9 Perbedaan Entrepreneur dan Intrapreneur

perbedaan entrepreneur dan intrapreneur

Apa yang terlintas di pikiran Anda jika mendapatkan pertanyaan mengenai perbedaan entrepreneur dan intrapreneur di dalam dunia bisnis? Mungkin sebagian dari Anda sudah mengetahui perbedaan di antara keduanya. 

Sedangkan, untuk Anda yang belum mengetahuinya tidak perlu khawatir, karena lewat artikel kali ini ToffeeDev akan membantu memberikan definisi secara jelas dan aspek apa saja yang membedakan antara entrepreneur dan intrapreneur. 

Nah, oleh karena itu pastikan Anda tetap membaca artikel ini hingga selesai ya. Baiklah, tanpa perlu basa-basi lagi, yuk langsung simak ulasan di bawah ini!

Pengertian Entrepreneur

Pengertian dari entrepreneur adalah seseorang yang isi kepalanya penuh dengan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis miliknya. Maka dari itu, entrepreneur juga bukan merupakan seseorang yang hanya sekadar menikmati hasil setelah usaha atau bisnisnya mencapai keberhasilan. 

Melainkan, ia akan tetap terus mencoba menggali lagi ide-ide barunya agar usaha atau bisnisnya dapat beradaptasi dengan keadaan dan berjalan dalam jangka waktu yang panjang. 

Pengertian Intrapreneur

Intrapreneur merupakan pelaku dari intrapreneurship, yakni seorang karyawan dari suatu perusahaan yang memiliki jiwa kewirausahaan. Seorang intrapreneur memiliki potensi untuk membantu menjalankan sekaligus mengembangkan perusahaan tempat ia bekerja. Oleh karena itu, seorang intrapreneur biasanya juga membekali dirinya dengan keterampilan pemecahan masalah, kepemimpinan, hingga manajemen bisnis yang baik.

Baca Juga: Pentingnya Manajemen Waktu bagi Seorang Entrepreneur

9 Perbedaan Entrepreneur dan Intrapreneur

Seorang entrepreneur maupun intrapreneur sebenarnya sama-sama memiliki jiwa kewirausahaan dan kualitas memimpin perusahaan yang baik. Namun juga terdapat perbedaan di antara keduanya. Kira-kira apa saja perbedaan tersebut? Anda bisa simak artikel dari ToffeeDev berikut ini!

1. Status

Dari aspek status ini, entrepreneur merupakan seseorang yang memulai bisnisnya sendiri dengan ide dan konsep yang dimiliki. Bukan hanya sekadar seseorang yang memiliki jiwa untuk berbisnis saja, melainkan juga memiliki keinginan besar untuk merealisasikan segala idenya sekaligus berani mengambil risiko untuk tujuan mengembangkan usaha yang sedang ia jalankan.

Sedangkan, intrapreneur merupakan seseorang yang merealisasikan semua idenya bukan untuk usahanya sendiri, melainkan pada perusahaan orang lain. Jadi dapat disimpulkan, entrepreneur berstatus sebagai pemilik usaha atau bisnis, sementara intrapreneur adalah sebagai karyawan dari suatu perusahaan.

2. Wilayah dan Jam Kerja

Selanjutnya, entrepreneur dan intrapreneur juga memiliki perbedaan pada aspek wilayah dan jam kerja yang dimiliki. Tentu saja entrepreneur berada pada lingkungan perusahaan milik sendiri, sehingga memiliki lebih banyak kebebasan dalam membangun bisnis pribadi. Dilihat dari jam kerja, entrepreneur juga bisa bekerja hingga pukul berapa saja.

Berbeda jika dibandingkan dengan intrapreneur yang diharuskan untuk terikat terhadap berbagai aturan dan target perusahaan tempat bekerja. Untuk jam kerjanya juga telah ditetapkan oleh perusahaan.

3. Tujuan

Tujuan yang dimiliki antara entrepreneur dan intrapreneur juga terdapat perbedaan. Seorang entrepreneur bekerja dengan tujuan untuk berinovasi dan menciptakan sesuatu yang baru dari nilai sosial serta ekonomi. Lain halnya dengan intrapreneur yang memiliki tujuan untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Baca Juga: 9 Tips Digital Entrepreneur Untuk Kesuksesan Anda 

4. Risiko

Apabila dilihat dari aspek risiko, kira-kira yang mana di antara entrepreneur dan intrapreneur yang memiliki kemungkinan risiko lebih besar? Jelas saja jawabannya adalah entrepreneur. Sebab, seorang entrepreneur diharuskan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala keputusan, kegagalan, hingga bahkan kesuksesan yang dihasilkan.

Jika dibandingkan dengan intrapreneur, memang memiliki risiko yang lebih kecil. Mengapa demikian? Karena segala aktivitas kerja yang dilakukan seorang intrapreneur sekalinya mengalami kegagalan dalam prosesnya, risiko tersebut akan tetap ditanggung oleh perusahaan.

banner

5. Pengambilan Keputusan

Sebagai pemilik usaha atau bisnis, maka seorang entrepreneur memiliki kebebasan yang lebih besar di saat ingin mengambil segala keputusan dan langkah yang harus dijalankan. Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan seorang intrapreneur yang tetap harus mempertimbangkan semua ide-ide serta strateginya untuk kemajuan bisnis kepada keputusan pimpinan perusahaan atau tim kerjanya.

6. Orientasi Layanan

Seorang entrepreneur yang merupakan pemilik dari bisnis yang sedang dijalankan, maka selalu berupaya dalam memberikan segalanya yang terbaik untuk para konsumennya. Berbeda hal dengan intrapreneur yang dalam bekerja juga harus mampu fokus memberikan pelayanan atau kinerja terbaik untuk keberlangsungan perusahaan tempat ia bekerja.

7. Fokus Perhatian

Meskipun antara entrepreneur dan intrapreneur memiliki jiwa wirausaha yang sama besar, namun sebenarnya keduanya memiliki fokus perhatian yang berbeda. Entrepreneur berfokus pada peningkatan penjualan, keuntungan, serta berupaya untuk lebih kompetitif agar dapat bertahan di tengah-tengah persaingan usaha yang semakin ketat. 

Hal tersebut tentunya sangat berbeda dengan fokus yang dimiliki intrapreneur, yang sudah ditentukan dan diarahkan oleh perusahaan pada pengembangan teknologi dan perubahan pasar.

8. Keuntungan

Menjadi entrepreneur dan intrapreneur juga memiliki keuntungan yang berbeda. Seorang entrepreneur akan diuntungkan dengan segala keputusan yang dapat dilakukan berdasarkan kehendaknya sendiri. Mulai dari budaya kerja, jadwal dan jam kerja, kebijakan perusahaan, pengelolaan modal dan lain sebagainya.

Lain halnya dengan keuntungan yang diperoleh seorang intrapreneur ialah lebih mengarah pada ia dapat memanfaatkan berbagai sumber daya atau fasilitas yang telah disediakan oleh perusahaan. Seperti fasilitas yang menunjang kinerja, gaji, dan lainnya.

Baca Juga: 6 Website Belajar Digital Marketing untuk Pemula

9. Kesalahan atau Kegagalan

Meskipun entrepreneur dan intrapreneur sama-sama memiliki kemampuan berpikir secara kreatif yang baik dan kualitas jiwa kewirausahaan yang mumpuni, namun sebenarnya mereka juga berpotensi dalam melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan. Perbedaannya akan nampak saat terjadinya kesalahan dan bagaimana cara mereka menanganinya.

Entrepreneur akan segera mencoba mencari solusi untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi agar tidak mengakibatkan kerugian yang besar. Sedangkan intrapreneur akan menyimpan terlebih dahulu kesalahan sebagai rahasia pribadi.

Nah, demikian penjelasan seputar definisi yang dimiliki antara entrepreneur dan intrapreneur hingga aspek apa saja yang membedakan keduanya. Terlepas dari perbedaan yang dimiliki, sebenarnya mereka sama-sama memiliki keinginan untuk menjalankan sebuah usaha atau bisnis agar mencapai keberhasilan.

Dengan meninjau kembali di era saat ini, ternyata banyak kita temukan para pelaku bisnis yang juga telah melakukan banyak cara demi mengembangkan bisnis mereka. Seperti melakukan pembuatan homepage website, iklan di sosial media dan sebagainya agar mampu mendatangkan banyak pelanggan.
Tenang, tidak perlu khawatir jika hal tersebut mungkin terlintas seolah-olah susah untuk dilakukan pada praktiknya, sebab Anda bisa mengandalkannya kepada ToffeeDev yang siap membantu menjalankan bisnis Anda dengan berbagai layanan kami. Seperti pembuatan website, layanan SEO, hingga digital ads dan sebagainya. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkapnya, jangan ragu untuk hubungi tim ToffeeDev sekarang juga.

Share this post :

Capai Target Pasar Bisnis Anda!

Dapatkan Konsultasi Gratis bersama ToffeeDev!

Scroll to Top