Pengertian dan Tujuan Pembuatan Prototype

tujuan prototype

Apa yang dimaksud dengan prototype? Lalu, apa juga yang menjadi tujuan prototype? Jika, metode ini terbilang cukup penting, bagaimana tahapan untuk membuatnya? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut masih tertanam di dalam benak banyak orang yang cukup asing saat mendengar kata prototype.

Tenang, mulai sekarang Anda bisa menghapus semua rasa penasaran tersebut karena ToffeeDev telah berhasil merangkum semua jawabannya. Jadi, usahakan untuk tetap berada pada artikel kali ini ya!

Pengertian Pembuatan Prototype

Pembuatan prototype merupakan serangkaian langkah yang dilakukan setelah Anda sebagai developer berhasil dalam menemukan ide untuk pembuatan produk baru. Biasanya metode ini dilakukan dengan cara membuat rancangan, desain hingga melakukan pengujian konsep atau proses kerja dari produk tersebut. 

Oleh sebab itu, prototype pada dasarnya hanya bersifat uji coba atau sementara, dan bukanlah merupakan hasil akhir yang akan diterima para pelanggan. 

Baca Juga: Apa Itu Prototype Produk?

5 Tujuan Pembuatan Prototype

Berikut ini sederet hal yang menjadi tujuan dari pembuatan prototype dalam pengembangan produk, antara lain : 

1. Mendapatkan Gambaran Secara Nyata

Pada faktanya, prototype sebenarnya merupakan langkah yang memang dilakukan untuk mengubah konsep atau ide yang belum pasti menjadi wujud yang lebih real atau nyata. Sehingga yang menjadi tujuan utama dari dilakukannya penerapan prototype adalah Anda dapat secara tepat dalam memastikan apakah konsep tersebut bisa atau tidak untuk diimplementasikan.

2. Mengetahui Kebutuhan Konsumen

Prototype sebenarnya tidak menggambarkan secara keseluruhan soal fitur dan fungsi produk. Namun, hanyalah gambaran sederhana yang bisa mewakili minat atau kebutuhan user. Saat menerapkan prototype maka di dalam prosesnya akan terjadi interaksi antara user dengan fitur-fitur produk. 

Nah, hal tersebutlah yang nantinya akan memungkinkan Anda sebagai developer untuk mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan dan keinginan user secara langsung. Sehingga Anda juga mampu menciptakan produk yang lebih sesuai dan proses pengembangan produk dapat dilakukan dengan lebih cepat sekaligus tepat.

Baca Juga: Tujuan Pengujian Produk Baru dan Cara Melakukannya

3. Mengembangkan Produk Baru

Tujuan selanjutnya dari pembuatan prototype yakni sebagai acuan untuk membantu developer dalam melakukan aktivitas pengembangan dari sebuah produk. Sebab, dengan bantuan prototype nantinya developer akan dengan mudah dalam menemukan segala macam bentuk kekurangan. Selain itu juga sekaligus membantu dalam menemukan solusi agar produk menjadi semakin lebih baik lagi ke depannya.

4. Bahan untuk Presentasi

Melalui pembuatan prototype, nantinya juga akan membantu developer dalam memahami alur atau desain dari tampilan yang akan dibuat dengan lebih tepat serta mampu mempresentasikan produk yang akan dirilis tersebut dengan mudah. Sehingga, hal tersebut nantinya juga akan membantu user untuk mendapatkan gambaran tentang produk yang akan diluncurkan sejelas mungkin.

Jasa SEO banner

5. Menghemat Biaya

Apabila kita coba telaah lebih mendalam lagi, sebenarnya secara keseluruhan prototype bertujuan untuk membantu menekan pengeluaran biaya dan waktu yang dibutuhkan. Mengapa bisa demikian? Sebab di saat proses menciptakan produk masih dapat dikatakan akan mengalami kesalahan dan kekurangan, seperti misalnya dari segi fitur dan sebagainya. 

Jika tidak membuat prototype, maka pengeluaran dan waktu yang dibutuhkan kemungkinan besar akan membengkak karena produk yang gagal di pasaran. Padahal kegagalan tersebut bisa dicegah jika sebelumnya Anda mengembangkan sebuah prototype.. 

Ketika prototype tersebut sudah sempurna dan dinyatakan layak, barulah Anda dapat mencoba untuk mengembangkan lebih lagi produk yang sebenarnya. Sehingga, tidak akan banyak waktu dan biaya yang terbuang.

Manfaat Prototype

ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pembuatan prototype dalam pengembangan produk. Berikut penjelasannya.

1. Mendapatkan Gambaran yang Nyata

Prototipe adalah proses yang digunakan untuk mengubah gagasan atau ide yang tidak jelas menjadi sesuatu yang lebih konkret atau aktual. Anda sebenarnya bisa menentukan apakah ide tersebut bisa diwujudkan atau tidak dengan bantuan prototype ini. Oleh karena itu, prototipe dapat membantu mengubah konsep yang hanya ada di pikiran Anda menjadi representasi yang lebih akurat.

2. Tahu Kebutuhan Konsumen

Jika Anda memikirkan kembali definisi prototipe, Anda akan melihat bahwa itu tidak benar-benar mencakup semua fitur dan fungsionalitas produk akhir. Prototipe hanyalah gambar biasa yang dapat menunjukkan minat konsumen. Anda dapat mempelajari tentang keinginan dan preferensi orang secara langsung melalui interaksi dengan pengguna sebagai pengembang.

3. Mengembangkan Produk Baru

Anda dapat menilai kembali menggunakan prototipe yang telah dibuat. Untuk mengidentifikasi semua kelemahannya adalah tujuannya. Setelah itu, Anda dapat mengidentifikasi masalah dan memperbaikinya. Hal ini dapat dijadikan acuan dalam pembuatan produk baru. Item baru tidak diragukan lagi akan menjadi versi perbaikan dari prototipe lama.

4. Bahan untuk Presentasi

Mungkin Anda memiliki ide atau gagasan yang cemerlang. Sayangnya, keterbatasan keuangan menghalangi realisasi konsep ini. Temukan investor yang siap membantu membiayai pengembangan produk Anda jika hal ini terjadi.

Oleh karena itu, prototipe sangat penting dalam situasi ini. Anda sebagai pengembang akan merasa lebih mudah untuk menawarkan konsep Anda kepada investor jika Anda memiliki prototipe.

Prototipe juga dapat menjadi aspek terpenting dari produk yang sukses. Investor akan memutuskan setelah melihat prototipe dan mendengar semua penjelasan Anda. Apakah akan menyediakan dana atau tidak untuk produk yang Anda buat.

5. Menghemat Biaya

Keuntungan terakhir dari pembuatan prototipe adalah penghematan waktu dan uang. Akan lebih baik untuk membuat prototipe terlebih dahulu. Anda menciptakan produk asli jika prototipe itu sempurna dan dianggap praktis. Dengan cara ini, sedikit waktu dan uang akan hilang.

Jika produk yang Anda hasilkan adalah perangkat keras dan juga perangkat lunak, Anda akan merasakan manfaat ini. Anda akan merasa sangat rugi jika nantinya ditemukan error pada alat produksi massal tanpa ada prototype. Maka dari itu, sebaiknya sempurnakan prototype terlebih dahulu sebelum maju ke produksi massal.

Contoh Prototype

Perancangan prototype sangat penting sebelum mengembangkan produk aslinya. Sekarang adalah waktunya Anda untuk mengetahui berbagai contoh prototype. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. High Fidelity Prototype

Contoh yang pertama adalah high fidelity prototype. Tampilan prototipe ini sangat mirip dengan produk jadi. Model prototype ini biasanya digunakan dalam pembuatan aplikasi atau situs web. Anda dapat membuatnya menggunakan berbagai alat yang tersedia secara online.

2. Low Fidelity Prototype

Low fidelity prototype adalah gambaran kasar dari produk masa depan. Proses atau alur penggunaan produk juga didemonstrasikan dalam prototipe semacam ini. Selain itu, ada tampilan sampel. Prototipe biasanya hanya berbentuk gambar hitam-abu-abu polos dan memiliki tampilan yang sangat mendasar.

