Pengertian Engagement Social Media dan Cara Meningkatkannya

engagement social media

Seiring dengan berkembangnya social media menjadi salah satu platform unggulan dalam banyak hal, engagement social media telah menjadi bagian penting dari strategi marketing jenis apapun.

Yang awalnya hanya digunakan sebagai salah satu cara lain untuk “hangout” bersama teman, social media sekarang telah berubah menjadi tempat terbaik untuk sebuah brand melakukan interaksi dengan pelanggannya serta menarik pelanggan baru.

Tanpa engagement atau keterlibatan, social media hanya lah sekadar media. Orang-orang tidak menggunakan jejaring sosial untuk pengalaman satu arah. Mereka mencari koneksi, pengalaman interaksi dua arah, dengan orang lain maupun akun resmi dari sebuah brand.

Untuk bisnis kecil, social media engagement adalah hal yang sangat penting untuk didapatkan karena hal ini bisa meningkatkan brand awareness dari bisnis Anda serta menunjukkan customer care yang bisa membuat pelanggan Anda semakin setia.

Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang bagaimana caranya meningkatkan strategi social media engagement Anda sehingga Anda bisa mendapatkan hasil yang positif.

Apa Itu Engagement Social Media?

apa itu engagement social media

Pertama-tama, kita pelajari terlebih dahulu tentang apa itu social media engagement atau keterlibatan media sosial.

Keterlibatan media sosial adalah tolak ukur tentang bagaimana orang-orang berinteraksi dengan akun dan konten media sosial Anda. Istilah ini dapat mencakup berbagai tindakan di semua platform sosial. Misalnya, keterlibatan bisa mencakup:

  • Like dan Favorite
  • Comment, DM, Reply
  • Share dan Retweet
  • Save
  • Click
  • Mention

Keterlibatan adalah cara yang bagus untuk mengukur apakah konten yang Anda buat dapat menjangkau pelanggan serta calon pelanggan Anda. Biasanya, orang-orang akan berinteraksi atau melakukan keterlibatan dengan sebuah konten jika mereka merasa relate dengan konten tersebut.

Baca Juga: Engagement Marketing: Membangun Relasi dengan Konsumen

Jenis Social Media Engagement

jenis engagement social media

Keterlibatan media sosial bisa didapatkan dengan berbagai cara. Anda bisa mendapatkannya secara organik, atau bahkan Anda sekarang sudah bisa membeli keterlibatan media sosial. Namun, keterlibatan organik lah yang bisa memberikan pengaruh lebih banyak terhadap bisnis Anda dalam praktik nyatanya.

Keterlibatan secara organik berarti konten yang Anda buat menjangkau orang-orang dengan sendirinya. Contohnya adalah ketika seorang pelanggan Anda yang melakukan interaksi dengan konten Anda, lalu konten tersebut mencapai koneksi dari orang tersebut, yang berarti calon pelanggan baru Anda.

Jika Anda membeli keterlibatan, biasanya konten yang Anda buat hanya akan mencapai akun bodong atau akun-akun palsu yang sengaja dibuat hanya agar konten Anda terlihat telah terlibat banyak interaksi. Hal ini biasanya tidak akan dan tidak bisa menjangkau calon pelanggan baru.

Baca Juga: Strategi Meningkatkan Engagement Rate Melalui Digital Marketing

Mengapa Social Media Engagement Penting?

mengapa engagement social media penting

Jika Anda bertanya “Mengapa keterlibatan media sosial itu penting?” jawaban sederhananya adalah karena pihak media sosial berkata demikian.

Jangkauan dari keterlibatan secara organik telah menurun di hampir semua platform media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Namun, jika sebelumnya akun Anda sudah sering mendapatkan interaksi atau keterlibatan yang tinggi, maka akun Anda hanya akan sedikit terpengaruh dengan hal ini.

Sekarang, Facebook menggunakan “meaningful engagement” sebagai sinyal penting bahwa sebuah postingan harus diprioritaskan. Dengan kata lain, konten media sosial dengan interaksi yang lebih aktif dan ‘meaningful’ akan mendapatkan lebih banyak jangkauan. Seperti yang dijelaskan oleh Facebook:

Interacting with people is associated with a greater sense of well-being… On the other hand, just scrolling through your Facebook feed, passively reading or watching without interacting with others, tends to make people feel worse.

