Mengenal Lebih Dekat Pengertian dan Fungsi Buyer Persona

buyer persona adalah

Bagi yang sudah menjalankan bisnis dalam waktu lama dan berkutat dengan marketing, Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah buyer persona. Tujuan membangun buyer persona adalah untuk lebih memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. 

Dengan demikian, Anda bisa lebih efisien dalam mengubah prospek menjadi pelanggan. Untuk mengenal lebih dekat pengertian dan fungsi buyer persona, mari simak rangkuman selengkapnya di artikel berikut!

Pengertian Buyer Persona

Buyer persona adalah profil berdasarkan penelitian atau orang fiktif yang sengaja diciptakan oleh bisnis untuk menggambarkan pelanggan sasaran (target konsumen). Buyer persona menggambarkan siapa pelanggan ideal bisnis Anda, seperti apa wajahnya, bagaimana sifatnya, apa saja tantangan yang dihadapi, dan bagaimana dia membuat keputusan.

Anda mungkin memiliki lebih dari satu buyer persona. Misalnya, jika end user produk Anda perlu mendapat persetujuan dari orang lain sebelum membeli produk, Anda bisa membuat buyer persona untuk tiap individu yang terlibat pada keputusan pembelian tersebut. Masing-masing buyer persona akan memiliki kriteria berbeda untuk mengevaluasi produk Anda, itulah mengapa Anda butuh strategi berbeda demi memenuhi kebutuhan tersebut.

Nah, terkadang buyer persona juga disebut sebagai marketing persona. Namun, apa pun istilah yang Anda gunakan, tujuannya tetap sama. Buyer persona membantu pelaku bisnis memahami dan berempati dengan pelanggan, sehingga bisnis dapat melakukan upaya yang lebih baik dalam menarik pelanggan baru dan melayani pelanggan yang sudah ada.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Target Market dan Cara Menentukannya

4 Fungsi Buyer Persona

Pentingnya membangun buyer persona tidak terlepas dari fungsi yang diberikannya. Beberapa fungsi buyer persona adalah sebagai berikut ini:

1. Memberi solusi terhadap masalah yang dihadapi target konsumen

Buyer persona memungkinkan Anda untuk fokus pada tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh prospek. Dengan demikian, bisnis Anda bisa menyediakan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh target konsumen.

2. Mengambil langkah untuk membantu pelanggan potensial

Tanpa buyer persona, sulit untuk menentukan konten apa yang harus dibuat, materi apa yang harus dibagikan, bagaimana bisnis harus mengarahkan upaya pemasaran, atau di mana bisnis bisa meningkatkan awareness. Buyer persona ibarat kompas yang menentukan arah perjalanan bisnis sehingga bisa membantu bisnis menarik pelanggan potensial.

Baca Juga: Jadi Favorit Pebisnis, Apa Saja Kelebihan Iklan Online?

3. Menentukan target konsumen

Tujuan utama membangun buyer persona adalah agar bisnis tahu persis jenis pelanggan seperti apa yang harus ditargetkan. Dari sini, Anda bisa membuat konten yang sesuai sehingga menarik target konsumen untuk bergabung dengan bisnis Anda.

4. Membantu bisnis mengelompokkan audiens dan kontak

Mengandalkan buyer persona, Anda bisa menyampaikan pesan yang akurat dan bertarget. Pesan harus berisi info spesifik dan berorientasi pada detail agar dibaca target konsumen. Makin personal dan akurat konten yang Anda tawarkan, akan makin mudah Anda bisa mengamankan atensi audiens dan meningkatkan engagement

banner

Cara Membuat Buyer Persona

Buyer persona bisa dibuat melalui penelitian, survei, dan wawancara terhadap pelanggan, prospek, maupun audiens di luar basis data kontak bisnis yang mungkin selaras dengan target audiens. Berikut beberapa metode praktis untuk mengumpulkan informasi yang Anda butuhkan dalam membuat buyer persona:

1. Periksa kontak database untuk menganalisis tren

Coba analisis bagaimana tren prospek atau pelanggan tertentu dalam menemukan dan mengonsumsi konten bisnis Anda melalui kontak database. Anda bisa melakukannya dengan mengajukan pertanyaan berbasis demografis melalui telepon, secara langsung, atau lewat survei online.

2. Gunakan formulir untuk mengumpulkan informasi buyer persona

Misalnya, jika semua buyer persona Anda bervariasi berdasarkan ukuran perusahaan, mintalah setiap prospek untuk mengisi informasi tentang ukuran perusahaan di dalam formulir. Dari sini, Anda bisa menyaring informasi tentang buyer persona dan menempatkan bisnis Anda sebagai solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi buyer persona.

Baca Juga: Langkah Akurat Menciptakan Buyer Persona untuk Bisnis Anda

3. Pertimbangkan feedback dari tim penjualan

Dalam hal ini, feedback yang jadi prioritas adalah tentang prospek yang paling sering berinteraksi dengan bisnis. Anda bisa bantu tim penjualan mempersiapkan percakapan dengan buyer persona. Sertakan beberapa kutipan nyata dari hasil wawancara yang menunjukkan perhatian buyer persona, siapa mereka, dan apa yang mereka inginkan.

4. Interview pelanggan dan prospek

Lakukan interview untuk menemukan apa yang disukai pelanggan dan prospek dari produk atau layanan yang Anda tawarkan. Usahakan agar bahasa yang Anda gunakan untuk membicarakan produk atau layanan sesuai dengan kepribadian bisnis Anda. 

Misalnya, jika Anda menjual produk skincare untuk remaja, maka gunakan bahasa yang cenderung kasual agar lebih terdengar akrab dan santai. Hal ini penting agar saat Anda melakukan wawancara dengan prospek dan pelanggan, bahasa yang Anda gunakan dapat merepresentasikan bisnis dengan baik. 

Setelah menyelesaikan proses penelitian ini, Anda akan memiliki banyak data mentah seputar pelanggan potensial dan pelanggan saat ini, seperti:

  • Data pribadi buyer persona – Berisi informasi tentang siapa nama konsumen, apa jenis kelaminnya, usianya, pendidikannya, sudah bekerja atau belum, apa pekerjaannya, berapa penghasilannya, sudah menikah atau belum, apakah sudah punya anak, dan lain-lain.
  • Tingkah laku buyer persona – Mencakup informasi tentang hobi, makanan dan minuman favorit, apa yang disukai, media sosial yang digunakan, dan lain-lain.
  • Kebiasaan belanja buyer persona – Termasuk informasi tentang kebiasaan berkomunikasi (melalui email, telepon, atau secara langsung), cara mengetahui suatu produk (melalui media sosial, website, iklan, atau rekomendasi teman), cara berbelanja yang lebih disukai (offline atau online), dan lain-lain.

Setelah semua informasi ini dikumpulkan, selanjutnya Anda perlu mengidentifikasi pola dan kesamaan dari jawaban atas pertanyaan wawancara. Kembangkan setidaknya satu buyer persona utama untuk dijadikan acuan dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat. Buyer persona akan membantu Anda membuat strategi yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Buyer persona adalah salah satu hal penting untuk dipahami agar pemasaran bisnis Anda berjalan lebih lancar, terutama terkait produk baru. Nah, agar Anda bisa fokus dalam produksi produk tersebut, serahkan urusan pemasaran kepada ToffeeDev. Cari tahu layanan ToffeeDev selengkapnya untuk bantu mencapai setiap tujuan bisnis Anda!

Share this post :

Toffeedev’s Pick