3. Paper Prototype

Contoh yang terakhir adalah paper prototype. Jenis ini sebenarnya cukup mendasar jika dibandingkan dengan dua contoh sebelumnya. Prototipe kertas dibuat di atas kertas, sesuai dengan namanya.

6 Metode Pembuatan Prototype Produk

Berikut ini terdapat 6 metode yang membantu Anda untuk melakukan pembuatan prototype suatu produk secara tepat. Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Observasi Kebutuhan User

Tahapan pertama membuat prototype produk, pihak developer harus melakukan kegiatan riset terlebih dahulu untuk melihat apa saja yang sepertinya menjadi kebutuhan user terhadap suatu produk. Sehingga, nantinya saat produk tersebut sudah siap untuk dirilis sanggup mengenai sasaran secara tepat. 

2. Pembuatan Desain Prototype

Lalu selanjutnya adalah pembuatan desain secara sederhana yang akan memberikan gambaran singkat tentang produk yang hendak dibuat. Tentunya hal tersebut harus berdasarkan pertimbangan dan hasil riset yang telah dilakukan pada langkah tahap awal tadi.

Desain ini biasanya dalam bentuk sketsa yang sudah disusun secara rinci dan sedemikian rupa. Terdapat dua sketsa konsep, antara lain: 

  • Sketsa desain yang mampu membantu untuk menunjukkan bagaimana produk yang nantinya muncul setelah selesai dikerjakan.
  • Sketsa teknis yang menunjukkan dimensi produk, bahan, dan cara kerja.

Baca Juga: Mobile First Experience dan Keunggulannya Bagi Website Anda

3. Membangun Prototype Pertama Anda

Langkah selanjutnya setelah membuat desain adalah membuat prototype pertama Anda. Hal tersebut harus menjadi model yang cukup rinci dan terlihat seperti produk akhir Anda dengan memiliki fungsi yang sama.

Karena ini merupakan prototype pertama, maka Anda tidak perlu khawatir mengenai jenis bahan yang digunakan atau bahkan biayanya. Mengingat, tujuan Anda membuat prototype ini adalah untuk mendapatkan model kerja yang menyerupai produk akhir.

4. Evaluasi Penggunaan Awal

Pada tahap ini, prototype yang telah dibuat kemudian harus melalui pengujian secara langsung oleh user yang menjadi target pasar dari produk Anda. Lakukan juga pengumpulan semua data dan informasi terkait kelemahan dan keunggulan produk menurut user.

5. Memperbaiki Prototype

Nah, setelah berhasil mengumpulkan semua kelemahan dari prototype produk Anda, kini saatnya untuk memperbaikinya. Hal terpenting yang perlu diperhatikan saat memperbaiki prototype produk Anda tentu menyesuaikannya dengan keinginan dari user.

6. Implementasi dan Pemeliharaan

Pada tahap ini suatu produk yang Anda rilis dapat dikatakan berhasil dan sesuai dengan kebutuhan dari user apabila hasil penjualannya atau penggunaan produk tersebut mencapai harapan yang telah Anda tentukan sebelumnya. Kemudian, jangan lupakan juga untuk senantiasa melakukan kegiatan pemeliharaan produk agar sistem dapat berjalan lancar tanpa kendala hingga jangka waktu yang panjang.

Nah, itu tadi semua penjelasan seputar pengertian dari prototype, tujuan dibuatnya metode tersebut, hingga bagaimana sih cara membuatnya dengan baik.  Semoga artikel dari ToffeeDev  selalu bermanfaat untuk Anda ya!

Kemudian, jika Anda tertarik untuk membuat website yang tidak hanya memiliki tampilan bagus, namun juga mampu menarik pelanggan, maka sudah seharusnya untuk menyerahkan semuanya pada ahlinya. 

ToffeeDev siap membantu bisnis Anda lewat berbagai layanan yang kami tawarkan. Mulai dari jasa pembuatan website, layanan SEO, hingga digital ads dan sebagainya. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkapnya, jangan ragu untuk hubungi tim ToffeeDev sekarang juga ya!

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top