Apa Itu URL dan Domain: Pengertian dan Perbedaannya

apa itu url dan domain

Apabila Anda sering menjelajahi internet? Jika iya, sudah pasti pernah kan mendengar istilah “URL” dan “domain”. Namun, apa itu URL dan domain? Apakah keduanya memiliki fungsi yang penting di dalam internet? Apa saja sih perbedaan di antara keduanya?

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian dan komponen-komponen dari URL dan domain, serta melihat perbedaan penting di antara keduanya. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Pengertian URL (Uniform Resource Locator)

URL, atau Uniform Resource Locator, adalah alamat unik yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu sumber daya di internet. Sumber daya tersebut bisa berupa halaman web, gambar, video, dokumen, atau jenis konten lainnya. URL berfungsi sebagai petunjuk bagi peramban web untuk menemukan dan menampilkan sumber daya yang dimaksud.

Komponen-Komponen URL

Sebuah URL terdiri dari beberapa komponen dasar, yaitu protokol, domain, path, serta mungkin juga query string dan fragment identifier. Berikut ini adalah beberapa penjelasan lengkap dari komponen-komponen yang ada di dalam URL.

a. Protokol

Protokol adalah bagian pertama dalam URL dan menentukan protokol komunikasi yang digunakan untuk mengakses sumber daya. Contoh protokol yang umum digunakan adalah HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan HTTPS (HTTP Secure). HTTP digunakan untuk mengakses situs web yang tidak dienkripsi, sedangkan HTTPS digunakan untuk mengakses situs web yang menggunakan lapisan keamanan SSL (Secure Socket Layer).

b. Domain

Domain adalah bagian berikutnya setelah protokol dan merupakan alamat dari server di mana sumber daya tersebut terletak. Domain dapat berupa alamat IP numerik atau nama domain yang lebih mudah diingat. Nama domain biasanya terdiri dari beberapa bagian yang dipisahkan oleh titik (.) dan menunjukkan identitas unik dari sebuah situs web.

c. Path

Path adalah bagian dari URL yang mengidentifikasi lokasi spesifik dari sumber daya di dalam server. Biasanya, path dimulai dengan garis miring (“/”) dan diikuti dengan nama direktori atau file di server. Path membantu menentukan lokasi tepat dari sumber daya yang diminta di dalam hierarki struktur server.

Baca Juga: 9 Cara Menaikkan Domain Authority dan Page Authority Website Anda

d. Query String

Query string adalah bagian opsional yang mengirimkan parameter tambahan ke server. Query string dimulai dengan tanda tanya (“?”) dan terdiri dari pasangan kunci-nilai yang dipisahkan oleh tanda ampersand (“&”). Query string digunakan untuk mengirim informasi tambahan kepada server, seperti filter pencarian, pengaturan pengurutan, atau parameter kustom.

e. Fragment Identifier

Fragment identifier adalah bagian yang digunakan untuk mengidentifikasi bagian spesifik dari sumber daya yang akan ditampilkan di halaman web. Fragment identifier dimulai dengan tanda pagar (“#”) diikuti dengan nama elemen HTML di halaman web. Fragment identifier biasanya digunakan pada halaman web dengan struktur yang panjang, seperti dokumen panjang atau bagian-bagian berbeda dalam satu halaman.

https://www.freepik.com/free-photo/homepage-concept-with-search-bar_26538692.htm#query=url&position=2&from_view=search&track=sph

Contoh URL

Berikut adalah contoh URL yang menjelaskan penggunaan komponen-komponen yang dijelaskan di atas.

Contoh URL: https://www.contohwebsite.com/artikel?id=12345#paragraf2

  • Protokol: https
  • Domain: www.contohwebsite.com
  • Path: /artikel
  • Query String: id=12345
  • Fragment Identifier: paragraf2

banner

Pengertian Domain

Domain merujuk pada nama yang digunakan untuk mengidentifikasi alamat dari sebuah website di internet. Domain biasanya terdiri dari dua bagian utama, yaitu nama domain dan Top-Level Domain (TLD). Nama domain dapat dipilih oleh pemilik website sesuai keinginan mereka, sedangkan TLD mengindikasikan jenis atau kategori dari website tersebut.

Struktur Domain

Domain memiliki struktur yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu:

a. Subdomain

Subdomain merupakan bagian di depan nama domain utama dan sering kali digunakan untuk mengorganisir atau membedakan subbagian dari sebuah website.

b. Nama Domain

Nama domain, sesuai dengan namanya, adalah nama dari domain tersebut. Nama domain dapat dipilih sesuai keinginan pemilik website. Hanya saja, Anda perlu mempertimbangkan untuk memilih nama domain yang dapat menggambarkan identitas dari pemilik website tersebut. Sebagai contoh, website dari ToffeeDev memiliki nama domain “toffeedev”.

Baca Juga: Ketahui Apa yang Dimaksud dengan Domain dan Subdomain

c. TLD (Top-Level Domain)

TLD, atau Top-Level Domain, adalah bagian akhir dari sebuah domain. TLD menunjukkan kategori atau wilayah tertentu yang berkaitan dengan sebuah website. Beberapa contoh TLD yang umum adalah “.com” (komersial), “.org” (organisasi), “.edu” (pendidikan), dan “.id” (Indonesia). Setiap TLD memiliki aturan dan persyaratan yang berbeda untuk pendaftarannya.

https://www.freepik.com/free-photo/website-hosting-concept-with-polygonal-shapes_26412530.htm#query=url%20and%20domain&position=6&from_view=search&track=ais#position=6&query=url%20and%20domain

Contoh Domain

Berikut ini adalah contoh domain yang menjelaskan struktur domain yang dijelaskan di atas.

Contoh Domain: https://marketing.toffeedev.com/website-booking

  • Subdomain: “marketing.”
  • Nama Domain: “toffeedev”
  • TLD: .”com”

Baca Juga: Apa itu Domain Authority dan Page Authority dalam SEO?

Perbedaan antara URL dan Domain

Meskipun URL dan domain sering digunakan bersamaan, tetapi keduanya memiliki perbedaan penting yang perlu dipahami. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara URL dan domain yang perlu Anda ketahui.

1. Fungsi dan Penggunaan

URL adalah alamat yang spesifik yang mengarahkan peramban untuk menemukan sumber daya di internet. URL memberikan petunjuk tentang bagaimana dan di mana sumber daya tersebut dapat ditemukan. Di sisi lain, domain adalah alamat website itu sendiri. Domain membantu pengguna untuk mengenali dan mengingat alamat website yang ingin mereka kunjungi.

2. Hubungan antara URL dan Domain

URL dan domain saling terkait karena URL menggunakan domain untuk mengarahkan peramban Anda ke website yang ingin dikunjungi. Di dalam URL, domain adalah salah satu komponen yang menentukan alamat website yang akan diakses.

Dalam dunia yang makin terhubung secara digital, pemahaman tentang URL dan domain menjadi penting untuk mendigitalisasi bisnis Anda. Agar bisnis dapat terus berkembang dan bersaing di pasar, Anda harus memiliki website yang mudah diakses dan ditemukan oleh target audiens Anda.

Apabila Anda membutuhkan bantuan dalam mengembangkan website yang profesional dan efektif, jangan ragu untuk menggunakan jasa web developer dari ToffeeDev. Sebagai Digital Marketing Agency yang berpengalaman, ToffeeDev memiliki tim yang terampil dalam merancang dan mengembangkan website yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnis Anda.

Tertarik menggunakan jasa kami? Langsung saja hubungi ToffeeDev dan jelajahi kemungkinan yang ada untuk mengembangkan website yang menarik dan sukses. Dapatkan website yang profesional dan menarik dengan ToffeeDev sekarang!

Share this post :

Tingkatkan Traffic, Tingkatkan Penjualan!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!
Scroll to Top