Pentingnya Memiliki Website Sekolah
Pentingnya Website Sekolah Untuk Promosi
Juni 12, 2020
Mengenal Industri 5.0
Menelusuri Industri 5.0 yang Akan Datang
Juni 15, 2020
Show all

Ketahui Gaya Hidup Konsumtif Masyarakat Saat Pandemi

Gaya Hidup Konsumtif Saat Pandemi

Gaya Hidup Konsumtif Saat Pandemi

Setiap orang memiliki gaya hidup yang sesuai dengan diri mereka masing-masing. Ada yang suka hidup hemat, ada juga yang suka gaya hidup secara normal, tapi ada juga yang memiliki gaya hidup konsumtif. Untuk gaya hidup yang terakhir disebutkan, bisa dibilang semakin banyak yang memilikinya. Padahal dari namanya saja, sudah jelas bahwa gaya hidup konsumtif bukanlah hal yang bagus. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini

Ya, ketika Anda sudah merasakan gaya hidup konsumtif, mungkin akan terasa sangat menyenangkan. Khususnya saat membeli barang-barang yang Anda rasa dibutuhkan. Padahal ketika dilihat lebih dalam, gaya hidup ini cukup membuat banyak orang mendapatkan masalah pada kemudian hari.

Ada saja yang akhirnya harus terlilit hutang, tidak bisa menabung, hingga tidak bisa menyiapkan dana darurat yang sebenarnya penting. Pada akhirnya, harus mencari dana tambahan dari luar, salah satunya melalui pinjaman. Padahal dalam kondisi pandemi, roda ekonomi menjadi lebih lambat dan pemasukan pun juga pasti menjadi lebih sedikit. Mau tidak mau, harus ada perubahan yang dilakukan segera mungkin.

Gaya Hidup Konsumtif Saat Pandemi

Dari gaya hidup konsumtif yang sering membeli produk yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, pastinya harus diubah pada saat ini. Perlu ada penyesuaian agar uang yang dimiliki bisa dipakai untuk membeli produk yang jauh lebih penting. Namun kenyataan, tetap saja ada gaya hidup konsumtif yang masih sama walaupun dalam kondisi pandemi.

Ya, jika Anda berpikir banyak yang berusaha hemat, memang banyak yang melakukannya. Namun dari data yang ada, khususnya ketika bulan Ramadhan 2020 tiba, tetap saja masih ada yang mementingkan hal-hal yang dianggap layak untuk dibeli padahal sedang kondisi pandemi. Apa saja produk-produk yang masih dibeli padahal sudah tidak terlalu dibutuhkan dalam pandemi? Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini.

Fashion dan Elektronik Tetap Nomor Satu

Barang fashion dan elektronik masih merajai peringkat produk yang banyak dibeli ketika bulan Ramadhan 2020 kemarin tiba. Walaupun sedang ada pandemi, tetap saja banyak masyarakat yang lebih memilih berbelanja pakaian serta elektronik. Khususnya pakaian yang memang dipakai ketika Lebaran tiba. Hitungannya sebenarnya masih wajar. Apalagi data yang diberikan merupakan data dari penjualan di online shop.

Untuk elektronik sendiri, juga masih wajar. Dengan semakin banyaknya yang WFH (Work From Home), maka ada saja barang elektronik yang dibeli demi menunjang aktivitas di rumah. Pada akhirnya, fashion dan elektronik memang masih dibutuhkan walaupun dalam kondisi pandemi.

Kebutuhan Rumah Tangga Masih Diperhatikan

Walaupun begitu, kebutuhan rumah tangga tetap diperhatikan. Gaya hidup konsumtif yang ada pada saat ini biasanya juga diubah untuk membeli beberapa kebutuhan rumah tangga yang memang wajib dibeli. Jadinya, aktivitas di rumah pun tetap optimal. Apalagi semakin hari semakin bahaya untuk keluar rumah. Khususnya ketika new normal mulai diberlakukan tapi angka warga yang positif terkena COVID-19 tetaplah tinggi. Pada akhirnya kebutuhan rumah tangga memang harus dibeli, bahkan ketika sedang tidak ada pandemi.

Baca Juga: Trend Bisnis 2020 Dalam Era New Normal

Jadi terlihat jelas bagaimana gaya hidup konsumtif masyarakat sebenarnya masih sama saja. Paling membedakan hanyalah kondisinya saja yang memang sedang ada pandemi. Semoga informasi yang diberikan di artikel ini bisa memberikan manfaat sekaligus wawasan terbaru kepada Anda. Jangan lupa untuk memberikan komentar tentang artikel ini dan share artikel ini di media sosial Anda agar semakin banyak yang tahu informasi ini.

Timotius
Timotius
Hello, I'm Timo. Working in the media industry since 2014, I want to absorb more experience in this industry and provide the best for my profession as a Content Writer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *