Strategi Komunikasi Pemasaran terhadap Brand

Sudah pernah mendengar tentang strategi komunikasi pemasaran? Bagi yang memiliki bisnis, hal tersebut tentu sudah sangat sering  Anda dengar. Sebenarnya, komunikasi pemasaran adalah langkah yang dilakukan perusahaan untuk memengaruhi calon pembeli agar tertarik dengan produk mereka. Untuk lebih memahami tentang komunikasi pemasaran, Anda bisa menyimak ulasan berikut ini.

Tujuan strategi komunikasi pemasaran

Strategi pemasaran memiliki beberapa tujuan. Pertama adalah untuk menciptakan brand awareness agar masyarakat dapat mengetahui dan mengenal produk yang Anda tawarkan. Kedua, strategi ini juga akan membantu Anda untuk membentuk identitas brand

Dengan adanya identitas brand yang kuat, maka calon konsumen pun bisa mengenali produk Anda lebih mudah. Bukan hanya itu, brand Anda juga memiliki peluang paling besar untuk mengungguli brand dari perusahaan lain.

Terakhir, strategi komunikasi pemasaran bisa membantu Anda untuk menarik perhatian investor baru. Dengan strategi yang tepat, investor dapat memperkirakan bagaimana performa brand Anda. Saat investor dapat memperkirakan performa sebuah brand, maka prospek brand untuk diterima pun akan semakin besar.

Baca juga: 5 Strategi Pemasaran Produk yang Efektif

Mulai merancang strategi komunikasi pemasaran

Lalu, bagaimanakah cara merancang strategi komunikasi pemasaran? Dalam praktiknya, pemasaran brand ada banyak jenisnya, tinggal menyesuaikan skalanya. Namun, jika mengikuti konsep komunikasi pemasaran, cara pemasaran brand bisa dibagi menjadi dua, yakni model PESO dan model NICE. Berikut penjelasannya.

1. Strategi model PESO

Model PESO (Paid, Earned, Social, and Owned) adalah strategi yang dirancang untuk memangkas biaya iklan, baik itu di media cetak maupun TV. Caranya adalah dengan memanfaatkan integrasi antara empat jenis media: paid, earned, social, and owned.

Paid media adalah media yang berfokus pada calon konsumen sesuai dengan data demografi dan perilakunya di media sosial. Kemudian, earned media adalah media yang fokus pada konten produk perusahaan. Sedangkan shared media menitikberatkan pada kegiatan calon konsumen di media sosial. Terakhir, owned media adalah media yang dibuat oleh perusahaan seperti website.

Contoh dari penerapan strategi model PESO adalah memasang iklan pada media sosial seperti Instagram atau Facebook. Dengan memasang iklan di media sosial, maka akan langsung terhubung pada owned media, sehingga shared media pun otomatis berjalan. Jadi, biaya pemasaran dapat dikurangi secara efisien.

2. Strategi model NICE

Selain strategi model PESO, ada juga strategi model NICE (New, Interest, Convert, and Engage). Jika PESO fokus pada upaya untuk memangkas biaya pemasaran, NICE fokus pada cara perusahaan berkomunikasi.

Pada tahap new, perusahaan membangun brand awareness dengan membidik kelompok tertentu. Langkah ini bisa dilakukan melalui pemasangan iklan atau kerja sama dengan influencer. Tahap selanjutnya adalah interest. Pada tahap ini, perusahaan berusaha menarik calon konsumen untuk melirik produk mereka. 

Selanjutnya adalah tahap convert. Dalam tahapan ini, perusahaan berupaya agar interest atau ketertarikan pembeli dapat diubah (convert) menjadi transaksi pembeli. Terakhir adalah tahapan engage. Engage berarti perusahaan berusaha agar konsumen memiliki loyalitas terhadap brand. Dengan begitu, komunikasi di antara perusahaan dan konsumen bisa terus berlanjut meski transaksi telah usai.

Baca Juga : Mengapa Persuasi Dalam Komunikasi Pemasaran itu Penting?

Semoga pembahasan mengenai strategi komunikasi pemasaran ini dapat membantu Anda dalam merancang strategi pemasaran yang efisien dan tepat sasaran. Jika Anda masih bingung dengan strategi pemasaran, terutama strategi pemasaran digital, jangan ragu untuk menggunakan layanan digital marketing dari ToffeeDev.Toffeedev merupakan digital marketing agency yang telah berpengalaman dalam merancang strategi digital marketing dengan menyediakan layanan seperti SEO dan web design. Segera mulai bersama ToffeeDev dari sekarang!

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat