7 Tahapan Pengembangan Produk Baru untuk Tingkatkan Brand Value

Tahapan Pengembangan Produk Baru

Bisnis yang telah lama berdiri pasti telah merilis berbagai lini produk andalannya. Mereka tidak pernah puas hanya dengan satu produk, tetapi terus menciptakan produk baru secara berkala. Bagi mereka, pengembangan produk baru sangat bermanfaat dalam meningkatkan brand value sebuah bisnis.

Sebagai pebisnis pemula, Anda pasti ingin mengikuti jejak bisnis yang telah berhasil, bukan? Satu hal yang dapat dipelajari adalah mereka terus berinovasi dan merilis produk anyar. Apa saja tahapan yang harus dilalui dalam pengembangan produk baru? Temukan jawaban lengkapnya dalam artikel ini.

Pentingnya Mengembangkan Produk Baru

Pengembangan produk baru dianggap sebagai proses transformasi peluang di pasar menjadi produk baru yang dapat dipasarkan serta bisa memuaskan permintaan konsumen. Sementara itu, Wheelwright dan Clark (1992) mendefinisikan proses ini sebagai langkah untuk menghasilkan produk baru dengan biaya yang sedikit dan waktu yang relatif singkat.

Produk yang dikembangkan tidak melulu berupa barang berwujud nyata. Jasa, software, dan aplikasi yang bersifat intangible alias tidak nyata pun perlu dikembangkan setiap harinya. Apa pun jenisnya, ide produk yang digagas oleh pebisnis atau wiraswasta dikembangkan agar menjadi produk atau jasa yang bisa dijual kepada masyarakat.

Baca Juga: Merencanakan Marketing Plan Untuk Produk Baru

Proses pengembangan produk sangat penting karena berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan perusahaan. Selain itu, ada pula beberapa faktor lain yang menjadi alasan pentingnya proses ini: 

  • Selera konsumen yang terus berubah;
  • Kompetisi yang terus meningkat;
  • Kemajuan teknologi;
  • Kesempatan baru bagi pertumbuhan dan pengembangan perusahaan;
  • Pemanfaatan kapasitas yang tersedia;
  • Diversifikasi risiko supaya tidak terlalu memengaruhi perusahaan; dan
  • Meningkatkan reputasi brand dan perusahaan.
Jasa SEO

Pengembangan Produk Baru Sebagai Strategi Peningkatan Brand Value

Salah satu alasan penting pengembangan produk baru yang telah disebutkan sebelumnya adalah meningkatkan reputasi brand alias brand value. Bagaimana hubungannya?

Brand atau merek dianggap sebagai aset bagi perusahaan karena mampu menaikkan angka penjualan. Peningkatan brand value tidak terbatas pada perubahan logo atau nama yang menarik. Perusahaan pun perlu melakukan langkah-langkah inovatif dalam mendongkrak brand value, terutama menciptakan dan mengembangkan produk baru.

Langkah tersebut merupakan salah satu komitmen perusahaan terhadap kepuasan dan ekspektasi pelanggan. Perusahaan perlu menghasilkan produk baru yang berkualitas demi memenuhi kebutuhan konsumen dan selera pasar yang majemuk. Diferensiasi produk juga dilakukan supaya pelanggan memiliki lebih banyak pilihan sesuai budaya konsumsi dan daya beli mereka.

Baca Juga: Inilah 5 Tips Membuat Konten yang Menarik!

7 Tahapan Pengembangan Produk Baru

Tidak ada produk baru yang lahir dan keluar begitu saja dari pabrik. Ada beberapa tahapan yang wajib dilewati dalam meluncurkan produk baru kepada masyarakat. Bagaimana tahapannya? Simak langkahnya di bawah ini.

7 Tahapan Pengembangan Produk Baru

1. Menentukan Ide

Dari mana munculnya ide produk baru yang hendak dikembangkan? Ide tersebut tidak harus berupa produk yang belum pernah dirilis, bisa pula berasal dari produk yang sudah ada dan ingin dikembangkan. Perusahaan bisa mencari ide produk dari pilihan ini:

  • Membuat substitusi produk yang sudah ada;
  • Menggabungkan dua produk menjadi satu supaya multifungsi;
  • Mengadaptasikan produk agar lebih mudah digunakan;
  • Memodifikasi produk dengan teknologi baru; atau
  • Mengeliminasi fitur yang tidak berguna dari suatu produk.

2. Melakukan Riset

Ide produk yang telah digagas harus melalui tahap riset untuk mengetahui antusiasme target pasar. Riset juga berguna supaya perusahaan tidak membuang waktu, tenaga, dan uang untuk ide produk yang belum tentu laku di pasaran. Saat melakukan riset, perusahaan memerlukan feedback yang objektif dan tidak bias.

3. Membuat Perencanaan

Pengembangan produk bukanlah proses yang sederhana. Oleh karena itu, perusahaan perlu membuat rencana dan desain produk sebelum menciptakan prototipe. Desain ini berisi sketsa produk secara detail serta label kemasan untuk menjelaskan fitur dan fungsi sebuah produk.

Baca Juga: 6 Cara Meningkatkan Brand Awareness dengan Cepat

4. Merancang Prototipe

Prototipe berguna sebagai sampel produk untuk menciptakan produk akhir tanpa ada kecacatan atau kesalahan di dalamnya. Perusahaan perlu membuat prototipe dalam berbagai versi, kemudian mengembangkannya sehingga menjadi produk yang siap untuk diluncurkan.

5. Mencari Sumber Daya

Setelah menciptakan prototipe, perusahaan harus mencari sumber daya atau komposisi yang diperlukan dalam membuat produk. Tahapan ini berkaitan dengan alur supply chain perusahaan, yaitu material, vendor, dan aktivitas produksi serta distribusi hingga produk sampai ke tangan konsumen. Jadi, perusahaan pun perlu mempersiapkan langkah penyimpanan dan pengiriman produk dalam proses produksi.

6. Menentukan Biaya

Perusahaan pun perlu mempunyai proyeksi biaya yang matang untuk menghasilkan sebuah produk. Biaya produksi inilah yang akhirnya menentukan harga produk di pasaran serta keuntungan hasil penjualan. Saat menghitung biaya, perusahaan memerlukan data mengenai harga bahan baku, biaya proses produksi, dan biaya pengiriman bahan baku hingga ke pabrik.

7. Memasarkan Produk

Perusahaan telah selesai memproduksi barang atau jasa dan siap memasarkannya kepada masyarakat. Banyak sekali cara untuk memasarkan produk, salah satunya adalah digital marketing. Strategi pemasaran produk yang tepat membuat produk Anda makin dikenal dan diminati oleh masyarakat sehingga mereka tertarik untuk membelinya.

Baca Juga: Langkah-Langkah Melakukan Affiliate Marketing

Kapan Anda Harus Menerapkan Strategi Ini?

Kapan Anda Harus Menerapkan Strategi Ini

Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini karena langkah pengembangan produk baru bergantung pada proses perusahaan Anda. Namun, proses ini sebaiknya dilakukan beberapa saat setelah Anda meluncurkan produk sebelumnya. Alasannya sederhana, yakni supaya pelanggan bisa mengenal produk yang lebih dahulu diluncurkan dahulu sebelum mencoba produk baru.

Anda tidak boleh melewatkan salah satu tahap pengembangan produk baru di atas, termasuk pemasaran produk. Kami pun memahami bahwa proses produksi produk bukanlah hal yang mudah. Namun, Anda bisa fokus dalam produksi produk baru dan menyerahkan urusan pemasaran kepada ToffeeDev. 
Kami akan memasarkan produk Anda dengan berbagai strategi digital marketing yang tepat sasaran sehingga bisa menarik banyak angka penjualan. Hubungi ToffeeDev segera dan mari bekerja sama untuk mengembangkan produk Anda.

Share this on :

Follow Us

Scroll to Top
WhatsApp chat