Facebook menjelaskan bahwa berinteraksi dengan orang lain lewat media sosial memiliki makna sosial yang tinggi, jadi jika Anda hanya scrolling linimasa media sosial Anda tanpa melakukan interaksi bisa membuat orang lain merasa buruk.

Pelanggan Anda mengharapkan Anda untuk terlibat dalam interaksi juga, terutama dalam hal memberikan customer care. Media sosial adalah pilihan nomor satu sebagai platform customer care — setiap bulan, orang-orang dan brand bertukar 8 miliar pesan Facebook.

Pelanggan mengandalkan Anda untuk tidak hanya merespons tetapi juga melakukan hal yang mereka minta dengan cepat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Twitter pada tahun 2016, 71% pengguna mereka mengharapkan brand untuk merespons dalam kurun waktu kurang dari satu jam.

Baca Juga: 5 Cara Membuat Copywriting Yang Menarik

Orang senang melihat (dan membagikan) interaksi positif antara brand dan pelanggannya. Ditambah, jika brand menjawab keluhan pelanggan di media sosial, brand tersebut dapat meningkatkan customer advocacy hingga 25%.

Mungkin agak menakutkan untuk menjawab keluhan mereka secara terbuka, tetapi jika Anda memberikan layanan yang baik, pelanggan Anda akan menyukai hal tersebut. Rata-rata 66% orang berusia antara 18 hingga 54 melihat brand dengan lebih baik jika brand tersebut menanggapi komplen atau permintaan pelanggan di media sosial.

Terakhir, keterlibatan dapat membangun hubungan. Media sosial bisa digunakan untuk belajar dari pelanggan dan komunitas tentang bagaimana Anda dapat meningkatkan pengalaman mereka.

Memiliki saluran komunikasi langsung ke pelanggan memungkinkan Anda untuk membangun suatu hubungan, mengembangkan empati, dan, pada akhirnya, membangun produk yang lebih baik untuk pelanggan Anda.

Cara Meningkatkan Engagement Social Media

cara meningkatkan engagement social media

Berikut adalah cara-cara yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan keterlibatan orang-orang terhadap media sosial Anda:

1. Menjadi Lebih Sosial dan Interaktif

Untuk menjadi menarik, Anda harus bisa bersosialisasi dengan baik, yang berarti berinteraksi dengan orang-orang di sekitar Anda. Membalas komentar atau pesan, membuat poll atau questionnaire, atau mengadakan kegiatan apapun yang memungkinkan Anda berinteraksi lewat media sosial dengan pelanggan Anda.

Dengan menjadi aktif di media sosial, Anda akan terlihat lebih menarik di mata pelanggan dan calon pelanggan Anda. Berikut adalah ide-ide konten interaktif yang bisa Anda buat:

  • Mengadakan lomba
  • Membuka sesi tanya jawab
  • Meminta pendapat
  • Uji pengetahuan mereka tentang brand Anda
  • Menggunakan stiker atau filter interaktif dari Instagram Story
  • Mengikuti trend yang sedang ramai di media sosial
  • Dan lain sebagainya.

Intinya adalah, Anda harus bisa berpikir kreatif dan mengikuti perkembangan trend agar bisa membuat konten yang interaktif sehingga pengikut Anda bisa merasa relate terhadap brand Anda.

2. Menjadi Unik atau Konsisten

Mencoba untuk lebih aktif di media sosial bisa menjadi hal yang menakutkan. Apakah orang akan menyukai apa yang Anda lakukan? Apakah Anda sudah menunjukkan bahwa brand Anda adalah salah satu yang terbaik?

Memiliki persona yang unik di media sosial itu penting tetapi tidak mudah untuk dilakukan. Dengan membuat persona brand Anda di media sosial menjadi unik, berarti Anda memanusiakan brand Anda. Hal ini dapat membuat orang-orang membagikan ulasan positif atas brand Anda.

Bila Anda kesulitan untuk menemukan persona unik, Anda juga bisa mencoba untuk menjadi konsisten. Artinya, Anda harus bisa melakukan apa yang sedang Anda lakukan secara terus menerus.

