Perkembangan Tren Konten di 2021

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Share This Article

Pergantian tahun membawa perubahan untuk berbagai industri yang memang saling bersaing untuk menciptakan hal-hal baru. Hal ini juga memberikan dampak dengan konten marketing yang ikut berkembang juga. Tren konten pada tahun 2021 mengalami perubahan yang cukup signifikan karena kondisi dunia pada saat ini. Ketika dunia masih berkutat dengan masalah pandemi COVID-19 yang pelan-pelan coba ditaklukan, bisnis harus tetap berjalan. Itulah mengapa dibutuhkan dukungan konten dengan pesan marketing yang mendalam dan bernilai. 

Dari tahun ke tahun, selalu ada perubahan konten yang patut diadaptasi dan diikuti. Dengan mengikuti tren konten terbaru, maka bisnis dapat lebih cepat mendapatkan target yang ingin dicapai. Tentunya dibarengi dengan konten menarik sesuai tren yang disukai audiens sehingga semakin tertarik dengan bisnis Anda. 

Melihat bagaimana persaingan bisnis pada saat ini, konten marketing tidak hanya berfokus pada pembelian produk. Konten yang diciptakan juga harus mampu membuat audiens tertarik mengikuti aktivitas brand setiap harinya, termasuk melalui media sosial. Dengan begitu, semakin banyak target audiens yang terjangkau sehingga perlahan-lahan dapat meningkatkan penjualan. 

Ada beberapa perkembangan tren konten di 2021 yang patut untuk Anda simak. Penasaran apa saja? Berikut penjelasan selengkapnya dari tim Digital Marketing Agency ToffeeDev.

Tren Konten di 2021

Total ada enam tren konten baru yang dapat Anda terapkan pada tahun 2021. Barisan tren ini tentunya menjawab kebutuhan dan keinginan audiens, sekaligus dibarengi dengan usaha untuk mengembangkan bisnis di tengah pandemi. Dengan kondisi seperti sekarang ini, maka dibutuhkan usaha lebih besar dalam mengembangkan bisnis melalui berbagai macam konten yang memberikan dampak bisnis lebih besar.

1. Konten Video

Mengapa video menjadi salah satu bentuk konten yang masih tetap merajai dunia pada saat ini? Perpaduan audio dan visual yang ada di dalam konten video sangat mudah untuk dinikmati. Ketika keduanya disatukan dengan dukungan konten yang menarik, maka konten video masih terus mendominasi dunia maya. 

Saat ini sudah terlihat jelas bahwa banyak bisnis yang memanfaatkan konten video untuk menarik perhatian audiens. Mereka memanfaatkan berbagai artis untuk memproduksi video dengan berbagai tujuan, seperti mempromosikan produk baru. Konten video yang mereka buat biasanya diunggah di YouTube sehingga semakin banyak yang menyaksikannya. Penggunaan Adsense di dalam video-video YouTube tersebut juga dapat memberikan keuntungan bagi bisnis dari segi pundi-pundi uang. 

Pembuatan konten video tidak hanya terlihat di YouTube saja. Banyak bisnis yang memanfaatkan TikTok dengan konten-konten video menarik dan konsep editing berbeda. Semakin banyak konten video yang dibuat, maka akan meningkatkan engagement audiens terhadap bisnis Anda. Audiens menjadi lebih mudah dalam mendapatkan informasi mengenai produk, events, hingga promo menarik. 

2. Podcast

Podcast tidak lagi menjadi konten “mahal” yang hanya dapat diproduksi oleh pihak-pihak tertentu saja. Keberadaan podcast semakin masif di berbagai belahan dunia. Indonesia sendiri sudah melahirkan berbagai macam podcast menarik yang didengarkan dari beragam kalangan. Kecenderungan masyarakat mengonsumsi podcast biasanya dibarengi dengan aktivitas tertentu. Walau terkesan seperti radio, podcast jauh lebih terpersonalisasi karena topik-topik yang dibahas sudah jelas dari awal dengan bangunan struktur pembahasan teratur. Inilah yang membuat podcast dapat dimanfaatkan sebagai konten marketing.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Podcast Menarik dan Menghibur

Bisnis yang ingin membangun engagement dengan audiens pada saat ini dapat memanfaatkan podcast untuk mengolah brand image dan brand voice. Fungsi informatif dan menghibur yang ada di dalam podcast membuat konten ini menjadi “senjata” yang tepat untuk melebarkan sayap di tengah-tengah masyarakat luas. Dengan menggunakan podcast yang digemari audiens, maka Anda sudah berada di posisi tepat untuk meningkatkan engagement.Jasa SEO

3. Personalisasi Konten

Apa yang dimaksud personalisasi konten? Konsep ini sebenarnya sudah lama dilakukan. Namun pada tahun 2021, personalisasi konten masih tetap relevan, khususnya bagi bisnis yang menggunakan fitur e-newsletter.

Fungsi e-newsletter adalah mendidik dan mendorong bisnis ke setiap ruang personal audiens. Dengan begitu, bisnis akan terasa lebih dekat setiap audiens yang mendapatkan e-newsletter tersebut. 

Personalisasi konten sebenarnya tidak hanya berfokus pada e-newsletter yang berisi produk terbaru dan promo menarik saja. Anda dapat memasukkan statistik dari kebiasaan pengunjung website ke dalam sistem pencarian mereka. Khususnya dari kebiasaan mereka untuk melihat jenis produk apa saja, konten yang sering dibuka, dan hal-hal lainnya. Dari sana, maka algoritma dalam website mampu menampilkan produk sesuai kebiasaan, minat, kebutuhan, hingga kegemaran masing-masing pengunjung.

Baca Juga: Contoh Newsletter yang Dapat Meningkatkan Sales

4. Webinar

Webinar yang menjadi solusi atas masalah pandemi pada saat ini tetap relevan untuk dilakukan pada tahun 2021. Bisnis tetap dapat menyelenggarakan berbagai acara menarik melalui webinar untuk meningkatkan engagement dengan audiens. 

Walau pada saat ini webinar sering dianggap sebagai konten eksklusif karena hanya terdiri dari jumlah peserta yang kecil, namun bukan berarti itu dianggap sebagai kekurangan. Pendekatan yang dapat dibangun dengan audiens dapat lebih intim dan interaktif karena tidak terganggu dengan banyaknya jumlah peserta. 

Selain webinar, Anda juga bisa memanfaatkan fitur live video yang sudah tersedia di berbagai macam platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, hingga TikTok. Atur jadwal live video dan webinar sehingga semakin banyak audiens yang melihatnya. 

Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Untuk Membuat Webinar

Namun perlu diingat bahwa ada pendekatan yang berbeda untuk bisnis B2C dan B2B. Ketika B2C dapat memanfaatkan webinar dan live video yang lebih “santai” dan “cair”, berbanding terbalik dengan B2B karena harus tetap memiliki kesan serius dan berkelas.

5. UGC

User Generated Content (UGC) adalah konten yang diproduksi oleh konsumen sendiri. Tujuannya adalah memperkenalkan atau mempromosikan suatu bisnis secara independen serta tanpa campur tangan dari bisnis itu sendiri. UGC menjadi salah satu strategi konten marketing yang memiliki pengaruh besar karena cukup banyak konsumen percaya dengan informasi di dalamnya.

Dengan budaya UGC yang makin marak pada saat ini, maka Anda perlu mengakomodirnya dengan memberikan reward kepada konsumen yang membuat konten tersebut. Bisa melalui giveaway, event, kuis berhadiah, hingga kompetisi konten UGC yang pasti meningkatkan kualitasnya juga. Semakin banyak UGC dengan nada positif, maka pengaruh terhadap bisnis menjadi lebih besar juga. 

6. AR

Augmented Reality (AR) memang tidak dapat digunakan untuk seluruh industri bisnis. AR menjadi teknologi yang biasanya ada di dalam perangkat teknologi, seperti smartphone agar calon pelanggan dapat mencoba berbagai produk secara virtual.

Dengan fitur kamera dan dikombinasikan dengan AR, maka konsumen dapat langsung mencoba produk, seperti kacamata, make up, hingga item fashion ke tubuh mereka dengan virtual. Cara ini terbukti efektif karena calon konsumen dapat mengetahui apakah produk tersebut cocok atau tidak ketika digunakan. Teknologi AR juga digunakan industri furniture agar calon konsumen mengetahui produk yang ingin dibeli sudah cocok dengan kondisi rumah sebelum berkunjung ke toko fisik. 
Jadi itulah seluruh perkembangan tren konten di 2021 yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis Anda. Semoga informasi mengenai SEO bisnis ini dapat bermanfaat dan jika Anda membutuhkan dukungan strategi SEO yang tepat sasaran dan sesuai target bagi bisnis, jangan ragu untuk menghubungi Jasa SEO ToffeeDev sekarang juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Related Post