Pahami Tujuan Bisnis Plan dalam Usaha Anda Di Sini

Dalam menjalankan sebuah bisnis, setiap orang harus menyusun business plan atau rancangan bisnis terlebih dahulu. Memangnya, apa tujuan bisnis plan dan seberapa penting sebuah bisnis plan bagi sebuah bisnis?

Anda tentu tahu dan sudah paham betul bahwa menjalankan bisnis di masa sekarang ini cukup sulit. Seperti contohnya di masa pandemi COVID-19 yang mulai membawa dampak kepada berbagai sektor bisnis tanah air sejak tahun 2020 yang lampau, bisnis dapat mengalami kegagalan akibat situasi tersebut.

Selain beberapa situasi tertentu, tingkat persaingan bisnis saat ini sangatlah tinggi sehingga setiap orang yang baru saja ingin menjalankan sebuah bisnis harus dapat menyusun strategi marketing yang baik dan bahkan out of the box agar tidak kalah bersaing dengan pelaku usaha lainnya yang sudah memiliki pengalaman lebih banyak. Namun, bagaimana cara agar bisnis Anda dapat terus bertahan di tengah tingginya persaingan dan bahkan ketika harus menghadapi situasi sulit seperti masa pandemi saat ini?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, Anda dapat membuat sebuah rencana bisnis terlebih dahulu. Dengan adanya bisnis plan, Anda dapat mengetahui apa saja tujuan bisnis tersebut ke depannya hingga langkah apa yang perlu diambil bila suatu bisnis dihadapkan pada situasi tertentu seperti ketika terjadinya penurunan penjualan atau bahkan situasi pandemi saat ini yang membuat banyak pebisnis terpaksa harus gulung tikar.

Melalui artikel ini, ToffeeDev akan memberikan informasi seputar berbagai tujuan dari perencanaan bisnis (business plan) yang sangat penting dan perlu Anda ketahui apabila ingin menjalankan sebuah bisnis. Namun, sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai tujuan bisnis plan, mari pahami terlebih dahulu mengenai apa itu bisnis plan.

Apa Itu Business Plan?

Business plan atau rancangan bisnis adalah sebuah dokumen yang menjabarkan secara rinci mengenai tujuan dari suatu perusahaan dan hal apa saja yang perlu dilakukan oleh perusahaan agar dapat mencapai tujuan tersebut. Di dalam dokumen ini, setiap pebisnis harus mencari informasi lebih lanjut mengenai segala hal yang bersangkutan dengan usaha yang akan dijalankan mulai dari target market, perusahaan saingan, hingga berapa biaya operasional yang dibutuhkan, semua hal tersebut harus dicantumkan di dalam bisnis plan.

Dalam menyusun rencana bisnis, Anda dapat memulainya terlebih dahulu dengan memikirkan ide-ide kreatif. Baru setelahnya, Anda tinjau kembali apakah ide-ide tersebut dapat dijalankan dan bagaimana cara pengembangan ide tersebut agar dapat direalisasikan ke dalam bentuk bisnis plan.

Nantinya, bisnis plan akan menjadi acuan dari berjalannya bisnis Anda. Perusahaan-perusahaan besar juga menggunakan bisnis plan ini sebagai bahan tinjauan untuk mengevaluasi keberlangsungan suatu usaha baik dari segi eksternal seperti penjualan ataupun segi internal yaitu kemampuan karyawan dalam menangani client atau customer.

Bisnis plan ini ke depannya dapat berubah sesuai dengan situasi yang dihadapi oleh para pebisnis. Maka dari itu, evaluasi secara berkala perlu dilakukan untuk melihat apakah bisnis plan yang sudah dibuat dapat membuat bisnis berkembang atau perlu adanya sebuah perubahan agar bisnis dapat berjalan menjadi lebih baik lagi.

Apa Saja Tujuan Bisnis Plan?

Setiap para pelaku usaha wajib untuk membuat bisnis plan untuk menjamin keberlangsungan usaha yang dibangun. Adapun tujuan dari pembuatan bisnis plan adalah sebagai berikut:

  • Menjadi acuan bagi perusahaan dan karyawan yang terlibat di dalamnya dalam bekerja mencapai visi misi serta tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan
  • Membantu para pebisnis untuk fokus dengan tujuan yang ingin dicapai dalam menjalankan bisnis tersebut
  • Membantu perhitungan cash flow perusahaan yang sangat berpengaruh terhadap perhitungan modal yang harus dikeluarkan dalam suatu bisnis
  • Menjadi gambaran akan hal yang harus dilakukan oleh perusahaan ketika menghadapi situasi krisis
  • Menjadi alat komunikasi untuk dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti investor, supplier, konsumen, dan pihak lainnya yang terlibat dalam perkembangan suatu perusahaan
  • Menjadi bahan evaluasi perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik lagi

Jasa SEO

Bagaimana Cara Membuat Bisnis Plan?

Setelah Anda memahami apa itu bisnis plan dan tujuannya bagi keberlangsungan usaha ke depannya, ToffeeDev akan memberikan informasi mengenai cara membuat bisnis plan yang tepat. Berikut ini, ada 5 cara yang perlu Anda perhatikan dalam membuat sebuah bisnis plan, yaitu:

1. Melakukan Analisa SWOT

Dalam membuat sebuah bisnis plan, Anda harus mengetahui atau mengenali terlebih dahulu usaha seperti apa yang ingin dijalankan. Anda perlu melakukan analisa yang mendalam terhadap apa yang ingin dijual, apa keunggulan yang ingin ditonjolkan, hal apa yang kira-kira dapat menarik perhatian pelanggan melalui produk atau jasa yang ditawarkan tersebut, dan banyak lagi hal-hal yang perlu digali lebih dalam dari bisnis yang akan dijalankan.

Di dunia bisnis, ada yang disebut dengan SWOT Analysis atau analisis SWOT yang selalu digunakan oleh para pebisnis dalam mengenai perusahaan mereka sendiri. Apa itu SWOT?

SWOT merupakan singkatan dari Strengths yang berarti kekuatan, Weaknesses yang berarti kelemahan, Opportunities yang berarti peluang, dan ada Threats yang berarti ancaman. Untuk lebih jelasnya mengenai analisis SWOT, silakan simak pembahasan berikut ini:

  • Strengths: Setiap bisnis pasti memiliki kekuatan yang dapat Anda kembangkan agar bisnis tersebut dapat menjadi sukses. Kekuatan ini harus berasal dari dalam kendali Anda sendiri sebagai pelaku usaha dan hal apa yang dapat dijadikan sebagai keunggulan dari bisnis yang akan dijalankan tersebut.
  • Weaknesses: Selain kekuatan, tentu saja setiap bisnis pasti memiliki kelemahannya masing-masing dan hal ini penting untuk Anda gali lebih dalam dan bukan dihindari atau bahkan ditutupi. Jika Anda sudah mengetahui kekurangan dalam suatu bisnis, maka ubah kekurangan tersebut menjadi sebuah kekuatan dengan melakukan beberapa perubahan di dalam bisnis plan yang sedang dibuat.
  • Opportunities: Kesempatan bagi Anda dalam menjalankan sebuah bisnis sangatlah besar. Anda dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan mencari tahu siapa atau apa saja yang dapat membantu untuk mendorong keberhasilan perusahaan mulai dari para investor, konsumen, atau bahkan media apa saja yang dapat digunakan sebagai peluang untuk menjalankan sebuah promosi.
  • Threats: Ancaman dapat terjadi kepada setiap bisnis, seperti situasi pandemi saat ini atau persaingan yang tidak sehat. Namun, Anda dapat membuat gambaran kasar sejak awal dibangunnya perusahaan untuk mencari tahu solusi apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai ancaman tersebut di kemudian hari.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membangun Startup?

2. Menentukan Target Pasar

Ada satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh para pebisnis yaitu tidak menentukan target pasar. Mereka hanya menyasar target pasar secara general dan hal ini justru akan membuat sebuah bisnis kehilangan arah.

Dalam menjalankan sebuah bisnis, penting untuk Anda mengetahui siapa target pasar yang akan dituju secara spesifik. Seperti misalnya, Anda ingin menjual figur kartun yang diambil dari luar negeri, maka tentu saja target pasar yang dituju merupakan mereka yang memiliki hobi untuk mengoleksi figur kartun.

Apabila Anda hanya menjual secara ke siapapun tanpa adanya target pasar yang spesifik, maka tingkat penjualan tidak akan meningkat melainkan banyak waktu yang dan tenaga yang terbuang. Bila dibiarkan secara terus-terusan, maka bisnis Anda akan menjadi sulit berkembang.

Untuk dapat menentukan target pasar, silakan lakukan analisa secara mendalam mulai dari beberapa segmentasi, seperti:

  • Segmentasi Demografi: Meliputi informasi seputar usia, jenis kelamin, tingkat penghasilan, dan seluruh data yang bersangkutan dengan data diri target pasar.
  • Segmentasi Geografi: Meliputi informasi seputar area target pasar yang ingin dituju.
  • Segmentasi Psikologi: Meliputi informasi seputar interest seseorang yang berhubungan dengan produk atau jasa yang ditawarkan, seperti: Anda menjual produk makanan ringan, maka target pasar yang dituju adalah mereka yang suka memakan snack.

3. Menyusun Strategi Pemasaran

Di dalam merancang sebuah bisnis plan, Anda juga perlu menyusun strategi pemasaran seperti apa yang akan dilakukan untuk mempromosikan produk atau jasa yang dimiliki kepada masyarakat luas. Anda dapat menyusun strategi pemasaran ini setelah mendapatkan hasil data dari analisis SWOT yang telah dijabarkan pada poin di atas dan juga siapa saja target pasar yang akan dituju.

Pastikan Anda menyusun strategi pemasaran yang tepat sasaran agar waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan selama kegiatan promosi dapat dijalankan secara efektif. Selain itu, tentu saja dengan strategi pemasaran yang efektif, Anda tidak hanya akan mendapat banyak keuntungan dari segi pendapatan, namun bisnis yang dijalankan akan lebih stabil dan terus berkembang.

Baca Juga: Jenis-Jenis Strategi Pemasaran yang Sering Digunakan

4. Merancang Kegiatan Operasional Bisnis

Setelah Anda mengetahui siapa target market yang akan dituju, kemudian strategi pemasaran apa yang akan dilakukan, sekarang saatnya untuk membuat rencana kegiatan operasional. Kegiatan operasional dan manajemen perlu dimasukkan ke dalam rancangan bisnis untuk mengetahui bagaimana Anda menjalankan suatu bisnis.

Anda dapat membuat daftar SOP atau Standard Operating Procedure yang berisikan peraturan bagi karyawan dalam menjalankan tugasnya. Di dalam daftar tersebut, Anda juga bisa mencantumkan berbagai hal yang bersangkutan dengan teknis berjalannya bisnis seperti cara penggunaan suatu alat hingga peraturan penggunaan inventaris atau bahan baku tertentu.

Dengan adanya rancangan kegiatan operasional di dalam bisnis plan suatu bisnis, maka usaha yang Anda bangun dapat berjalan dengan teratur. Bisnis Anda juga dapat berjalan dengan maksimal dan efektif.

5. Melakukan Perhitungan Estimasi Biaya

Hal terakhir yang perlu Anda masukkan ke dalam bisnis plan adalah mengenai perhitungan estimasi biaya yang perlu dikeluarkan sebagai modal dan untuk pengeluaran operasional ke depannya. Perhitungan estimasi biaya ini sangatlah penting karena berperan sebagai penentu seberapa banyak keuntungan yang Anda dapatkan.

Di dalam estimasi biaya ini, Anda perlu menulis daftar secara rinci mengenai apa saja yang menjadi sumber pendapatan dan biaya apa saja yang perlu dikeluarkan untuk menunjang keberlangsungan perusahaan. Segala jenis pengeluaran, baik pengeluaran bulanan atau dalam jangka waktu tertentu serta beberapa peralatan yang dapat menjadi inventaris jangka panjang perlu Anda catat agar semakin rinci perhitungan estimasi biayanya, maka semakin jelas pula gambaran keuntungan yang di dapat oleh sebuah bisnis ketika mulai berjalan.

Baca Juga: Pahami Apa Itu Customer Acquisition Cost

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan untuk Anda mengenai tujuan bisnis plan dan bagaimana cara membuatnya agar usaha yang dibangun dapat berjalan dengan stabil serta menghasilkan keuntungan yang maksimal. Silakan hubungi ToffeeDev apabila Anda membutuhkan jasa pemasaran untuk membantu mempromosikan bisnis yang baru saja dirintis melalui dunia digital dengan menggunakan jasa SEO kami.

Share This Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Comments

Step bye step SEO

Related Post

WhatsApp chat