Walaupun persona yang Anda gunakan tidak begitu unik, namun jika Anda bisa menjadi interaktif secara konsisten, maka orang-orang akan tetap membagikan ulasan positif terhadap brand Anda.

Perlu diingat, jika ada lebih dari satu orang yang mengurus media sosial Anda, jangan sampai persona yang digunakan berubah-ubah dan menjadi tidak konsisten. Setiap orang yang mengurus media sosial Anda harus menggunakan persona yang sama.

Baca Juga: 5 Cara untuk Secara Konsisten Menghasilkan Konten Berkualitas Tinggi

3. Pahami Algoritma dan Audiens Tiap Media Sosial

Tidak semua platform mengukur keterlibatan media sosial dengan cara yang sama. Biasakan diri Anda dengan algoritma unik dari setiap media sosial yang Anda gunakan, sehingga Anda bisa tahu cara meningkatkan keterlibatan dengan tepat.

Mulailah dengan pengaturan waktu untuk mengunggah konten. Biasanya orang-orang memiliki jam yang aktif dalam menggunakan media sosialnya. Contohnya, pengguna twitter biasanya akan lebih aktif pada jam 11 siang hingga 3 sore. Sedangkan pengguna Instagram bisa lebih aktif sepanjang hari, dari mulai jam 10 pagi hingga 8 malam.

Contoh lainnya adalah LinkedIn, mereka peduli ketika orang-orang terlibat dengan postingan Anda dan memasukkannya ke dalam jangkauan Anda. Biasanya, unggahan yang mendapatkan interaksi dalam 60 menit pertama memiliki jangkauan yang lebih luas. Instagram, di sisi lain, tidak memasukkan waktu keterlibatan ke dalam algoritmanya.

Periksa juga bagaimana tindakan lain memengaruhi peluang Anda untuk terlibat di media sosial. Misalnya, Instagram menyukai saat Anda menggunakan Instagram Stories dan akan lebih sering menampilkan postingan Anda. Di Facebook, postingan dengan video menerima 400% lebih banyak interaksi daripada postingan yang hanya berisikan teks. Untuk Twitter, hashtag adalah segalanya — menambahkan hashtag ke tweet dapat meningkatkan keterlibatan sebanyak 1,065%.

Intinya adalah, Anda harus memahami bagaimana cara kerja dari setiap media sosial yang Anda gunakan. Selain itu, Anda juga harus memahami target audiens dari media sosial Anda. Pahami konten seperti apa yang mereka sukai, interaksi seperti apa yang menarik perhatian mereka, selanjutnya buat lah persona yang sesuai dengan kriteria tersebut.

Jasa SEO

4. Buat dan Bagikan Konten yang Berguna

Konten yang bermanfaat bagi audiens akan membuat mereka lebih relate terhadap brand Anda. Coba buat konten “percakapan” bukan sekadar “pengumuman”.

Jika Anda hanya berbicara tentang betapa bagusnya brand Anda, atau apa yang Anda jual, pengikut akan sulit untuk relate dan bahkan akan membuat Anda kesulitan mendapatkan pengikut baru.

Contohnya, Anda memiliki sebuah bisnis fashion. Yang Anda lakukan di media sosial brand tersebut hanya memposting produk yang Anda jual saja. Engagement yang akan Anda dapatkan hanya sedikit.

Namun, jika Anda misalnya memposting ulasan mengenai proses pembuatan produk tersebut, lalu juga membuka sesi tanya jawab terhadap produk tersebut. Maka engagement yang Anda dapatkan dijamin akan lebih tinggi.

5. Buat Percakapan dengan Pengikut Bisa Berlanjut Panjang

Pada jejaring media sosial seperti twitter, Anda dimungkinkan untuk membuat percakapan panjang dan tetap ‘nyambung’ karena fitur dari twitter yang bisa mengarahkan komen yang Anda buat itu membalas ke komen yang mana.

Maka dari itu, buat lah konten yang bisa mengundang percakapan panjang. Contohnya, sebuah platform OTT bisa memberikan pertanyaan seperti, “Menurut kalian karakter mana yang paling cepet marah kalau kena macet?”.

