Apa itu Multitasking? Bagaimana Dampaknya di Dunia Kerja?

apa itu multitasking

Apa itu multitasking? Di era digital yang semakin maju ini, kemampuan untuk melakukan multitasking telah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Meskipun beberapa orang mengklaim bahwa mereka mampu melakukan banyak hal dalam waktu yang sama, namun apakah multitasking benar-benar efektif? 

Bagaimana dampaknya terhadap produktivitas dan kesehatan mental di tempat kerja? Mari kita simak bersama ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa itu Multitasking?

Apa itu Multi tasking

Image Source: Photo by Karolina Grabowska: https://www.pexels.com/photo/busy-female-talking-on-smartphone-and-checking-messages-during-work-in-contemporary-office-4476635/

Multitasking adalah kemampuan untuk melakukan lebih dari satu tugas dalam waktu yang bersamaan. Ini dapat dilakukan oleh manusia atau komputer yang memiliki kemampuan untuk menjalankan beberapa program atau tugas secara bersamaan. 

Contoh multitasking yang biasa terjadi di kehidupan sehari-hari adalah saat seseorang menulis email sambil mendengarkan musik atau saat memasak sambil berbicara di telepon. Multitasking juga bisa mengacu pada pengguna yang dapat menjalankan beberapa aplikasi atau program di saat yang bersamaan, sehingga memungkinkan pengguna untuk lebih efisien dan produktif.

Kelebihan dan Kekurangan Multitasking

Beberapa orang berpendapat bahwa multitasking dapat meningkatkan produktivitas. Namun, ada juga yang menganggap bahwa ini adalah metode yang tidak efektif. Adapun kelebihan dan kekurangan dari multitasking adalah sebagai berikut:

1. Kelebihan Multitasking

Berikut adalah 5 kelebihan multitasking beserta penjelasannya:

a. Meningkatkan Produktivitas

Tugas yang dilakukan secara bersamaan, akan membantu seseorang dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat. Misalnya, Anda dapat menulis email sambil menyelesaikan laporan atau menyelesaikan tugas rumah tangga sambil memasak makanan.

b. Efisiensi Waktu

Multitasking dapat membantu menghemat waktu karena seseorang dapat menyelesaikan beberapa tugas dalam waktu yang singkat. Misalnya, seseorang dapat membersihkan rumah sambil menonton televisi atau membaca buku.

Baca Juga: Apa itu Startup dan Kriterianya

c. Mengurangi Kebosanan

Melakukan beberapa tugas sekaligus dapat membantu menghindari kebosanan, karena seseorang dapat melakukan variasi tugas yang berbeda. Misalnya, seseorang dapat memasak sambil mendengarkan musik atau menonton film.

d. Meningkatkan Keterampilan Multitasking

Melakukan multitasking secara teratur membantu seseorang dapat mengembangkan keterampilan multitasking yang lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam pekerjaan sehari-hari.

e. Peningkatan Kemampuan Mental

Melakukan beberapa tugas sekaligus dapat membantu meningkatkan kemampuan mental seseorang dalam mengatur dan mengingat informasi lebih baik. Hal ini juga akan mempengaruhi peningkatan kinerja dalam pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.

2. Kekurangan Multitasking

Berikut adalah 5 kekurangan multitasking beserta penjelasannya:

a. Menurunkan Kualitas Pekerjaan

Multitasking dapat menurunkan kualitas pekerjaan karena seseorang tidak dapat fokus pada satu tugas dengan baik. Misalnya, seseorang yang menulis laporan sambil berbicara di telepon mungkin tidak dapat memberikan perhatian penuh pada laporan tersebut.

b. Meningkatkan Kesalahan

Ketika seseorang melakukan multitasking, kesalahan dapat terjadi karena ia tidak dapat memberikan perhatian penuh pada setiap tugas. Misalnya, seseorang yang mengetik email sambil berbicara di telepon mungkin membuat kesalahan pengetikan atau kekeliruan dalam isi email tersebut.

c. Menurunkan Efisiensi

Terlalu banyak tugas sekaligus dapat menyebabkan pengelolaan waktu yang buruk, sehingga menyebabkan menurunnya efisiensi. Misalnya, seseorang yang berusaha untuk melakukan beberapa tugas sekaligus mungkin justru menghabiskan lebih banyak waktu untuk beralih dari satu tugas ke tugas yang lain.

Baca Juga: Tahukah Anda Apa Saja Ciri Khas dari Startup?

d. Meningkatkan Stres

Multitasking dapat meningkatkan tingkat stres karena seseorang merasa tertekan untuk menyelesaikan beberapa tugas sekaligus dalam waktu yang terbatas. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon stres dalam tubuh.

e. Menurunkan Kesehatan Mental

Terlalu banyak tugas sekaligus dapat menyebabkan kelelahan mental dan kebingungan, sehingga dapat menurunkan kesehatan mental seseorang. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan tugas dengan baik.

Dampak Multitasking di Dunia Kerja

Dampak Multitasking di Dunia Kerja

Photo by Sarah  Chai from Pexels: https://www.pexels.com/photo/young-working-mother-cuddling-baby-and-using-laptop-at-home-7282818/

Walaupun seringkali dianggap sebagai kebutuhan penting di tempat kerja, tetapi pada prakteknya, multitasking sebenarnya dapat menurunkan produktivitas dan berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang. Berikut adalah 5 dampak multitasking di dunia kerja:

  1. Menurunkan kualitas pekerjaan: Multitasking dapat menurunkan kualitas pekerjaan karena seseorang tidak dapat memberikan perhatian penuh pada satu tugas dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan dan keterlambatan dalam menyelesaikan tugas.
  2. Meningkatkan stres: Terlalu banyak tugas sekaligus dapat meningkatkan tingkat stres dan tekanan kerja seseorang. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan dan kebingungan mental yang dapat memengaruhi kesehatan dan kinerja seseorang.
  3. Menurunkan produktivitas: Terlalu banyak multitasking dapat menurunkan produktivitas seseorang karena seseorang harus membagi perhatian dan waktu mereka di antara beberapa tugas. Hal ini dapat menyebabkan penurunan efisiensi dan kinerja.
  4. Meningkatkan risiko keselamatan: Multitasking dapat meningkatkan risiko keselamatan di tempat kerja karena seseorang tidak dapat memberikan perhatian penuh pada tugas yang sedang dilakukan. Misalnya, seorang operator mesin yang mencoba melakukan beberapa tugas sekaligus mungkin tidak dapat memperhatikan lingkungan sekitar dan meningkatkan risiko kecelakaan.
  5. Menurunkan kreativitas: Terlalu banyak tugas sekaligus dapat menurunkan kreativitas seseorang karena seseorang tidak dapat memberikan perhatian penuh pada ide dan solusi yang lebih kreatif. Hal ini dapat membatasi kemampuan seseorang untuk berinovasi dan menciptakan solusi baru untuk masalah yang kompleks.

Baca Juga: Multi Channel Marketing: Definisi, Fungsi dan Strateginya

Kesimpulan

Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif dan cepat, multitasking sering dianggap sebagai keterampilan penting. Namun, terlalu banyak multitasking dalam jangka waktu yang lama dapat memiliki dampak negatif pada kualitas pekerjaan, produktivitas, kreativitas, keselamatan, dan kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, penting untuk mengelola waktu dengan baik dan fokus pada satu tugas pada saat yang bersamaan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pekerjaan.

Anda sebagai pemilik bisnis juga harus mempertimbangkan baik buruknya multitasking, jangan sampai hal tersebut mengganggu efisiensi kinerja perusahaan Anda. Adakalanya sebuah perusahaan tetap membutuhkan jasa agensi untuk company task yang cukup besar dan memakan energi dan waktu yang tidak sebentar, salah satunya adalah kebutuhan pemasaran digital perusahaan Anda. 

Oleh karena itu, Anda dapat memanfaatkan Digital Marketing Agency seperti Toffeedev untuk menyusun strategi pemasaran yang jitu dan aplikatif.

Sebagai salah satu Digital Marketing Agency Indonesia di Jakarta, Toffeedev siap membantu Anda dalam mengembangkan situs web, dan membantu Anda untuk merencanakan dan menerapkan strategi Digital Marketing terbaik yang tepat sasaran, dan mencapai tujuan bisnis Anda.

Tunggu apa lagi, mari mulai mendigitalkan bisnis Anda bersama Toffeedev. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Share this post :

Scroll to Top