Memahami Pengertian dan Jenis-jenis Meta Tag

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Meta tag adalah salah satu strategi dalam SEO atau Search Engine Optimization. Dengan melakukan optimasi pada meta tag, Anda bisa membuat situs mudah muncul pada halaman pertama dari Google. Jadi, peluang untuk dilihat dan diklik pengguna cukup besar.

Mengingat meta tag ini sangat penting, Anda harus hati-hati dalam pembuatannya. Sekali saja salah membuat bagian ini, konten yang Anda buat tidak akan mudah menembus mesin pencari. Efeknya, jumlah lead dan traffic yang masuk ke situs jadi anjlok.

Jenis Meta Tag

Meta tag umumnya tidak dimasukkan ke dalam konte, tetapi masuk saat Anda melakukan input ke dasbor CMS. Ada tiga jenis meta tag yang harus dimasukkan agar setiap konten yang dibuat bisa dioptimasi dengan sempurna. Berikut jenis meta tag selengkapnya.

1. Meta Title

Saat Anda melakukan pencarian di Google, judul dari halaman website yang muncul itu adalah meta title. Umumnya, satu halaman akan memuat dua judul. Jadi, bisa saja judul yang ada di halaman dan mesin pencari berbeda meski keduanya saling berkaitan.

Untuk bisa memaksimalkan judul atau meta title, biasanya pengguna CMS seperti WordPress akan menggunakan plug-in. Aplikasi tambahan yang cukup mudah digunakan untuk keperluan SEO adalah Yoast SEO.

Dengan menggunakan plug-in itu, Anda bisa dengan mudah memberikan meta title yang menarik. Selain itu, panjang dan pendeknya juga bisa diatur untuk menghindari indikatornya jadi merah. (Merah berarti terlalu panjang atau pendek).

Saat membuat meta title, simak beberapa tips di bawah ini:

  • Dalam membuat meta title, Anda harus memasukkan kata kunci yang memang disasar.
  • Usahakan judul yang dibuat menarik karena akan tampil di mesin pencari. Anda boleh menambahkan clickbait, tetapi harus relevan dengan konten.
  • Usahakan membuat judul maksimal 60 karakter saja.
  • Boleh menambahkan angka atau simbol tertentu yang disukai mesin pencari.

2. Meta Description

Meta description adalah rangkuman atau bocoran yang berkaitan dengan konten yang akan dibahas. Umumnya, meta description ini saling berkaitan dengan meta title sehingga orang lain yang membacanya akan penasaran.

Kolom meta description pada Yoast SEO juga disediakan sendiri. Anda bisa membuat meta description ini dengan panjang maksimal 155-160 karakter saja. Lebih sedikit dari itu lebih baik, asal maksud dari konten sudah terwakili.

Isi dari meta description harus membuat orang yang membaca penasaran. Hindari menampilkan isi secara lengkap dari artikel karena bisa menjawab rasa penasaran yang mereka miliki. Terakhir, semua meta description yang akan Anda buat harus mengandung keyword

3. Meta Keyword

Sebuah situs mudah dicari di Google karena menggunakan meta keyword yang jadi fokusnya. Misal, satu halaman artikel yang membahas tentang manfaat dari yoghurt. Anda bisa menggunakan kata kunci “manfaat yoghurt” sebagai fokusnya.

Karena kata kunci itu yang akan jadi fokus, Anda harus bisa menambahkan kata kunci itu pada konten. Jadi, apa yang tertulis di halaman dan apa yang dioptimasi pada sistem bisa sejalan.

Mengelola website khusus yang berhubungan SEO memang tidak mudah. Itulah alasan optimasi mesin pencari tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Meski Anda sudah mampu membuat konten yang mumpuni, optimasi bisa saja gagal sehingga traffic yang masuk sedikit.Meta tag adalah salah satu kunci optimasi yang wajib dipegang oleh orang yang tepat. Jika Anda merasa tidak mampu melakukan optimasi sendiri, ada baiknya menggunakan jasa SEO. Jadi, urusan rumit terkait SEO bisa ditangani dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post