Dari sana, pengikut Anda bisa membalas dengan jawaban-jawaban mereka. Lalu, ada kemungkinan jika seseorang akan tidak setuju dengan jawaban lainnya dan memberikan alasan mereka mengapa mereka tidak setuju. Dengan begitu, percakapan akan bisa menjadi panjang dan interaksi yang didapatkan oleh media sosial Anda semakin tinggi.

Baca Juga: Pentingnya Mengetahui 4 Prinsip Customer Engagement

6. Tambahkan Hashtag yang Relevan Pada Konten Anda

Cara lain yang bisa digunakan untuk membuat postingan Anda lebih menarik bagi pengikut adalah melalui penggunaan hashtag atau tagar. Kata kunci ini tidak hanya membantu untuk menonjol di postingan itu sendiri, tetapi juga bagus untuk melacak diskusi seputar topik tertentu dan terhubung dengan orang-orang yang menggunakan tagar tertentu.

Hashtag yang digunakan dalam pengertian ini memiliki manfaat utama untuk menjangkau tidak hanya pengikut Anda tetapi juga kepada orang yang tidak atau belum mengikuti Anda yang juga mencari informasi yang sama.

Ingat: Jangan gunakan terlalu banyak tagar dalam satu konten yang sama! Terlalu banyak tagar dapat lebih merusak konten media sosial dan reputasi brand Anda daripada yang Anda pikirkan!

7. Gunakan Alat Analitik

Alat analitik sangat membantu dalam memantau tingkat keterlibatan di media sosial, situs web, dan lainnya. Anda bisa memperoleh wawasan data yang kaya dan sempurna untuk membuat perubahan strategi yang diperlukan untuk melakukan peningkatan. Dari melacak jumlah penayangan dan jumlah klik tautan atau gambar hingga menemukan waktu optimal untuk memposting dan situs media sosial paling sukses untuk bisnis Anda, semuanya bisa dilakukan oleh alat analitik.

Ada banyak alat hebat untuk mengukur seberapa menarik postingan Anda, berikut adalah beberapa rekomendasi yang bisa kami berikan:

  • Google Analytics
  • Twitter Analytics
  • Hootsuite

Setiap alat analitik menawarkan sesuatu yang sedikit berbeda sehingga sangat bagus untuk bereksperimen dengan beberapa untuk memastikan Anda mendapatkan data yang Anda butuhkan untuk mengukur keterlibatan media sosial Anda

Twitter Analytics khusus untuk platform media sosial Twitter yang memberi pengguna analisis postingan yang lebih mendalam daripada alat analisis umum lainnya yang berfokus pada pemantauan beberapa situs sosial secara bersamaan.

Twitter Analytics juga memberikan angka mingguan yang menunjukkan data seperti ‘tweet teratas’, ‘tweet media teratas’, dan ‘mention teratas’. Seiring waktu, hasil ini dapat dipantau dan dianalisis untuk melihat gaya postingan apa yang paling berhasil dan apa yang paling membuat orang berbicara dengan brand tersebut.

Sebagian besar alat analitik juga memiliki opsi yang dapat disesuaikan sehingga setiap pengguna dapat memperoleh jenis data tertentu dalam rentang tanggal yang mereka butuhkan. Ini sangat ideal untuk pengguna yang perlu mengukur seluruh kampanye yang mungkin diatur untuk berjalan pada waktu yang canggung karena acara yang sedang berlangsung, dll.

Dengan melakukan hal-hal di atas, Anda memiliki kemungkinan besar untuk meningkatkan engagement social media Anda.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tools Social Media Monitoring

Perbedaan Engagement Tiap Social Media

perbedaan engagement tiap social media

Pada media sosial, keterlibatan mencakup berbagai tindakan, seperti “share” di Facebook atau “like” di Instagram. Keterlibatan adalah interaksi apa pun yang dilakukan orang lain dengan konten media sosial Anda yang menunjukkan bahwa mereka tertarik dengan unggahan Anda dan mungkin ingin mendukung brand Anda.

Alat untuk analisis media sosial yang disebut “engagement rate” dapat dihitung dengan membagi volume keterlibatan dengan jumlah pengguna yang dapat memicu tindakan tersebut.

Salah satu cara untuk menghitung engagement rate Anda adalah dengan mengambil jumlah rata-rata “suka” atau “retweet” + “komentar” dan membaginya dengan jumlah pengikut Anda. Jika Anda memiliki akses ke fitur analitik dari suatu media sosial, fitur itu juga dapat menghitung dengan metrik yang sama dibagi dengan orang yang melihat pos tersebut.

Setelah mengamati persentase keterlibatan di jejaring media sosial Anda, penting untuk memberi perhatian khusus pada unggahan yang menerima keterlibatan paling banyak, sehingga Anda dapat menggunakan informasi itu untuk mengoptimalkan unggahan Anda yang selanjutnya.

Berikut adalah perbedaan engagement rate pada beberapa media sosial yang paling populer saat ini:

1. Instagram

Instagram dikenal memiliki tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan jejaring media sosial lainnya seperti Facebook dan Twitter.

Menurut Sprout Social, alat penerbitan dan pemantauan media sosial, brand-brand kelas atas yang berada di Instagram memiliki tingkat keterlibatan per pengikut rata-rata 4,21%.

Konten visual Instagram yang menarik dikombinasikan dengan teks yang unik dan berbasis hashtag telah terbukti menjadi skenario ideal untuk meningkatkan keterlibatan pengikut Anda.

2. Facebook

Engagement rate di Facebook untuk sebuah postingan dihitung sebagai jumlah Pengguna yang Terlibat dibagi dengan total jangkauan postingan tersebut. Kalikan semuanya dengan 100 untuk mengubahnya menjadi persentase. Keterlibatan di Facebook mencakup reaksi, pembagian, komentar, dan beberapa klik pada tautan, video, dan gambar.

Misal: Total Keterlibatan untuk hari/bulan tertentu adalah 3600 dan total jangkauan untuk bulan tersebut adalah 110000 maka tingkat keterlibatan adalah (3600/110000)*100=3,27%

Setelah menganalisis lebih dari 500.000 halaman Facebook, SocialBakers, sebuah alat pemantauan media sosial, menemukan bahwa:

Jumlah LikeRata-Rata Engagement Rate (%)
0 – 10k0,96
10k – 20k0,29
20k – 50k0,21
50k – 100k0,19
100k – 200k0,16
200k – 500k0,13
500k – 1m0,11
1m+0,09

3. Twitter

Karena umpan real-time Twitter yang serba cepat, tidak hanya keterlibatan yang lebih sulit didapat, tetapi brand juga harus sering membuat tweet agar tetap relevan.

Menurut SocialBakers, engagement rate rata-rata dari 25 brand teratas yang ada di twitter adalah 0,07% per tweet.

Baca Juga: Hashtag Marketing, Strategi Bermanfaat Untuk Bisnis Anda

4. LinkedIn

Konten yang dibagikan di LinkedIn, platform sosial B2B, sangat berbeda dari konten yang dibagikan di jejaring media sosial lainnya.

Menurut data yang diambil oleh Hubspot terhadap lebih dari 5.000 brand, LinkedIn memiliki jumlah pengunjung tertinggi dan memiliki tingkat konversi sebesar 2,74%. Namun mengejutkannya, hanya 57% perusahaan yang memiliki halaman LinkedIn.

Keterlibatan adalah cara yang baik untuk mengukur hubungan serta loyalitas dari pelanggan Anda terhadap brand Anda. Hal ini dapat membantu bisnis Anda berkembang lebih jauh lagi. Keterlibatan juga adalah tolak ukur yang lebih baik untuk mengukur kesuksesan dari media sosial Anda dibanding dengan jumlah pengikut.

Kembangkan Bisnis Anda Secara Online Bersama ToffeeDev

Itulah pengertian dari engagement social media serta cara meningkatkannya. Dengan meningkatnya engagement dari media sosial Anda, berarti brand awareness serta kehadiran online dari bisnis Anda juga meningkat.

Jika Anda ingin menggunakan cara lain untuk meningkatkan brand awareness maupun kehadiran online dari bisnis Anda. Ada agensi Digital Marketing seperti TofeeDev yang dapat membantu Anda. Jika Anda tertarik, kunjungi website kami di sini untuk informasi lebih lanjut.

Share this on :

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat