Tidak semua orang yang pernah mengunjungi website memiliki peluang konversi yang sama. Ada yang baru mencari informasi, ada yang sudah membandingkan produk, dan ada pula yang hampir menyelesaikan tindakan tetapi belum melakukan konversi.
Karena itu, Google Ads remarketing audience tidak sebaiknya dibentuk dengan memasukkan seluruh pengunjung website ke dalam satu kelompok.Â
Bisnis perlu membedakan audience berdasarkan interaksi, minat, dan tingkat kesiapan mereka agar pesan iklan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.
Lalu, bagaimana cara menentukan Google Ads remarketing audience yang lebih tepat? Simak pembahasannya berikut ini!
Daftar Isi
TogglePoin Penting yang Perlu Diingat
- Setiap pengunjung memiliki tingkat kesiapan yang berbeda.
- Interaksi pengguna dapat menunjukkan minat dan intent.
- Google Ads remarketing audience perlu dibentuk berdasarkan perilaku.
- Pesan iklan perlu disesuaikan dengan tahap pengguna.
- Segmentasi yang tepat membantu penggunaan budget menjadi lebih terarah.
Mengapa Semua Pengunjung Website Tidak Perlu Masuk ke Satu Remarketing Audience?
Memasukkan seluruh pengunjung ke dalam satu Google Ads remarketing audience memang terlihat praktis, tetapi setiap pengguna datang ke website dengan tujuan dan tingkat kesiapan yang berbeda.
Pengunjung yang hanya membaca artikel blog belum tentu membutuhkan pesan yang sama dengan pengguna yang sudah melihat halaman harga atau hampir mengisi formulir. Ketika semua orang menerima iklan yang sama, bisnis dapat kehilangan peluang untuk menyampaikan pesan yang lebih relevan.
Segmentasi membantu bisnis memahami tindakan yang sudah dilakukan pengguna sebelum menentukan cara menargetkan mereka kembali.Â
Dengan audience yang lebih terarah, strategi remarketing dapat membantu mengalokasikan budget kepada pengguna yang memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan perjalanan.
Baca juga: Remarketing Campaign Google Ads: Strategi Efektif untuk Menjangkau Kembali Audiens
Interaksi Apa yang Bisa Digunakan untuk Membentuk Remarketing Audience?
Interaksi pengguna dapat menjadi dasar untuk memahami seberapa jauh minat mereka terhadap bisnis Anda. Semakin spesifik tindakan yang dilakukan, semakin jelas gambaran mengenai kebutuhan dan kesiapan pengguna.
1. Pengunjung yang Hanya Melihat Halaman Website
Audience ini mencakup pengguna yang pernah mengunjungi website tetapi belum melakukan interaksi lebih lanjut.Â
Minat mereka masih tergolong awal karena belum menunjukkan ketertarikan terhadap produk atau layanan tertentu. Bisnis dapat menggunakan remarketing untuk membangun kembali awareness dan mengarahkan mereka menuju informasi yang lebih relevan.
2. Pengunjung yang Melihat Produk atau Layanan Tertentu
Pengunjung halaman produk atau layanan biasanya sudah menunjukkan minat yang lebih spesifik. Mereka mungkin sedang memahami manfaat, membandingkan pilihan, atau mempertimbangkan apakah solusi tersebut sesuai dengan kebutuhannya.Â
Google Ads remarketing audience dapat dibentuk berdasarkan halaman tertentu agar iklan yang ditampilkan tetap sesuai dengan ketertarikan pengguna.
3. Pengunjung yang Sudah Menunjukkan Niat untuk Melakukan Conversion
Beberapa tindakan dapat menunjukkan bahwa pengguna memiliki minat yang lebih tinggi terhadap bisnis.Â
Contohnya adalah membuka halaman harga, mengunjungi halaman kontak, memulai pengisian formulir, atau menambahkan produk ke keranjang. Audience ini perlu mendapat perhatian lebih karena pengguna sudah berada lebih dekat dengan tindakan yang menjadi tujuan campaign.
4. Pelanggan yang Sudah Pernah Melakukan Transaksi
Pelanggan yang sudah pernah membeli tetap dapat masuk ke strategi remarketing. Namun, mereka perlu dipisahkan dari calon pelanggan baru agar tidak menerima iklan yang menawarkan produk yang sudah dibeli.Â
Audience ini dapat digunakan untuk mendorong pembelian ulang, cross-selling, atau memperkenalkan layanan lain yang masih relevan.
Baca Juga: Strategi Remarketing List for Search Ads: Panduan untuk Meningkatkan Penjualan
Bagaimana Membagi Remarketing Audience Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pengguna?
Selain melihat jenis interaksi, bisnis juga perlu memahami posisi pengguna dalam perjalanan menuju conversion. Pembagian Google Ads remarketing audience berdasarkan tingkat kesiapan membantu bisnis menyesuaikan pesan dan tujuan campaign dengan lebih tepat.
1. Audience dengan Minat Awal terhadap Bisnis
Audience ini biasanya baru mengenal bisnis atau baru menunjukkan ketertarikan terhadap topik yang berkaitan dengan produk Anda.Â
Mereka belum memiliki cukup informasi untuk langsung menerima penawaran yang agresif. Gunakan iklan untuk memperkenalkan masalah yang dapat diselesaikan dan alasan mengapa bisnis Anda relevan.
2. Audience yang Sedang Mempertimbangkan Produk atau Layanan
Pengguna pada tahap ini sudah menunjukkan minat yang lebih kuat terhadap solusi tertentu.Â
Mereka mungkin telah melihat beberapa halaman penting dan mulai membandingkan produk atau layanan. Iklan dapat memberikan informasi yang membantu proses consideration, seperti manfaat, testimoni, studi kasus, atau keunggulan layanan.
3. Audience yang Hampir Menyelesaikan Tindakan
Audience ini memiliki intent yang lebih tinggi karena sudah melakukan tindakan yang dekat dengan conversion.Â
Mereka mungkin sudah membuka formulir, halaman checkout, atau halaman konsultasi tetapi belum menyelesaikan proses. Remarketing dapat digunakan untuk mengarahkan mereka kembali dengan pesan yang spesifik dan CTA yang lebih jelas.
4. Existing Customer yang Masih Memiliki Peluang untuk Kembali
Existing customer memiliki hubungan yang berbeda dengan bisnis dibandingkan calon pelanggan baru.Â
Karena itu, pesan yang digunakan perlu mempertimbangkan produk yang pernah dibeli dan peluang kebutuhan berikutnya. Segmentasi ini dapat membantu bisnis menawarkan solusi lanjutan tanpa menampilkan iklan yang tidak relevan.
Baca juga: Pahami Perbedaan Retargeting dan Remarketing agar Iklan Anda Lebih Cepat Closing
Pesan Seperti Apa yang Tepat untuk Setiap Remarketing Audience?
Menentukan Google Ads remarketing audience yang tepat belum cukup jika pesan iklan masih sama untuk semua kelompok. Kreatif, penawaran, dan CTA perlu menyesuaikan alasan pengguna belum melanjutkan tindakan.
1. Mengingatkan Kembali Tanpa Terlalu Agresif
Audience dengan minat awal belum tentu siap menerima penawaran langsung. Gunakan pesan yang mengingatkan kembali masalah, kebutuhan, atau manfaat yang dapat diperoleh dari produk dan layanan Anda.Â
Pendekatan ini dapat menjaga brand tetap berada dalam pertimbangan tanpa memberikan tekanan berlebihan.
2. Memberikan Informasi untuk Mendorong Tahap Consideration
Pengguna yang sedang mempertimbangkan membutuhkan alasan untuk melanjutkan proses. Tampilkan informasi yang menjawab keraguan mereka, seperti manfaat utama, perbedaan layanan, bukti hasil, atau testimoni pelanggan.Â
Pesan remarketing perlu membantu pengguna memperoleh keyakinan, bukan hanya mengulang promosi yang sama.
3. Mendorong Tindakan ketika Minat Sudah Lebih Tinggi
Audience dengan intent tinggi dapat menerima pesan yang lebih langsung. Arahkan mereka kembali ke tindakan yang sebelumnya belum diselesaikan, seperti mengisi formulir, melakukan pembelian, atau menjadwalkan konsultasi.Â
Pastikan CTA dan halaman tujuan memiliki hubungan yang jelas agar proses conversion tidak kembali terhambat.
Sudah Punya Remarketing Audience, tetapi Campaign Belum Maksimal? Optimalkan Bersama ToffeeDev!
Membentuk Google Ads remarketing audience bukan sekadar mengumpulkan semua orang yang pernah mengunjungi website.Â
Bisnis perlu memahami interaksi pengguna, membedakan tingkat kesiapan mereka, lalu menyesuaikan pesan iklan berdasarkan peluang conversion setiap audience.
Kesalahan dalam menentukan audience dapat membuat budget terus digunakan untuk menjangkau pengguna yang kurang relevan.Â
Di sisi lain, calon pelanggan yang sudah menunjukkan minat tinggi dapat kehilangan kesempatan mendapatkan dorongan yang tepat untuk melanjutkan tindakan.
Melalui Jasa Google Ads ToffeeDev, bisnis dapat menyusun strategi campaign yang lebih terarah berdasarkan target, data, dan tujuan yang ingin dicapai. Mulai dari pengelolaan audience, optimasi budget, hingga evaluasi performa campaign, setiap langkah dapat disesuaikan untuk membantu iklan bekerja lebih efektif.
Jangan target ulang semua pengunjung dengan pesan yang sama. Hubungi ToffeeDev sekarang dan optimalkan Google Ads remarketing audience Anda untuk menjangkau kembali calon pelanggan dengan peluang conversion yang lebih besar!