toko, cabang, restoran, atau area layanan, iklan dapat dibuat lebih kontekstual.
Contohnya, restoran dapat menampilkan promo makan siang untuk pengguna yang berada dalam radius tertentu dari cabang terdekat. Pesan iklan menjadi lebih relevan karena sesuai dengan lokasi dan kebutuhan pengguna saat itu.
Contoh copy:
โLagi di sekitar Senayan? Nikmati paket lunch spesial hari ini, hanya 5 menit dari lokasi Anda.โ
CTA yang cocok:
โLihat Ruteโ atau โKlaim Promoโ.
4. Pengguna Hampir Melakukan Konversi
Pengguna yang hampir melakukan konversi sudah menunjukkan minat tinggi. Mereka mungkin sudah melihat produk, membuka halaman harga, mengisi form, atau meninggalkan keranjang belanja.
Untuk situasi ini, iklan perlu memberi dorongan terakhir tanpa terasa memaksa. Pesannya bisa berupa reminder, manfaat tambahan, batas waktu promo, atau jaminan yang membantu mengurangi keraguan.
Contoh copy:
โProduk pilihan Anda masih tersedia. Selesaikan pesanan hari ini sebelum promo berakhir.โ
CTA yang cocok:
โLanjutkan Pesananโ atau โSelesaikan Sekarangโ.
5. Pelanggan Lama Bisa Diajak Membeli Lagi
Pelanggan lama sudah memiliki pengalaman dengan brand, sehingga pesan iklan dapat dibuat lebih personal. Fokusnya bukan lagi memperkenalkan brand, tetapi menjaga hubungan dan mendorong pembelian ulang.
Contohnya, brand kopi dapat mengirimkan penawaran paket langganan kepada pelanggan yang rutin membeli produk tertentu. Pesan seperti ini terasa lebih relevan karena berkaitan dengan kebiasaan pembelian sebelumnya.
Contoh copy:
โStok kopi favorit Anda hampir habis? Pesan lagi minggu ini dan nikmati penawaran khusus pelanggan.โ
CTA yang cocok:
โPesan Lagiโ atau โAmbil Penawaranโ.
Baca Juga: Beberapa Ide Kreatif Promosi Bisnis Lokal yang Bisa Anda Coba Hari Ini
Bagaimana Cara Menilai Apakah Contoh Iklan Ini Cocok untuk Bisnis Anda?
Tidak semua contoh iklan mobile marketing cocok digunakan untuk setiap bisnis. Agar lebih tepat, sesuaikan contoh dengan tujuan campaign dan perilaku pengguna yang ingin dijangkau.
Jika tujuan iklan adalah awareness, perhatikan reach, impression, video view, dan engagement. Jika tujuannya mendapatkan kunjungan ke website atau landing page, lihat CTR dan kualitas traffic yang masuk.
Untuk campaign lead generation, bisnis perlu melihat jumlah lead, CPL, dan kualitas prospek yang diterima. Sementara untuk penjualan, metrik seperti conversion rate, CPA, nilai transaksi, dan repeat purchase dapat menjadi indikator yang lebih relevan.
Evaluasi ini penting karena iklan yang terlihat menarik belum tentu menghasilkan tindakan yang bernilai. Iklan mobile yang baik adalah iklan yang sesuai dengan situasi pengguna, memiliki pesan yang jelas, dan membantu bisnis mencapai tujuan campaign.
Buat Iklan Mobile Marketing yang Sesuai dengan Perilaku Audiens Anda Bersama Partner yang Tepat!
Contoh iklan mobile marketing akan lebih efektif jika dibuat berdasarkan perilaku dan situasi pengguna.ย
Pengguna baru membutuhkan pesan pengenalan, pengguna yang sedang mencari solusi membutuhkan alasan untuk percaya, pengguna yang hampir membeli membutuhkan dorongan yang tepat, dan pelanggan lama membutuhkan penawaran yang lebih personal.
Dengan memahami konteks tersebut, bisnis dapat membuat iklan yang tidak hanya tampil di perangkat mobile, tetapi juga terasa relevan bagi audiens yang melihatnya.
Jika Anda ingin membuat strategi iklan mobile yang lebih tepat sasaran, jasa Ads dari ToffeeDev dapat membantu merancang campaign digital marketing yang sesuai dengan tujuan bisnis, perilaku audiens, dan peluang konversi yang ingin dicapai.ย
Hubungi ToffeeDev sekarang dan mulai bangun iklan mobile yang lebih relevan untuk pelanggan Anda!